Ekonomi
( 40789 )Sri Mulyani Pastikan Dunia Jatuh ke Jurang Resesi Ekonomi Tahun Depan
Menkeu Sri Mulyani memprediksi ekonomi dunia jatuh ke
jurang resesi pada tahun depan. Perkiraan itu ia buat berdasarkan kenaikan suku
bunga acuan yang dilakukan bank sentral di sejumlah negara seperti AS dan
Inggris demi meredam lonjakan inflasi. Sri Mulyani memastikan
kebijakan itu akan menghambat laju pertumbuhan ekonomi sehingga ancaman resesi
kian sulit dihindari. "Kenaikan suku bunga cukup ekstrem
bersama-sama, maka dunia pasti resesi pada 2023," ungkap Ani, sapaan
akrabnya, dalam konferensi pers, Senin (26/9). Berdasarkan catatan Ani,
suku bunga bank sentral Inggris sudah naik 200 basis poin selama 2022. Begitu
pula dengan AS yang sudah naik 300 bps sejak awal tahun. "(Bunga acuan) AS sudah 3,25 %, sudah
naik 300 bps, ini terutama karena rapat September ini mereka menaikkan lagi 75
bps. Ini merespons inflasi AS 8,3 %," ungkapnya.
Mengutip AFP, Bank Dunia (World Bank) memproyeksi
sejumlah negara resesi pada 2023. Hal ini karena suku bunga acuan bank sentral
di sejumlah negara semakin tinggi. Menurut Presiden Bank Dunia David
Malpass, bank sentral terus mengerek bunga acuan demi menekan laju inflasi. Kenaikan suku bunga acuan akan menghambat proses
pemulihan ekonomi global. Karenanya, Bank Dunia memprediksi ekonomi dunia
melambat menjadi 0,5 % pada 2023 mendatang. "Pertumbuhan global
melambat tajam dengan kemungkinan perlambatan lebih lanjut karena lebih banyak
negara jatuh ke dalam resesi," terang Malpass. Ia khawatir tren
perlambatan ekonomi akan berlangsung dalam jangka panjang. Karena itu, Malpas
mendesak seluruh negara untuk fokus meningkatkan produksi agar pasokan kembali
melimpah, sehingga inflasi bisa ditekan. (Yoga)
Penyebab Resesi yang Disebut Sri Mulyani Jerat Ekonomi Global di 2023
Menteri Keuangan Sri Mulyani memastikan ekonomi global akan terjerembab ke jurang resesi tahun depan. Ia mengatakan resesi dipicu oleh satu sebab, kebijakan sejumlah bank sentral dunia yang agresif menaikkan bunga acuan demi meredam lonjakan inflasi. Sri Mulyani mengatakan kebijakan itu pasti akan menekan pertumbuhan ekonomi. Alhasil, resesi kian susah untuk dihindari. "Kenaikan suku bunga cukup ekstrem bersama-sama, maka dunia pasti resesi pada 2023," ungkap Ani, sapaan akrabnya, dalam konferensi pers, Senin (26/9). Berdasarkan catatan Ani, suku bunga acuan bank sentral Inggris naik 200 basis poin selama 2022. Begitu pula dengan AS yang sudah naik 300 bps sejak awal tahun. (Bunga acuan) AS 3,25 %, sudah naik 300 bps, terutama karena rapat September mereka menaikkan lagi 75 bps, merespons inflasi AS 8,3 %," ungkapnya.
Mengutip AFP, Bank Dunia (World Bank) juga memproyeksi sejumlah
negara resesi pada 2023, karena suku bunga acuan bank sentral di sejumlah
negara semakin tinggi. Menurut Presiden Bank Dunia David Malpass, bank
sentral terus mengerek bunga acuan demi menekan laju inflasi.
Kenaikan suku bunga acuan akan menghambat proses
pemulihan ekonomi global. Karenanya, Bank Dunia memprediksi ekonomi dunia
melambat menjadi 0,5 % pada 2023. "Pertumbuhan global melambat
tajam dengan kemungkinan perlambatan lebih lanjut karena lebih banyak negara
jatuh ke dalam resesi," terang Malpass. (Yoga)
Tak Lekas Berbangga Diri dan Jaga Utang Kunci RI Selamat dari Resesi
Sri Mulyani menyoroti pertumbuhan ekonomi sejumlah negara mulai
melambat pada kuartal II 2022. Seperti AS, Jerman, China, hingga Inggris.
"Tren pelemahan terlihat mulai kuartal II 2022 di beberapa negara dan akan
lebih dalam kuartal III dan kuartal IV 2022, sehingga prediksi pertumbuhan
ekonomi tahun ini dan tahun depan, termasuk kemungkinan resesi mulai
muncul," jelas Sri Mulyani.
Kendati demikian, ia masih percaya ekonomi RI
baik-baik saja. Pasalnya, PDB RI tumbuh 5,44 % pada kuartal II 2022 atau lebih
tinggi dari kuartal I 2022 yang sebesar 5,01 %. "Indonesia juga
sampai semester I 2022 ini level dari PDB sudah 7,1 % di atas level sebelum
terjadi pandemi," terang Sri Mulyani.
Ekonom Bank Permata Josua Pardede sepakat dengan Sri Mulyani. Menurut dia, ekonomi RI masih sehat sampai sekarang, kenaikan suku bunga acuan BI juga tak agresif seperti bank sentral di negara lain. "Resesi itu kemungkinan di negara-negara maju, contohnya AS karena menaikkan suku bunga acuan yang agresif, jadi risiko resesi paling besar," tutur Josua. BI sendiri, baru menaikkan suku bunga acuan total 75 basis poin sejak Januari sampai September 2022. Realisasi ini berbeda dengan bank sentral AS yang sudah mengerek suku bunga acuan hingga ratusan %.
"Kesimpulannya kalau dilihat Indonesia masih jauh dari potensi resesi," jelas Josua. Selain itu, utang luar negeri (ULN) Indonesia masih terkendali sampai sekarang, bahkan turun dari US$ 403,6 miliar menjadi US$ 400,4 miliar pada Juli 2022. Kendati begitu, ia mengingatkan pemerintah dan swasta untuk tetap berhati-hati mengelola utang. Apalagi jika berutang dengan denominasi dolar AS. Saat ini, mata uang Negeri Paman Sam semakin moncer di tengah kenaikan bunga acuan The Fed. Ketika dolar AS menguat, maka rupiah otomatis tertekan. Itu berarti biaya utang luar negeri yang harus dibayar oleh pemerintah dan swasta juga semakin mahal. (Yoga)
Dana Asing 'Nguap' Rp148,11 T dari Emerging Market, Termasuk RI
Kemenkeu mencatat aliran dana asing (capital outflow) Rp 148,11 triliun dari negara pendapatan rendah menuju menengah (emerging market) sejak Januari hingga September 2022. Mentkeu Sri Mulyani mengatakan sebagian dana asing itu juga menguap dari Indonesia sebesar Rp16,3 triliun khusus per September 2022. Sementara, aliran dana asing masih mengalir masuk ke Indonesia atau capital inflow sebesar Rp 8,27 triliun pada Agustus 2022. "Jumlah capital outflow mengalami kenaikan sangat ekstrem terjadi di emerging market, Indonesia juga mengalaminya," ungkap Sri Mulyani dalam konferensi pers, Senin (26/9).
Meski begitu, Sri Mulyani mengklaim pasar keuangan Indonesia tak terguncang pasca aliran dana asing menguap dari RI. Soalnya, porsi kepemilikan asing di surat berharga negara (SBN) turun dari 38,57 % menjadi 14,7 % per 22 September 2022. "Turun tajam dari posisi 2019 yang mencapai 38 %. Ini menimbulkan stabilitas karena (Indonesia) jadi tidak mudah terguncang dengan capital outflow," tutur Sri Mulyani. Saat ini, mayoritas SBN di Indonesia digenggam oleh investor lokal, perbankan, dan BI.” Kendati pasar keuangan Indonesia masih terkendali, Sri Mulyani mengatakan tren capital outflow tetap harus menjadi perhatian. Pasalnya, aliran dana asing keluar bisa mempengaruhi likuiditas di dalam negeri. (Yoga)
Ekonomi Digital 2030 Capai Rp 4.531 Triliun
JAKARTA, ID – Ekonomi digital Indonesia berpotensi tumbuh hingga delapan kali lipat, melesat dari Rp 632 triliun tahun 2020 ke Rp 4.531 triliun tahun 2030. Bila benar terealisasi, Indonesia bakal menjadi negara dengan nilai ekonomi digital tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Pangan menjadi salah satu sektor yang masih memiliki ruang lebar untuk masuk ke dalam ekonomi digital. “Pertumbuhan ekonomi digital melompat delapan kali lipat, dari kira-kira Rp 632 triliun pada tahun 2020 menjadi Rp 4.531 triliun pada tahun 2030,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka acara BUMN Startup Day di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (26/09/2022). Selain Menteri BUMN Erick Thohir, turut mendampingi Presiden dalam pembukaan BUMN Startup Day adalah Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Penjabat Gubernur Banteng Al Muktabar, serta Ahmed Zaki Iskandar. Presiden menjabarkan, dalam sektor pangan terdapat setidaknya tiga aspek yang bisa disasar oleh para pelaku usaha rintisan Indonesia, yakni produksi, distribusi, dan pemasaran. “Di sini ada peluangnya semua. Urusan produksinya ada, urusan distribusinya ada, urusan pasarnya ada semua peluangnya,” kata dia. (Yetede)
Private Placement Rp 24 Triliun, Bumi Targetkan Bebas Hutang
JAKAR TA, ID – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) akan mengeksekusi rencana penambahan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (non-HMETD) atau private placement senilai Rp 24 triliun setelah meminta persetujuan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang akan digelar 11 Oktober 2022. Dana yang diperoleh perseroan akan digunakan untuk melunasi utang sebesar US$ 1,6 miliar. Aksi korporasi itu ditempuh sebagai salah satu upaya Bumi Resources menjadi perusahaan yang debt free atau bebas utang. “Tujuan dari aksi korporasi tersebut adalah untuk memperbaiki kondisi keuangan perusahaan, dengan menggunakan dana tersebut untuk melunasi utang. Bumi Resources akan menjadi perusahaan yang debt free atau bebas utang, sehingga menjadi perusahaan yang berlikuiditas positif dan memungkinkan untuk mengejar proyek-proyek yang lebih besar ke depan,” ujar Direktur Bumi Resources, Dileep Srivastava kepada Investor Daily di Jakarta, Senin (26/9/2022). Menurut Dileep, proyek yang akan dikejar misalnya adalah proyek-proyek nonbatu bara terdiversifikasi. Selain itu, proyek-proyek hilir batu bara untuk menggantikan minyak impor. (Yetede)
Nadiem Mengakui Salah Gunakan Frasa Shadow Organizational
JAKARTA, ID - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi ( Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mengatakan pihaknya mengaku salah menggunakan frasa shadow organization atau organisasi bayangan dalam pertemuan di Markas PBB, Amerika Serikat. Ada satu kesalahan dalam menggunakan kata shadow organization, yang saya maksud itu organisasi “mirroring” terhadap kementerian kami. Artinya setiap dirjen yang menyediakan layanan bisa menggunakan tim yang bekerja sama untuk mendorong dan menerapkan kebijakan melalui platform teknologi,” kata Mendikbudristek Nadiem Makarim dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR di Jakarta, Senin (26/9/2022). Penggunaan frasa tersebut membuat heboh masyarakat yang menilai shadow organization tersebut menyalahi susunan organisasi dan tata kerja yang ada di kementerian. Organisasi yang dimaksud adalah GovTech Edu yang merupakan bagian dari PT Telkom. “Kebijakan melalui platform teknologi itu yang dipuji-puji negara maju dengan inovasi-inovasi yang kami lakukan. Buka kita meluncurkan suatu produk, tetapi bagaimana cara birokrasi kami bekerja,” terang dia. (Yetede)
Pasok Kebutuhan Industri, IKM Komponen Otomatif Harus Tingkatkan Kualitas
JAKARTA, ID – Industri Kecil Menengah (IKM) Komponen otomotif diharapkan dapat meningkatkan kualitasnya agar bisa memasok kebutuhan otomotif di dalam negeri. Salah satu saluran yang dapat digunakan IKM adalah melalui original equipment manufacturer atau OEM. Dalam industri otomotif, barang atau produk OEM biasa disuplai ke APM (Agen Pemegang Merek), seperti Toyota, Honda, Daihatsu, Isuzu, dan BMW. General Manager PT Astra Honda Motor (AHM) Setyo Budi Anang Yuliarto mengatakan, terdapat berbagai keuntungan bila IKM berhasil menjadi supplier OEM. Keuntungan itu seperti continuous order jangka panjang lebih terjamin, kepastian dalam pembayaran (term of payment/top), pengakuan kompetensi IKM, peluang menjadi bagian dari supply chain perusahaan besar, dan level yang lebih tinggi dengan pemenuhan quality, cost, delivery (QCD). Dia memaparkan, setidaknya ada enam kunci sukses untuk IKM dapat menjadi supplier OEM dan juga memperluas akses pasar. Pertama adalah IKM harus memiliki pabrik yang bersih, tertata rapi, dan dilengkapi dashboard control. IKM harus mau merubah image dan bertransformasi agar menarik bagi calon pelanggan, terutama pelaku industri besar. (Yetede)
Program Konversi Kompor Harus Persetujuan DPR
JAKARTA, ID – Rencana Pemerintah melakukan konversi kompor LPG ke kompor listrik sebaiknya dilakukan setelah melalui kajian mendalam. Program konversi ini pun harus mendapat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Pasalnya salah satu sasaran konversi merupakan masyarakat tidak mampu dengan daya listrik 450 volt ampere (VA) dan 900 VA. Wakil Ketua Komisi VII DPR Eddy Suparno mengatakan program konversi membutuhkan pembahasan detil dan komprehensif. Menurutnya konversi kompor merupakan kebijakan energi. "Untuk launcing resmi perlu ada pembahasan dengan kami di DPR," kata Eddy kepada Investor Daily di Jakarta, Senin (26/9). Eddy mengapresiasi langkah Pemerintah yang menunda penerapan konversi pada tahun ini. Dia pun mendukung program uji coba yang sedang berlangsung di Denpasar dan Bali. Dengan uji coba tersebut maka dapat dievaluasi seperti apa permasalahan operasional yang dihadapi. Kemudian sejauh mana target penghematan yang didapat. "Kami mendukung uji coba untuk mengetahui respon dini masyarakat," ujarnya. (Yetede)
Permintaan Meningkat, Bank Gencar Salurkan Kredit Korporasi
JAKARTA, ID – Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit korporasi per Agustus 2022 mencapai Rp 3.158,4 triliun atau meningkat 11,5% secara tahunan (year on year/yoy). Sejumlah bankir pun menilai saat ini adalah momentum untuk meningkatkan penyaluran kredit korporasi. Direktur PT Bank CIMB Niaga Rusly Johannes mengatakan, banyak perusahaan korporasi yang meminta pendanaan lebih awal keperbankan. Hal ini juga didorong oleh suku bunga kredit perbankan yang belum naik, sehingga korporasi akan melakukan pinjaman kredit ke perbankan. “Kalau melihat di bank-bank lain juga ini momentum yang bagus untuk korporasi. Pada Agustus lalu, kredit korporasi kami tumbuh double digit 12-13% sesuai market,” ungkap Rusly di Jakarta, Minggu (26/9). Sektor dari kredit korporasi yang menjadi fokus CIMB Niaga adalah yang tahan dari dampak Covid-19, seperti fast moving consumer goods (FMCG), farmasi atau kesehatan, makanan ritel yang masih aman. Sedangkan, pertambangan dan nikel merupakan kesempatan karena sedang booming. “Tambang, nikel itu hanya kesempatan. Kalau yang fokus kami itu yang resilient dari Covid,”
ujar dia. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









