Ekonomi
( 40512 )Lokapasar Masih Didominasi ”Reseller”
Pelaku UMKM yang berjualan di lokapasar per Juni 2022 telah mencapai 19 juta. Dari jumlah tersebut, hampir 90 % di antaranya merupakan UMKM pedagang atau reseller, baik produk dalam maupun luar negeri. Menjadi ironi karena sebagian besar barang yang dijual merupakan produk impor. Hal ini mengemuka dalam diskusi hibrida bertajuk ”Menilik Peluang Transformasi Digital Sektor UMKM untuk Akselerasi Perekonomian Nasional”, Selasa (27/9) di Jakarta. Diskusi ini diselenggarakan oleh harian Kompas dan Lazada Indonesia. ”Apabila ditelaah lebih dalam, kebanyakan barang yang dijual reseller sebenarnya buatan luar negeri alias impor. Siapa pun (warga) memiliki hak berbisnis di lokapasar. Kami tidak bisa mencegah kemunculan para reseller, tetapi kami dorong agar mereka lebih banyak menjual barang buatan lokal,” ujar Asisten Deputi Pembiayaan dan Investasi UKM Kementerian Koperasi dan UKM Temmy Satya Permana pada forum itu.
Menurut Temmy, Kementerian Koperasi dan UKM bersama Kemendag telah menyepakati perlunya revisi Permendag No 50 Tahun 2020 tentang Ketentuan Perizinan Usaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha Dalam Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE). Kementerian Koperasi dan UKM mengusulkan agar barang yang dijual di lokapasar wajib disertai asal negara produksi. Revisi Permendag No 50/2020 diharapkan mampu melindungi konsumen dan produsen UMKM dalam negeri. Saat revisi selesai, semua produk yang beredar di lokapasar juga diharapkan bersertifikat halal dan memenuhi Standar Nasional Indonesia, selain mencantumkan negara asal produksi. (Yoga)
Likuiditas untuk Pertumbuhan Ekonomi
Likuiditas yang selama ini tersimpan di perbankan kini sudah tersalurkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Hal ini menunjukkan fungsi intermediasi berjalan semakin optimal. Salah satu indikatornya adalah pertumbuhan penyaluran kredit yang lebih tinggi daripada pertumbuhan dana pihak ketiga. Mengutip data BI, penyaluran kredit perbankan pada Agustus 2022 tumbuh 10,62 % secara tahunan. Capaian itu lebih tinggi ketimbang dana pihak ketiga (DPK) Agustus 2022 yang tumbuh 7,77 % secara tahunan. Kepala Eksekutif LPS Lana Soelistianingsih dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (27/9). mengatakan, lebih derasnya pertumbuhan kredit ketimbang pertumbuhan DPK adalah pertanda baik bagi pemulihan ekonomi. Ini artinya likuiditas atau tabungan masyarakat yang saat pandemi disimpan perbankan, kini sudah tersalurkan dalam bentuk kredit untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah mengatakan, fenomena pertumbuhan penyaluran kredit yang lebih tinggi dari pertumbuhan DPK itu merupakan pertanda baik bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pertumbuhan kredit yang cepat menunjukkan bahwa permintaan kredit tengah meningkat. Hal tersebut, menurut Piter, menandakan dunia usaha yang memproduksi barang dan jasa sudah siap kembali ekspansi, lalu membutuhkan permodalan sehingga mengambil kredit perbankan. Pada gilirannya, situasi tersebut diharapkan dapat menciptakan nilai tambah dan mendorong laju pertumbuhan ekonomi. Dengan konsumsi masyarakat yang meningkat, mesin pertumbuhan ekonomi diharapkan bisa berjalan lebih cepat. (Yoga)
Transisi dalam Resesi
Sejarah menunjukkan, resesi global diawali dua gejala : perlambatan global serta kejatuhan perekonomian utama dunia. Sepanjang 2022, ekonomi global melambat dan perekonomian AS, Eropa, serta China merosot. Kekhawatiran akan terjadinya resesi global 2023 menguat. Demikian salah satu kesimpulan studi terbaru Bank Dunia berjudul Is a Global Recession Imminent? Pemicu resesi adalah kenaikan suku bunga serentak di hampir semua negara dengan besaran yang tak pernah terjadi dalam lima dekade terakhir. Di tengah tingginya tingkat utang pemerintah, kebijakan ini akan menimbulkan perlambatan ekonomi yang tak pernah terjadi sejak 1970-an. Mendahului kenaikan suku bunga bank sentral AS, The Fed, sebesar 75 basis poin menjadi 3,25 %, BI menaikkan suku bunga 50 basis poin menjadi 4,25 %.
Kenaikan suku bunga mempunyai dua implikasi utama, yakni kenaikan suku bunga kredit dan peningkatan beban pemerintah membayar utang. Pemerintah di seluruh dunia, termasuk Indonesia, mengalami kenaikan utang secara signifikan akibat pandemi Covid-19. Hingga pertengahan tahun ini, rasio utang Pemerintah Indonesia mencapai 42 % terhadap PDB. Angka ini naik dibandingkan triwulan III-2021 yang masih 36 % dan pada tahun 2011 yang baru mencapai 25 %. Studi Bank Dunia menunjukkan bahwa resesi global kali ini lebih didorong oleh faktor produksi ketimbang factor konsumsi. Oleh karena itu, untuk mencapai stabilitas harga dan kualitas pertumbuhan, Bank Dunia menyarankan semua negara lebih banyak melakukan produksi dan mengurangi konsumsi melalui realokasi sumber daya untuk investasi. Karena itu, diperlukan upaya merelokasi sumber daya yang masih tersedia guna mengoptimalkan pertumbuhan berkualitas yang ditandai dengan berkurangnya kemiskinan dan menurunkan ketimpangan. (Yoga)
Pencarian Destinasi Wisata dengan Kata ”Healing” Melonjak
Aktivitas wisata makin pulih. Berdasarkan temuan mahadata Google Destination Insights sepanjang Juni-Agustus 2022, dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019, minat warganet bepergian ke destinasi dalam dan luar negeri naik 17 %. Analis industri perjalanan di Google Indonesia, Vania Anindiar, dalam diskusi daring menyambut Hari Pariwisata Sedunia 2022, Senin (26/9), mengatakan, pencarian dengan kata ”healing” atau proses pemulihan ke arah sehat lekat dikaitkan dengan aktivitas wisata. Jika dibandingkan 2021, pencarian dengan kata itu di mesin pencari Google sepanjang tahun 2022 naik 500 %. Kata healing, jika ditelaah lebih jauh, diikuti pencarian dengan frasa ”tempat healing”, ”liburan healing”, ”healing di Bogor”, dan ”healing Yogya” di mesin pencari. (Yoga)
Harga Anjlok, Petani dan Pedagang Gayo Buang Tomat
Memasuki panen raya, harga tomat di tingkat petani di daerah Gayo, Kabupaten Bener Meriah, dan Aceh Tengah, Aceh, anjlok. Sebagian tomat tidak terjual sehingga petani dan pedagang membuangnya ke tempat sampah. Ketua Asosiasi Pedagang Sayur Bener Meriah (APSBM) Sabardi, Senin (26/9) di Banda Aceh, mengatakan, saat ini panen raya tiba, sedangkan pedagang tidak mampu menampung semua hasil panen. ”Kami para pedagang bingung mau jual ke mana. Banyak tomat membusuk di gudang,” kata Sabardi. Ia mengatakan, harga tomat di tingkat petani kini Rp 1.000-Rp 1.500 per kg. Padahal, bulan lalu harga masih Rp 2.500-Rp 4.000 per kg. Turunnya harga dipicu panen serentak, dan hasil panen tidak terserap pasar.
Dalam rekaman video yang dikirimkan Sabardi, warga membuang tomat ke dalam bak sampah. Tomat itu dimasukkan ke dalam kotak kayu untuk diangkut ke luar Gayo. Namun, tidak ada permintaan sehingga menumpuk. Menurut Sabardi, dibutuhkan gudang pendingin atau cold storage, sehingga, hasil panen dapat disimpan dan dikeluarkan saat ada permintaan pasar. Anggota Komisi II DPR Aceh, Rijaluddin, mengatakan, pemerintah harusnya menjembatani petani dengan industri yang memakai tomat sebagai bahan baku, misalnya pabrik saus. Dengan demikian, hasil panen dapat ditampung oleh industri. (Yoga)
CAD Stop Operasi, Pil Pahit Korban Net89
Untuk kesekian kalinya, korban robot trading Net89: PT Simbiotik Multitalenta Indonesia (PT SMI) harus menelan pil pahit. Pengembalian investasi lewat konversi ke alat tambang aset kripto yang dipasarkan PT Cipta Aset Digital (CAD) kini menunjukkan gelagat buruk. Tanda ini nampak dari surat elektronik yang dikirimkan CAD ke para anggotanya, akhir pekan lalu. Isinya pemberitahuan penghentian kegiatan mining (penambangan) aset Ethereum (ETH) oleh CAD dan rekannya PT Pengelolaan Uang Digital. Ditemui tim KONTAN di kantor yang juga pabrik tambang CAD, Direktur Utama CAD Budi Sukandi dan Direktur CAD Erwin Indrianto Direktur kompak menyebut sedang mencoba menambang aset kripto lain, yang memiliki profitabilitas cukup baik.
Ultra Dollar Tanda Resesi Global
Tanda resesi yang semakin kuat membuat pesona dollar AS kian berpijar dan menimbulkan fenomena ultra dollar. Ini nampak dari dollar indeks mencapai level tertinggi dalam 20 tahun terakhir. Kemarin posisi dollar indeks ada di 113,55. Posisi dollar AS kian diuntungkan karena ketidakpastian ekonomi global membuat investor bergegas mencari dana yang lebih aman dalam hal ini dollar AS. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan pelemahan ekonomi akan terasa di tahun depan. Bahkan dia menyebut perlambatan ekonomi di beberapa negara sudah terjadi sejak kuartal II. "China, Amerika Serikat, Jerman mengalami koreksi kemudian kita juga lihat Inggris dan negara-negara yang sekarang mengalami koreksi dari sisi pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua. Ini kemungkinan berlanjut di kuartal ketiga ini dan sampai dengan akhir tahun," kata dia. Bahkan Sri melihat pelemahan bisa berlanjut di berbagai negara dan akan semakin dalam. "Sehingga prediksi mengenai pertumbuhan tahun depan termasuk kemungkinan terjadi resesi mulai muncul," kata dia.
Kementerian Investasi Cabut Lebih 2.078 IUP
Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengklaim telah mencabut 2.078 izin usaha pertambangan (IUP) yang tidak beroperasi. Pencabutan IUP dilakukan terhadap pengusaha yang tidak mentaati norma dan kaidah dalam menjalankan bisnis.
Dari jumlah itu, sebanyak 700 perusahaan telah melayangkan keberatannya atas pencabutan tersebut. Sebanyak 23 dari 700 perusahaan, telah selesai dilakukan pengecekan. Sedangkan 90 perusahaan lainnya, dinyatakan lolos dan sudah dipulihkan izin usahanya.
"Kami sudah melakukan proses di mana 213 perusahaan (dari 700) awal kami melakukan pengecekan atas keberatan. Pada tahap pertama itu perusahaan yang dinyatakan lolos 83 dan 90 izin, sudah kami pulihkan," kata Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi, Senin (26/9).
Terseret Pelemahan Rupiah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,71% ke posisi 7.127,50 pada akhir perdagangan Senin (26/9). Indeks saham melemah seiring pelemahan nilai tukar rupiah. Hari ini, pergerakan IHSG masih akan dibayangi pergerakan mata uang Garuda. Analis Sinarmas Sekuritas Mayang Anggita menganalisa, secara teknikal IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan menuju MA60 di 7.030. Hitungan Mayang, IHSG bahkan bisa menyentuh level support terendah sebelumnya di 7.015. "Pelemahan ini merupakan koreksi wajar, mengingat IHSG telah rally sejak pertengahan Juli lalu," tutur dia, kemarin.
Imbal Hasil Reksadana Pasar Uang Kian Mengembang
Keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan 50 basis poin (bps) menjadi angin segar bagi reksadana pasar uang. Reksadana ini diperkirakan bisa menghasilkan imbal hasil lebih tinggi.
Head of Fixed Income Avrist Asset Management Zaki Aulia menyebutkan, tren kenaikan bunga ini akan menyeret bunga deposito dan obligasi. Efeknya imbal hasil reksadana pasar uang meningkat. "Ke depan kami memilih memperbesar penempatan dana di obligasi korporasi pasar uang dengan rating minimal AA-," kata dia, kemarin.
Avrist menargetkan imbal hasil reksadana pasar uang bisa di atas 3% pada akhir 2022. Di tahun depan, Zaki memperkirakan reksadana pasar uang bisa memberikan imbal hasil 3,25%-3,5%.
Head of Fixed Income Trimegah Asset Management Darma Yudha bahkan menyebut tahun depan imbal hasil reksadana pasar uang akan lebih baik dibandingkan tahun ini, karena kenaikan suku bunga BI. Per Kamis (22/9), reksadana pasar uang Trimegah, yakni TRIM Kas 2, memberikan imbal hasil 2,54%. Darma bilang ada potensi kenaikan return 1% sampai akhir 2022.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









