Ekonomi
( 40789 )Fintech Ingin Bunga Pinjaman Bisa Naik
PENETAPAN bunga financial technology (fintech) lending 0,4% per hari untuk pinjaman jangka pendek tak juga memuaskan pemain. Menurut pemain fintech, dengan bunga saat ini bisnis jadi tidak bisa berjalan baik. Direktur Eksekutif Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), Kuseryansyah menjelaskan, batasan bunga yang saat ini menyebabkan beberapa produk tertentu dihindari oleh platform karena tidak menguntungkan. Ia mencontohkan produk pinjaman dengan ticket size kecil yang nilainya di bawah Rp 1 juta bakal makin jarang ditemui. Padahal, produk dengan ticket size tersebut dinilai memiliki permintaan yang lebih tinggi.
LAMPU KUNING RISIKO DEBITUR
Soal rencana penyaluran kredit, bank dan multifinance perlu waspada. Sebab, kenaikan suku bunga acuan yang merembet ke bunga kredit, bakal memengaruhi profil risiko kredit para debitur. Potensi kenaikan risiko kredit di perbankan dan multifinance itu tergambar dari hasil kajian PT Pefindo Biro Kredit (IdScore) yang dirilis, Kamis (29/9). Kendati jumlah debitur berisiko tinggi cenderung menurun dalam beberapa bulan belakangan, kehati-hatian dalam pemberian kredit tetap harus ditingkatkan karena indikasi kenaikan risiko mulai terlihat. Direktur Utama IdScore Yohanes Arts Abimanyu mengatakan bahwa secara umum tren penurunan debitur berisiko tinggi (high risk) dan berisiko sangat tinggi (very high risk) sejalan dengan pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi Covid-19. Data pengukuran profil risiko IdScore per Juli 2022 mencakup portofolio kredit dan pembiayaan senilai Rp15.199,14 triliun di seluruh Indonesia. Jumlah debitur mencapai 61,47 juta, yang menggenggam 286,6 juta kontrak kredit atau pembiayaan. IdScore mencatat porsi debitur dengan profil risiko high risk dan very high risk dalam portofolio trennya menurun, tepatnya masing-masing dari 59,1% dan 38% pada Maret 2022, menjadi 48,8% dan 33,2% per Juli 2022.
INSTRUMEN INVESTASI : PILAH-PILAH REKSA DANA BARU
Sejumlah produk reksa dana masuk ke pasar sepanjang Juli hingga September kendati kinerja aset dasar fluktuatif pada periode tersebut.
Pada periode Juli hingga September 2022, aset dasar reksa dana, yakni saham dan surat utang terpengaruh oleh indikator ekonomi. Sebagai contoh, kenaikan suku bunga acuan Federal Reserve, yakni sebesar 75 basis poin (bps) mulai Juli hingga September. Di sisi lain, Bank Indonesia mulai menaikkan suku bunga acuan pada Agustus sebesar 25 bps dan 50 bps pada September. Pasar saham pun sempat memecahkan rekor tertinggi, kendati pasar surat utang belum mampu menaikkan harga surat utang. Terlepas dari itu, ternyata pasar reksa dana masih ramai dengan instrumen baru. Data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat, terdapat 43 produk yang didaftarkan pada periode tersebut. Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat 2.180 produk yang beredar hingga pekan kedua September dengan reksa dana seperti terproteksi dan pasar uang mendominasi. Vice President Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan, aksi manajer investasi menambah produk cenderung agresif untuk merambah pasar baru atau menerapkan strategi baru.
Terlebih, untuk instrumen seperti reksa dana pasar uang dan terproteksi yang mendominasi pasar dari sisi jumlah produk cocok dengan karakter produk bagi investor pemula. Untuk reksa dana terproteksi, penerbitannya ramai sejalan dengan aksi penggalangan dana korporasi melalui surat utang.
INDUSTRI LOGAM NASIONAL : Maspion Ekspor 10 Kontainer Aluminium
Maspion Group kembali melepas ekspor produk aluminium sebanyak 10 kontainer senilai US$1,2 juta menuju ke 6 negara. Presiden Direktur Maspion Group Alim Markus mengatakan, perseroan sejauh ini terus berupaya menangkap peluang pasar global, sehingga akhirnya mampu menembus banyak negara tujuan. “Kita dengan jeli dan tekun terus mengembangkan produk-produk yang dibutuhkan, dan bagaimana mengembangkan pasar ke seluruh dunia. Saat ini kita sedang berupaya masuk ke Uni Emirat Arab, seperti Dubai agar pasar kita lebih luas lagi,” jelasnya usai pelepasan ekspor produk aluminium, Kamis (29/9).Adapun, dalam pelepasan ekspor produk aluminium ekstrusi, tangga aluminium, dan foil aluminium itu dihadiri langsung oleh Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan. Produk tersebut akan dikirim ke 6 negara tujuan di antaranya Amerika Serikat, Australia, Inggris, Selandia Baru, Belgia, dan Vietnam.
Krisis Biaya Hidup Hambat Pengentasan Rakyat Miskin
Krisis biaya hidup yang dipicu oleh inflasi tinggi akan menghambat upaya pengentasan rakyat miskin dan memperburuk kondisi ketenagakerjaan. Forum Ekonomi Dunia atau WEF menyebut pertumbuhan lapangan pekerjaan akan melemah dan upah riil yang diterima pekerja selama ini akan tergerus. Di sisi lain, Bank Dunia menaikkan garis kemiskinan ekstrem dan kelas masyarakat. Melalui perubahan hitungan keseimbangan kemampuan berbelanja atau paritas daya beli (purchasing power parities/PPPs) itu, jumlah orang miskin di sejumlah negara, termasuk Indonesia, bertambah. Berdasarkan hasil survei WEF terhadap 22 ekonom anggota Komunitas Ekonom WEF yang dipublikasikan di Geneva, Swiss, Rabu (28/9) waktu setempat, 70 % responden setuju resesi global kemungkinan terjadi tahun depan.
”Dengan melonjaknya inflasi dan tergerusnya upah riil, krisis biaya hidup global menghantam masyarakat paling rentan. Para pengambil kebijakan yang tengah mengendalikan inflasi sekaligus menjaga pertumbuhan ekonomi perlu memastikan dukungan khusus kepada mereka yang paling membutuhkan,” kata Managing Director WEF Saadia Zahidi melalui siaran pers di Jakarta. Bank Dunia dalam laporan bertajuk ”Reforms for Recovery: East Asia and Pacific Economic” menyebutkan, kenaikan harga pangan dan non pangan akan mendorong kenaikan garis kemiskinan. Seiring kenaikan harga pangan dan non pangan, Bank Dunia menaikkan garis kemiskinan ekstrem dan kelas masyarakat dengan mengubah PPPs 2011 menjadi PPPs 2017. Berdasarkan PPPs 2017, garis kemiskinan ekstrem naik dari 1,9 USD per hari atau sekitar Rp 28.969 (kurs Jisdor BI Rp 15.247 per USD) menjadi 2,15 USD per hari. (Yoga)
Petani Usul Pemerintah Naikkan HPP Gabah
Usaha menanam padi dinilai semakin tidak menguntungkan seiring naiknya ongkos produksi serta penurunan harga gabah dan beras di tingkat petani. Kalangan petani berharap harga pembelian pemerintah atau HPP gabah/beras dinaikkan guna mendongkrak produksi. Ketua Umum Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani (AB2TI) Dwi Andreas Santosa, Kamis (29/9) menyebutkan, berdasarkan kajian dan survei bulanan oleh AB2TI selama kurun Agustus 2019 hingga Juni 2022, harga gabah dan beras di tingkat usaha tani cenderung turun. ”Saat ini bertanam padi tidak menguntungkan. Hal ini menyebabkan sebagian petani beralih komoditas sehingga produksi padi justru turun tiga tahun terakhir, yaitu 7,7 % pada 2019, lalu naik 0,09 % pada 2020, dan turun lagi 0,42 % pada 2021,” ujarnya. Iklim kemarau basah (La Nina) 2020 dan 2021 tidak mendongkrak produksi. Padahal, kata Guru Besar Pertanian IPB University itu, selama 20 tahun terakhir fenomena La Nina berhasil meningkatkan produksi padi dengan sangat tajam, yakni dengan kenaikan terendah 4,7 % pada tahun 2007.
Terkait itu, AB2TI usul agar pemerintah menaikkan HPP dari Rp 4.200 per kg saat ini, menjadi Rp 6.000 per kg. Kenaikan HPP diharapkan membuat petani bersemangat kembali sehingga perlahan mendongkrak produksi padi. Dalam diskusi yang digelar Kompas, Selasa (13/9), Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, ketahanan pangan jadi prioritas pemerintah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan pemerataan. Langkahnya, antara lain, dengan memacu produktivitas jagung, kedelai, dan padi. Dalam jangka pendek, pemerintah mengupayakan pangan tersedia dan terjangkau guna mengendalikan inflasi. Untuk beras, misalnya, ada penugasan ke Perum Bulog untuk menyiapkan 1,2 juta ton cadangan beras pemerintah. Pemerintah juga mengupayakan pembiayaan dengan bunga rendah dan mekanisme jual rugi untuk memperkuat fungsi Bulog. (Yoga)
PERDAGANGAN ELEKTRONIK Fitur Gratis Ongkos Kirim Tidak Menyehatkan
Program gratis ongkos pengiriman barang yang jamak tersedia di platform lokapasar dinilai dapat menarik konsumen dalam jumlah besar. Di sisi lain, program itu dianggap merugikan bisnis perusahaan jasa kurir. Salah satu konsekuensinya adalah mematikan pesaing. Sekjen Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman ekspres Indonesia (Asperindo) Trian Yuserma, Kamis (29/9) di Jakarta mengatakan, Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asperindo tidak sepakat dengan program gratis ongkos kirim atau ”free ongkir” yang marak diterapkan sejumlah platform lokapasar. Aspirasi ini telah diserukan sejak awal bulan ini. Asperindo bahkan mendorong perusahaan jasa kurir anggota asosiasi tidak ambil bagian dalam promosi program gratis ongkos kirim tersebut.
Trian menjelaskan, konsep program itu dinilai melanggar Permenkominfo No 1 Tahun 2012 tentang Formula Tarif Layanan Pos Komersial. Dalam Pasal 5 aturan itu disebutkan, tarif layanan pos komersial tidak boleh di bawah Harga pokok produksi. ”Realitasnya, ada program bebas ongkos kirim pengiriman barang bukan hanya menggunakan sumber anggaran perusahaan platform lokapasar sendiri. Ada juga mereka yang minta agar perusahaan jasa kurir ikut ambil bagian (mengeluarkan biaya untuk ikut menyubsidi program gratis ongkos kirim),” ujar Trian. Terkait aspirasi Asperindo itu, External Communications Senior Lead Tokopedia Rizky Juanita Azuz menyampaikan, pihaknya masih mempelajari dan bekerja sama dengan Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA). (Yoga)
Waskita Suntik Trans Jabar Tol Rp 90,78 Miliar
PT Waskita Karya (Persero) Tbk melalui anak usahanya, PT Waskita Toll Road (WTR), menyuntikkan modal Rp 90,78 miliar ke PT Trans Jabar Tol, anak usaha WTR, yang mengelola Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi. ”Transaksi ini merupakan transaksi afiliasi karena WTR sebagai anak usaha perseroan dengan kepemilikan 92,10 %,” demikian penjelasan manajemen Waskita. Kamis (29/9). (Yoga)
Laba BTPN Triwulan II-2022 Tumbuh Tipis
Laba bersih PT BTPN Tbk triwulan II-2022 sebesar Rp 1,67 triliun, tumbuh 2 % dibandingkan periode yang sama pada 2021 yang sebesar Rp 1,64 triliun. Penyaluran kredit BTPN triwulan II-2022 tumbuh 10 % secara tahunan menjadi Rp 149,25 triliun. Direktur Utama BTPN Henoch Munandar, Kamis (29/9/), menjelaskan, seiring pemulihan ekonomi, permintaan kredit turut meningkat. (Yoga)
Harga BBM Naik, Jumlah Penumpang Transjakarta Naik 10 Persen
Kenaikan harga BBM mulai menarik warga beralih menggunakan angkutan umum dari kendaraan pribadi. Operator angkutan umum di Jakarta mencatat ada kenaikan jumlah penumpang. Transjakarta mengklaim terjadi kenaikan penumpang 10 % dan MRT Jakarta mencatatkan kenaikan pengguna 3,8 %. Hal ini diungkapkan Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan PT Transportasi Jakarta Anang Rizkani Noor serta Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta (Perseroda) Muhammad Effendi, Kamis (29/9). (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









