Ekonomi
( 40512 )Kenaikan Pajak Membebani GGRM
Sentimen negatif membayangi industri rokok, termasuk PT Gudang Garam Tbk (GGRM). Harga saham emiten yang masuk dalam indeks Kompas100 ini masih berada di zona merah.
Per Kamis (22/9), dalam sepekan terakhir, harga GGRM terkoreksi 5,06% ke Rp 22.500 per saham. Bila dihitung sejak awal tahun ini, harga saham merosot 26,47%.
Analis Ciptadana Sekuritas Putu Chantika Putri mengatakan, kinerja GGRM cukup mengecewakan. Pada April hingga Juni 2022, GGRM mencetak rugi bersih Rp 121 miliar. Padahal di kuartal I tahun ini, GGRM masih mencetak laba bersih Rp 1,07 triliun.
Analis yang kerap dipanggil Chika ini menjelaskan, tekanan pada bottom line terjadi sejalan dengan kenaikan cukai, PPN dan pajak rokok yang mencapai 42,3% secara kuartalan dan terjadi pada kuartal II-2022. Porsi ketiganya terhadap beban pokok penjualan GGRM tergolong besar, yakni mencapai 92%.
BAHU-MEMBAHU REDAM INFLASI
Manuver moneter kembali ditempuh Bank Indonesia (BI) untuk meredam inflasi. Jika bulan lalu bank sentral mengerek suku bunga acuan 25 basis points (bps), kali ini, BI menaikkan BI 7-Day Reverse Repo Rate 50 bps menjadi 4,25%. Kenaikan itu bahkan lebih tinggi ketimbang prediksi sebagian besar ekonom, yakni 25 bps. Namun, langkah BI tersebut dinilai rasional. Apalagi, awal bulan ini pemerintah telah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang diramal menekan daya beli sebagian masyarakat. Pengetatan moneter lanjutan yang ditempuh BI, diyakini mampu menjadi katalis yang mengendalikan indeks harga konsumen (IHK), terutama dari sisi permintaan. Kendati demikian, sejumlah kalangan menilai upaya yang dilakukan BI tersebut perlu dibarengi dengan kebijakan fiskal pemerintah yang sinkron agar penanganan inflasi lebih efektif. Seusai Rapat Dewan Gubernur, kemarin, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, kenaikan suku bunga secara agresif ini dieksekusi dalam rangka mengantisipasi risiko lesatan IHK pada bulan-bulan mendatang. Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Piter Abdullah menambahkan, kenaikan suku bunga acuan tak akan ampuh menekan inflasi. Sebab, naiknya IHK pada tahun ini lebih didominasi dari sisi penawaran, sehingga membutuhkan peran lebih dari pemerintah untuk mengamankan pasokan, baik untuk komoditas konsumsi langsung maupun bahan baku manufaktur. Di sisi lain, Piter meyakini kenaikan 50 bps tidak banyak mengubah suku bunga kredit sehingga risiko pengetatan moneter terhadap pertumbuhan ekonomi amat terbatas.
Geliat Korporasi Buru Dana Segar
Prospek cerah ekonomi Indonesia pada tahun depan mendorong berbagai korporasi mencari likuiditas untuk memodali bisnisnya. Kenaikan suku bunga acuan yang berimbas pada kenaikan biaya dana pun tak membuat pelaku usaha menurunkan kebutuhan dananya. Pada akhirnya, bukan soal mahalnya biaya dana tetapi apakah kebutuhan dana yang diperoleh bisa digunakan untuk menciptakan nilai lebih yang mengkompensasi biaya dana. Hal itu tercermin pada aksi penggalangan dana di pasar surat utang. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penerbitan obligasi korporasi paling ramai terjadi pada akhir Maret 2022 yakni sebesar Rp42,29 triliun dari 38 perusahaan. Pada periode itu, pasar lebih luwes bergerak karena Federal Reserve memulai normalisasi kebijakan moneternya dengan 25 basis poin (bps). Direktur Pemeringkatan PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), Hendro Utomo mengatakan hingga 31 Agustus 2022 masih ada penerbitan obligasi senilai Rp36,42 triliun berasal dari 27 perusahaan yang antre masuk ke pasar.
“Mandat tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan Rp34,46 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Kamis (22/9). Kebutuhan dana korporasi itu, menurutnya, dimotori oleh nilai instrumen jatuh tempo. Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) hingga 31 Agustus 2022 mencatat bahwa surat utang jatuh tempo pada kuartal IV/2022 mencapai Rp46,8 triliun atau lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama 2021, yakni Rp30,99 triliun. Hal itu tentunya akan menambah porsi obligasi korporasi yang beredar di pasar. Ke depannya, Hendro masih optimistis bahwa pasar surat utang korporasi masih ramai. Selain ditopang oleh kebutuhan dana jumbo, dia menilai proyeksi pertumbuhan ekonomi menjadi bantalan bagi korporasi untuk menggalang dana.
PRESIDENSI G20 : INDUSTRI & PANGAN JADI PRIORITAS
Kelangsungan sektor industri dan penanganan krisis pangan ekonomi global menjadi aspek mendesak dibahas dalam forum G20. Dua sektor itu menjadi kunci ketahanan laju perekonomian negara di dunia selama terjangan pandemi Covid-19.
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa Indonesia meyakini aspek industri sangat penting untuk menjadi wacana yang perlu segera dibahas, karena industri terbukti menjadi motor penggerak perdagangan, mengamankan rantai pasokan, serta investasi. Berdasarkan studi UNIDO pada 2022, kata dia, kapabilitas industri telah menjadi kunci di negara dengan ketahanan pandemi Covid-19. Selain itu, negara dengan indeks kinerja industri yang lebih kompetitif, juga terbukti lebih tahan dari dampak pandemi Covid-19.“Oleh karena itu, G20 harus mempromosikan kesetaraan untuk meningkatkan industri. Ini adalah panggilan yang serius untuk G20 untuk memiliki kerja sama yang lebih baik untuk memberikan insentif dan dukungan yang diperlukan guna mendorong aspek industri pada adopsi teknologi pada negara maju maupun negara berkembang,” katanya di forum Trade, Investment, and Industry Ministerial Meeting, Kamis (22/9).
Airlangga menyebut tantangan global saat ini juga membutuhkan solusi global. Dia meyakini mekanisme multilateral akan menjadi platform terbaik, di mana negara-negara G20 dapat menemukan jawaban untuk mewakili kesatuan tujuan. “Indonesia telah bekerja sama dengan anggota G20 lainnya dalam menetapkan arah strategis untuk mengembalikan kepercayaan pada institusi global dengan cara mereformasi itu. Dalam hal ini, reformasi WTO sangat penting,” kata dia.
Exotel Bakal Buka Kantordi Indonesia
CEO Exotel Shivakumar Ganesan menyatakan bahwa pembukaan kantor cabang di Jakarta merupakan salah satu dari sederet rencana yang akan dilakukan Exotel untuk memperkuat segmen banking, financial services, dan insurances (BFSI). Pria yang akrab disapa Shivku itu juga menyebut bahwa Indonesia berada di urutan pertama dan menjadi pasar yang paling penting. Dengan perusahaan membuka kantor cabang di Tanah Air, dia berharap bisa melayani seluruh wilayah Asia Tenggara. Hingga saat ini, Exotel telah bekerja sama dengan beberapa perusahaan terkemuka di India dan Asia Tenggara, seperti Gojek, Tokopedia, Lazada, hingga Fabelio. “Indonesia adalah pasar yang sangat istimewa bagi kami. Ini sebenarnya adalah pasar terbesar kedua bagi kami ,” kata Shivku, Kamis (22/9). Menurutnya, pihaknya telah memiliki manajer akun dan tim pemasaran khusus untuk Indonesia. Di samping itu, Exotel juga telah memiliki tiga mitra saluran yang telah bekerja sama selama 5 tahun terakhir, dan berharap dapat meningkatkan jumlahnya di masa mendatang. Perusahaan telepon awan itu juga memiliki server dan jalur telekomunikasi yang berpusat di Jakarta. Dengan demikian, dia berharap bahwa lokalisasi data, kualitas, maupun kecepatan layanan akan jauh lebih baik di Ibu Kota.
Bank Mandiri Sabet 3 Penghargaan Asiamoney Best Bank Award 2022
JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dinobatkan sebagai bank terbaik di Indonesia atau The Best Domestic Bank in Indonesia pada ajang Asiamoney Best Bank Award 2022 di Singapura. Tidak hanya itu, Bank Mandiri juga berhasil menyabet gelar sebagai Best Bank in Digital Solution dan Best Investment Research in Indonesia 2022. Penghargaan tersebut diberikan kepada bank yang bisnisnya tumbuh signifikan serta mampu menghadirkan berbagai solusi layanan perbankan digital yang mendorong banyak kemajuan di kawasan Asia, khususnya Indonesia selama 12 bulan terakhir ini. Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan, penghargaan tersebut merupakan bentuk transformasi digital secara berkelanjutan dari Bank Mandiri yang telah memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan kinerja bisnis, termasuk pelayanan kepada masyarakat khususnya nasabah Bank Mandiri. “Penghargaan di kancah internasional merupakan wujud nyata dari inovasi digital Bank Mandiri yang telah memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan bisnis dan layanan perbankan digital kepada masyarakat. Momentum ini menjadi pemacu semangat baru bagi kami untuk terus tumbuh berkembang serta menghadirkan solusi perbankan digital yang komprehensif kepada nasabah,” ujar Darmawan saat menerima penghargaan Asiamoney di Singapura, Rabu (21/9). (Yetede)
Satgas BLBI Sita Aset Rp 27,88 Triliun
JAKARTA, ID – Satgas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) telah menyita aset dari para obligor dan debitur senilai Rp 27,88 triliun hingga 19 September 2022. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Amir Uskara usai rapat dengan Satgas BLBI, Rabu (21/9). Rapat tersebut dilakukan secara tertutup yang dihadiri oleh Ketua Satgas BLBI Rionald Silaban. Amir Uskara menjelaskan, Komisi XI meminta Satgas BLBI memaparkan perkembangan dari upaya penagihan piutang negara ke para obligor dan debitur. Sebab, total piutang yang aktif diurus Satgas BLBI mencapai Rp 110,45 triliun. "Secara umum, sampai saat ini aset yang sudah diambil maupun disita itu sekitar Rp 27 triliun lebih dari sekitar Rp 110 triliun yang masih menjadi tunggakan dari obligor BLBI," ujar dia saat ditemui di Gedung DPR RI, Rabu (21/9). Dia menyebutkan, nilai piutang negara dalam ranah BLBI yang mencapai Rp 110,45 triliun itu berasal dari 335 obligor dan debitur. Pada dasarnya Satgas BLBI hanya menangani debitur dan obligor yang memiliki nilai utang besar. "Ada sekitar 335 obligor yang masuk daftarnya Satgas BLBI. Tetapi yang ditangani oleh Satgas BLBI yang kelas atas saja, karena tidak mungkin semua ditangani," ucap dia. (Yetede)
RI-Uni Eropa Komitmen Selesaikan Perundingan IEU-CEPA
JAKARTA, ID – Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia dan Uni Eropa berkomitmen kuat untuk segera menyelesaikan masalah-masalah yang masih menjadi ganjalan dalam perundingan Indonesia- European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Komitmen tersebut terungkap dalam pertemuan bilateral antara Menko Airlangga dengan Executive Vice-President (EVP)/Trade Commissioner-European CommissionValdis Dombrovskis, di sela-sela kegiatan G20 Trade, Industry, and Investment Ministerial Meeting (TIIMM) di Hotel Sofitel, Nusa Dua, Bali, kemarin. “Para pemimpin kedua pihak mempunyai komitmen yang kuat untuk segera menyelesaikan masalah-masalah yang masih menjadi ganjalan dalam perundingan IEU-CEPA, terutama penyelesaian di tingkat teknis, dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan,” tegas Menko Airlangga dalam keterangan tertulisnya, Kamis (22/9/2022). (Yetede)
Peluang Empat Pasangan Hasil Koalisi
JAKARTA-Pelaksaan pemilihan presiden 2024 menyisakan kurang dari satu tahun, tapi belum ada poros koalisi yang solid terbentuk. Masing-masing partai disinyalir belum saling mengunci susunan koalisi. Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujung Komarudin, menilai perkembangan poros koalisi masih dinamis. Masing-masing koalisi masih dimungkinkan melakukan bongkar-pasang susunan partai. "Karena semuanya masih dinamis, berkembang dan masih cair, bisa jadi Pemilih 2024 akan muncul empat pasangan calon presiden," ujar Ujang ketika dihubungi, Kamis, 22 September 2022. Menurut dia, analisis perkembangan ini merujuk pada sikap Partai Demokrasi Perjuangan (PDIP) yang bakal gigih mengusung kader, Ketua DPR Rakyat Puan Maharani sebagai kandidat calon presiden. Poros kedua adalah Koalisi Indonesia Bersatu yang terdiri atas Partai Amanat Nasional (PAN) bersama Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Poros ketiga adalah pembentukan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya yang digawangi Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Adapun poros keempat yang mungkin muncul adalah bersatunya Partai Nasdem, Partai Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). (Yetede)
Satgas BLBI Sita Aset Rp 27, 88 Triliun
JAKARTA, ID – Satgas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) telah menyita aset dari para obligor dan debitur senilai Rp 27,88 triliun hingga 19 September 2022. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Amir Uskara usai rapat dengan Satgas BLBI, Rabu (21/9). Rapat tersebut dilakukan secara tertutup yang dihadiri oleh Ketua Satgas BLBI Rionald Silaban. Amir Uskara menjelaskan, Komisi XI meminta Satgas BLBI memaparkan perkembangan dari upaya penagihan piutang negara ke para obligor dan debitur. Sebab, total piutang yang aktif diurus Satgas BLBI mencapai Rp 110,45 triliun. "Secara umum, sampai saat ini aset yang sudah diambil maupun disita itu sekitar Rp 27 triliun lebih dari sekitar Rp 110 triliun yang masih menjadi tunggakan dari obligor BLBI," ujar dia saat ditemui di Gedung DPR RI, Rabu (21/9). Dia menyebutkan, nilai piutang negara dalam ranah BLBI yang mencapai Rp 110,45 triliun itu berasal dari 335 obligor dan debitur. Pada dasarnya Satgas BLBI hanya menangani debitur dan obligor yang memiliki nilai utang besar. "Ada sekitar 335 obligor yang masuk daftarnya Satgas BLBI. Tetapi yang ditangani oleh Satgas BLBI yang kelas atas saja, karena tidak mungkin semua ditangani," ucap dia. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









