Penurunan Kinerja Ekspor RI Diantisipasi
Krisis biaya hidup global dapat menurunkan kinerja ekspor Indonesia. Hal itu bisa terjadi lantaran daya beli masyarakat global, terutama di negara-negara tujuan utama ekspor RI, turun. Hasil jajak pendapat Ipsos, perusahaan riset pasar dan konsultasi multinasional Perancis untuk Forum Ekonomi Dunia (WEF), menunjukkan, satu dari empat orang mengalami kesulitan keuangan di 11 negara maju. Mereka berencana mengurangi biaya makan, listrik, dan pemanas. Mereka juga mengurangi sosialisasi di kafe/tempat makan serta menunda keputusan pembelian bernilai besar. Head of Industry and Regional Research PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Dendi Ramdani, Selasa (27/9) mengatakan, krisis biaya hidup merupakan cerminan penurunan pertumbuhan ekonomi sebuah negara. Krisis itu menurunkan daya beli sehingga permintaan pun turun.
Saat ini, AS telah mengalami resesi karena perekonomiannya tumbuh negatif dua triwulan berturut-turut. Pada triwulan I-2022, ekonomi AS tumbuh minus 1,4 % dan pada triwulan II-2022 minus 0,9 %. Menurut Dendi, penurunan permintaan itu akan dibarengi penurunan harga komoditas global dan kebijakan moneter kontraktif. Hal ini juga dapat memengaruhi penurunan nilai ekspor Indonesia. Adapun kebijakan moneter kontraktif, seperti kenaikan suku bunga acuan, bakal semakin menekan harga komoditas. Kepala Badan Kebijakan Perdagangan (BKP) Kemendag Kasan Muhri berpendapat senada. Krisis biaya hidup merupakan salah satu indikator pelemahan daya beli masyarakat global. Hal ini bakal menurunkan permintaan dan ekspor. Masih ada peluang bagi Indonesia untuk menjaga ekspor agar tidak tergerus lebih dalam di tengah krisis biaya hidup masyarakat global. Indonesia dapat mengekspor komoditas primer yang dibutuhkan masyarakat, bahkan bahan baku utama yang dibutuhkan oleh kalangan industri di negara-negara yang tengah mengalami krisis. (Yoga)
Tags :
#EksporPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023