;
Kategori

Ekonomi

( 40512 )

Pasok Kebutuhan Industri, IKM Komponen Otomatif Harus Tingkatkan Kualitas

27 Sep 2022

JAKARTA, ID – Industri Kecil Menengah (IKM) Komponen otomotif diharapkan dapat meningkatkan kualitasnya agar bisa memasok kebutuhan otomotif di dalam negeri. Salah satu saluran yang dapat digunakan IKM adalah melalui original equipment manufacturer atau OEM. Dalam industri otomotif, barang atau produk OEM biasa disuplai ke APM (Agen Pemegang Merek), seperti Toyota, Honda, Daihatsu, Isuzu, dan BMW. General Manager PT Astra Honda Motor (AHM) Setyo Budi Anang Yuliarto mengatakan, terdapat berbagai keuntungan bila IKM berhasil menjadi supplier OEM. Keuntungan itu seperti continuous order jangka panjang lebih terjamin, kepastian dalam pembayaran (term of payment/top), pengakuan kompetensi IKM, peluang menjadi bagian dari supply chain perusahaan besar, dan level yang lebih tinggi dengan pemenuhan quality, cost, delivery (QCD). Dia memaparkan, setidaknya ada enam kunci sukses untuk IKM dapat menjadi supplier OEM dan juga memperluas akses pasar. Pertama adalah IKM harus memiliki pabrik yang bersih, tertata rapi, dan dilengkapi dashboard control. IKM harus mau merubah image dan bertransformasi agar menarik bagi calon pelanggan, terutama pelaku industri besar. (Yetede)

Program Konversi Kompor Harus Persetujuan DPR

27 Sep 2022

JAKARTA, ID – Rencana Pemerintah melakukan konversi kompor LPG ke kompor listrik sebaiknya dilakukan setelah melalui kajian mendalam. Program konversi ini pun harus mendapat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Pasalnya salah satu sasaran konversi merupakan masyarakat tidak mampu dengan daya listrik 450 volt ampere (VA) dan 900 VA. Wakil Ketua Komisi VII DPR Eddy Suparno mengatakan program konversi membutuhkan pembahasan detil dan komprehensif. Menurutnya konversi kompor merupakan kebijakan energi. "Untuk launcing resmi perlu ada pembahasan dengan kami di DPR," kata Eddy kepada Investor Daily di Jakarta, Senin (26/9). Eddy mengapresiasi langkah Pemerintah yang menunda penerapan konversi pada tahun ini. Dia pun mendukung program uji coba yang sedang berlangsung di Denpasar dan Bali. Dengan uji coba tersebut maka dapat dievaluasi seperti apa permasalahan operasional yang dihadapi. Kemudian sejauh mana target penghematan yang didapat. "Kami mendukung uji coba untuk mengetahui respon dini masyarakat," ujarnya. (Yetede)

Permintaan Meningkat, Bank Gencar Salurkan Kredit Korporasi

27 Sep 2022

JAKARTA, ID – Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit korporasi per Agustus 2022 mencapai Rp 3.158,4 triliun atau meningkat 11,5% secara tahunan (year on year/yoy). Sejumlah bankir pun menilai saat ini adalah momentum untuk meningkatkan penyaluran kredit korporasi. Direktur PT Bank CIMB Niaga Rusly Johannes mengatakan, banyak perusahaan korporasi yang meminta pendanaan lebih awal keperbankan. Hal ini juga didorong oleh suku bunga kredit perbankan yang belum naik, sehingga korporasi akan melakukan pinjaman kredit ke perbankan. “Kalau melihat di bank-bank lain juga ini momentum yang bagus untuk korporasi. Pada Agustus lalu, kredit korporasi kami tumbuh double digit 12-13% sesuai market,” ungkap Rusly di Jakarta, Minggu (26/9). Sektor dari kredit korporasi yang menjadi fokus CIMB Niaga adalah yang tahan dari dampak Covid-19, seperti fast moving consumer goods (FMCG), farmasi atau kesehatan, makanan ritel yang masih aman. Sedangkan, pertambangan dan nikel merupakan kesempatan karena sedang booming. “Tambang, nikel itu hanya kesempatan. Kalau yang fokus kami itu yang resilient dari Covid,”
ujar dia. (Yetede)

India Berupaya Menjadi Raksasa Produsen Chip

27 Sep 2022

Bersama negara lain seperti AS, India telah berupaya menjalin aliansi strategis seputar semikonduktor, sebuah perangkat penting yang digunakan di banyak perangkat mulai smartphone hingga lemari es. Bahkan pemerintah India telah mengambil langkah membawa produksi chip kedalam negerinya dan memberikan insentif bagi industri tersebut. "Saya pikir India memiliki peran penting untuk dimainkan," ujar Pranay Kotashane, Ketua program geopolitik teknologi tinggi di Takhasila Institute kepada CNBC. India sendiri tidak berada dalam gabungan negara-negara terkemuka untuk semikonduktor, karena itu tidak banyak perusahaan raksasa chip di India dan perusahaan manufaktur terdepan. Meski India belum memiliki perusahaan semikonduktor, pemerintahan PM Narendra Modi telah meluncurkan upaya memikat raksasa perusahaan asing. Salah satunya Desember lalu India menyetujui rencana pemberian insentif US$ 10 miliar untuk industri semi konduktor. Neil Shah dari konsultan teknologi Counterpoint Research berkata, "Kekuatan India adalah pasar konsumsi domestik yang besar dalam hal semikonduktor, menjadi ekonomi berpenduduk terbesar ke dua dunia. Rencana insentif akan membantu, selain itu India memiliki banyak teknisi yang mahir berbahasa Inggris dan tenaga kerja murah sehingga hemat biaya", (Yoga)

Seret Investor Surat Utang

27 Sep 2022

JAKARTA-Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan terjadi penurunan minat investor asing terhadap surat utang negara (SBN). Hal ini tercermin dari derasnya aliran keluar modal dari pasar obligasi partai besar tersebut. Kondisi itu, menurut Sri Mulyani, terjadi akibat sikap bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve, yang kian ketat menaikkan suku bunga acuan. "Bond holder asing terhadap surat berharga Indonesia mengalami penurunan," kata Sri Mulyani saat konferensi pers secara virtual, Senin, 26 September 2022. Berdasar catatan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan kepemilikan di SBN senilai total Rp161,75 triliun. Angka ini telah melampaui total pelepasan kepemilikan asing SBN sepanjang tahun lalu, yang hanya Rp143,69 triliun. Kinerja surat utang berharga tersebut turun dibanding kinerja tahun lalu. Rata-rata penawaran  yang masuk dalam lelang SBN sepanjang 2021 mencapai Rp 56,77 triliun. Pemerintah memenangkan rata-rata Rp18,97 triliun dalam setiap lelang. (Yetede)

Risiko di Balik Kinerja Utang APBN

27 Sep 2022

JAKARTA- Pemerintah berupaya menjaga tingkat utang tetap rendah sepanjang tahun ini. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menuturkan, untuk mencapai hal itu, pembiayaan APBN diklaim akan dilakukan dengan hati-hati, fleksibel, dan sesuai dengan kebutuhan. Hingga Agustus 2022, realisasi utang yang telah ditarik sebesar Rp331,2 triliun atau 35,1% dari target yang ditetapkan. Realisasi tersebut turun 40,1% dibandingkan dengan tingkat utang  diperiode yang sama tahun lalu. "Rincian pembiayaan terdiri atas realisasi surat utang negara (SBN) neto sebesar Rp317,3 triliun dan pinjaman neto sebesar Rp 13,8 triliun," ujarnya  kemarin. Ditengah peningkatan risiko gejolak ekonomi global, kata Sri Mulyani, pemerintah telah melakukan penyesuaian target SBN, menyesuaikan target SBN valas dengan mempertimbangkan kondisi kas pemerintah dan dinamika pasar keuangan, hingga memperbesar porsi SBN ritel sebagai upaya berkelanjutan meningkatkan partisipasi investor domestik. "Seluruh penarikan pinjaman program yang fleksibel juga disesuaikan dengan kondisi pemenuhan pembiayaan pemerintah," katanya. (Yetede)

Was-Was Bunga Tinggi Ancam Daya Beli dan Ekonomi

26 Sep 2022

Hantaman konsumsi rumah tangga bertambah. Merespon efek gulir kenaikan inflasi akibat kenaikan bahan bakar minyak (BBM), Bank Indonesia (BI) mengerek lagi suku bunga acuan 50 basis poin (bps) dalam Rapat Dewan Gubernur BI minggu lalu. Ini artinya dalam dua bulan terakhir, bunga sudah naik 75 bps. Menjadi semakin tertekan, lantaran kenaikan bunga diprediksi akan berlanjut, seiring kenaikan suku bunga Amerika Serikat, menyusul global. Bunga tinggi akan menyulut inflasi bunga kredit. Tak pelak, ini akan menambah beban masyarakat yang terlanjur mengambil kredit saat pandemi. Beban lonjakan bunga terhadap angsuran ini bisa menggerus daya beli masyarakat khususnya pekerja kelas menengah bawah yang miskin sentuhan bantuan sosial. Tekanan kian keras karena inflasi barang dan jasa sebagai akibat kenaikan harga BBM belum berhenti. Sampai akhir Agustus inflasi tahunan diprediksi 4,69%, sedang September naik 1,1% secara bulanan. Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad meminta pemerintah segera mengendalikan inflasi pangan agar daya beli masyarakat tidak makin tertekan. Perpanjangan insentif UMKM juga harus diberikan terkait restrukturisasi kredit UMKM.

Proyeksi Inflasi September 2022 Mencapai 1,1%

26 Sep 2022

Bank Indonesia (BI) memperkirakan, inflasi pada September 2022 sebesar 1,10% month on month (mom). Proyeksi ini berdasarkan Survei Pemantauan Harga yang dilakukan BI hingga pekan keempat September 2022. Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangannya, tertulis Jumat (23/9) menyebut komoditas utama penyumbang inflasi September 2022 sampai minggu ketiga adalah komoditas bahan bakar minyak dan tarif angkutan dalam kota.

Jalan Lapang BRIS & BBTN Pompa Modal

26 Sep 2022

Penguatan modal atau capital adequacy ratio (CAR) saat ini menjadi fokus dua entitas bank besar negara, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. dan PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. Kedua bank itu sudah mendapat restu untuk menambah modal. Bank Syariah Indonesia (BRIS), misalnya mendapat persetujuan dari pemegang sahamnya untuk menerbitkan sebanyak-banyak 6 miliar saham baru. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar padan Jumat (23/9), BRIS berencana menggunakan dana dari aksi rights issue itu guna mendu­kung pengembangan bisnis ke depan. Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan bahwa dana tambahan dari rights issue itu nantinya untuk mendukung ekspansi BSI secara organik yakni melalui penyaluran pembiayaan murah dan kompetitif bagi masyarakat. “Penguatan permodalan ini tentunya akan dimanfaatkan BSI untuk mengembangkan bisnis sehingga dapat memberikan profitabilitas yang optimal bagi pemegang saham,” ujarnya, pekan lalu. Pemegang saham BSI saat ini terdiri dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. sebesar 50,83%, lalu PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. se­banyak 24,85%, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. sebesar 17,25%. Sejauh ini, belum dapat dikonfirmasi mengenai minat ketiga pemegang saham BSI itu dalam menyerap rights issue. Jika pemegang saham tidak mengambil haknya, kepemilikannya akan terdilusi.


PELABUHAN KONTAINER : JALUR KILAT PELINDO BERKIPRAH DI LEVEL GLOBAL

26 Sep 2022

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) menyiapkan subholding PT Pelindo Terminal Petikemas sebagai operator terminal kontainer kelas dunia yang siap berkiprah di level global. Ibarat petinju yang tengah menyiapkan otot-ototnya sebelum berlaga di ring, PT Pelindo Terminal Petikemas tengah berancang-ancang menjadi pemain internasional sekitar 2 tahun mendatang. Untuk mencapai tahap tersebut, “otot-otot” subholding dari PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) yang menguasai 95% terminal peti kemas dari Sabang hingga Merauke itu diperkuat dengan cara melakukan standardisasi level pelayanan di semua terminal. Tidak heran jika semua terminal dipacu untuk melakukan transformasi. “Tahapan pertama 1 tahun sampai 2 tahun, kami berbenah diri. Kami olahraga dahulu biar otot kuat,” ujar Direktur Utama PT Pelindo Terminal Petikemas M. Adji kepada tim Jelajah Pelabuhan 2022 di Pelindo Tower, Jumat (23/9). Dia mengatakan bahwa subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) sangat seksi. Selain mengelola 95% terminal peti kemas di Indonesia, dia menyatakan volume barang juga gila-gilaan. Tahun lalu, volume secara konsolidasi di semua terminal SPTP mencapai 16,7 juta TEUs. Pada tahun ini, satu BUMN pelabuhan berharap bisa menaikkan volume barang yang ditangani SPTP menjadi 17,2 juta TEUs. Pelaksana harian (Plh) Head Terminal Petikemas Jayapura, Bani Sahara mengatakan bahwa Terminal Petikemas Jayapura melakukan pembenahan yang digeber sejak semester II/2021 mengikuti standardisasi berbagai pelabuhan yang bernaung di bawah payung SPTP.