;
Kategori

Ekonomi

( 40581 )

Kemitraan jadi Kunci Keberhasilan Pengembangan Panas Bumi

16 Sep 2022

JAKARTA, ID – Indonesia diyakini akan menjadi salah satu negara terdepan dalam pengembangan potensi panas bumi di dunia. Bahkan bukan tidak mungkin Indonesia nantinya bisa menjadi Global Geothermal Power House. Salah satu langkah terbaik mengembangkan panas bumi hingga ke industri turunannya adalah dengan kemitraan. Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Ahmad Yuniarto mengungkapkan keyakinan tersebut cukup beralasan, apalagi dengan jumlah potensi panas bumi yang diketahui hingga kini. Tersisa saat ini adalah inisiatif untuk kembangkan panas bumi. Menurut Yuniarto, panas bumi sekarang ini dan ke depannya tidak hanya dipandang sebagai salah satu alternatif pembangkit listrik, tapi lebih dari pada itu ada industri hilir panas bumi kini sudah menjadi keniscayaan yang mau tidak mau juga dikembangkan yakni green hydrogen. Salah satu cara untuk bisa memonetisasi potensi panas bumi secara efisien berikut serta industri turunannya adalah dengan penerapan teknologi. (Yetede)

Erick Thohir: Kontribusi BUMN ke Negara Naik Rp.68 Triliun

16 Sep 2022

JAKARTA, ID – Jurus jitu Menteri BUMN Erick Thohir dalam mentransformasi BUMN membuahkan hasil. Terbukti, selama tiga tahun terakhir, akumulasi kontribusi BUMN ke pemasukan negara dalam bentuk setoran pajak, dividen, dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencapai Rp 1.198 triliun, naik Rp 68 triliun dibandingkan perolehan 2016- 2019 atau sebelum pandemi Covid-19. “Sementara itu, kalau kita melihat buku BUMN, laba bersih tahun ini naik signifikan sekitar Rp 144 triliun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ungkap Erick saat berkunjung ke kantor Berita Satu Media Holdings (BSMH), Jakarta, Kamis (15/9). Bila BUMN sehat bugar, tutur Erick, program ekonomi kerakyatan juga akan dapat mudah terealisasi. Salah satunya merger PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Permodalan Nasional Madani (PNM) (Persero) dan PT Pegadaian untuk mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai ujung tombak ekonomi.

Sritex Lepas 50 Kontainer Produk TPT ke 20 Negara

16 Sep 2022

JAKARTA, ID - PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex melepas 50 kontainer tekstil dan produk tekstil (TPT) senilai US$ 3,7 juta ke 20 negara pada Kamis (15/9/2022) di Sukoharjo, Jawa Tengah. Pelepasan ekspor dilakukan secara langsung oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan bersama Presiden Direktur PT Sritex Iwan Setiawan Lukminto. Turut hadir dalam pelepasan ekspor tersebut adalah Sekretaris Jenderal Kemendag Suhanto, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi, dan Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Syailendra, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah Muhammad Arif Sambodo, Perwakilan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Kantor Wilayah Bea dan Cukai Jawa Tengah dan Daerah Yogyakarta, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta TNI/Polri. “Sritex adalah perusahaan tekstil yang telah terintegrasi vertikal yang memproduksi benang hingga pakaian jadi. Sritex juga berpengalaman dalam mengerjakan berbagai macam seragam militer dan korporasi, baik untuk memenuhi kebutuhan dalam dan luar negeri dengan negara tujuan ekspor yang tersebar di lima benua,” kata Presiden Direktur Sritex Iwan Setiawan Lukminto. (Yetede)

Kelemahan Intelijen Rusia Jadi Titik Balik Ukraina

16 Sep 2022

PARIS, ID – Para analis mengatakan bahwa intelijen militer Rusia gagal lagi dalam mengantisipasi serangan balasan kilat Ukraina. Kegagalan ini berpotensi menjadi titik balik perjuangan Ukraina melawan invasi Rusia dan sekali lagi menyoroti kelemahan intelijen Rusia dalam berperang. “Ini adalah kegagalan intelijen militer Rusia yang sangat besar, fakta bahwa mereka tidak melihat telah terjadi peningkatan ini. Intelijen militer Rusia benar-benar mengacaukan ini,” ujar Michael Kofman, ilmuwan peneliti senior di program studi Center for Naval Analyses Russia, yang dilansir AFP. Laporan menyebutkan, desakan itu terjadi setelah konflik yang berlangsung lebih dari setengah tahun dan masih menemui semacam jalan buntu selama musim panas. Padahal pasukan Rusia telah menguasai sebagian besar wilayah timur dan selatan Ukraina, tetapi gagal membuat kemajuan  lebih jauh. “Rusia gagal mengantisipasi desakan
Ukraina,” kata Pierre Grasser, seoran sejarawan hubungan internasional dan peneliti di Lembaga Sirice yang berlokasi di Paris, Prancis. Ditambahkan oleh Grasser bahwa Ukraina telah diuntungkan dengan melakukan taktik tipuan besar-besaran, yakni membuat serangan balik di selatan sebelum meluncurkan yang lebih besar di timur laut. ((Yetede)

Registrasi Sosial Ekonomi Akan Dimulai

15 Sep 2022

Pemerintah akan mendata kondisi sosial dan ekonomi masyarakat dalam waktu dekat. Semua warga akan didata tanpa terkecuali, termasuk presiden dan pejabat negara. Pembenahan sistem pendataan yang terintegrasi ini diharapkan bisa mencegah persoalan klasik dalam penyaluran bantuan sosial yang kerap tidak tepat sasaran. Proses pengumpulan data Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) akan dilakukan BPS pada 15 Oktober sampai 14 November 2022 dengan pendekatan akar rumput (bottom-up). Targetnya, mulai tahun depan, Indonesia sudah memiliki sistem satu data terintegrasi untuk memetakan kondisi sosial-ekonomi masyarakat. Hasil Regsosek tersebut akan menjadi basis data kependudukan sebagai acuan data tunggal dalam menjalankan berbagai program pemerintah, dari program bansos sampai program pembangunan lainnya.

Basis data tersebut nantinya akan menyajikan peringkat kesejahteraan sosial-ekonomi setiap penduduk. Informasi yang didapat dari Regsosek adalah kondisi kependudukan dan ketenagakerjaan, perlindungan sosial, perumahan, pendidikan, kesehatan dan disabilitas, pemberdayaan ekonomi, hingga informasi geospasial. Basis data itu akan mencakup informasi detail, termasuk nama dan tempat tinggal warga (by name by address). ”Pendataan ini dilakukan untuk seluruh penduduk Indonesia tanpa terkecuali, termasuk presiden dan seluruh pejabat negara,” kata Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dalam webinar ”Mengawal Reformasi Sistem Perlindungan Sosial Melalui Registrasi Sosial-Ekonomi” di Jakarta, Rabu (14/9). (Yoga)


Butuh Dana, INCO Hati-Hati Bagi Dividen

15 Sep 2022

Di tengah tingginya harga komoditas, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) terus menargetkan pertumbuhan produksi. INCO tengah menggarap tiga proyek pabrik di Sulawesi. "Tiga proyek pengembangan tersebut bernilai investasi lebih dari US$ 8 miliar. Ini akan dieksekusi bersama dengan partner," ujar Direktur INCO Bernardus Irmanto, Rabu (14/9). Pria yang kerap disapa Anto ini memaparkan, proyek pertama ada di Bahodopi, Sulawesi Tengah, dengan investasi US$ 2,5 miliar. Proyek pengembangan pabrik feronikel dengan kapasitas 73.000 ton per tahun ini digarap bersama Taiyuan Iron & Steel Co. Ltd (TISCO) dan Shandong Xinhai Technology Co. Ltd, diperkirakan rampung pada 2025. Dengan berbagai proyek tersebut, Anto menuturkan akan berhati-hati dalam mengambil keputusan pembagian dividen. Menurut Anto, INCO harus membiayai proyek-proyek tersebut, maka pembagian dividen harus disertai dengan prinsip kehati-hatian dalam berhitung dan mengkaji semua kebutuhan kas.

Okupansi Hotel Diprediksi Turun

15 Sep 2022

Tingkat okupansi hotel yang belakangan mulai membaik diperkirakan kembali turun seiring berkurangnya pergerakan wisatawan sebagai dampak kenaikan harga BBM. Padahal, industri hotel belum sepenuhnya pulih dari pandemi Covid-19. Sekjen Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengatakan, kunjungan ke destinasi-destinasi wisata membutuhkan daya beli masyarakat yang cukup baik. Kenaikan harga BBM mendorong harga barang dan jasa ikut naik sehingga akan mengganggu daya beli masyarakat, yang akhirnya bisa menurunkan minat orang bepergian dan menginap di hotel. ”Pariwisata juga bukan kebutuhan primer masyarakat,” ujarnya, Rabu (14/9) di Jakarta. Maulana mencontohkan dampak naiknya harga avtur tahun 2019 yang mengakibatkan pergerakan wisatawan Nusantara turun dari 300 juta orang tahun 2018 menjadi 200-an juta orang tahun 2019. Kondisi saat itu bisa saja kembali terulang. (Yoga)


Pamor Dollar AS Naik Dikerek Spekulasi Kenaikan Bunga Fed

15 Sep 2022

Pamor dollar Amerika Serikat kembali meningkat. Laju inflasi AS yang lebih tinggi dari proyeksi analis membuat pelaku pasar berasumsi The Fed akan menaikkan bunga lebih tinggi. Akibatnya, sejumlah mata uang tertekan terhadap dollar AS. Salah satunya yen. Kemarin, mata uang ini sempat mencapai level terendah dalam 24 tahun di ¥ 144 per dollar AS. Di pukul 20.51 WIB kemarin, yen kembali menguat dan bertengger di level ¥ 142,87 per dollar AS. Analis DCFX Futures Lukman Leong sepakat mengatakan, potensi kenaikan suku bunga AS menjadi salah satu penyebab dollar AS kembali naik pamor. Meski bukan di posisi puncak, kemarin indeks dollar AS berada di 109,51, turun 0,28% dari hari sebelumnya. Namun naik 18,29% secara tahunan. Artinya, sepanjang tahun ini, dollar AS cenderung naik terhadap rata-rata mata uang berbagai negara.

Kredit di Sektor Agri dan Migas Meningkat

15 Sep 2022

Penyaluran kredit ke sektor komoditas tumbuh cukup pesat sepanjang semester pertama tahun ini. Pertumbuhan kredit di sektor ini jadi salah satu penyebab likuiditas valuta asing (valas) bank banyak tersedot di tahun ini. Direktur Keuangan Bank Central Asia (BCA) Vera Eve Lim mengatakan, sektor perkebunan merupakan salah satu penopang pertumbuhan kredit korporasi BCA yang naik tinggi hingga Juni 2022. Bank BNI juga mencatatkan pertumbuhan kredit valas, terutama dari sektor pengolahan dan komoditas. Namun, Novita Widya Anggraini, Direktur Keuangan BNI tidak merinci total pertumbuhan kredit BNI di masing-masing sektor. "Pertumbuhan kredit BNI hingga Agustus, baik dalam rupiah maupun valas, tumbuh positif secara year to date," kata Novi, kemarin (14/9). Sekretaris Perusahaan BRI, Aestika Oryza Gunarto menjelaskan, permintaan kredit terbesar pada sektor agribisnis, infrastruktur, transportasi, minyak dan gas serta energi dan tambang. Sektor-sektor ini menyumbang 66,17% terhadap total kredit valas.

Ekonomi Membaik, Restrukturisasi Pembiayaan Menurun

15 Sep 2022

Restrukturisasi kredit atau pembiayaan dari perusahaan pembiayaan terus menurun, seiring  berlanjutnya pemulihan ekonomi yang mendorong kapasitas debitor bangkit dari tekanan ekonomi pandemi. Seiring melandainya restrukturisasi, kebijakan restrukturisasi ini sedang dikaji apakah masih perlu diperpanjang atau tidak. Mengutip data OJK, sampai 13 September 2022, nilai restrukturisasi kredit atau pembiayaan  perusahaan pembiayaan mencapai Rp 22,1 triliun, berasal dari 650.000 kontrak debitor. Nilai ini sudah berkurang 55 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 46 triliun. Jumlah kontrak restrukturisasi bahkan sudah berkurang empat kali lipat daripada periode yang sama tahun lalu sebesar 2,68 juta kontrak.

Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia Suwandi Wiratno mengatakan, menurunnya restrukturisasi pembiayaan ini menunjukkan pemulihan ekonomi berjalan sehingga kemampuan debitor melunasi utang membaik. Karena itu, mereka dikeluarkan dari daftar restrukturisasi. ”Sudah semakin banyak debitor yang kondisinya kembali normal,” ujar Suwandi yang dihubungi di Jakarta, Rabu (14/9). Kinerja perusahaan pembiayaan yang membaik ini ditunjukkan dengan piutang pembiayaan neto konvensional per Juli 2022 sebesar Rp 367,67 triliun atau bertumbuh 7,12 % secara tahunan. Menurut Dirut BCA Finance Roni Haslim, nilai restrukturisasi di perusahaannya juga terus turun. Saat ini, nilai restrukturisasi pembiayaan BCA Finance mencapai Rp 4,5 triliun, turun setengahnya dari awal periode restrukturisasi sebesar Rp 9 triliun. (Yoga)