;
Kategori

Ekonomi

( 40581 )

Akhir 2022, Semen Indonesia Tuntaskan Akuisisi SMBR

17 Sep 2022

JAKARTA, ID – PT Semen Indonesia Tbk (Persero) (SMGR) menargetkan akuisisi PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) akan rampung akhir tahun ini. Sebab, aksi korporasi ini menjadi salah satu milestone perseroan pada 2022. Proses dari masuknya SMBR ini sedang berjalan on the track. Perkiraan sekitar akhir Oktober atau November mulai proses capital market dan closing di sekitar Desember. Jadi, ini masih on the track dan sepertinya akan terealisasi tahun ini,” ucap Hosny dalam paparan publik live, Jumat (16/9). Selain karena SMGR adalah BUMN ia juga menyampaikan perseroan merupakan produsen semen terbesar di Indonesia sehingga dipastikan bakal berpartisipasi pada proyek IKN di Kalimantan Timur. Di samping itu, Semen Indonesia telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengatasi dampak kenaikan suku bunga, tekanan inflasi, dan kenaikan harga BBM terhadap kinerja perseroan. Andriano. Di samping itu, Semen Indonesia telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengatasi dampak kenaikan suku bunga, tekanan inflasi, dan kenaikan harga BBM terhadap kinerja perseroan. (Yetede)

Kadin Prediksi Surplus Neraca Perdagangan Sampai Akhir Tahun

17 Sep 2022

JAKARTA, ID – Indonesia kembali mencetak surplus neraca perdagangan pada Agustus 2022 dan melanjutkan rekor surplus menjadi 28 bulan berturut-turut. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memprediksi surplus tersebut akan berlanjut sampai akhir tahun. “Karena selama ini nilai ekspor kita dipengaruhi oleh harga komoditas sehingga bisa surplus cukup signifikan meskipun impor  sudah masuk tahap normalisasi,” ucap dia kepada Investor Daily, Jakarta, Jumat (16/9/2022). Terkait mempertahankan kinerja ekspor, pada komoditas ekspornya, bukan terminologi industri pengolahan’ karena akan sangat misleading. Dia menerangkan, dari data Badan Pusat Statistik (BPS) terlihat cukup jelas bahwa ekspor didorong oleh komoditas khususnya CPO. Untuk itu, lanjut Shinta, kalau ingin mempertahankan kinerja ekspor secara instan, pemerintah harus mendorong produktivitas industri-industri yang menciptakan output tersebut dalam jangka pendek. Kalau ingin lebih ideal, pemerintah perlu meningkatkan kapabilitas ekspor produk bernilai tambah, yang hingga saat ini kinerjanya belum sebaik kinerja ekspor komoditas, seperti ekspor produk tekstil, ekspor produk pertanian/ perikanan olahan, produk UMKM. (Yetede)

Bapanas Terus Mitigasi Potensi Krisis Pangan

17 Sep 2022

JAKARTA, ID – Badan Pangan Nasional/National Food Agency (Bapanas/NFA) terus melakukan mitigasi potensi terjadinya krisis pangan di Tanah Air. Dari hasil mitigasi sementara, Indonesia saat ini masih jauh dari krisis pangan karena ketersediaannya melimpah. Hingga akhir Desember 2022, pasokan 12 komoditas pangan strategis yang mencakup beras, jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, daging ruminansia, daging dan telur ayam ras, gula konsumsi, serta minyak  goreng masih akan surplus. Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mengatakan, krisis pangan memiliki tingkatan tertentu. Suatu negara dikategorikan mengalami krisis pangan apabila masyarakat sudah tidak bisa menjangkau makanan, tidak ada makanan yang tersedia, bahkan sampai kekurangan gizi dan mengalami gizi buruk. Di tengah potensi krisis pangan global, Indonesia saat ini dinilai masih memiliki ketersediaan pangan yang cukup. Kondisi tersebut didasarkan kepada perhitungan Neraca Pangan Nasional (NPN) serta tingginya potensi pangan lokal yang beragam dan masih berpeluang besar untuk terus dikembangkan sebagai substitusi bagi pangan impor. “Kita bersyukur, saat ini Indonesia tidak mengalami hal tersebut (krisis). Ketersediaan pangan, berdasarkan perhitungan NPN, menunjukkan bahwa pangan nasional dalam kondisi tersedia dan aman," ujar Arief.

Bank Mandiri dan BCA Lampaui Target Penjualan SR017

17 Sep 2022

JAKARTA, ID – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatatkan penjualan produk Surat Berharga Negara (SBN) Ritel seri SR017 melampaui target. Penjualan SR017 dilakukan selama masa penawaran dari 19 Agustus hingga 14 September lalu. Corporate Secretary Bank Mandiri Rudi As Aturridha mengatakan, seiring dengan program pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi Covid-19 yang dilakukan pemerintah, pemulihan kepercayaan investor terhadap pertumbuhan ekonomi di masa yang akan merupakan faktor utama yang menyebabkan minat masyarakat terhadap SR017 cukup tinggi dibandingkan dua seri terakhir, SBR011 pada Juni 2022 dan SR016 pada Maret 2022. Menurut dia, selain hal tersebut meningkatnya minat investor terhadap SR017 juga diikuti oleh faktor imbal hasil SR017 yang sangat menarik yaitu sebesar 5,9%, lebih tinggi dibandingkan dengan seri-seri sebelumnya. “Adapun hasil perolehan penjualan di Bank Mandiri untuk SR017 sampai dengan akhir penawaran adalah sebesar Rp 3,34 triliun, lebih tinggi target yang ditetapkan,” ujar Rudi kepada Investor Daily, Jumat (16/9). Rudi sebelumnya menjelaskan Bank Mandiri menargetkan untuk pemasaran SR017 masih dapat mempertahankan market share penjualan pada setiap penerbitan sekitar 10-12%, dengan asumsi ketersediaan kuota yang masih diberikan sampai dengan akhir penawaran. (Yetede)

Jakpro Ajukan Rp 442 Miliar di LRT Fase 2A

17 Sep 2022

Untuk membangun kereta layang ringan atau LRT Fase 2A, Jakpro mengajukan penyertaan modal daerah Rp 442 miliar dalam APBD Perubahan 2022. Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Ismail, Kamis (15/9) mengatakan, usulan itu terungkap dalam rapat kerja Jakpro dan Komisi B DPRD DKI Jakarta, Rabu (14/9). Dirut Jakpro Widi Amanasto menjelaskan, LRT Fase 2A membutuhkan dana  pembangunan sekitar Rp 1,8 triliun. (Yoga)

Bijak Sikapi Pinjaman Daring Sebelum Berinvestasi

17 Sep 2022

Dengan kemajuan teknologi, saat ini masyarakat memiliki banyak pilihan untuk mengakses fasilitas pinjaman, salah satunya melalui platform peer to peer lending atau pinjaman daring (online). Selain itu, ada juga fitur paylater di platform e-dagang yang merupakan layanan untuk menunda pembayaran atau berutang yang wajib dilunasi pada kemudian hari. Namun apabila tidak disikapi dengan bijaksana, hal itu dapat memperburuk kondisi keuangan. Langkah-langkah agar bijak ,menyikapi pinjaman daring, yaitu; Pertama, memiliki alasan kuat untuk mengambil pinjaman daring. Khusus untuk investor, tidak disarankan untuk mengambil margin investasi yang biasanya ditawarkan oleh sekuritas untuk menambah modal investasi saham ataupun trading berjangka. Kewajiban membayar biaya bunga dan pengembaliannya membuat investor awam harus sangat jeli dalam memilih emiten ataupun produk yang harus bisa cair saat jatuh tempo.

Kedua, memahami bahwa tingkat suku bunga pinjaman daring relatif lebih tinggi daripada pinjaman perbankan secara umum. Secara psikologis, peminjam melakukan pertimbangan berdasarkan nominal rupiah yang dibayarkan. Walau sepertinya kecil, tetapi jika dihitung secara matematis, biaya bunga pinjaman berkisar 10 - 25 % per 14 hari. Oleh karena itu, saat berani mengambil pinjaman daring, termasuk paylater, pastikan agar dapat membayar tagihan pinjaman utuh saat jatuh tempo, untuk menghindari denda administrasi ataupun biaya bunga yang ditetapkan secara harian. Ketiga, memahami batasan pinjaman sesuai kemampuan finansial. Keempat, memahami kontrak ataupun perjanjian terkait pembayaran dan tingkat suku bunga yang dikenakan. Selain biaya bunga, ada biaya administrasi lain yang akan menambah jumlah pembayaran balik dari pinjaman online. Kelima, kemungkinan kejadian tidak nyaman juga timbul apabila terjadi kemacetan atas pembayaran pinjaman. (Yoga)


Lenyap Potensi Karena Gagal Beroperasi

16 Sep 2022

JAKARTA-Mundurnya pengoperasian light rail transit Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi atau LRT Jabodetabek hingga pertengahan tahun depan membuat PT Kereta Api Indonesia (persero) atau KAI kehilangan potensi pendapatan dari tiket penumpang. Nilainya diperkirakan mencapai Rp 587,7 miliar. "Potensi pendapatan LRT Jabodetabek pada Agustus-Desember 2022 sekitar Rp212,7 miliar," kata Kepala Divisi LRT Jabodetabek dari PT KAI, Mochamad Purnomosidi, kepada Tempo, kemarin. Adapun dari Januari-Juni 2023, peluang penghasilan KAI yang hilang dari penundaan operasi kereta ringan tersebut diperkirakan Rp375 miliar. LRT Jabodetabek ditargetkan beroperasi pada Juni 2023 atau mundur dari target sebelumnya pada Agustus 2022. Bahkan Jadwal pengoperasian komersial (Commercial operation date/COD) proyek strategis nasional ini molor dari target awal operasi pada Juli 2019. Target beroperasinya LRT Jabodetabek mundur ke Juni 2023, diantaranya karena uji coba sistem tanpa masinis grade of automation level 3 (GoA 3) terus dilakukan untuk memastikan keselamatan penumpang. (Yetede)

Indosat Targetkan Raup Dana Rp 2,5 Triliun

16 Sep 2022

Operator telekomunikasi seluler Indosat Ooredoo Hutchison menerbitkan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi IV Indosat Tahap I tahun 2022 dan Sukuk Ijarah IV Indosat Tahap I 2022. Total nilai dana yang diharapkan bisa terkumpul dari penawaran itu sebesar Rp 2,5 triliun. Menurut rencana, dana tersebut akan digunakan untuk membayar utang perseroan dan biaya hak penggunaan spektrum frekuensi radio. ”Dua tahun pertama pasca merger biasanya menjadi kondisi yang sangat menantang. Meski demikian, merger yang kami (Indosat Ooredoo-Hutchison Tri Indonesia) lakukan sudah tepat dan bagus untuk (menyehatkan) industri telekomunikasi. Saat pandemi Covid-19, performa industri telekomunikasi juga masih positif,” ujar Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha saat investor gathering, Kamis (15/9) di Jakarta.

Direktur dan Chief Financial Officer Indosat Ooredoo Hutchison Nicky Lee menjelaskan, semua penawaran obligasi dan sukuk ijarah dilakukan dalam mata uang rupiah. Nicky menilai pasar finansial di Indonesia masih stabil. Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pun cukup baik. ”Kami percaya, pasar masih akan merespons positif apa yang kami lakukan ini,” katanya. Proses book building akan dimulai 14-27 September 2022. Pernyataan efektif dari OJK diharapkan dapat diterima pada 17 Oktober 2022. Lalu, obligasi dan sukuk ijarah akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada 27 Oktober 2022. Direktur dan Chief Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison M Danny Buldansyah menambahkan, ”Industri telekomunikasi masih menjanjikan sehingga kami kian fokus meningkatkan layanan kepada konsumen,” (Yoga)


TEKSTIL DAN PRODUK TEKSTIL, Pengembangan Pasar Ekspor Dipacu

16 Sep 2022

Pemerintah terus berupaya meningkatkan ekspor tekstil dan produk tekstil nasional. Kerja sama antar negara diperkuat guna memacu pengembangan pasar ekspor produk industri yang padat karya tersebut. Kehati-hatian juga dibutuhkan agar kerja sama tidak justru melemahkan industri tekstil nasional. ”Ini bidang yang sangat strategis. Bisa menyerap banyak tenaga kerja. Orientasinya juga ekspor. Bisa juga memenuhi kebutuhan dalam negeri untuk menahan impor,” kata Mendag Zulkifli Hasan saat melepas ekspor barang tekstil dan produk tekstil di PT Sri Rejeki Isman Tbk, atau Sritex, Kabupaten Sukoharjo, Jateng, Kamis (15/9). Dalam kesempatan itu Zulkifli melepas lebih dari 50 kontainer yang membawa komoditas tekstil dan produk tekstil untuk diekspor ke 20 negara, antara lain AS, Brasil, Polandia, Jepang, Uni Emirat Arab, dan Mesir. Nilai barang yang diekspor 3,7 juta USD.

Menurut Zulkifli, besarnya jumlah kontainer yang dilepas dalam sekali waktu ini hendaknya dijadikan momentum menandai kebangkitan perekonomian pasca pandemi Covid-19. Optimisme juga muncul mengingat industri ini terus menunjukkan pertumbuhan. Pada 2021 nilai ekspor tekstil dan produk tekstil Indonesia tercatat 12,9 miliar USD. Terjadi peningkatan 25,2 % dibandingkan dengan setahun sebelumnya, yakni 10,5 miliar USD. ”Kita perlu membangun pasar-pasar baru. Khususnya ke daerah-daerah yang sedang bertumbuh perekonomiannya,” kata Zulkifli. Pengembangan wilayah ekspor, menurut Zulkifli, bisa ditempuh dengan menjalin kerja sama perdagangan dengan negara-negara tujuan berupa comprehensive economic partnership agreement (CEPA) atau free trade agreement (FTA). (Yoga)


Utang Luar Negeri Juli 2022 Menurun

16 Sep 2022

Utang luar negeri Indonesia pada Juli 2022 kembali turun, tercatat sebesar 400,4 miliar USD. Posisi utang itu turun dibandingkan dengan posisi pada bulan sebelumnya yang sebesar 403,6 miliar USD. Siaran pers Bank Indonesia, Kamis (15/9) menyebutkan, perkembangan ini dikarenakan penurunan utang luar negeri sektor publik (pemerintah dan bank sentral) serta sektor swasta. (Yoga)