Beban Masyarakat Kobol-Kobol, Ekonomi Bisa Ambrol
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nyatanya tak menyelesaikan persoalan tapi justru menambah beban masyarakat.
Bebannya tak main-main. Berdasarkan hitungan Kementerian Keuangan (Kemkeu) efek BBM naik akan menambah beban masyarakat sebesar Rp 50,3 triliun. Perinciannya: Rp 8,1 triliun adalah beban yang harus ditanggung masyarakat miskin yakni 40% lapisan penghasilan bawah. Lalu Rp 42,2 triliun menjadi beban masyarakat mampu.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Senin (12/9) menyebut, beban lebih besar lebih terasa bagi masyarakat menengah atas karena selama ini mereka menggunakan Pertalite dan Solar subsidi untuk melakukan aktivitas.Bagi bagi rakyat miskin dan hampir miskin, pemerintah memberikan tambahan bantuan sosial Rp 24,17 triliun.
Agar inflasi terkendali, Bank Indonesia (BI) akan mengerek bunga acuan dari posisi 3,75% bulan lalu. Jika agresif, bunga acuan bisa bertambah 100 bps hingga akhir tahun.
Ini juga akan menambah beban masyarakat lantaran bunga kredit naik. Dengan kenaikan bunga 50 bps saja, bank akan mendapat kenaikan bunga kredit dari total kredit per Juli Rp 6.159,3 triliun sebesar Rp 30 triliun per bulan atau Rp 550,6 triliun setahun dengan asumsi bunga kredit di kisaran 8,94% per tahun.
Tags :
#EkonomiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023