BKF Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III Diatas 5,4%
JAKARTA, ID – Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (BKF Kemenkeu) memprediksi pertumbuhan ekonomi kuartal III-2022 di atas kuartal II yang sebesar 5,44%. Itu artinya, dampak kenaikan suku bunga acuan BI-7 Day Repo Rate (BI7DRR) sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 4,25% dan harga bahan bakar minyak (BBM) belum berdampak signifikan terhadap kinerja ekonomi kuartal III. Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro BKF Abdurohman menjelas kan, berbagai indikator ekonomi hingga Agustus 2022 menunjukkan penguatan. Contohnya, indeks manajer pembelian (purchasing managers index/PMI) masih dalam zona ekspansif dengan tren meningkat. PMI adalah indikator kinerja manufaktur suatu negara. Konsumsi masyarakat, kata dia, juga masih kuat, terlihat pada indeks belanja yang dirilis Bank Mandiri, indeks penjualan ritel, dan konsumsi listrik sektor bisnis serta industri. Secara historis, dia menilai, kondisi 2022 mirip tahun 2011. Kala itu, ekonomi Indonesia juga terkerek booming harga komoditas global dalam jangka lama. Keadaan ini biasa disebut commodity supercycle. "Saat itu, suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) rata-rata berada di level 6,5%, dengan suku bunga kredit berkisar 12%. Namun, konsumsi rumah tangga mampu tumbuh 5,1%, investasi tumbuh 8,9%, dan ekonomi tumbuh 6,2%," tegas dia kepada Investor Daily, akhir pekan lalu. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023