AS Coba Kejar Laju China
AS berupaya mengimbangi pengaruh ekonomi China di Indo-Pasifik dengan inisiatif Kerangka Ekonomi Indo-Pasifik atau Indo-Pacific Economic Framework (IPEF). Para menteri terkait dari AS dan 13 negara partisipan mengadakan negosiasi selama dua hari di Los Angeles, 8-9 September 2022. Pertemuan tersebut akan mencakup empat area, yakni perdagangan dan aliran data, standar lingkungan hidup dan buruh, rantai pasok, dan upaya anti korupsi. Perwakilan Dagang AS Katherine Tai dan Mendag AS Gina Raimondo memimpin negosiasi. Hadir mewakili Indonesia Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.
IPEF adalah prakarsa ekonomi yang diluncurkan Presiden AS Joe Biden di Tokyo pada 23 Mei 2022. IPEF beranggotakan 14 negara. Indonesia mengonfirmasi partisipasinya pada 17 Mei 2022. Selain AS, anggota IPEF meliputi Australia, Brunei, Fiji, India, Indonesia, Jepang, Korsel, Malaysia, Selandia Baru, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Secara agregat, blok kerja sama ini mewakili 40 PDB dunia. Sehari sebelum pertemuan, Tai bahkan menyebut bahwa tak ada potongan tarif yang akan ditawarkan AS dalam negosiasi itu. Sementara China bersama negara-negara ASEAN, Australia, Jepang, Korsel dan Selandia Baru telah membentuk Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional atau Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). Mewakili 31 persen PDB dunia, blok kerja sama ekonomi yang mulai efektif berlaku per 1 Januari 2022 ini menawarkan peniadaan tarif dan hambatan non-tarif. (Yoga)
Postingan Terkait
Perdagangan AS-China
China Meminta Dukungan Lebih Besar dari AIIB
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023