Ekonomi
( 40789 )Bunga Obligasi Naik, Kredit Bank Bisa Dilirik
Para bankir optimistis, penyaluran kredit korporasi semakin deras menjelang akhir tahun. Sebab, kenaikan suku bunga acuan membuat penerbitan obligasi lebih mahal dibandingkan bunga kredit perbankan yang belum naik saat ini. Berdasarkan Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) suku bunga dasar kredit (SBDK) korporasi di beberapa bank besar berkisar 4,36% hingga 14,2%, tergantung tipe bank penyalur. Namun, bank besar, rata-rata SBDK korporasi di rentang 7% hingga 8%. Sedangkan Outlook Economy Update dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) yield obligasi korporasi mayoritas naik dengan tendensi mengikuti kenaikan yield obligasi pemerintah. Tenor jangka pendek naik lebih moderat dibandingkan tenor jangka lebih panjang.
KEMBANG KEMPIS PAJAK KORPORASI
Penerimaan pajak sedang moncer. Realisasi sepanjang tahun berjalan 2022 yang berakhir Agustus tembus 78% dari target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022 Perubahan. Malah secara historis, capaian tersebut melampaui torehan penerimaan pajak selama prapandemi Covid-19, yang rata-rata di kisaran 50%—60% dari target selama periode Januari—Agustus. Akan tetapi, pemerintah perlu mewaspadai adanya batu ganjalan yang mengadang langkah menuju puncak penerimaan negara, yakni setoran Pajak Penghasilan (PPh) Badan alias pajak korporasi yang melandai belakangan ini. Padahal, setoran korporasi memiliki kontribusi terbesar dalam struktur pajak di Tanah Air, yakni hingga 22%. Tren perlambatan pertumbuhan penerimaan pajak korporasi terjadi tepat saat ekonomi nasional memasuki kuartal III/2022, yang beriringan dengan kenaikan inflasi, baik di dalam maupun luar negeri. Ketua Komite Analis Kebijakan Ekonomi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Ajib Hamdani, menjelaskan pembengkakan biaya bagi pelaku usaha mendorong adanya kenaikan harga pokok produksi.
Senada, Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Mudah Indonesia (Hipmi) Anggawira, menambahkan ketegangan geopolitik antara Rusia dan Ukraina yang belum tuntas juga menekan pelaku usaha. Hal itu pula yang kemudian menyebabkan distribusi barang lintas negara terhambat sehingga menambah tekanan pada inflasi. “Ada pengaruh perang, kemudian inflasi, dan daya beli masyarakat,” ujarnya. Secara umum, kalangan pebisnis cukup optimistis pemerintah dapat mencapai target penerimaan pajak yang ditetapkan senilai Rp1.485 triliun dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 98/2022 tentang Perubahan Atas Perpres No. 104/2021 tentang Rincian APBN Tahun Anggaran 2022.
Prospek Menarik Bisnis Kendaraan Listrik
Bisnis kendaraan listrik di Indonesia kian molek. Antusiasme masyarakat dan kebijakan pemerintah untuk mendukung elektrifikasi, membuat calon investor kendaraan listrik makin kepincut. Belum lama ini, Presiden Joko Widodo menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) No. 7/2022 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) sebagai Kendaraan Dinas Operasional dan/atau Kendaraan Perorangan Dinas Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. Beleid itu bertujuan mempercepat pelaksanaan program penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai sebagai kendaraan dinas operasional baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah (pemda). Inpres itu cukup efektif menjadi pemanis bagi pebisnis otomotif menyeriusi bisnis kendaraan listrik atau battery electric vehicle (BEV). Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan BEV secara wholesales atau pengiriman pabrik ke diler menorehkan rekor terbaru. Sepanjang Januari-Agustus tahun ini, sebanyak 1.635 unit BEV berhasil dilego. Pencapaian itu melonjak hingga 200% dibandingkan dengan penjualan 545 unit pada periode sama tahun lalu. Brand & Marketing Director PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors) Dian Asmahani mengatakan Wuling memang gencar menghadirkan model baru kendaraan ramah lingkungan di Indonesia. Dalam ajang Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2022 di Jakarta, Wuling memperkenalkan lebih luas mobil listrik dan hybrid di Indonesia yaitu Wuling Air ev dan Almaz Hybrid Concept. Data Electric Vehicle Association of Thailand (EVAT) mencatat penjualan mobil listrik secara kumulatif selama semester I/2022 untuk segmen HEV di Negeri Gajah Putih mencapai 220.113 unit atau naik 16,4% secara year-on-year (YoY) dibandingkan dengan periode sama di tahun sebelumnya sebanyak 196.582 unit.
Portofolio Investasi: Maksimalkan Saham dan Obligasi
Investor perlu menyiapkan strategi untuk memaksimalkan kinerja portofolio pada kuartal IV/2022 karena saham dan surat utang bakal menunjukkan arah pergerakan berbeda melanjutkan tren sepanjang tahun ini. Secara tahun berjalan, kinerja pasar saham yang direpresentasikan oleh indeks harga saham gabungan (IHSG) masih tumbuh 6,98%; sedangkan indeks komposit obligasi bergerak negatif 0,01%. Investment Analyst Stockbit Hendriko Gani menilai saham masih berpotensi lebih baik dibandingkan dengan obligasi. Alasannya, potensi peningkatan suku bunga yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) berpotensi menurunkan harga obligasi. “Sementara itu, dari sisi ekonomi, Indonesia masih terbilang cukup bagus dibandingkan dengan negara lainnya, sehingga masih ada potensi bagi saham untuk tumbuh di kuartal IV/2022,” jelasnya kepada Bisnis, Minggu (2/10). Direktur Investasi Schroder Investment Indonesia Irwanti mengatakan, untuk surat utang, perusahaan fokus pada instrumen buatan pemerintah. Adapun, untuk instrumen obligasi korporasi, perusahaan memilih instrumen bertenor pendek dengan peringkat tinggi. “Kami lebih berfokus pada investasi di obligasi pemerintah dibandingkan obligasi korporasi mengingat volatilitas pasar obligasi pada saat ini dan juga kebutuhan likuiditas.”
Peluang Ekonomi Syariah : Penguatan Industri Halal Disiapkan
Industri halal Tanah Air memiliki masa depan yang cukup cerah, karena berpotensi mencapai US$281,6 miliar pada 2025 atau naik sekitar 14,96% dari US$184 miliar pada 2020.Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan bahwa Indonesia berpotensi menjadi pangsa pasar industri halal yang paling dibidik oleh negara lain. Hal tersebut pun perlu diantisipasi dengan menguatkan industri halal di dalam negeri.Pengeluaran umat muslim Indonesia untuk produk dan layanan halal mencapai US$184 miliar pada 2020, dan diproyeksikan meningkat 14,96% pada 2025 atau mencapai US$281,6 miliar.
Proyeksi Kementerian Perindustrian tersebut selaras dengan data State of the Global Islamic Economy Report 2022 yang memperkirakan pengeluaran total umat muslim global mencapai US$2,8 triliun pada 2025.
Penyesuaian Tarif Baru Penyebrangan
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menerapkan penyesuaian tarif baru atau kenaikan tarif di 53 lintasan penyeberangan di seluruh Indonesia. Hal ini mengacu kepada Keputusan Menteri Perhubungan No. 184/2022 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Perhubungan No. 172/2022 tentang Tarif Penyelenggaraan Angkutan Penyeberangan Kelas Ekonomi Lintas Antarprovinsi dan Lintas Antarnegara.
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan Ketiga Diperkirakan Tumbuh 5,5 Persen
Kendati dibebani kenaikan harga BBM per September, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi triwulan III-2022 dapat mencapai 5,5 %. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh aktivitas dunia usaha. Sektor produksi dan konsumsi masyarakat dinilai masih cukup kuat seiring berlanjutnya pemulihan ekonomi. ”Pertumbuhan ekonomi triwulan ketiga tahun ini diperkirakan 5,5 % secara tahunan, lebih kuat dibandingkan triwulan kedua kemarin yang sebesar 5,44 % secara tahunan,” ujar Direktur Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Wahyu Agung Nugroho, Sabtu (1/10) di Ubud, Bali. Wahyu mengatakan, agregat penawaran atau produksi dunia usaha yang meningkat turut mendorong pertumbuhan ekonomi. Hal ini ditunjukkan oleh Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur yang pada Agustus 2022 mencapai level 51,7 atau menguat dari Juli yang berada pada level 51,3. Level indeks di atas 50 menandakan bahwa sektor industri manufaktur atau dunia usaha dalam posisi ekspansi. Indikator lainnya adalah penyaluran kredit perbankan sampai dengan Agustus 2022 yang bertumbuh 10,62 % secara tahunan di seluruh segmen, baik kredit modal kerja, investasi, maupun konsumsi. (Yoga)
Jaga Kesehatan Finansial
Setiap 5 Oktober, dunia memperingati Hari Perencanaan Keuangan Dunia. Tujuan penyelenggaraan peringatan ini adalah untuk mengedukasi publik mengenai pentingnya memahami masalah keuangan sejak dini sehingga keuangan keluarga dapat dikelola lebih baik. Pada kesempatan ini, keberadaan profesi perencana keuangan juga diharapkan dapat lebih dikenal masyarakat. Perencana keuangan belum menjadi profesi terkenal seperti profesi dokter, guru, atau pilot yang sering disebut anak-anak sebagai profesi impian. Padahal, keberadaan para perencana keuangan ini sangat membantu keluarga atau pribadi yang ingin menata keuangannya. Perencana keuangan lebih banyak dimanfaatkan korporasi, seperti bank, untuk memberikan arahan kepada kliennya agar investasinya lebih terarah sesuai kebutuhan. Atau juga oleh perusahaan yang ingin memberikan bekal kepada karyawan untuk memasuki masa purnabakti.
Dunia keuangan sangat dinamis. Berbagai kejadian, seperti kenaikan suku bunga, perubahan aturan pajak, juga berbagai investasi produk baru selalu bermunculan. Seorang perencana keuangan dituntut tetap up to date atas segala perubahan yang terjadi di bidang keuangan. Hasil survei tentang literasi keuangan dari OJK 2019 menunjukkan, indeks literasi keuangan sebesar 38,03 % dan indeks inklusi mencapai 76,19 %. Artinya, secara umum masyarakat Indonesia sudah banyak terpapar dan membeli produk-produk keuangan. Akan tetapi, belum paham betul apa manfaat dan risikonya, seperti ditunjukkan oleh indeks literasi yang masih rendah. Tidak heran, jika investasi bodong dengan berbagai variannya tetap marak. Bertanya kepada para perencana keuangan dapat menghindarkan dari ketidaktahuan semacam itu. Perencana keuangan profesional dapat membantu penempatan investasi yang tepat sesuai tujuan dan situasi klien. Selain itu, perencana keuangan juga memberikan evaluasi sehingga tujuan investasi dan rencana dapat tetap sejalan. (Yoga)
”Sabuk-sabuk” Pengaman Ekspor
Organisasi Perdagangan Dunia atau WTO bakal merevisi proyeksi pertumbuhan perdagangan global 2022, menjadi 3 % dari proyeksi pada April 2022 yang sebesar 4,7 %. Kemudian pada 2023, perdagangan global diperkirakan masih tumbuh lambat di 3,4 %. Dalam wawancara dengan Reuters, 27 September 2022, Dirjen WTO Ngozi Okonjo-Iweala menyatakan, perang Rusia-Ukraina, krisis iklim, guncangan harga pangan dan energi, dan dampak pandemi Covid-19 menciptakan kondisi untuk resesi dunia. Hal itu akan memengaruhi pertumbuhan perdagangan global. Tingginya harga pangan dan energi, serta imbasnya terhadap biaya produksi dan harga produk industri manfaktur telah menggerus daya beli masyarakat global. Institut Penelitian Kebijakan Pangan Internasional (IFPRI) bahkan menyebutkan, tahun ini, daya beli masyarakat di hampir seluruh negara di dunia telah masuk ke zona merah dalam tempo 8 bulan.
Untuk menekan dampak rembetan multikrisis semakin membesar, restriksi ekspor pangan dan pupuk yang dilakukan sejumlah negara perlu diakhiri. Selain itu, agar neraca perdagangan tidak tergerus semakin dalam, setiap negara perlu menjaga ekspor agar tidak turun semakin dalam. Ekspor merupakan salah satu pundi-pundi devisa negara. Ekspor juga menjadi tulang punggung industri dan masyarakat yang bertumpu pada industri tersebut. Untuk itu, ”sabuk” pengaman ekspor perlu digulirkan di tengah multikrisis agar ekspor tak melorot drastis. Pemerintah Indonesia bersama swasta dan BUMN berupaya membangun ”sabuk-sabuk” pengaman ekspor, di antaranya melalui UMKM Halal Hub, pembukaan hypermarket di luar negeri, dan ekspansi komponen biodiesel. Sabtu (1/10/2022), pemerintah meresmikan UMKM Halal Hub di Pasar Rebo Warehouse, Jaktim. Kegiatan itu dibarengi dengan peluncuran ekspor pangan olahan ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan Jemaah haji dan umrah. (Yoga)
Indonesia-Australia Kerja Sama Cegah Penangkapan Ikan Ilegal
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Australia sepakat menjaga sumber daya laut dari ancaman penangkapan ikan ilegal, tidak dilaporkan, dan tidak diatur. Kesepakatan ini tertuang dalam ”22nd Indonesia-Australia Fisheries Surveillance Forum Annual Meeting” di Darwin, Australia, Jumat (30/9). Menurut Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP Laksamana Muda Adin Nurawaluddin, Minggu (2/10), kedua pihak telah membentuk kelompok kerja untuk menjalankan kesepakatan ini. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









