Biaya Logistik Masih Tinggi Meski Tarif Kapal Turun
Seiring meredanya pandemi Covid-19, tarif jasa angkutan kapal
(freight rate)
untuk pelayaran internasional menurun. Namun tren penurunan
freight rate
belum sepenuhnya terasa bagi eksportir dan importir nasional.
Seturut berakhirnya
lockdown
di sejumlah pelabuhan utama dunia, arus barang dan kapal, serta ketersediaan kontainer kembali normal. "
Freight rate
internasional sudah banyak yang turun," kata Carmelita Hartoto, Ketua Umum DPP Indonesian National Shipowners Association (INSA), kemarin.
Mengacu data
fbx.freightos.com,
freight rate
global per 16 September 2022 di posisi US$ 4.653. Angka itu turun 58% dari posisi puncak US$ 11.109, per 10 September 2021.
Direktur Utama PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) Bani Maulana Mulia mengatakan, SMDR masih mengimplementasikan
freight rate
yang relatif tinggi. "Kami memakai
contract rate,
bukan
spot rate.
Artinya kontrak yang kami pegang masih memakai
freight rate
tinggi," ucap dia.
Ketua Umum Dewan Pemakai Jasa Angkutan Laut Indonesia (Depalindo) Toto Dirgantoro mengakui kinerja logistik kapal Indonesia masih kalah dibandingkan Vietnam dan Thailand. Alhasil, biaya logistik bisa berdampak pada level kompetitif suatu produk di pasar ekspor. "Dua negara ini menjadi benchmark kita. Kalau bisa mengimbangi mereka, maka bagus bagi ekspor Indonesia," kata dia.
Tags :
#TransportasiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023