Tak Lekas Berbangga Diri dan Jaga Utang Kunci RI Selamat dari Resesi
Sri Mulyani menyoroti pertumbuhan ekonomi sejumlah negara mulai
melambat pada kuartal II 2022. Seperti AS, Jerman, China, hingga Inggris.
"Tren pelemahan terlihat mulai kuartal II 2022 di beberapa negara dan akan
lebih dalam kuartal III dan kuartal IV 2022, sehingga prediksi pertumbuhan
ekonomi tahun ini dan tahun depan, termasuk kemungkinan resesi mulai
muncul," jelas Sri Mulyani.
Kendati demikian, ia masih percaya ekonomi RI
baik-baik saja. Pasalnya, PDB RI tumbuh 5,44 % pada kuartal II 2022 atau lebih
tinggi dari kuartal I 2022 yang sebesar 5,01 %. "Indonesia juga
sampai semester I 2022 ini level dari PDB sudah 7,1 % di atas level sebelum
terjadi pandemi," terang Sri Mulyani.
Ekonom Bank Permata Josua Pardede sepakat dengan Sri Mulyani. Menurut dia, ekonomi RI masih sehat sampai sekarang, kenaikan suku bunga acuan BI juga tak agresif seperti bank sentral di negara lain. "Resesi itu kemungkinan di negara-negara maju, contohnya AS karena menaikkan suku bunga acuan yang agresif, jadi risiko resesi paling besar," tutur Josua. BI sendiri, baru menaikkan suku bunga acuan total 75 basis poin sejak Januari sampai September 2022. Realisasi ini berbeda dengan bank sentral AS yang sudah mengerek suku bunga acuan hingga ratusan %.
"Kesimpulannya kalau dilihat Indonesia masih jauh dari potensi resesi," jelas Josua. Selain itu, utang luar negeri (ULN) Indonesia masih terkendali sampai sekarang, bahkan turun dari US$ 403,6 miliar menjadi US$ 400,4 miliar pada Juli 2022. Kendati begitu, ia mengingatkan pemerintah dan swasta untuk tetap berhati-hati mengelola utang. Apalagi jika berutang dengan denominasi dolar AS. Saat ini, mata uang Negeri Paman Sam semakin moncer di tengah kenaikan bunga acuan The Fed. Ketika dolar AS menguat, maka rupiah otomatis tertekan. Itu berarti biaya utang luar negeri yang harus dibayar oleh pemerintah dan swasta juga semakin mahal. (Yoga)
Postingan Terkait
Anggaran 2025 Terancam Membengkak
Potensi Lonjakan Rasio Utang perlu Diwaspadai
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Bank Masih Dilema Menurunkan Bunga Kredit
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023