;
Kategori

Ekonomi

( 40581 )

Inovasi Bisnis, Konflik Generasi

10 Sep 2022

Mereka yang lahir belakangan, disebut milenial dan generasi Z, merasa pemikiran dan keputusan generasi sebelumnya terlalu jadul (zaman dulu). Krisis dan konflik kerap muncul di perusahaan karena perbedaan ini. Padahal, perbedaan umur bisa menjadi sumber pengetahuan hingga muncul inovasi. Konflik generasi atau usia ini kian menambah panjang fenomena keterbelahan di berbagai sisi kehidupan di banyak negara. Artikel dari tiga penulis di Harvard Business Review tahun lalu, ”Harnessing the Power of Age Diversity” menyebutkan, konflik antargenerasi adalah fenomena kuno. Namun, di pengujung 2019, ketika sebuah balasan dalam perbincangan yang terkesan kasar, yaitu “OK, Boomer”, jadi viral, konflik antargenerasi pun mengeras. Balasan ”OK, Boomer” itu menangkap kesenjangan yang menganga antara generasi atas  setiap masalah yang tampak, seperti aktivisme politik, perubahan iklim, media sosial, teknologi, privasi, dan identitas jender.

Riset SHRM Foundation menyebutkan, saat perusahaan melakukan transformasi karena kehadiran teknologi baru, fenomena tenaga kerja juga berubah karena kehadiran lima generasi yang bekerja di tempat yang sama. Tenaga kerja saat ini benar-benar multigenerasi. Keadaan ini menciptakan tantangan karena gaya komunikasi berbeda, praktik kerja berbeda, dan harapan dari pemberi kerja juga berbeda, tetapi pada saat yang sama juga menciptakan peluang signifikan. Tiap generasi yang berbeda itu membawa pengalaman dan keterampilan berbeda pula. Hasil riset di Harvard Business Review, tim beragam usia sangat berharga karena menyatukan orang-orang dengan kemampuan, keterampilan, pengetahuan, dan jaringan yang saling melengkapi. Jika dikelola secara efektif, mereka dapat menawarkan pengambilan keputusan lebih baik, kolaborasi lebih produktif, dan peningkatan kinerja secara keseluruhan. Temuan mesin pencetak 3D yang murah, misalnya, berasal dari tim lintas generasi. Semua ini terjadi hanya jika anggota bersedia untuk berbagi dan belajar dari perbedaan mereka. (Yoga)


Ekonomi Digital, Kesiapan Industri Lindungi Data Pribadi Tak Seragam

10 Sep 2022

RUU Perlindungan Data Pribadi memberi waktu dua tahun bagi perusahaan penyelenggara system elektronik untuk memenuhi segala kewajiban yang diamanatkan UU, khususnya berkaitan dengan pengendali data. Ini bukan hal yang mudah dipenuhi oleh perusahaan dari berbagai skala usaha dan sektor industri. Selain sistem kantor perlindungan data pribadi, pengusaha juga harus berinvestasi SDM yang andal. ”Kalau ditanya apakah perusahaan penyelenggara sistem elektronik (PSE) saat ini siap berinvestasi sistem kantor perlindungan data pribadi atau data protection officer (DPO), temuan survei kami menunjukkan belum semua siap. Kami menyurvei 65 perusahaan PSE, baik perusahaan teknologi skala besar maupun rintisan, dan hanya 20 % menyatakan sekarang siap DPO. Hanya saja, kami tidak bisa memastikan apakah waktu dua tahun itu cukup,” ujar Direktur Eksekutif Indonesia Services Dialogue Council Devi Ariyani pada diskusi publik, Jumat (9/9), di Jakarta.

Berdasarkan draf RUU Perlindungan Data Pribadi (PDP) yang beredar, terdapat 17 kewajiban perusahaan PSE pengendali data. Misalnya, kewajiban memenuhi hak pemilik atau subyek data mulai dari memastikan akurasi hingga penghapusan data. Kewajiban ini juga disertai durasi waktu. Devi menyampaikan, dari survei yang sama, 84 % dari 65 perusahaan PSE mengaku perlu investasi sistem teknologi baru. Sebanyak 55 % perlu berinvestasi SDM yang piawai. Perusahaan PSE yang beroperasi di Indonesia bisa saja berlatar perusahaan multinasional. Mereka seharusnya patuh regulasi PDP di negara di mana mereka beroperasi. Ketika RUU PDP Indonesia disahkan, mereka harus mengharmonisasikan seluruh sistem keamanan dari regulasi perlindungan data pribadi lama ke RUU PDP. (Yoga)


Harga BBM Naik, Sopir Pun ”Nombok”

10 Sep 2022

Sopir dan kondektur bus Mayasari 70A jurusan Tanah Abang-Cileungsi duduk-duduk di pinggir jalan  Gatot Subroto, kawasan Semanggi, Jakarta Selatan, Selasa (6/9) tiga hari setelah pemerintah mengumumkan harga BBM naik, Wahyu (40) dan kawan-kawannya yang mengemudikan bus hanya bisa gigit jari. Harga solar subsidi naik dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter. Kenaikan harga sampai 32 % itu begitu terasa karena dalam sehari, satu bus membutuhkan 105-140 liter solar. ”Satu PP (pulang pergi) bus ini butuh solar 35 liter. Kalau 3-4 kali PP, hitung aja butuh berapa. Beli solar sehari biasanya Rp 600.000, jadi hamper Rp 800.000. Setoran ke kantor tetap sama, tetapi BBM beli sendiri, otomatis uang makan keambil. Kita sudah nombok duluan dari kemarin,” ujarnya.

Selain pengemudi bus, pengemudi angkutan kota (angkot) reguler juga terdampak kenaikan biaya BBM. Jaki, sopir angkot M 09 jurusan Tanah Abang-Kebayoran Lama, kini harus membayar lebih untuk pengeluaran bensin sampai Rp 50.000 sehari. Di sisi lain, tidak ada sinyal setoran ke pemilik angkot sebesar Rp 120.000 per hari akan turun. Sopir lain seperti Ratno juga makin miris dengan kondisinya. Selain karena faktor penumpang yang makin sepi, kenaikan harga BBM dan daya bayar penumpang membuatnya hanya membawa sedikit uang buat keluarga di rumah.

Di Jakarta ada 4.400 mobil dari total 6.600 mobil angkot yang belum terintegrasi dalam manajemen PT Transjakarta melalui ekosistem Jaklingko. Artinya, pengemudi mobil angkot itu masih harus mengejar setoran kepada pemilik armada. Kadis Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo, Kamis (8/9), menjelaskan, untuk tarif angkutan umum reguler, dalam hal ini angkutan umum atau angkot, pihaknya sudah menerima rekomendasi Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ). ”Mereka (DTKJ) mengusulkan kenaikan Rp 1.000 menjadi Rp 6.000 per penumpang,” kata Syafrin. Adapun tarif angkutan umum yang tergabung dalam program Jaklingko tidak naik, tetap Rp 3.500 per orang. (Yoga)


Indonesia Dukung IPEF

10 Sep 2022

Pemerintah Indonesia mendukung penuh Kerangka Kerja Ekonomi Indo-Pasifik atau Indo-Pacific Economic Framework (IPEF) yang diprakarsai AS. Sebaliknya, Pemerintah AS pun berkomitmen untuk mendorong investasi lebih besar ke Indonesia. Kesepahaman untuk saling dukung itu mengemuka dalam pertemuan bilateral Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Menteri Perdagangan AS Gina Raimondo di sela-sela Pertemuan Tingkat Menteri IPEF for Prosperity, Kamis (8/9) di LA, AS. Pertemuan itu membahas perkembangan penting dalam perundingan IPEF dan upaya meningkatkan kerja sama serta investasi AS ke RI. ”Volume perdagangan bilateral RI-AS ditargetkan 60 Miliar USD. Saat ini baru 37 miliar USD sehingga ada peluang meningkatkan kerja sama kedua negara,” ujar Airlangga.

Airlangga mengingatkan, Indonesia aktif terlibat menginisiasi pembentukan IPEF sejak diluncurkan pada 23 Mei 2022 di Tokyo, Jepang. Indonesia memutuskan secara resmi terlibat dalam semua pilar (empat pilar) yang ditawarkan IPEF, yaitu perdagangan; rantai pasok; energy bersih, dekarbonisasi, dan infrastruktur (ekonomi bersih); serta ekonomi berkeadilan (perpajakan dan antikorupsi). Hal yang dilakukan Indonesia selaras dengan yang diperjuangkan IPEF. Karena itu, Airlangga mendorong AS agar berinvestasi di Indonesia dalam pengembangan ekosistem industri semikonduktor yang merupakan komoditas strategis dan menjadikan Indonesia bagian dari rantai pasoknya, selain baterai nikel mobil listrik. (Yoga)


2025, Kelangkaan Chip Semi Konduktor Baru Teratasi

10 Sep 2022

JAKARTA, ID — Lonjakan permintaan akan mobil baru pascapandemi tidak dimbangi oleh pasokan. Ketidakseimbangan supply-demand ini terjadi di seluruh dunia dan kondisi itu disebabkan oleh kelangkaan chip semikonduktor. Negara penghasil chip semikonduktor lebih mengutamakan pasar dalam negerinya. Kelangkaan bahan utama untuk perlengkapan mobil itu diperkirakan baru bisa teratasi tahun 2025. Negara penghasil chip semikonduktor yang terbesar di dunia adalah Taiwan. Perusahaan Taiwan menguasai sekitar 50% pasar semikonduktor dunia. Berikutnya adalah Korea Selatan, Jepang, Tiongkok, dan Amerika Serikat. “Memang banyak negara berupaya menambah produksi, namun pembangunan pabrik baru maupun penyiapan tenaga ahlinya membutuhkan waktu dua hingga tiga tahun. Ini membuat kelangkaan chip semikonduktor kemungkinan baru bisa teratasi tiga tahun lagi,” kata pengamat otomotif dan akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu kepada Investor Daily, Kamis (8/9/2002). (Yetede)

Terbenam Bersama Kematian Sang Ratu

10 Sep 2022

Para pelayat yang umumnya warga London berkerumun di kediaman resmi mendiang Ratu Elizabeth II di Istana Buckingham di London. Mereka banyak diantaranya membawa dan meletakkan  karangan bunga di pelataran jalan-bergabung untuk memberikan penghormatan terakhir bagi Ratu terlama di Inggris itu beberapa saat setelah sang Ratu diumumkan tutup usia. Tak lama. spontan para pelayat menyanyikan lagu God Save the King. Nyanyian para pelayat itu seolah-olah juga menandakan awal pemerintahan Raja Charles III. Pangeran Charles otomatis menjadi Raja Inggris setelah Ratu Elizabeth II wafat di usia 96 tahun pada Kamis, 8 September 2022. Putra sulung kelahiran 14 November 1948 itu mendapat gelar Raja Charles III. Dia menjadi kepala negara dari 14 kerajaan lain. Sama seperti mending Ibunya, Raja Charles III juga menggunakan nama baptisnya saat dinobatkan menjadi penguasa Kerajaan Inggris. Sejak naik tahta pada 16 Februari 1952, potret Ratu Elizabeth II ada di prangko, koin, dan uang kertas Inggris. Inisialnya juga menghiasi kotak pos, seragam, dan papan nama pemerintah diseluruh negeri. (Yetede)

Tujuh Dekade Menginspirasi Dunia

10 Sep 2022

Kepergian Ratu Elizabeth II menimbulkan duka mendalam, tidak hanya bagi Ratu Inggris, tapi juga bagi seluruh dunia. Sang Ratu meninggal pada Kamis, 8 September 2022, pukul 18.30. di Puri Balmoral, Skontlandia. Selama 70 tahun bertakhta, Elizabeth II telah membawa kerajaan beradaptasi dengan dunia modern. Wanita kelahiran 21 April 1926 itu mendobrak stigma kerajaan yang sarat akan konservatisme dan tertutup menjadi lebih terbuka. Sebagai kepala negara, Elizabeth II berkontribusi besar dalam memainkan peran simbolik politik luar negeri Inggris. Ia tetap peka terhadap isu-isu sosial dan kemanusiaan, seperti kebencanaan, perubahan iklim, serta pendidikan. Semasa hidupnya, ia telah mengunjungi 117 negara, termasuk Indonesia pada 14 Maret 1974. Kala itu, selain itu bertemu dengan Presiden Soeharto, Ratu menemui Sultan Hamengku Buwono IX di Yogyakarta, lalu berangkat ke Bali. (Yetede)

Pekan Kelam Tanah Britania

10 Sep 2022

Jane Thompson berdiri diam menatap kerumunan orang didepan Istana Buckingham, London, Inggris kemarin. Penghuni utama bangunan megah tersebut Ratu Elizabeth II, sudah tiada. Jane menyebutnya sebagai "Ibu Negeri". Bukan hanya Ratu sebuah kerajaan, yang bisa ditelusuri keberadaannya sebelum abad pertengahan. Sekalipun jasad mendiang Ratu Elizabeth II masih disemayamkan di Puri Balmoral, tempat ia menutup mata, terpisah sejauh jarak Jakarta-Surabaya dari Istana Buckingham, Jane datang untuk mneyampaikan rasa hormatnya. Antrean mereka yang ingin meletakkan karangan bunga mengular panjang. Hujan dan matahari yang silih berganti  sejak kemarin siang tak menghalangi penghormatan mereka kepada sang Ratu yang telah bertakhta  sejak 1952 tersebut. Susan Clover, seorang nenek empat cucu yang hadir di sana, mengaku tak pernah lupa saat orang tunya khusus membeli televisi untuk menyaksikan siaran hitam putih penobatan Elizabeth II pada 1953. "Ratu adalah bagian dari kehidupan kami. Ia akan selalu ada dihati kami," kata Susan. (Yetede)

AS Coba Kejar Laju China

09 Sep 2022

AS berupaya mengimbangi pengaruh ekonomi China di Indo-Pasifik dengan inisiatif Kerangka Ekonomi Indo-Pasifik atau Indo-Pacific Economic Framework (IPEF). Para menteri terkait dari AS dan 13 negara partisipan mengadakan negosiasi selama dua hari di Los Angeles, 8-9 September 2022. Pertemuan tersebut akan mencakup empat area, yakni perdagangan dan aliran data, standar lingkungan hidup dan buruh, rantai pasok, dan upaya anti korupsi. Perwakilan Dagang AS Katherine Tai dan Mendag AS Gina Raimondo memimpin negosiasi. Hadir mewakili Indonesia Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

IPEF adalah prakarsa ekonomi yang diluncurkan Presiden AS Joe Biden di Tokyo pada 23 Mei 2022. IPEF beranggotakan 14 negara. Indonesia mengonfirmasi partisipasinya pada 17 Mei 2022. Selain AS, anggota IPEF meliputi Australia, Brunei, Fiji, India, Indonesia, Jepang, Korsel, Malaysia, Selandia Baru, Filipina,  Singapura, Thailand, dan Vietnam. Secara agregat, blok kerja sama ini mewakili 40 PDB dunia. Sehari sebelum pertemuan, Tai bahkan menyebut bahwa tak ada potongan tarif yang akan ditawarkan AS dalam negosiasi itu. Sementara China bersama negara-negara ASEAN, Australia, Jepang, Korsel dan Selandia Baru telah membentuk Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional atau Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). Mewakili 31 persen PDB dunia, blok kerja sama ekonomi yang mulai efektif berlaku per 1 Januari 2022 ini menawarkan peniadaan tarif dan hambatan non-tarif. (Yoga)


Timor Leste-Australia Pecah Kongsi

09 Sep 2022

Kerja sama Timor Leste dan Australia terancam oleh pecah kongsi, terutama dalam pengelolaan minyak dan gas di Celah Timor. Tanda-tanda pecah kongsi terlihat jelas dari kritikan terbuka PresidenTimor Leste Ramos Horta ketika berkunjung ke Australia pekan ini. Horta mengkritik Australia dan negara Barat kurang berkontribusi dalam pembangunan negaranya. Sebaliknya Horta menyanjung Indonesia dan China, yang mendukung pembangunan Timor Leste melalui kerja sama perdagangan dan investasi yang saling menguntungkan. Ia juga menyebut Jepang dan Korea Selatan sebagai mitra potensial dalam kerja sama ekonomi dan perdagangan. Lebih jauh Horta menilai Australia dan sekutunya menghambat pembangunan Timor Leste, seperti dalam proyek minyak dan gas di Blok Greater Sunrise di Celah Timor. Australia ingin mendikte Timor Leste agar pengolahan minyak dan gas dilakukan di Darwin, Australia. Sebaliknya, Timor Leste menolak karena jarak ke Darwin sekitar 800 km,  sementara ke daratan Timor Leste hanya 200 km. Tentu Timor Leste curiga kepentingan yang disembunyikan Australia di balik keinginan dalam proyek jaringan pipa (pemipaan) ke Darwin.Proyek pemipaan merupakan bisnis menggiurkan bagi Australia.

Mungkin karena tiada jalan keluar dengan Australia, Horta menyinggung kemungkinan mengajak Indonesia, China, Jepang, dan Korsel bermitra dalam mengelola Celah Timor. Proyek Blok Greater Sunrise terkatung-katung sebab perbedaan soal pemipaan. Masalahnya menjadi kian serius sebab Timor Leste sangat kecewa. Tentu menarik jika kritik Horta diletakkan dalam dinamika hubungan Australia-Timor Leste sejak tahun 1980-an, lebih-lebih selama 20 tahun terakhir. Sempat menjadi isu, Australia mendorong dan  mendukung pemisahan Timor Timur dari Indonesia, antara lain karena mengincar palung minyak dan gas Celah Timor. Rupanya bujukan Australia membuat Timor Leste tergiur. Muncul kesan, Timor Leste terus-menerus mendekatkan diri dengan Australia pula. Bukan tidak mungkin pula Australia menginginkan Timor Leste seperti Papua Niugini (PNG), yang sangat tergantung kepadanya. Sebelum menjadi runyam, seperti PNG yang pernah disebut terancam menjadi negara gagal, Timor Leste tampaknya mau mengambil jarak dengan Australia. (Yoga)