Ekonomi
( 40581 )Bank Memasang Strategi Menjaga Pasokan Valas
Likuiditas valuta asing (valas) di perbankan mulai mengetat. Kebutuhan pembiayaan dalam valas meningkat di saat ekonomi mulai pulih, sementara dana-dana asing mengalir keluar seiring dengan kenaikan bunga di negara-negara maju.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, loan to deposit ratio (LDR) valas bank umum per Mei 2022 naik hingga 87,79% dari 78,39% per akhir 2021. Sedang dana pihak ketiga (DPK) valas menurut catatan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), per Juli 2022 sebesar Rp 1.022 triliun, atau turun Rp 6 triliun dibanding bulan sebelumnya.
Bank Central Asia (BCA) termasuk bank yang mengalami kenaikan LDR valas, meski masih dalam level yang longgar. Per Juni 2022, LDR valas bank ini mencapai 59,4%, naik dari 52,9% pada periode sama di tahun sebelumnya.
LDR valas Bank Mandiri juga mengalami peningkatan karena kenaikan kredit valas yang mencapai 35,99% yoy per Juli. Sedang DPK valas hanya tumbuh 7,37%.
Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rudi As Aturridha mengatakan, bank akan melakukan langkah strategis menjaga LDR valas. Seperti, menerapkan strategi pricing secara selektif dan terukur, serta kontrol dan monitoring atas pencairan kredit valas.
Laju Kencang Kredit Sindikasi
Menjelang penghujung kuartal III/2022, pembiayaan sindikasi yang disalurkan oleh bank dan lembaga keuangan di Indonesia rupanya masih terus melaju. Kick off sejumlah proyek-proyek berskala besar dan tren kenaikan harga energi serta komoditas, diramalkan menjadi pendongkrak permintaan kredit bernilai jumbo itu. Data termutakhir menunjukkan, hingga pekan kedua September 2022, nilai pembiayaan secara sindikasi mencapai US$16,61 miliar. Jumlah itu mendekati capaian pada periode yang sama 2021 yang tercatat US$17,13 miliar. Adapun sektor usaha yang dominan dalam penyaluran kredit secara sindikasi di antaranya perkebunan, energi, telekomunikasi, infrastruktur jalan tol, dan multifinance. Perihal laju kencang penyaluran pembiayaan sindikasi, Sekretaris Perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) Aestika Oryza Gunarto mengatakan bahwa permintaan sindikasi terjadi seiring dengan pemulihan ekonomi dan tren kenaikan harga energi dan komoditas, termasuk operasional proyek-proyek besar. Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Rudi As Aturridha menyatakan peningkatan pembiayaan sindikasi di Indonesia menunjukan respons pasar yang positif dan kepercayaan dari para investor terhadap ekonomi yang stabil dan bertumbuh.
Era Suku Bunga Tinggi, Perbankan Tekan Biaya Dana
JAKARTA, ID – Sejumlah bank berusaha menekan biaya dana (cost of fund) di tengah era suku bunga tinggi. Hal tersebut dilakukan sebagai strategi agar perbankan tetap bisa memberikan suku bunga kredit yang kompetitif kepada nasabah. Direktur Risk Management PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Setiyo Wibowo mengungkapkan, kenaikan suku bunga akibat inflasi yang meningkat merupakan suatu hal yang wajar. Selain itu harga bahan bakar minyak (BBM) yang turut naik dan komoditas lain juga sejalan dengan kebijakan The Fed, dan perlu diwaspadai oleh perbankan. Pihaknya pun memperkirakan tren suku bunga akan terus meningkat, bahkan Bank Indonesia (BI) dinilai masih memiliki ruang untuk menaikkan BI7DRR sampai 75 basis poin (bps) pada tahun ini. Dengan begitu, BTN tetap bisa memperbaiki penawaran suku bunga kredit kepada nasabahnya. Sebelum akhirnya tren suku bunga semakin tinggi, perseroan juga melakukan penyesuaian pada suku bunga kredit. BTN masih optimistis memandang pertumbuhan ekonomi ke depan, terutama di tengah penanganan pandemi Covid-19 yang semakin terkendali. Kebutuhan terhadap rumah juga masih menunjukkan peningkatan. (Yetede)
Laba Bersih Copper Melesat 1,549% Jadi Rp 1,43 Triliun
JAKARTA, ID – PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) berhasil mengantongi laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 96,79 juta atau setara Rp 1,43 triliun pada semester I-2022. Perolehan laba bersih ini tumbuh 1.549,51% dibanding periode sama tahun sebelumnya US$ 5,86 juta. Fowler menjelaskan, perseroan memperoleh pendapatan tambahan sebesar US$ 94 juta dari penjualan NPI oleh anak usahanya PT Merdeka Battery Materials (MBM). Pendapatan tersebut berasal dari penjualan 5.041 ton nikel dengan harga jual rata-rata US$ 18.669 per ton. “Pendapatan ini merupakan penjualan NPI pasca penyelesaian akuisisi MBM pada 17 Mei 2022,” ujar dia. Tahun ini, produksi NPI dari masing-masing anak usaha, yakni PT Cahaya Smelter Indonesia (CSIS) dan PT Bukit Smelter Indonesia (BSIS) diperkirakan mencapai 17.000 hingga 19.000 ton nikel di NPI dengan AISC US$ 13.500-15.500 per ton. Salah satu komponen biaya utama smelter adalah bahan baku bijih, yang harganya ber variasi tergantung pada harga nikel. (Yetede)
China Beri Insentif Perdagangan ke Afghanistan
Beijing membebaskan bea masuk terhadap 98 % komoditas ekspor Afghanistan ke China. China juga mulai mengoperasikan jaringan kereta barang ke dan dari Afghanistan melewati Xinjiang mulai September 2022. Kereta itu juga akan melewati Kazakhstan dan Uzbekistan. ”Kami telah mencapai kesepakatan dengan tiga negara, juga dengan perusahaan swasta,” kata Kepala ARA Bakht Rahman Sharaft, sebagaimana dilaporkan Tolo News, Minggu (11/9) malam waktu Kabul. (Yoga)
Presiden Minta Kepala Daerah Aktif Atasi Inflasi
Presiden Jokowi meminta pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota bersama-sama pemerintah pusat membantu warga yang terdampak kenaikan harga BBM. Kenaikan harga BBM tersebut diperkirakan akan menambah inflasi 1,8 %. ”Ini yang kita tidak mau. Oleh sebab itu, saya minta gubernur, bupati, wali kota agar daerah bersama pemerintah pusat kerja bersama-sama seperti saat kita bekerja serentak mengatasi Covid-19. Saya yakin, insya Allah, bisa kita lakukan sehingga inflasi di tahun ini kita harapkan bisa dikendalikan di bawah 5 %,” kata Presiden Jokowi saat memberikan arahan dalam pertemuan dengan seluruh kepala daerah secara hibrida di Istana Negara, Jakarta, Senin (12/9).
Kepala Negara mengatakan, surat edaran Mendagrii dan Permenkeu yang sudah diberikan kepada daerah menyebutkan bahwa 2 % dari dana transfer umum (DTU) dapat digunakan untuk subsidi dalam rangka meredam gejolak akibat penyesuaian harga BBM. Dana 2 persen tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk bantuan sosial, terutama pada rakyat yang sangat membutuhkan. ”Nelayan, yang menggunakan solar, bisa dibantu dengan menyubsidi mereka. Ojek, juga menggunakan BBM bisa dibantu subsidi ini,” ujar Presiden. Pelaku UMKM juga dapat dibantu dalam pembelian bahan baku yang harganya naik akibat kenaikan harga BBM. Subsidi pun dapat dimanfaatkan untuk membantu transportasi umum yang tarifnya juga dinaikkan. (Yoga)
Mengerem Mobil Bensin, Memacu Mobil Listrik
Mulai terjaga akibat anggaran subsidi BBM membengkak, Indonesia bersiap membatasi penjualan kendaraan konvensional atau berbahan bakar fosil. Saat yang sama, pemerintah ingin mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dalam akun instagramnya menyebut, pemerintah sedang merumuskan kebijakan untuk mendorong industri kendaraan listrik. "Selain memberikan insentif bagi kendaraan
electric vehicle
(EV), pemerintah juga akan membatasi penjualan kendaraan berbahan bakar fosil," tandas Luhut akhir pekan lalu.
Sejumlah negara di dunia memang sedang berlomba mengembangkan kendaraan listrik. Badan Energi Internasional (IEA) mencatat, volume penjualan mobil listrik (termasuk baterai dan hibrida) mencapai 6,6 juta unit.
Dari jumlah itu, China mencatatkan penjualan 3,3 juta atau separuhnya. Pada kuartal I-2022, penjualan mobil listrik global menembus 2 juta unit, melonjak 75% ketimbang periode yang sama tahun lalu.
Emiten Kawasan Industri Hapus Rugi Menjadi Laba Bersih
Kinerja emiten sektor kawasan industri mulai kinclong. Salah satunya kinerja PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA). Pada semester I-2022, SSIA berhasil meraup pendapatan konsolidasi sebesar Rp 1,54 triliun, naik 77,8% secara tahunan.
Dalam rilis pers, manajemen SSIA menyatakan, pendapatan semester I-2022 pengelola kawasan industri ini disokong segmen konstruksi, mencapai Rp 1,15 triliun. Lalu, segmen perhotelan menyumbang pendapatan sebesar Rp 178,7 miliar.
Erlin Budiman,
VP Head of Investor Relations
Surya Semesta Internusa bilang, kenaikan pendapatan ditopang strategi divestasi bisnis. "Terutama dari divestasi sewa pergudangan kepada Frasers Property Thailand (Indonesia) Pte. Limited dengan nilai total Rp 562,3 miliar," kata Erlin.
Sejalan naiknya pendapatan, laba bersih SSIA ikut terungkit. Pada semester I-2022, SSIA mencetak laba bersih konsolidasi Rp 79,5 miliar. Laba ini membalikkan rugi bersih SSIA pada semester I-2022 sebesar Rp 190,8 miliar.
Kenaikan Tarif Ojol Berdampak Bagi Kinerja dan Saham GOTO
Manajemen PT Goto Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) resmi menaikkan tarif transportasi online, kemarin, menyusul keputusan pemerintah menetapkan tarif atas dan bawah transportasi online. Senior Vice President Corporate Affairs Gojek Rubi W Purnomo menyebut, penyesuaian tarif diharapkan dapat mendukung driver memenuhi biaya operasional sehari-hari. Equity Analyst Kanaka Andhika Cipta Labora melihat, kenaikan tarif berpotensi membuat margin keuntungan GOTO lebih besar, hanya saja kenaikan tarif transportasi online bisa mengurangi volume penumpang, karena penumpang bisa beralih ke kendaraan umum atau kendaraan pribadi untuk transportasi. (Yoga)
BTN Akan Terbitkan Saham Baru Sebanyak 4,6 Miliar
Bank Tabungan Negara (BBTN) akan menambah modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu atau rights issue dengan menerbitkan saham baru seri B sebanyak-banyaknya 4,6 miliar. Rights issue tersebut memiliki nilai nominal Rp 500 per saham. Penerbitan saham baru ini dilakukan seiring DPR telah memberi restu ke pemerintah melakukan Penambahan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 2,48 triliun ke bank spesialis kredit perumahan ini.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









