Ekonomi
( 40512 )Bank Dunia Tawarkan Kiat Siasati Resesi Global
Bank Dunia telah menyusun tiga skenario pertumbuhan ekonomi global pada 2023 dan 2024. Dari skenario moderat hingga terburuk, resep untuk menyiasatinya cuma satu, yakni memperbaiki pasokan energi, mobilitas tenaga kerja, dan perdagangan internasional. Skenario pertama, akan terjadi penurunan kecil pertumbuhan global pada 2023 dan pulih pada 2024. Skenario kedua, terjadi penurunan tajam pertumbuhan global pada 2023 dan pulih lebih lemah pada 2024. Skenario ketiga terjadi kontraksi perekonomian global pada 2023 dan pulih jauh lebih lemah lagi pada 2024. ”Namun, jika resesi-resesi global dalam 50 tahun terakhir menjadi acuan, ada dua alasan yang menunjukkan risiko resesi global bisa terjadi dalam waktu dekat,” demikian disebutkan dalam laporan Bank Dunia berjudul ”Is a Global Recession Imminent”, yang diluncurkan di Washington, Kamis, 15 September 2022, oleh Presiden Bank Dunia David Malpass. Alasan yang dimaksud, pertama, bahwa di tengah pelemahan pertumbuhan global, kejutan kecil saja akan mudah mendorong dunia memasuki resesi. Istilah resesi global dalam konteks ini merujuk pada kontraksi perekonomian global dari tahun ke tahun.
Skenario kedua (skenario penurunan tajam pertumbuhan) menyebutkan, perekonomian global tidak memasuki resesi, tetapi pertumbuhan turun menjadi 0,8 % pada 2023, atau dari 2,9 % pada 2022. Lalu pertumbuhan pada 2023 naik jadi 2,7 %. Asumsi skenario kedua, inflasi lebih tinggi ketimbang skenario pertama sehingga suku bunga jangka pendek dinaikkan menjadi 4,8 % pada 2023. Asumsi lain, terjadi penurunan harga-harga energi dan juga penurunan permintaan agregat sehingga inflasi tidak terlalu mengancam. Akan tetapi, sepanjang 2022, ada tekanan kuat inflasi yang membuat AS dan Eropa serta banyak negara terdorong menaikkan lagi suku bunga dengan tempo lebih cepat. Suku bunga jangka pendek dunia naik dari 1,6 % pada 2021 menjadi 5,8 % pada 2023. Dalam skenario ketiga (skenario resesi global), diasumsikan ada sinkronisasi kenaikan suku bunga yang melibatkan banyak negara. Dalam skenario resesi ini juga ada dorongan untuk menurunkan stimulus fiskal agar inflasi terdorong turun lebih cepat. Sinkronisasi pengetatan moneter disertai penurunan stimulus fiskal akan memaksa semua negara memasuki resesi global. dalam skenario ini Bank Dunia menurunkan pertumbuhan ekonomi global hanya 0,5 % pada 2023 dan tumbuh hanya 1 % pada 2024.
Bank Dunia menyarankan program ekonomi dari sisi pasokan untuk mengatasi risiko-risiko tersebut. Para pembuat kebijakan harus memperbaiki pasokan energi, mobilitas tenaga kerja dan perdagangan internasional. Sisi ini akan turut menolong penurunan inflasi dan membantu kenaikan produktivitas global dalam jangka panjang. ”Langkah ini sangat krusial dalam konteks sekarang,” demikian kata Bank Dunia. Koordinasi global dapat melancarkan pasokan komoditas serta mengurangi hambatan pada perdagangan global. ”Satu hal yang menjadi prioritas dalam konteks ini adalah perlunya dukungan pada tatanan perdagangan internasional untuk mencegah proteksionisme dan fragmentasi yang justru akan mengganggu jaringan perdagangan,” lanjut Bank Dunia. Bank Dunia menyebutkan output industri China naik 3,6 % sepanjang 2022 (Xinhua, 16 September 2022). Ini menjadi kabar positif. (Yoga)
Membangun Pariwisata Tanjung Kelayang
Upaya komunitas-komunitas lokal di Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, untuk menjaga warisan geologi dan bentang alam telah berbuah menempatkan Belitung sebagai UNESCO Global Geoparks periode 2021-2025. Upaya mempertahankan Belitung sebagai situs geopark dunia tentu membutuhkan komitmen industri pariwisata untuk menjaga daya dukung lingkungan agar tidak kembali pada pola-pola ekonomi eksploitatif. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang di Belitung yang menggarap bisnis pariwisata berbasis keberlanjutan lingkungan telah dipilih sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan pertemuan tingkat menteri pembangunan negara-negara anggota G20. Sejalan dengan itu, pemerintah mengembangkan sarana hunian pariwisata berbasis hunian lokal di KEK Tanjung Kelayang guna mendorong pariwisata nasional.
Kementerian PUPR membangun 20 sarana hunian pariwisata (homestay) serta membuat program peningkatan kualitas untuk 70 rumah warga di KEK Tanjung Kelayang dengan total anggaran Rp 4,5 miliar. Desain bangunan-bangunan tersebut menonjolkan unsur lokal. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, renovasi rumah warga menjadi sarana hunian pariwisata (sarhunta) bertujuan meningkatkan kualitas rumah warga sekitar kawasan pariwisata menjadi layak huni. Dirjen Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto menjelaskan, pembangunan sarana hunian pariwisata sangat dibutuhkan warga lokal guna mendukung perekonomian masyarakat setelah Belitung dijadikan sebagai KEK. Sarhunta di Tanjung Kelayang dinilai memiliki fasilitas lengkap serta menonjolkan unsur lokal dalam desain bangunan, di antaranya ciri khas ornamen payung yang disebut ”payung lilin Belitung”. (Yoga)
PENGENDALIAN INFLASI, Narasi Piring Kosong
Piring kosong kembali mengemuka belakangan ini. Tak hanya jadi simbol memerangi kelaparan dan mengurangi sisa atau sampah makanan, piring kosong juga menjadi simbol meredam dampak kenaikan tingkat inflasi. Istilah itu pertama kali populer dalam KTT Ketahanan Pangan Dunia di Roma, Italia, Juni 2008. Sejumlah organisasi masyarakat mendatangi forum itu dengan membawa piring kosong, simbol hak atas pangan. Piring kosong itu juga simbol harapan, jangan sampai KTT menghasilkan kebijakan kosong bagi kaum marjinal. Pada 2020, Presiden China Xi Jinping menggunakan istilah piring kosong untuk mengatasi sampah makanan yang makin menggunung di China. Banyak media setempat dan internasional menyebut kebijakan itu sebagai ”kampanye piring kosong” atau ”operasi piring kosong” Xi Jinping.
”Setiap butir makanan di piring merupakan hasil kerja keras. Kita harus tetap menjaga rasa krisis tentang ketahanan pangan,” ujar Xi Jinping dalam pidato soal misi pengurangan sampah makanan di China (The Guardian, 12 Agustus 2020). Pada 6 Juli 2022, FAO membangun kembali narasi tentang kisah piring-piring kosong, ”A Tale of Empty Plates”. Narasi itu membungkus gerakan memerangi kelaparan dan bahaya rawan pangan akibat imbas pandemi Covid-19, konflik geopolitik, serta kenaikan harga pangan dan energi. Dalam narasi itu, FAO menyebutkan, pada 2021, sebanyak 828 juta orang di dunia menghadapi bahaya kelaparan. Jumlah itu tiga kali lipat dari populasi di Indonesia. Di Indonesia, 1,9 juta orang atau 0,7 % total populasi masuk dalam kategori keluarga rawan pangan. Setiap hari masih banyak orang yang tidak mendapat makanan cukup. Di sisi lain, masih banyak orang menganggap sepiring makanan itu kebanyakan sehingga menyisakan dan membuangnya. (Yoga)
Target Pupuk Kaltim: Dominasi Asia-Pasifik
Produsen pupuk PT Pupuk Kalimantan Timur atau PKT terus tancap gas setelah mencatatkan kinerja positif tahun lalu. Pada tahun 2021, PKT membukukan laba Rp 6,17 triliun, tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. Tahun ini, per Agustus 2022, PKT telah membukukan laba lebih dari Rp 10 triliun, antara lain ditopang kenaikan harga komoditas di pasar global. Akumulasi profit akan dimanfaatkan untuk ekspansi usaha hingga menyiapkan buffer (penyangga) jika harga komoditas sewaktu-waktu turun. BUMN yang berpusat di Bontang, Kaltim, serta memproduksi 3,43 juta ton urea dan 2,74 juta ton amonia per tahun itu menargetkan bisa menjadi pemain utama di pasar Asia-Pasifik.
Menurut Direktur Utama PKT Rahmad Pribadi secara daring, Jumat (16/9), “Kami melihat peluang karena peta pasar sekarang berubah. Sebelumnya, hampir 100 persen fokus PKT adalah pada Asia dan sedikit Pasifik, sedangkan hari ini bisa ekspansi ke Amerika Selatan, antara lain Uruguay, Argentina, Meksiko, dan Chile. Pasar di Australia juga kami pacu. Kami memanfaatkan peluang dari perubahan pasar karena beberapa problem yang dihadapi dunia akhir-akhir ini. Secara umum, pasar terbesar masih Asia, yakni sekitar 80 %, sedangkan pasar luar Asia sekitar 20 %. (Khusus) Amerika Selatan dan Australia sudah hampir 5 %. Kami juga mengembangkan pasar ke negara-negara lain yang sebelumnya kami tidak berkompetisi, seperti di North East Asia, yakni Korea Selatan, China, dan Jepang. (Yoga)
Risiko Perlambatan Ekspor Dimitigasi
Neraca perdagangan Indonesia hingga akhir tahun 2022 menghadapi sentimen penurunan volume ekspor seiring perlambatan ekonomi global. Perkembangan kebijakan perdagangan internasional mesti termonitor agar ditemukan langkah terbaik untuk memitigasi penurunan kinerja ekspor. Berdasarkan data BPS, neraca perdagangan barang Indonesia masih surplus 5,76 miliar USD di tengah penurunan harga komoditas global. Dengan begitu, neraca perdagangan Indonesia membukukan surplus selama 28 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Surplus tersebut didapat dari nilai ekspor migas serta nonmigas pada Agustus 2022 sebesar 27,91 miliar USD, tumbuh 9,17 % secara bulanan. Nilai impor juga meningkat 3,77 % dari bulan lalu menjadi 22,15 miliar USD, tetapi tetap lebih rendah dari volume ekspor.
Analis Makroekonomi PT Bank Danamon Indonesia Tbk, Irman Faiz, mengatakan, penurunan harga komoditas akibat perlambatan permintaan global berpotensi memperlambat kinerja ekspor. Jika perlambatan ekonomi global berlanjut, diperkirakan volume ekspor akan menurun di masa mendatang. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemkeu Febrio N Kacaribu optimistis volume ekspor pada bulan-bulan berikutnya masih akan positif, dengan catatan dampak risiko global terhadap penurunan kinerja ekspor terus diwaspadai agar risiko perlambatan ekspor dapat termitigasi secara optimal. ”Pemerintah akan terus memonitor perkembangan kebijakan perdagangan internasional terkait komoditas strategis Indonesia. APBN akan terus digunakan agar dapat menopang kinerja ekspor dalam konteks memperkuat pemulihan ekonomi pasca pandemi,” katanya dalam keterangan tertulis, Minggu (18/9). (Yoga)
Tumbuh Pesat, Paylater Minim Aturan
Metode pembayaran Buy Now Pay Later (BNPL) atau kerap disebut paylater tengah naik daun di dunia. Paylater merebak sejalan dengan pembayaran digital yang menjadi primadona karena terdorong pandemi Covid-19.
Potensi pasar bisnis paylater ini besar. Sampai-sampai, Amerika Serikat (AS) akan menyiapkan regulasi baru untuk mengatur praktik bisnis ini.
Meski belum mengerucut ke poin-poin aturan apa saja yang bakal diatur, tapi Biro Perlindungan Keuangan Konsumen AS (CFPB) melihat perlu ada kebijakan termasuk pengumpulan data pembelian konsumen dan demografi untuk iklan bertarget.
Kemenkop Cabut Izin Sembilan KSP
Berbagai pinjaman online (pinjol) ilegal berkedok koperasi masih tetap eksis di tengah masyarakat. Terbaru, Pengawas Koperasi Ahli Madya Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) Masyrifah menegaskan akan melakukan pencabutan terhadap sembilan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) berizin yang menjalankan bisnis pinjol ilegal. Bahkan, KSP-KSP ini terbukti fiktif.
Sembilan KSP yang ditemukan fiktif itu antara lain KSP Harpendiknas Tangerang, KSP Sukses Inti Terdepan Indonesia, KSP Sumber Utomo Karimun Abadi, KSP Bintang Sejahtera Nusantara, KSP Dana Senja, KSP Orion Terapan Ergonomis, KSP Usaha Orion Era Dinamis, KSP Pulau Bidadari Indonesia, dan KSP Indocitra Sejahtera.
Bahkan, ketika didatangi ke lokasi yang dicantumkan sebagai alamat KSP, enam di antaranya tidak ada alias fiktif. "Saat mendatangi kantor beberapa KSP tersebut, hanya semacam ruangan yang disewa untuk beberapa jam. Bahkan, saat menghubungi contact person yang disinyalir sebagai pengurus, mereka mengelak," ujar Masyrifah saat peresmian Warung Waspada Pinjol, Jumat (16/9).
Belanja Truk dan Crane, Realisasi Capex PORT Rp 20 M
Operator terminal petikemas, PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk (PORT) membukukan pendapatan sebesar Rp 552,4 miliar di sepanjang semester I 2022. Angka ini tumbuh 5,3% dibandingkan raihan pada periode yang sama di tahun lalu, yakni Rp 524 miliar.Dalam laporan keuangannya di website Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (16/9), perusahaan ini juga mencatat kenaikan beban langsung menjadi Rp 439 miliar dari sebelumnya Rp 427 miliar. Kenaikan beban terjadi pada beban operasional dan beban lainnya. Dengan aneka beban itu, laba bruto yang dibukukan perusahaan hingga semester I-2022 sebesar Rp 113,1 miliar.Di sisi lain, operator terminal peti kemas ini fokus melakukan peremajaan truk dan crane pada tahun ini. Oleh karena itu, manajemen Nusantara Pelabuhan mengalokasikan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) berkisar Rp 100 miliar hingga Rp 130 miliar. "Dari alokasi capex itu, sudah terserap Rp 15 miliar-Rp 20 miliar," ungkap Direktur Utama PORT, Paul Krisnadi.
RPIM, ‘Obat Kuat’ UMKM Pascapandemi?
Peran UMKM kerap diistilahkan sebagai ‘safety net’ perekonomian nasional. Hal ini terbukti pada dua krisis ekonomi yang mendera pada 1998 dan 2008, peran usaha mikro kecil menengah (UMKM) secara nyata mampu menahan perekonomian nasional untuk tidak masuk ke jurang resesi yang lebih dalam. Namun, hantaman keras krisis pada 2020 telah membuat UMKM nasional limbung tak berdaya akibat pembatasan mobilitas dan merosotnya daya beli masyarakat hingga level terendah sejak 20 tahun terakhir. Data Bank Indonesia (BI) 2021 mencatat bahwa 87,5% UMKM nasional terdampak pandemi Covid-19, dan 92,5% di antaranya mengalami negatif sisi penjualan.
Berbicara tentang kemudahan permodalan UMKM, BI pada 2021 melalui Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 23/13/PBI/2021 telah meracik kebijakan Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) yang menjadi salah satu upaya percepatan pemulihan ekonomi nasional.
Berkaca dari racikan BI tersebut, kebijakan RPIM dapat dianggap sebagai ‘obat kuat’ di tengah meriangnya bisnis UMKM. Kebijakan ini diharapkan mampu mendorong sisi supply untuk meningkatkan pasokan kreditnya pada sektor-sektor inklusif.
SURAT BERHARGA NEGARA : BBCA Catatkan Rekor Penjualan SR017
PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) mencatatkan rekor penjualan surat berharga negara (SBN) ritel seri SR017 di pasar perdana mencapai Rp5,4 triliun yang dilakukan selama masa penawaran dari 19 Agustus hingga 14 September 2022.Direktur BCA Haryanto T. Budiman mengungkapkan pencapaian penjualan SBN ritel sukuk negara ritel seri SR017 salah satunya ditopang oleh rangkaian acara Wealth Summit BCA 2022.“Pencapaian ini kami harapkan dapat berkontribusi positif bagi pemerintah dalam mendorong pembiayaan pembangunan nasional,” katanya, dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (16/9).
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









