Target Pupuk Kaltim: Dominasi Asia-Pasifik
Produsen pupuk PT Pupuk Kalimantan Timur atau PKT terus tancap gas setelah mencatatkan kinerja positif tahun lalu. Pada tahun 2021, PKT membukukan laba Rp 6,17 triliun, tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. Tahun ini, per Agustus 2022, PKT telah membukukan laba lebih dari Rp 10 triliun, antara lain ditopang kenaikan harga komoditas di pasar global. Akumulasi profit akan dimanfaatkan untuk ekspansi usaha hingga menyiapkan buffer (penyangga) jika harga komoditas sewaktu-waktu turun. BUMN yang berpusat di Bontang, Kaltim, serta memproduksi 3,43 juta ton urea dan 2,74 juta ton amonia per tahun itu menargetkan bisa menjadi pemain utama di pasar Asia-Pasifik.
Menurut Direktur Utama PKT Rahmad Pribadi secara daring, Jumat (16/9), “Kami melihat peluang karena peta pasar sekarang berubah. Sebelumnya, hampir 100 persen fokus PKT adalah pada Asia dan sedikit Pasifik, sedangkan hari ini bisa ekspansi ke Amerika Selatan, antara lain Uruguay, Argentina, Meksiko, dan Chile. Pasar di Australia juga kami pacu. Kami memanfaatkan peluang dari perubahan pasar karena beberapa problem yang dihadapi dunia akhir-akhir ini. Secara umum, pasar terbesar masih Asia, yakni sekitar 80 %, sedangkan pasar luar Asia sekitar 20 %. (Khusus) Amerika Selatan dan Australia sudah hampir 5 %. Kami juga mengembangkan pasar ke negara-negara lain yang sebelumnya kami tidak berkompetisi, seperti di North East Asia, yakni Korea Selatan, China, dan Jepang. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023