Desakan Audit LRT Jabodetabek Setelah Proyek Molor
Pemerintah diminta segera mengaudit proyek-proyek yang biayanya berpotensi melar. Salah satu proyek yang diprediksi mengalami pembengkakan biaya (cost overrun) adalah proyek kereta layang ringan Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi alias light rail transit (LRT) Jabodetabek. Pembengkakan biaya LRT Jabodetabek diprediksi kembali terjadi akibat penundaan pengoperasian dari Agustus 2022 menjadi Juni 2023. Sebelumnya, proyek tersebut sempat mengalami cost cost overrun sebesar Rp 2,6 triliun karena rencananya karena rencana pengoperasian komersialnya mundur dari akhir 2021 Agustus 2022. Dalam kasus pembengkakan biaya itu, PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai pemilik proyek mendapat suntikan dana dari penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp2,6 triliun. Akibat biaya yang melar, ongkos investasi proyek ini melambung dari Rp29,9 triliun menjadi Rp32,5 triliun. Dengan adanya potensi pembengkakan biaya berulang ini, Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, meminta pemerintah tak lagi mudah menggelontorkan modal negara untuk proyek tersebut. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023