;
Kategori

Ekonomi

( 40512 )

Bunga Naik, Bank Waspadai Rasio NPL KPR

27 Sep 2022

Perbankan harus mulai meningkatkan kewaspadaan pada kualitas kredit pemilikan rumah (KPR). Dalam dua tahun terakhir, pemerintah memberikan stimulus pada sektor properti mulai dari down payment (DP) 0% hingga insentif pajak. Ini membuat KPR perbankan laris manis dan tetap tumbuh meski pandemi Covid-19 menyengat perekonomian. Namun, tren kenaikan suku bunga akan membuat perbankan ikut mengerek bunga KPR sehingga potensi kenaikan kredit bermasalah bisa membengkak. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan, non performing loan (NPL) KPR perbankan berada di level 2,33% per Mei 2022. Turun dari Mei 2021 di level 2,59%, namun naik tipis dari awal tahun 2,32% di Januari 2022.

BERBURU ASET KEBAL VOLATILITAS

27 Sep 2022

Volatilitas pasar modal yang meninggi belakangan ini membuka peluang bagi investor untuk mengulik portofolio investasinya agar tak tekor. Instrumen investasi berisiko rendah, macam obligasi negara ritel, reksa dana pasar uang dan pendapatan tetap pun dinilai layak masuk keranjang portofolio kala pasar digoyang aneka sentimen negatif seperti kenaikan suku bunga acuan, risiko resesi negara-negara maju, koreksi harga komoditas, hingga pelemahan nilai tukar terhadap dolar AS. Apalagi, pilihan obligasi ritel kini lebih menarik. Terbaru, mulai 26 September hingga 20 Oktober 2022, pemerintah memasarkan Obligasi Negara Ritel seri ORI022. ORI022 menawarkan tingkat kupon tetap sebesar 5,95% per tahun dan dibayarkan pada tanggal 15 setiap bulannya. Kupon ORI022 memiliki spread 170 basis poin di atas 7 Days Reverse Repo Rate (7DRR) yang saat ini bertengger di level 4,25%. Seperti ORI seri sebelumnya, ORI022 memiliki tenor 3 tahun dan dapat dipindah bukukan atau di­perdagangkan setelah holding pe­­riod berakhir pada 15 Desember 2022. Direktur Panin Asset Management Rudiyanto mengatakan pelemahan pasar saham Indonesia didorong oleh aksi profit taking oleh para investor. Menurutnya, saat ini pergerakan IHSG sudah cukup tinggi dan bahkan telah mencetak rekor all time high baru di level 7.318,01 pada Selasa (13/9). Namun, dia menilai kenaikan IHSG masih mungkin terjadi hingga akhir tahun ini. Hal tersebut salah satunya ditopang oleh tren pemulihan ekonomi Indonesia yang akan berimbas positif pada laporan keuangan perusahaan pada kuartal III/2022.

Geliat Pelat Merah Warnai Ekosistem Startup

27 Sep 2022

Korporasi pelat merah kian menaruh perhatian besar pada ekosistem digital melalui sejumlah inisiatif yang dilakukan, termasuk ruang kolaborasi bersama antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan perusahaan rintisan alias startup. Kolaborasi keduanya diyakini mampu meningkatkan nilai ekonomi digital Indonesia yang pada 2020 telah mencapai Rp632 triliun. Bahkan, pada 2030, ekonomi digital Indonesia diproyeksi mencapai Rp4.531 triliun. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan korporasi pelat merah saat ini sudah memiliki perusahaan modal ventura seperti Mandiri Capital, BRI Ventures, Telkom dengan MDI Ventures, Telkomsel dengan Telkomsel Mitra Inovasi, dan yang terakhir BNI juga diminta membuat venture capital. Menurutnya, lima modal ventura pelat merah sudah memberikan investasi ke 336 startup. Dia menambahkan saat ini kelima modal ventura BUMN ini sedang bersiap untuk meluncurkan Merah Putih Fund. Dana akan diberikan kepada startup-startup dalam tahap berkembang dan valuasinya besar sehingga bersiap menjadi unicorn. Sementara itu, Presiden Joko Widodo berharap agar startup di sektor agrikultur bisa diakselerasi guna membantu pemerintah mengatasi persoalan krisis pangan akibat konflik Rusia-Ukraina. Pasalnya, perusahaan rintisan yang bergerak di sektor ini hanya sekitar 4% saja. Dari data yang dimiliki Presiden, mayoritas startup masih berfokus pada teknologi finansial dengan bauran 23% dan ritel dengan porsi 14%.

Sri Mulyani Pastikan Dunia Jatuh ke Jurang Resesi Ekonomi Tahun Depan

27 Sep 2022

Menkeu Sri Mulyani memprediksi ekonomi dunia jatuh ke jurang resesi pada tahun depan. Perkiraan itu ia buat berdasarkan kenaikan suku bunga acuan yang dilakukan bank sentral di sejumlah negara seperti AS dan Inggris demi meredam lonjakan inflasi. Sri Mulyani memastikan kebijakan itu akan menghambat laju pertumbuhan ekonomi sehingga ancaman resesi kian sulit dihindari. "Kenaikan suku bunga cukup ekstrem bersama-sama, maka dunia pasti resesi pada 2023," ungkap Ani, sapaan akrabnya, dalam konferensi pers, Senin (26/9). Berdasarkan catatan Ani, suku bunga bank sentral Inggris sudah naik 200 basis poin selama 2022. Begitu pula dengan AS yang sudah naik 300 bps sejak awal tahun. "(Bunga acuan) AS sudah 3,25 %, sudah naik 300 bps, ini terutama karena rapat September ini mereka menaikkan lagi 75 bps. Ini merespons inflasi AS 8,3 %," ungkapnya.

Mengutip AFP, Bank Dunia (World Bank) memproyeksi sejumlah negara resesi pada 2023. Hal ini karena suku bunga acuan bank sentral di sejumlah negara semakin tinggi. Menurut Presiden Bank Dunia David Malpass, bank sentral terus mengerek bunga acuan demi menekan laju inflasi. Kenaikan suku bunga acuan akan menghambat proses pemulihan ekonomi global. Karenanya, Bank Dunia memprediksi ekonomi dunia melambat menjadi 0,5 % pada 2023 mendatang. "Pertumbuhan global melambat tajam dengan kemungkinan perlambatan lebih lanjut karena lebih banyak negara jatuh ke dalam resesi," terang Malpass. Ia khawatir tren perlambatan ekonomi akan berlangsung dalam jangka panjang. Karena itu, Malpas mendesak seluruh negara untuk fokus meningkatkan produksi agar pasokan kembali melimpah, sehingga inflasi bisa ditekan. (Yoga)


Penyebab Resesi yang Disebut Sri Mulyani Jerat Ekonomi Global di 2023

27 Sep 2022

Menteri Keuangan Sri Mulyani memastikan ekonomi global akan terjerembab ke jurang resesi tahun depan. Ia mengatakan resesi dipicu oleh satu sebab, kebijakan sejumlah bank sentral dunia yang agresif menaikkan bunga acuan demi meredam lonjakan inflasi. Sri Mulyani mengatakan kebijakan itu pasti akan menekan pertumbuhan ekonomi. Alhasil, resesi kian susah untuk dihindari. "Kenaikan suku bunga cukup ekstrem bersama-sama, maka dunia pasti resesi pada 2023," ungkap Ani, sapaan akrabnya, dalam konferensi pers, Senin (26/9). Berdasarkan catatan Ani, suku bunga acuan bank sentral Inggris naik 200 basis poin selama 2022. Begitu pula dengan AS yang sudah naik 300 bps sejak awal tahun. (Bunga acuan) AS 3,25 %, sudah naik 300 bps, terutama karena rapat September mereka menaikkan lagi 75 bps, merespons inflasi AS 8,3 %," ungkapnya.

Mengutip AFP, Bank Dunia (World Bank) juga memproyeksi sejumlah negara resesi pada 2023, karena suku bunga acuan bank sentral di sejumlah negara semakin tinggi. Menurut Presiden Bank Dunia David Malpass, bank sentral terus mengerek bunga acuan demi menekan laju inflasi.
Kenaikan suku bunga acuan akan menghambat proses pemulihan ekonomi global. Karenanya, Bank Dunia memprediksi ekonomi dunia melambat menjadi 0,5 % pada 2023. "Pertumbuhan global melambat tajam dengan kemungkinan perlambatan lebih lanjut karena lebih banyak negara jatuh ke dalam resesi," terang Malpass. (Yoga)


Tak Lekas Berbangga Diri dan Jaga Utang Kunci RI Selamat dari Resesi

27 Sep 2022

Sri Mulyani menyoroti pertumbuhan ekonomi sejumlah negara mulai melambat pada kuartal II 2022. Seperti AS, Jerman, China, hingga Inggris. "Tren pelemahan terlihat mulai kuartal II 2022 di beberapa negara dan akan lebih dalam kuartal III dan kuartal IV 2022, sehingga prediksi pertumbuhan ekonomi tahun ini dan tahun depan, termasuk kemungkinan resesi mulai muncul," jelas Sri Mulyani.
Kendati demikian, ia masih percaya ekonomi RI baik-baik saja. Pasalnya, PDB RI tumbuh 5,44 % pada kuartal II 2022 atau lebih tinggi dari kuartal I 2022 yang sebesar 5,01 %. "Indonesia juga sampai semester I 2022 ini level dari PDB sudah 7,1 % di atas level sebelum terjadi pandemi," terang Sri Mulyani.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede sepakat dengan Sri Mulyani. Menurut dia, ekonomi RI masih sehat sampai sekarang,  kenaikan suku bunga acuan BI juga tak agresif seperti bank sentral di negara lain. "Resesi itu kemungkinan di negara-negara maju, contohnya AS karena menaikkan suku bunga acuan yang agresif, jadi risiko resesi paling besar," tutur Josua. BI sendiri, baru menaikkan suku bunga acuan total 75 basis poin sejak Januari sampai September 2022. Realisasi ini berbeda dengan bank sentral AS yang sudah mengerek suku bunga acuan hingga ratusan %.

"Kesimpulannya kalau dilihat Indonesia masih jauh dari potensi resesi," jelas Josua. Selain itu, utang luar negeri (ULN) Indonesia masih terkendali sampai sekarang, bahkan turun dari US$ 403,6 miliar menjadi US$ 400,4 miliar pada Juli 2022. Kendati begitu, ia mengingatkan pemerintah dan swasta untuk tetap berhati-hati mengelola utang. Apalagi jika berutang dengan denominasi dolar AS. Saat ini, mata uang Negeri Paman Sam semakin moncer di tengah kenaikan bunga acuan The Fed. Ketika dolar AS menguat, maka rupiah otomatis tertekan. Itu berarti biaya utang luar negeri yang harus dibayar oleh pemerintah dan swasta juga semakin mahal. (Yoga)


Dana Asing 'Nguap' Rp148,11 T dari Emerging Market, Termasuk RI

27 Sep 2022

Kemenkeu mencatat aliran dana asing (capital outflow) Rp 148,11 triliun dari negara pendapatan rendah menuju menengah (emerging market) sejak Januari hingga September 2022. Mentkeu Sri Mulyani mengatakan sebagian dana asing itu juga menguap dari Indonesia sebesar Rp16,3 triliun khusus per September 2022. Sementara, aliran dana asing masih mengalir masuk ke Indonesia atau capital inflow sebesar Rp 8,27 triliun pada Agustus 2022. "Jumlah capital outflow mengalami kenaikan sangat ekstrem terjadi di emerging market, Indonesia juga mengalaminya," ungkap Sri Mulyani dalam konferensi pers, Senin (26/9).

Meski begitu, Sri Mulyani mengklaim pasar keuangan Indonesia tak terguncang pasca aliran dana asing menguap dari RI. Soalnya, porsi kepemilikan asing di surat berharga negara (SBN) turun dari 38,57 % menjadi 14,7 % per 22 September 2022. "Turun tajam dari posisi 2019 yang mencapai 38 %. Ini menimbulkan stabilitas karena (Indonesia) jadi tidak mudah terguncang dengan capital outflow,"  tutur Sri Mulyani. Saat ini, mayoritas SBN di Indonesia digenggam oleh investor lokal, perbankan, dan BI.” Kendati pasar keuangan Indonesia masih terkendali, Sri Mulyani mengatakan tren capital outflow tetap harus menjadi perhatian. Pasalnya, aliran dana asing keluar bisa mempengaruhi likuiditas di dalam negeri. (Yoga)


Ekonomi Digital 2030 Capai Rp 4.531 Triliun

27 Sep 2022

JAKARTA, ID – Ekonomi digital Indonesia berpotensi tumbuh hingga delapan kali lipat, melesat dari Rp 632 triliun tahun 2020 ke Rp 4.531 triliun tahun 2030. Bila benar terealisasi, Indonesia bakal menjadi negara dengan nilai ekonomi digital tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Pangan menjadi salah satu sektor yang masih memiliki ruang lebar untuk masuk ke dalam ekonomi digital. “Pertumbuhan ekonomi digital melompat delapan kali lipat, dari kira-kira Rp 632 triliun pada tahun  2020 menjadi Rp 4.531 triliun pada tahun 2030,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka acara BUMN Startup Day di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (26/09/2022). Selain Menteri BUMN Erick Thohir, turut mendampingi Presiden dalam pembukaan BUMN Startup Day adalah Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Penjabat Gubernur Banteng Al Muktabar, serta Ahmed Zaki Iskandar. Presiden menjabarkan, dalam sektor pangan terdapat setidaknya tiga aspek yang bisa disasar oleh para pelaku usaha rintisan Indonesia, yakni produksi, distribusi, dan pemasaran. “Di sini ada peluangnya semua. Urusan produksinya ada, urusan distribusinya ada, urusan pasarnya ada semua peluangnya,” kata dia. (Yetede)

Private Placement Rp 24 Triliun, Bumi Targetkan Bebas Hutang

27 Sep 2022

JAKAR TA, ID – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) akan mengeksekusi rencana penambahan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (non-HMETD) atau private placement senilai Rp 24 triliun setelah meminta persetujuan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang akan digelar 11 Oktober 2022. Dana yang diperoleh perseroan akan digunakan untuk melunasi utang sebesar US$ 1,6 miliar. Aksi korporasi itu ditempuh sebagai salah satu upaya Bumi Resources menjadi perusahaan yang debt free atau bebas utang. “Tujuan dari aksi korporasi tersebut adalah untuk memperbaiki kondisi keuangan perusahaan, dengan menggunakan dana tersebut untuk melunasi utang. Bumi Resources akan menjadi perusahaan yang debt free atau bebas utang, sehingga menjadi perusahaan yang berlikuiditas positif dan memungkinkan untuk mengejar proyek-proyek yang lebih besar ke depan,” ujar Direktur Bumi Resources, Dileep Srivastava kepada Investor Daily di Jakarta, Senin (26/9/2022). Menurut Dileep, proyek yang akan dikejar misalnya adalah proyek-proyek nonbatu bara terdiversifikasi. Selain itu, proyek-proyek hilir batu bara untuk menggantikan minyak impor. (Yetede)

Nadiem Mengakui Salah Gunakan Frasa Shadow Organizational

27 Sep 2022

JAKARTA, ID - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi ( Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mengatakan pihaknya mengaku salah menggunakan frasa shadow organization atau organisasi bayangan dalam pertemuan di Markas PBB, Amerika Serikat. Ada satu kesalahan dalam menggunakan kata shadow organization, yang saya maksud itu organisasi “mirroring” terhadap kementerian kami. Artinya setiap dirjen yang menyediakan layanan bisa menggunakan tim yang bekerja sama untuk mendorong dan menerapkan kebijakan melalui platform teknologi,” kata Mendikbudristek Nadiem Makarim dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR di Jakarta, Senin (26/9/2022). Penggunaan frasa tersebut membuat heboh masyarakat yang menilai shadow organization tersebut menyalahi susunan organisasi dan tata kerja yang ada di kementerian. Organisasi yang dimaksud adalah GovTech Edu yang merupakan bagian dari PT Telkom. “Kebijakan melalui platform teknologi itu yang dipuji-puji negara maju dengan inovasi-inovasi yang kami lakukan. Buka kita meluncurkan suatu produk, tetapi bagaimana cara birokrasi kami bekerja,” terang dia. (Yetede)