;
Kategori

Ekonomi

( 40512 )

Mengerem Mobil Bensin, Memacu Mobil Listrik

12 Sep 2022

Mulai terjaga akibat anggaran subsidi BBM membengkak, Indonesia bersiap membatasi penjualan kendaraan konvensional atau berbahan bakar fosil. Saat yang sama, pemerintah ingin mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dalam akun instagramnya menyebut, pemerintah sedang merumuskan kebijakan untuk mendorong industri kendaraan listrik. "Selain memberikan insentif bagi kendaraan electric vehicle (EV), pemerintah juga akan membatasi penjualan kendaraan berbahan bakar fosil," tandas Luhut akhir pekan lalu. Sejumlah negara di dunia memang sedang berlomba mengembangkan kendaraan listrik. Badan Energi Internasional (IEA) mencatat, volume penjualan mobil listrik (termasuk baterai dan hibrida) mencapai 6,6 juta unit. Dari jumlah itu, China mencatatkan penjualan 3,3 juta atau separuhnya. Pada kuartal I-2022, penjualan mobil listrik global menembus 2 juta unit, melonjak 75% ketimbang periode yang sama tahun lalu.

Emiten Kawasan Industri Hapus Rugi Menjadi Laba Bersih

12 Sep 2022

Kinerja emiten sektor kawasan industri mulai kinclong. Salah satunya kinerja PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA). Pada semester I-2022, SSIA berhasil meraup pendapatan konsolidasi sebesar Rp 1,54 triliun, naik 77,8% secara tahunan. Dalam rilis pers, manajemen SSIA menyatakan, pendapatan semester I-2022 pengelola kawasan industri ini disokong segmen konstruksi, mencapai Rp 1,15 triliun. Lalu, segmen perhotelan menyumbang pendapatan sebesar Rp 178,7 miliar. Erlin Budiman, VP Head of Investor Relations Surya Semesta Internusa bilang, kenaikan pendapatan ditopang strategi divestasi bisnis. "Terutama dari divestasi sewa pergudangan kepada Frasers Property Thailand (Indonesia) Pte. Limited dengan nilai total Rp 562,3 miliar," kata Erlin. Sejalan naiknya pendapatan, laba bersih SSIA ikut terungkit. Pada semester I-2022, SSIA mencetak laba bersih konsolidasi Rp 79,5 miliar. Laba ini membalikkan rugi bersih SSIA pada semester I-2022 sebesar Rp 190,8 miliar.

Kenaikan Tarif Ojol Berdampak Bagi Kinerja dan Saham GOTO

12 Sep 2022

Manajemen PT Goto Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) resmi menaikkan tarif transportasi online, kemarin, menyusul keputusan pemerintah menetapkan tarif atas dan bawah transportasi online. Senior Vice President Corporate Affairs Gojek Rubi W Purnomo menyebut, penyesuaian tarif diharapkan dapat mendukung driver memenuhi biaya operasional sehari-hari. Equity Analyst Kanaka Andhika Cipta Labora melihat, kenaikan tarif berpotensi membuat margin keuntungan GOTO lebih besar, hanya saja kenaikan tarif transportasi online bisa mengurangi volume penumpang, karena penumpang bisa beralih ke kendaraan umum atau kendaraan pribadi untuk transportasi. (Yoga)

BTN Akan Terbitkan Saham Baru Sebanyak 4,6 Miliar

12 Sep 2022

Bank Tabungan Negara (BBTN) akan menambah modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu atau rights issue dengan menerbitkan saham baru seri B sebanyak-banyaknya 4,6 miliar. Rights issue tersebut memiliki nilai nominal Rp 500 per saham. Penerbitan saham baru ini dilakukan seiring DPR telah memberi restu ke pemerintah melakukan Penambahan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 2,48 triliun ke bank spesialis kredit perumahan ini.

Uji Kolaborasi Pusat-Daerah

12 Sep 2022

Eksekusi skema berbagi beban atau burden sharing antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah (pemda) menjadi solusi yang ditempuh pemangku kebijakan untuk menjaga daya beli masyarakat pasca penaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Melalui burden sharing, pemda diwajibkan mengalokasikan sebagian dana transfer umum (DTU) yang bersumber dari dana alokasi umum (DAU) dan dana bagi hasil (DBH) untuk program bantuan sosial (bansos). Hal itu dilegalisasi melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 134/PMK.07/2022 tentang Belanja Wajib dalam Rangka Penanganan Dampak Inflasi Tahun Anggaran 2022. Secara total, alokasi belanja wajib untuk penanganan inflasi di daerah sebesar 2% dari DTU. Meskipun bertujuan menjangkar daya beli, skema ini menyisakan konsekuensi berat yakni goyahnya stabilitas fiskal di daerah, terutama yang belum memiliki fondasi pendapatan asli daerah (PAD) kuat.


Penyaluran Pembiayaan: Kendaraan dan Properti Jaga Laju Kredit Konsumsi

12 Sep 2022

Pelaku bisnis bank berupaya untuk terus menjaga laju penyaluran kredit pada kelompok konsumsi terutama dengan mengandalkan kredit pemilikan rumah dan kredit kendaraan bermotor. Strategi menggenjot pembiayaan konsumsi dihadirkan dengan menawarkan berbagai skema keringanan. Kredit konsumsi berkontribusi sekitar 28% dari total kredit yang disalurkan oleh perbankan nasional yang sampai Juli 2022 mencapai Rp6.143,7 triliun. Dari nilai outstanding kredit konsumsi itu, kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit kendaraan bermotor (KKB) memiliki andil sekitar cukup besar yakni 35%. Upaya mendorong kredit pada kelompok konsumsi terutama KPR dilakukan oleh sejumlah bank. Salah satunya dilakukan oleh PT Bank Central Asia Tbk.


Pembiayaan UMKM : Pebisnis Jateng Terganjal Aset

12 Sep 2022

Aset yang dimiliki oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih menjadi hambatan bagi pelaku usaha untuk mengakses pembiayaan.Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah Ema Rachmawati mengatakan bahwa meskipun pemerintah telah mengucurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan plafon pembiayaan yang cukup besar, tetapi minimnya aset yang dimiliki pelaku UMKM jadi hambatan. “Sebesar apapun, kalau Rp50 juta tanpa agunan, tapi tetap ditanya punya kendaraan pribadi atau tidak,” katanya, Jumat (9/9). Tak hanya pembiayaan, dia menilai pelaku UMKM punya kecenderungan untuk menjalankan usahanya sendiri-sendiri. Hal itu, lanjutnya, menjadi hambatan untuk mendatangkan pesanan dalam jumlah besar. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno menilai, perlu sinergi banyak pihak untuk bisa mendorong kemajuan UMKM, tak terkecuali dengan lembaga pembiayaan, baik pelat merah maupun swasta.

Kualitas Usaha Mikro Perlu Ditingkatkan

12 Sep 2022

Sekretaris Menteri Koperasi dan UKM Arif R Hakim dalam keterangannya, Minggu (11/9) menyatakan, kuantitas usaha mikro harus diimbangi dengan kualitas daya saing, baik dari sisi produk maupun sumber daya manusia. Peningkatan kualitas itu penting guna  menghadapi disrupsi seiring perkembangan teknologi digital, globalisasi, dan pandemi Covid-19. (Yoga)

Ojek Daring ,Sebagian Pengguna Berpotensi Pindah

12 Sep 2022

Dua penyedia aplikasi layanan transportasi daring, yakni Gojek dan Grab, menaikkan tarif layanannya, baik untuk pengantaran penumpang maupun barang, mulai Minggu (11/9). Kenaikan itu bisa berdampak pada peralihan sebagian pengguna ke moda transportasi lain, khususnya kendaraan pribadi. Ketentuan itu diatur dalam Kepmenhub No KP 667 Tahun 2022 tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat yang Dilakukan dengan Aplikasi, yang diteken 7 September 2022. Kenaikan itu guna menyesuaikan sejumlah komponen biaya jasa, seperti BBM, UMR, dan komponen perhitungan jasa lain. Berdasarkan aturan ini, biaya jasa yang terdiri dari biaya batas bawah, batas atas, dan jasa minimal dinaikkan dan diatur sesuai zonasi wilayah. Di zona II yang meliputi Jabodetabek, misalnya, biaya jasa minimal dinaikkan menjadi Rp 10.200-Rp11.200, untuk jarak tempuh paling jauh 4 km. Adapun batas bawah biaya jasa di zona II dinaikkan dari Rp 2.000 per km (Kepmenhub KP 348/2019) menjadi Rp 2.550 per km, sementara batas atas dinaikkan dari Rp 2.500 per km menjadi Rp 2.800 per km.

Senior Vice President Corporate Affairs Gojek Rubi W Purnomo, Minggu, mengatakan, Gojek memberlakukan tarif baru GoRide (ojek sepeda motor) sesuai peraturan yang berlak efektif pada 11 September 2022. ”Selain itu, kami juga menyesuaikan tarif layanan GoCar, GoFood, GoSend, dan GoMart untuk mendorong potensi pendapatan maksimal para mitra pengemudi,” ujarnya. Country Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi menambahkan, Grab menyesuaikan tarif mulai Minggu pukul 00.01 WIB. Besaran tarif hasil penyesuaian telah dihitung saksama sesuai aturan pemerintah. Peneliti Polling Institute, Kennedy Muslim, mengatakan, kalangan pengguna ojek daring cukup resisten terhadap kenaikan tarif. Hasil survei Polling Institute pada 16-24 Agustus 2022 menunjukkan 61 % responden pengguna ojek daring kurang atau tidak setuju dengan kenaikan tarif. Sementara mitra pengemudi 82,6 % setuju dengan kebijakan tersebut. Namun, soal dampak kenaikan tarif, 50 % pengguna menyatakan akan beralih atau akan lebih sering menggunakan sepeda motor pribadi untuk mobilitas sehari-hari. (Yoga)


Warga Super Kaya Amankan Kekayaan

12 Sep 2022

Ancaman krisis ekonomi global membuat para warga super kaya Asia bergegas mengamankan kekayaan. Kelompok ini sangat khawatir akan efek pertarungan geopolitik yang bisa mengacaukan perekonomian.  Untuk itu, mereka menghindari jenis-jenis investasi berisiko dan memilih aset-aset yang relatif kebal terhadap gejolak. Warga super kaya Asia Pasifik (APAC) kategori high net worth individuals (HNWI), pemilik kekayaan bersih di atas satu juta USD, memfavoritkan aset yang lebih aman ketimbang saham dan kripto. Hal itu terungkap dari studi Lombard Odier, bank privat Swiss, terhadap 450 investor HNWI APAC (Bloomberg, 7 September 2022). Lombard Odier, pengelola kekayaan 363 miliar dollar AS, menyurvei HNWI Singapura, Hong Kong, Jepang, Thailand, Filipina, Indonesia, Taiwan, dan Australia periode Mei- Juni 2022. HNWI APAC sedang menghindari aset digital, seperti mata uang kripto, yang terbukti volatil dan beralih ke aset-aset lebih aman, seperti uang tunai dan emas.

”Investor APAC kini lebih konservatif dalam merancang investasi portofolio serta melakukan diversifikasi investasi hingga di luar pasar lokal,” kata Vincent Magnenat, Kepala Divisi Asia Lombard Odier. ”Di atas itu semua pemikiran tentang risiko dan pengelolaan kekayaan menjadi prioritas.” Kemerosotan saham teknologi dan inflasi yang melonjak diikuti kenaikan suku bunga telah menurunkan 1,4 triliun USD kekayaan 500 orang terkaya di dunia pada semester pertama 2022, menurut Bloomberg Billionaires Index. Hal ini menjadi perhatian para HNWI APAC. Ray Dalio, pendiri hedge fund terbesar dunia, Bridgewater Associates, berargumentasi, penyimpanan kekayaan dalam bentuk uang tunai adalah ”trash” sehubungan dengan naiknya inflasi. Hal itu memerosotkan nilai uang. (Yoga)