Ekonomi
( 40512 )Dana Desa Penawar Inflasi
Inflasi desa lazim dicatat lebih tinggi daripada inflasi di kota. Meskipun penarikan data tak bergeser, ternyata ada masanya inflasi desa lebih rendah daripada kota. Pada 2015, kala dana desa mulai mengucur, inflasi kota 3,35 %, sedangkan di desa masih 5,8 %. Setahun berikutnya, inflasi desa turun menjadi 4,56 %, sedangkan di kota hanya turun menjadi 3,02 %. Akhirnya, pada 2017, inflasi desa turun hingga di bawah kota, yaitu 2,76 % di desa dibandingkan 3,61 % di kota. Sayang, data inflasi terpilah wilayah desa dan kota tak lagi diproduksi. Namun, strategi penawar inflasi lewat dana desa itu penting direproduksi, bahkan mendesak mengembangkan strategi baru pengendalian dan mitigasi dampak inflasi desa. Pengendalian inflasi yang langsung dirasakan secara riil membutuhkan kehadiran negara di lapangan.
Desa menduduki posisi strategis karena kepala desa beserta perangkatnya berinteraksi dengan warga sepanjang waktu. Apalagi, sebanyak 74.961 desa sejatinya mencakup 91 % wilayah pemerintahan terbawah, sedangkan 9 % selebihnya berupa pemerintahan kelurahan. Kebijakan anti inflasi desa sebenarnya menyelamatkan daya beli 71 % penduduk Indonesia yang kini tinggal di desa. Mesin inovasi desa bersumber dari dana desa. Pada 2015-2021, tersalur dana desa Rp 400 triliun, ditambah tahun ini Rp 68 triliun. Berakumulasi dengan alokasi dana desa dari pemerintah kabupaten, berikut bantuan keuangan pemda, nilai keseluruhan APBDes melonjak dari Rp 24 triliun pada 2014 menjadi Rp 118 triliun pada 2022 atau rata-rata APBDes setiap desa berlipat empat kali dari Rp 324 juta menjadi Rp 1,6 miliar. Kapasitas dana desa sebagai penawar inflasi bersumber dari pemanfaatannya membangun infrastruktur ekonomi. (Yoga)
Lonjakan Harga Beras Diantisipasi
Pemerintah menegaskan potensi terjadinya lonjakan harga beras telah diantisipasi. Hal ini merespons kekhawatiran masyarakat terkait harga beras yang mulai merangkak naik sepekan terakhir. Perum Bulog, yang kini memiliki stok 800.000 ton cadangan beras pemerintah, memasifkan operasi pasar. Kepastian ketersediaan beras terus dipantau mengingat potensi dampaknya terhadap inflasi. Kendati tak signifikan, harga beras medium dan premium di tingkat nasional cenderung meningkat. Menurut data Panel Harga Badan Pangan Nasional, harga rata-rata nasional beras medium naik dari Rp 10.990 per kg pada 17 September menjadi Rp 11.000 per kg pada 23 September. Sementara harga beras premium naik dari Rp 12.510 per kg jadi Rp 12.520 per kg.
Sekjen Kemendag Suhanto meminta masyarakat tidak khawatir akan kenaikan harga beras. Terkait program cadangan stabilitas harga pangan, jika harga beras lebih tinggi dari harga eceran tertinggi, Perum Bulog akan turun tangan dan menjual murah kepada masyarakat, dengan selisih harga beras dibayar pemerintah. ”(Saat ini) harganya hanya naik 0,9 % dibandingkan tahun lalu,” ujar Suhanto dalam acara Kinerja 100 Hari Kerja Mendag bersama para pemimpin redaksi media massa, Minggu (25/9). Dalam forum tersebut, Mendag Zulkifli Hasan menyebutkan, perbaikan produksi pangan, termasuk beras, tetap menjadi perhatian utama pemerintah. (Yoga)
Indonesia Jajaki Peluang Ekspor ke Rusia
KKP berupaya memperkuat perdagangan produk perikanan ke Rusia. Pasar ekspor perikanan ke Rusia terbuka lebar. Namun, perluasan pasar ekspor itu masih terkendala minimnya perusahaan yang mengantongi persetujuan ekspor ke Rusia. Sekretaris Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Machmud Sutedja mengemukakan, konflik geopolitik tidak menurunkan kebutuhan impor perikanan Rusia. Negara-negara pemasok utama produk perikanan ke Rusia tidak banyak bergeser. Pada 2021, total produk perikanan yang diimpor oleh Rusia 2,7 miliar USD. Dari jumlah itu, Indonesia baru mengisi 1,15 % kebutuhan impor perikanan Rusia, senilai 31,24 juta USD. Beberapa komoditas utama asal Indonesia yang diekspor ke Rusia ialah udang, hati-telur ikan, dan karagenan rumput laut. ”Produk ekspor yang dapat ditingkatkan ke Rusia adalah udang, karagenan dan agar, cumi-sotong-gurita, hati-telur ikan, tuna-cakalang, dan ikan hias,” kata Machmud saat dihubungi, Minggu (25/9).
Adapun impor produk perikanan Indonesia dari Rusia meliputi ikan kod, salmon-trout, dan rajungan. Pada 2021, nilai impor ikan kod asal Rusia mencapai 19,73 juta USD untuk tujuan reekspor. Neraca perdagangan Indonesia terhadap Rusia untuk perikanan tercatat surplus 8,8 juta USD. Sekjen KKP Antam Novambar mengemukakan, Indonesia meminta kesepakatan penguatan kerja sama perdagangan produk perikanan dua negara bisa dikebut agar bisa ditandatangani di sela-sela kegiatan G20 di Bali pada November 2022. Hal itu disampaikan dalam pertemuan bilateral KKP dengan Badan Federal Perikanan Federasi Rusia (Russian Federal Agency For Fisheries) di sela acara The V Global Fishery Forum & Seafood Expo Russia di Saint Petersburg, Rusia, Jumat (23/9). (Yoga)
RI Bidik Pasar Baru di Afrika Selatan
Indonesia membidik pasar baru di Afrika Selatan untuk sektor peralatan militer, produk makanan olahan, dan pertanian. Menurut Menperinn Agus Gumiwang Kartasasmita, Minggu (25/9) di Jakarta, RI dan Afsel tengah menjajaki preferential trade agreements (PTA) yang bertujuan membuka pasar baru. Investasi Afrika Selatan di Indonesia selama 2021 sebesar 1,46 juta USD. (Yoga)
EKONOMI KERAKYATAN, Angan Petani dan Perajin Pindang Majalengka kepada Puan
”Wong cilik” di Kabupaten Majalengka, Jawa barat, menaruh harapan pada kunjungan Ketua DPR Puan Maharani. Mulai dari petani hingga ibu-ibu perajin pindang. Sebagai pemilik suara, mereka berhak didengar dan dibantu wakilnya di Senayan. Warga memadati gang sempit di depan Kantor Koperasi Randegan Ikan Sejahtera, Desa Randegan Kulon, Kecamatan Jatitujuh, Majalengka, Kamis (22/9). Warga menyambut Puan, cucu Proklamator Presiden Soekarno dengan ikan pindang, kuliner khas puluhan tahun tersebut menjadi salah satu sajian kepada putri Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, itu.
Bagi Ratini (45), juru masak, ikan pindang adalah harta hidupnya. ”Pas krisis moneter banyak yang demo. Jadi, saya pulang kampung,” ucap perempuan lulusan SMP ini. Kehilangan pekerjaan, ia lalu mengikuti usaha orang tua dan warga setempat, yakni menjual ikan pindang. Ratini mulai menjual ikan yang digarami tersebut. Kini, ia mampu menjual 7 kuintal ikan bandeng dan deles, serta 4 kuintal ikan tongkol dalam tiga hari. ”Sehari, saya bisa dapat Rp 600.000. Saya juga sudah beli sepeda motor dan mobil. Orang di sini pada sukses karena dagang pindang,” ujarnya.
Ketua Koperasi Randegan Ikan Sejahtera Maryati mengatakan, usaha pengolahan ikan sudah turun-temurun sebelum 1970-an. Setiap hari, 227 anggota koperasi membutuhkan ikan 6-7 ton. Sayangnya, belum ada gudang pendingin. Itu sebabnya, Maryati berharap, kedatangan Puan Maharani dapat memecahkan masalah penyimpanan ikan. Gudang pendingin juga dapat menjaga harga ikan stabil. Puan kagum dengan usaha ibu-ibu menambah pendapatan keluarga. ”Permodalan di sini sudah tidak terlalu masalah. Pengemasan tadi saya lihat juga bagus. Tapi, tempat penyimpanannya kurang. Nanti saya cari solusinya,” ucapnya diiringi tepuk tangan warga. (Yoga)
Indonesia Akan Banding Jika Kalah Gugatan Larangan Impor Nikel
Mendag Zulkifli Hasan mengatakan Indonesia bakal ajukan banding jika kalah dalam gugatan Uni Eropa (UE) terkait larangan ekspor bijih Nikel UE melayangkan gugatan tersebut ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) lantaran kebijakan larangan ekspor yang diterapkan Indonesia enyebabkan kenaikan harga komoditas turunan nikel di pasar global. Adapun putusan gugatan UE itu saat ini masih menunggu hasil dari diskusi panel. "Nikel tunggu aja panel, keputusan apa baru kita sikapi. Kalau kalah ya banding," kata Zulkifli seperti dikutip dari detik.com pada Senin (26/9). Ia mengatakan keputusan untuk banding itu telah didiskusikan bersama Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia.
Lebih lanjut, Indonesia sendiri masuk dalam keanggotaan WTO. Zulkifli mengatakan larangan seperti itu tidak diperkenankan bagi negara-negara anggota. Di sisi lain, dirinya sempat didatangi Menteri Perdagangan Uni Eropa dan membahas persoalan tersebut. Hanya saja menurutnya Uni Eropa sendiri tidak memiliki kepentingan bisnis apapun menyangkut ekspor bijih nikel. Selain melarang ekspor, menurutnya untuk meningkatkan hilirisasi nikel di Indonesia, ada beberapa alternatif. Salah satunya dengan pengenaan bea keluar. "Untuk hilirisasi itu harga mati bagi kami. Untuk menyelamatkan itu masih banyak jalan menuju Roma. Jadi hilirisasi tidak akan terganggu," tandasnya. (Yoga)
Bunga Kredit Tetap Hingga Akhir Tahun
JAKARTA, ID – Meski suku bunga acuan Bank Indonesia dinaikkan lagi hingga akhir tahun, kalangan perbankan diperkirakan masih mempertahankan tingkat bunga kredit. Langkah ini merupakan respons perbankan akan kuatnya permintaan terhadap kredit seiring dengan membaiknya kondisi fundamental ekonomi nasional. Laju pertumbuhan kredit tahun ini akan mencapai dua digit. Kenaikan suku bunga bukan satu-satunya solusi untuk meningkatkan kinerja perbankan. Apalagi perbankan nasional saat ini masih menikmati net interest margin (NIM) yang cukup tebal, yakni sekitar 4,5-8%. Selama konsumsi masyarakat meningkat, kredit akan bertumbuh. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan pekan lalu, suku bunga kredit Agustus 2022 sebesar 8,94%. Dengan demikian, spread atau selisih antara bunga pinjaman dengan bunga simpanan masih besar. Dengan efisiensi yang semakin baik, NIM yang diterima masih cukup tebal. (Yetede)
Mengenal Islamic Ecosytem, Konsep BSI Menebar Kebermanfaatan
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) sebagai bank syariah terbesar di Indonesia saat ini sedang gencar membangun Islamic Ecosystem dalam negeri. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan Islamic Ecosystem yang sedang dibangun BSI? Islamic Ecosystem mengambil konsep dari 3P yaitu Profit (aspek ekonomi), People (aspek sosial) dan Planet (aspek lingkungan) yang di dalamnya dimasukkan unsur-unsur yang sesuai dengan maqashid syariah. Direktur Utama BSI Hery Gunardi menyampaikan bila konsep syariah yang dituangkan dalam Islamic Ecosystem harus bisa dirasakan oleh semua, tidak hanya masyarakat tapi juga lingkungan dan alam. Hasilnya dapat terlihat dari capaian BSI yang berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja yang signifikan dan berkualitas sepanjang pertengahan tahun ini. Di tengah kondisi perekonomian yang menantang akibat gejolak ekonomi global, pada kuartal II/2022, BSI mampu membukukan laba bersih mencapai Rp2,13 triliun, tumbuh 41,31% year on year (yoy). (Yetede)
BKF Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III Diatas 5,4%
JAKARTA, ID – Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (BKF Kemenkeu) memprediksi pertumbuhan ekonomi kuartal III-2022 di atas kuartal II yang sebesar 5,44%. Itu artinya, dampak kenaikan suku bunga acuan BI-7 Day Repo Rate (BI7DRR) sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 4,25% dan harga bahan bakar minyak (BBM) belum berdampak signifikan terhadap kinerja ekonomi kuartal III. Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro BKF Abdurohman menjelas kan, berbagai indikator ekonomi hingga Agustus 2022 menunjukkan penguatan. Contohnya, indeks manajer pembelian (purchasing managers index/PMI) masih dalam zona ekspansif dengan tren meningkat. PMI adalah indikator kinerja manufaktur suatu negara. Konsumsi masyarakat, kata dia, juga masih kuat, terlihat pada indeks belanja yang dirilis Bank Mandiri, indeks penjualan ritel, dan konsumsi listrik sektor bisnis serta industri. Secara historis, dia menilai, kondisi 2022 mirip tahun 2011. Kala itu, ekonomi Indonesia juga terkerek booming harga komoditas global dalam jangka lama. Keadaan ini biasa disebut commodity supercycle. "Saat itu, suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) rata-rata berada di level 6,5%, dengan suku bunga kredit berkisar 12%. Namun, konsumsi rumah tangga mampu tumbuh 5,1%, investasi tumbuh 8,9%, dan ekonomi tumbuh 6,2%," tegas dia kepada Investor Daily, akhir pekan lalu. (Yetede)
Marak Sentimen, IHSG Diprediksi Melemah Pekan ini
ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan ini diperkirakan kembali mengalami pelemahan pada rentang 7.150 – 7.215. Proyeksi itu sejalan dengan sejumlah sentimen negatif seperti kenaikan tingkat suku bunga the Fed dan tingkat inflasi. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Maximilianus Nico Demus menjelaskan, IHSG pekan ini dikhawatirkan kembali mengalami pelemahan akibat tak kuasa menahan gempuran kenaikan tingkat suku bunga the Fed yang luar biasa. Pasalnya, dalam setiap pertemuan rapat kenaikan tingkat suku bunga, the Fed memutuskan untuk menaikkan setidaknya 75 bps dalam setiap pertemuan, dan ini sudah memasuki pertemuan yang ketiga. “Tidak menutup kemungkinan the Fed akan kembali menaikkan tingkat suku bunga sebanyak 75 bps lagi pada pertemuan berikutnya,” jelas dia kepada Investor Daily, akhir pekan lalu. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









