;
Kategori

Ekonomi

( 40512 )

Waskita Suntik Trans Jabar Tol Rp 90,78 Miliar

30 Sep 2022

PT Waskita Karya (Persero) Tbk melalui anak usahanya, PT Waskita Toll Road (WTR), menyuntikkan modal Rp 90,78 miliar ke PT Trans Jabar Tol, anak usaha WTR, yang mengelola Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi. ”Transaksi ini merupakan transaksi afiliasi karena WTR  sebagai anak usaha perseroan dengan kepemilikan 92,10 %,” demikian penjelasan manajemen Waskita. Kamis (29/9). (Yoga)

Laba BTPN Triwulan II-2022 Tumbuh Tipis

30 Sep 2022

Laba bersih PT BTPN Tbk triwulan II-2022 sebesar Rp 1,67 triliun, tumbuh 2 % dibandingkan periode yang sama pada 2021 yang sebesar Rp 1,64 triliun. Penyaluran kredit BTPN triwulan II-2022 tumbuh 10 % secara tahunan menjadi Rp 149,25 triliun. Direktur Utama BTPN Henoch Munandar, Kamis (29/9/), menjelaskan, seiring pemulihan ekonomi, permintaan kredit turut meningkat. (Yoga)

Harga BBM Naik, Jumlah Penumpang Transjakarta Naik 10 Persen

30 Sep 2022

Kenaikan harga BBM mulai menarik warga beralih menggunakan angkutan umum dari kendaraan pribadi. Operator angkutan umum di Jakarta mencatat ada kenaikan jumlah penumpang. Transjakarta mengklaim terjadi kenaikan penumpang 10 % dan MRT Jakarta  mencatatkan kenaikan pengguna 3,8 %. Hal ini diungkapkan Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan PT Transportasi Jakarta Anang Rizkani Noor serta Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta (Perseroda) Muhammad Effendi, Kamis (29/9). (Yoga)

Strategi Hadapi Pasar yang Kian Berat

30 Sep 2022

Kenaikan inflasi, harga BBM dan keputusan BI menaikkan suku bunga acuan menjadi 4,25 %, yang akan diikuti kenaikan suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR), mulai memicu kegelisahan konsumen. Kegelisahan konsumen, khususnya masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah, itu terkait upaya menjangkau rumah. Syahril (33), karyawan swasta di Jakarta, menuturkan, rentetan kenaikan tersebut bakal sangat membebani dirinya yang sedang mengangsur pembelian rumah tapak nonsubsidi di salah satu bank nasional. ”Apabila terjadi kenaikan suku bunga acuan BI, bunga KPR bakal mengikuti. Sementara kesejahteraan profesi saya kurang mengimbangi kenaikan bunga KPR,” tutur Syahril, Rabu (28/9). ”Bank tempat saya mengambil KPR hanya memberikan dua tahun bunga KPR tetap. Setelah itu, bunga KPR floating,” ujarnya.

Vice President Consumer Loans Group PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Ayu Pertiwi mengemukakan, keputusan BI menaikkan suku bunga acuan biasanya akan diikuti oleh perbankan. Pada bulan Oktober 2022, Bank Mandiri berencana melakukan koreksi suku bunga kredit, tetapi tetap akan ada penawaran spesial suku bunga kredit bagi nasabah. ”(Suku bunga) KPR itu ada hitungan bisnis, tetapi kami juga berkomitmen membantu masyarakat untuk bisa memiliki rumah sendiri,” katanya dalam diskusi ”Kelola Rencana Keuangan ala Milenial untuk Miliki Properti”, Kamis (29/9). Ayu menambahkan, mayoritas transaksi rumah saat ini adalah untuk rumah tinggal (end user) dengan harga unit rata-rata di bawah Rp 1 miliar. Konsumen tidak perlu menahan diri untuk membeli properti sesuai kebutuhan, mengingat harga pasar cenderung terus naik.

Managing Director Synthesis Huis Aldo Daniel mengemukakan, generasi milenial kini mendominasi pasar perumahan sehingga produk hunian yang ditawarkan kini menyasar kebutuhan dan gaya hidup milenial yang praktis. Proyek Synthesis Huis di Jakarta Timur, di antaranya mengusung desain rumah kecil tiga lantai pada luas lahan 60-70 meter, konsep lingkungan hijau, dan daur ulang air hujan. ”Rumah compact lebih mudah diurus dan dibersihkan,” katanya. Aldo menambahkan, fleksibilitas pembayaran dan diskon harga rumah masih menjadi jurus pengembang untuk menarik minat pasar, baik untuk rumah tinggal maupun investasi. Meskipun generasi milenial memiliki banyak pilihan investasi, pemenuhan rumah merupakan kebutuhan dasar. (Yoga)


Lampu Kuning Risiko Kreditor

30 Sep 2022

Soal rencana  penyaluran kredit, bank dan  multifinance perlu waspada.  Sebab, kenaikan  suku bunga acuan yang merembet ke bunga kredit, bakal  memengaruhi profil risiko kredit  para debitur. Potensi kenaikan risiko kredit  di perbankan dan  multifinance itu tergambar dari  kajian  PT Pefindo Biro Kredit (IdScore)  yang dirilis, Kamis (29/9). Kendati jumlah debitur berisiko tinggi menurun  beberapa bulan belakangan, kehati-hatian dalam pemberian kredit tetap harus ditingkatkan karena indikasi kenaikan  risiko mulai terlihat. Dirut  IdScore Yoha-nes Arts Abimanyu mengatakan, secara umum tren penurunan debitur berisiko tinggi (high risk) dan berisiko sangat tinggi  (very high risk) sejalan dengan  pemulihan ekonomi nasional pascapandemi Covid-19. “Berdasarkan data kami, ada  perbaikan profil risiko di semua  segmen sejak Maret 2022. Artinya, banyak debitur yang pulih  setelah pandemi mereda. Namun,  lembaga keuangan tetap perlu  berhati-hati, karena ada indikasi kenaikan kembali pada Juli  2022,” ujarnya, Kamis (29/9). (Yoga)


Menakar Kenaikan Bunga Acuan BI

29 Sep 2022

Pengetatan kebijakan moneter yang ditempuh BI ini merupakan yang kedua kalinya setelah BI mempertahankan bunga acuan rendah sejak awal pandemi Covid-19 dan menaikkannya sebesar 25 basis poin (bps) pada Agustus lalu. Secara teoretis, utak-atik bunga acuan adalah cara utama bank sentral memodulasi sektor moneter domestik. BI sebagai otoritas moneter memiliki tujuan tunggal mencapai kestabilan nilai tukar rupiah. Kestabilan nilai rupiah tercermin pada dua dimensi, yaitu inflasi dan nilai tukar. Seiring dorongan tingginya harga energi dan pangan global, serta potensi dampak penyesuaian harga BBM di dalam negeri, inflasi Indonesia tahun 2022 dapat melebihi batas atas sasaran yang ditetapkan. BI berkepentingan meredam inflasi yang pada Agustus 2022 tercatat 4,69 % (year-on-year/yoy), dengan inflasi inti 3,04 % (yoy).

Kenaikan BI-7DRR kali ini pun dapat dipandang sebagai langkah tepat dalam upaya pengendalian inflasi. Berbeda dengan respons pasar ekuitas AS yang cenderung negatif dalam menanggapi kebijakan hawkish The Fed, IHSG tercatat menguat 30 bps ke level 7.218 saat penutupan pasar pada hari yang sama Gubernur BI mengumumkan kenaikan BI-7DRR menjadi 4,25 %. Dinamika ini dapat dibaca sebagai kepercayaan pasar terhadap langkah BI dalam mengendalikan inflasi. Kebijakan BI ini terbilang responsif dan terukur, bukan reaktif. BI sempat menahan kenaikan bunga acuan pada awal tekanan inflasi di Indonesia akibat gangguan sisi suplai. Reaksi positif pasar tak lepas dari makroekonomi Indonesia yang masih kuat. Dibandingkan negara lainnya, Indonesia berhasil menjaga laju pemulihan ekonomi dan mengelola dampak gejolak global. (Yoga)


OJK Atur Bunga Pinjaman Industri Teknologi Finansial

29 Sep 2022

OJK mengatur penerapan pemberian bunga pada industri teknologi finansial pinjaman antar pihak. Pemberian bunga maksimal 0,4 % per hari hanya diberikan pada pinjaman multiguna atau konsumtif dengan jangka waktu pendek, sedangkan bunga pinjaman produktif dibatasi 12-24 % per tahun. Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) OJK Ogi Prastomiyono mengatakan, saat ini memang ada kesepakatan dengan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mengenai batas maksimal pemberian bunga pinjaman 0,4 % per hari. Namun, OJK menilai pemberian besaran bunga itu harus disesuaikan dengan peruntukan pinjamannya. Menurut Ogi, besaran bunga pinjaman 0,4 % per hari itu hanya untuk pinjaman multiguna atau konsumtif dengan tenor pengembalian jangka waktu pendek, yakni di bawah 30 hari. ”Tidak ada pinjaman multiguna atau konsumtif dengan tenor panjang, misalnya 1 tahun, yang kemudian dikenakan bunga 0,4 % per hari atau menjadi 146 % per tahun,” ujarnya, Rabu (28/9) di Jakarta. (Yoga)


Pariwisata Berkelanjutan Jangan Sekadar Tren Sesaat

29 Sep 2022

Manajemen pariwisata berkelanjutan dapat diterapkan untuk Indonesia yang mayoritas destinasi wisatanya mengandalkan alam sebagai daya tarik utama. Namun, penerapan konsep pengelolaan seperti itu sering kali terjebak dalam tren semata. Pariwisata berkelanjutan adalah pariwisata yang memperhitungkan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan saat ini dan masa depan. Pemerintah harus tegas mendorong pelaku industri menerapkan manajemen pariwisata berkelanjutan. Kalau dari sisi konsumen, riset dari Booking.com menunjukkan sudah banyak wisatawan peduli kelestarian lingkungan,” kata pendiri dan CEO Wise Steps Consulting Mochamad Nalendra dalam webinar ”Rethinking Tourism: Transitioning Into a Greener Tourism”, Rabu (28/9) di Jakarta. Nalendra menuturkan, di Indonesia, pengembangan industri pariwisata dilakukan oleh multisektor pemerintahan dari pusat sampai daerah. Ini menjadi tantangan utama penerapan pariwisata berkelanjutan. Sebab, ada potensi tiap instansi pemerintahan memiliki cara pandang berbeda.

Solusi mengatasi tantangan itu, lanjut Nalendra, adalah membuat organisasi khusus di daerah destinasi yang khusus menangani implementasi pariwisata berkelanjutan. Ia mencontohkan Kabupaten Wakatobi, Sulteng. Pemerintah kabupaten ini membuat organisasi atau satuan tugas manajemen pariwisata berkelanjutan yang bertugas mengorganisasi peran antar dinas. Di kabupaten itu juga telah mengeluarkan kebijakan pelarangan penggunaan plastik. Satuan tugas mengawasi pelaksanaan kebijakan tersebut. Menurut  Co-Founder dan CEO Bobobox Indra Gunawan, tantangan utama penerapan pariwisata berkelanjutan, yaitu kesadaran masyarakat. Edukasi pentingnya pariwisata berkelanjutan perlu ditingkatkan, meskipun sudah banyak kelompok pelaku pariwisata dan organisasi masyarakat sipil turut menyuarakan. (Yoga)


Pabrik Biogas Terkompresi Dibangun di Sumut

29 Sep 2022

Pabrik biogas terkompresi terbesar di Asia dibangun di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Menurut Direktur Bioenergi Kementerian ESDM Edi Wibowo, saat peletakan batu pertama pabrik biogas terkompresi PT United Kingdom Indonesia Plantations, di Langkat, Rabu (28/9) pabrik itu merupakan satu dari 25 pabrik yang akan dibangun di Sumut hingga 2024. ( Yoga)

Rem Inflasi & Hadapi Resesi: Turunkan Harga BBM

29 Sep 2022

Harga bahan bakar minyak (BBM) berpeluang turun seiring penurunan harga minyak mentah. Pemerintah sebaiknya memanfaatkan peluang ini untuk menahan potensi lonjakan inflasi dan menghadapi resesi, bukan sekadar menghemat anggaran. Hingga pukul 23.00 WIB, kemarin (28/9), harga minyak WTI berada di posisi US$ 81, 89 per barel. Harga ini sudah turun sekitar 33% dari posisi US$ 122,42 per barel yang tercapai pada 8 Juni 2022. Nah, penurunan harga BBM ini bisa menjadi cara mujarab meredam inflasi yang diproyeksikan tembus di atas 6% . Maklum, rata-rata biaya energi warga Indonesia, termasuk belanja BBM, mencapai 15% dari total pengeluaran per bulan. Oleh karena itu, Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai, seharusnya pemerintah bisa menurunkan harga BBM, bahkan ke level sebelum kenaikan 3 September 2022. Penurunan harga BBM ini bisa menjadi penahan laju inflasi serta menjaga daya beli masyarakat, terutama saat menghadapi resesi ekonomi global.