Ekonomi
( 40789 )Biden Lepas 15 Juta Barel Cadangan Minyak
Presiden AS Joe Biden berencana mengumumkan pelepasan cadangan minyak strategis negaranya sebesar 15 juta barel, Rabu (19/10). Pemerintah AS juga membuka kemungkinan melepas lebih banyak cadangan minyak strategisnya jika harga energi terus melonjak. Menurut pejabat senior AS yang tak mau disebut namanya, Selasa (18/10), pelepasan ini adalah yang terakhir dari total 185 juta barel yang dilepas AS sejak kenaikan harga minyak akibat invasi Rusia ke Ukraina. (Yoga)
Pasar Nontradisional Punya Potensi Besar
Badai resesi ekonomi dinilai sulit diprediksi. Untuk mengatasi perlambatan ekonomi dunia, Indonesia akan fokus menggarap pasar-pasar ekspor nontradisional. Akses perdagangan dengan negara-negara mitra terus didorong melalui perjanjian perdagangan internasional. Presiden RI Jokowi mengemukakan, di tengah resesi global, ekonomi Indonesia masih tumbuh 5,44 % pada triwulan II-2022. Indonesia tergolong negara dengan pertumbuhan ekonomi paling tinggi di antara negara-negara G20 dan negara lain. Selama Januari-September 2022, surplus neraca perdagangan 39,87 miliar USD yang menjadikan surplus perdagangan berturut-turut selama 29 bulan. Adapun kenaikan inflasi Agustus 2022 sebesar 4,6 % dinilai masih bisa dikendalikan. Pada triwulan II-2022, tingkat inflasi naik 5,9 % akibat lonjakan harga BBM. ”Negara kita harus tetap optimistis, tetapi memang harus tetap waspada dan hati-hati karena badai sulit dihitung, sulit diprediksi, sulit dikalkulasi akan menyebar sampai ke mana, dan imbasnya ke kita seperti apa,” kata Presiden Jokowi dalam pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) di ICEBSD City, Tangerang, Banten, Rabu (19/10).
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menambahkan, guna mendukung pertumbuhan ekspor, Indonesia terus membuka akses pasar dengan negara-negara mitra melalui perjanjian perdagangan internasional. Pasar nontradisional memiliki potensi besar untuk digarap, antara lain negara-negara di Afrika dengan penduduk 1 miliar orang, serta Asia Selatan, seperti India, Pakistan, dan Bangladesh, dengan jumlah penduduk 1,5 miliar orang, serta Asia Tengah dan Timur Tengah. ”Untuk mengatasi perlambatan ekonomi dunia, kami akan fokus menggarap pasar nontradisional,” ujar Zulkifli. Upaya menggarap pasar nontradisional antara lain dengan penandatanganan perjanjian kemitraan ekonomi secara komprehensif antara Indonesia dan Uni Emirat Arab (IUAE CEPA) pada Juli 2022 yang diharapkan sudah diratifikasi DPR sebelum 17 November 2022. Selain itu, pengesahan undang-undang perjanjian perdagangan Indonesia-Korea yang sudah diratifikasi DPR. Misi dagang Indonesia ke India pada 21-22 Agustus 2022 yang menghasilkan 22 kesepakatan dagang senilai 3,2 miliar USD untuk komoditas kertas, sawit, dan batubara. Juga misi dagang ke Qatar pada 9-10 Oktober 2022 yang mencatat potensi transaksi Rp 100 miliar dengan mengajak pelaku UMKM). (Yoga)
Bursa Pariwisata Garuda Targetkan Rp 30 Miliar
Ajang Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) 2022 pada 28-30 Oktober 2022 diharapkan menghasilkan transaksi hingga Rp 30 miliar. ”Lewat GATF ini, kami siap menerbangkan masyarakat ke destinasi wisata. Ini upaya membantu ekonomi negara, terutama sektor pariwisata yang sempat terpuruk ketika pandemi,” ujar Direktur Layanan dan Niaga Garuda Indonesia Ade Susardi, Rabu (19/10) di Jakarta. Garuda memberikan potongan harga tiket hingga 80 %. (Yoga)
Teknologi Tepat Guna Dukung Ekonomi Daerah
Penerapan teknologi tepat guna dapat meningkatkan produktivitas warga sehingga turut mendukung pemulihan ekonomi daerah pascapandemi Covid-19. Teknologi itu dapat diterapkan di berbagai bidang. Namun, dibutuhkan peran berbagai pihak untuk memastikan inovasi itu dapat berlanjut. ”Penggunaan alat (teknologi tepat guna) itu meningkatkan produktivitas sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Teknologi ini jadi variabel penting untuk produktivitas warga desa,” ujar Menteri Desa PDTT, Abdul Halim Iskandar saat membuka Gelar Teknologi Tepat Guna Nusantara (TTGN) XXIII di Kabupaten Cirebon, Jabar, Rabu (19/10). Acara itu didukung harian Kompas.
Kegiatan yang berlangsung hingga Jumat (21/10) ini menghadirkan puluhan inovasi teknologi tepat guna (TTG) dari berbagai provinsi. TTG merupakan teknologi yang sesuai kebutuhan masyarakat, dapat dimanfaatkan dan dipelihara dengan mudah dan mandiri, tidak merusak lingkungan, serta menghasilkan nilai tambah ekonomi. Teknologi ini juga tidak menghabiskan modal besar. Mesin penepung dan pencacah serba guna karya Heri Irawan dan Yuli Sunaryo dari Lampung, misalnya, membantu petani mengolah hasil panen. Dengan mesin itu, petani bisa menjual jagung pipilnya sekitar Rp 9.000 per kg. Sebelum itu, harga jagungnya hanya Rp 6.000 per kg. ”Kami berharap semua (teknologi) ini memberi manfaat untuk percepatan pemulihan ekonomi. Semuanya berawal dari desa. Ini membangun dari pinggiran sesuai misi Pak Presiden (Joko Widodo),” ujar Halim. (Yoga)
Waspada Gelombang PHK Massal
RESESI ekonomi global yang kian hari kian merangsek ke dalam negeri harus diantisipasi sedini mungkin. Pemerintah jangan terbuai puja-puji IMF, seperti diklaim Presiden Jokowi, bahwa Indonesia akan menjadi titik terang ekonomi dunia. Data BPS menyebutkan nilai ekspor Indonesia turun dari US$ 27,86 miliar pada Agustus menjadi US$ 24,8 miliar pada September 2022 yang membuat sejumlah industri melakukan PHK pegawainya. Di Jabar, sejak awal tahun hingga September 2022 sudah 87 perusahaan yang memberhentikan 43.567 orang pekerjanya. Mayoritas adalah perusahaan padat karya, seperti tekstil, garmen, dan alas kaki. Persoalan bertambah pelik karena penurunan volume ekspor menimpa komoditas-komoditas unggulan Indonesia. Ekspor minyak sawit, anjlok 29,1 %; ekspor besi dan baja turun 6 %; serta ekspor tekstil dan pakaian rajutan, industri yang mempekerjakan banyak orang, merosot 30 %. Pemerintah harus secepatnya mengantisipasi dampak resesi global yang merembes ke dalam negeri ini. Untuk menjaga permintaan ekspor dan menyelamatkan jutaan tenaga kerja, pemerintah mesti kreatif menciptakan pasar-pasar baru. Berkutat pada pasar lama di Asia Timur, Uni Eropa, dan AS akan membuat Indonesia rawan guncangan.
Kesadaran akan perlunya memperluas pasar ekspor ke wilayah lain, misalnya Asia Selatan, Timur Tengah, Eropa Timur, ataupun Afrika, sesungguhnya tak hanya muncul kali ini. Setiap kali ada gangguan ekspor, setiap kali itu pula tekad dicanangkan. Namun, begitu ancaman berlalu, tidak banyak perubahan yang terjadi. Pasar ekspor Indonesia kembali berkutat pada pasar-pasar tradisional. Memasuki 2021, pasar baru yang tercipta hanyalah Vietnam. Selain melakukan diversifikasi pasar ekspor, pemerintah harus segera melindungi pasar domestik dari serbuan produk tekstil dan garmen impor. Produk-produk murah dicurigai masuk secara illegal, mesti dikendalikan agar produk lokal bisa bersaing. Pasar domestik adalah penyelamat, mengingat stabilnya konsumsi rumah tangga. Jika konsumsi rumah tangga tersedot ke barang-barang impor, industri dalam negeri akan makin terpukul. Gelombang PHK pun kian sulit dibendung. Perlindungan bagi pekerja di masa resesi ini perlu disiapkan dengan matang. Contohnya, program Kartu Prakerja yang dinilai belum tepat sasaran lantaran bukan hanya masyarakat yang terkena PHK yang bisa mendaftar. Di samping itu, sertifikat dari program pelatihan belum tentu bisa digunakan untuk mendapatkan pekerjaan baru. (Yoga)
Dilema Utang Luar Negeri
Utang luar negeri pemerintah pada Juli 2022, menurut BI, sebanyak US$ 185,6 miliar atau Rp 2.765 triliun dengan kurs Rp 14.900 per dolar AS. Adapun utang luar negeri swasta pada waktu yang sama tercatat US$ 206,3 miliar atau Rp 3.073 triliun. Jadi, total utang luar negeri Indonesia pada akhir Juli, US$ 400,4 miliar. Tanpa penambahan utang baru, angka tersebut akan mendadak bertambah jika nilai tukar rupiah terjun bebas. Dengan nilai tukar sekitar Rp 15.300 per dolar AS saat ini, total utang luar negeri naik Rp 83 triliun, dan makin membengkak jika rupiah terus melemah melewati batas psikologis Rp 15.500 per dolar AS. Bagi pemerintah ataupun swasta, karena pelemahan rupiah meningkatkan nominal rupiah utang luar negeri. Risikonya, penerimaan negara, baik. Bunga dan tagihan kredit-kredit berdenominasi dolar dari lembaga keuangan global akan membutuhkan rupiah lebih banyak, meskipun tanpa penambahan utang dolar baru. Risikonya, margin keuntungan perusahaan akan menipis atau bahkan tergerus habis.
Biasanya dunia usaha akan melakukan hedging atau lindung nilai dengan mengoleksi aset-aset keuangan berdenominasi dolar atau mata uang lain sebagai aset cadangan. Namun jumlahnya mungkin tak banyak karena dunia usaha pun mengalami tekanan ekonomi luar biasa di ranah domestik dalam dua tahun terakhir. Apalagi upah minimum regional (UMR) sebentar lagi kemungkinan besar akan naik. Artinya, dunia usaha tidak bisa terlalu banyak mengamankan asetnya ke dalam mata uang dolar karena kebutuhan pembayaran dalam negeri bertambah. Jika pun lindung nilai tetap dilakukan, langkah itu agak berisiko di tingkat makro karena makin melemahkan rupiah. Makin banyak pelaku dunia usaha yang memindahkan asetnya ke mata uang dolar dan safe haven (instrumen keuangan yang nilainya diharapkan bertahan di tengah penurunan ekonomi), tekanan jual mata uang rupiah akan makin tinggi. Artinya, permintaan terhadap dolar akan makin kuat, yang berarti rupiah akan oversupply dan nilainya makin tergerus. Ujung-ujungnya, devisa akan makin berkurang. (Yoga)
Tingkat Kemiskinan dan IPM Jateng Membaik Signifikan
Sejumlah indikator utama perekonomian dan pembangunan Provinsi Jateng mengalami perbaikan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Angka kemiskinan yang pada Maret 2013 berada di level 14,56%, turun lebih dari 3,5% poin menjadi 10,93% pada Maret 2022. Sedangkan angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2021 naik menjadi 72,16 dari tahun 2010 di 66,08. Pencapaian lain adalah realisasi investasi pada 2021 yang tercatat Rp 52,71 triliun, meningkat Rp 2,47 triliun atau 4,92% dibanding tahun sebelumnya.
Penanaman modal asing (PMA) bahkan mengalami kenaikan 9% menjadi Rp 21,40 triliun dari 2020 di Rp 19,64 triliun. Sedang realisasi investasi selama semester I-2022 tercatat Rp 27,31 triliun, separuh lebih dari total realisasi investasi 2021. Selain itu, investasi di Jawa Tengah pada 2021 meliputii sebanyak 21.325 proyek, yang terdiri atas 3.141 proyek PMA dan 18.184 proyek penanaman modal dalam negeri (PMDN). Proyek-proyek itu mampu menyerap tenaga kerja hingga mencapai 216.473 orang yang terdiri atas 130.204 orang pada proyek PMA dan 86.269 orang pada proyek PMDN. Terkait investasi, Pemprov Jateng menyabet titel terbaik pertama pada ajang anugerah layanan investasi (ALI) 2022.. (Yoga)
Satu-persatu CEO AS Proyeksikan Ekonomi Suram
Satu persatu CEO di AS menyampaikan prospek ekonomi ke depan bakalan suram. Pendiri Amazon Jeff Bezos menjadi yang terbaru pada Rabu (19/10) mengingatkan tentang kondisi ekonomi. Bezos mewaspadai masa-masa lebih berat ke depan. Mantan presiden dan CEO raksasa ritel online itu menegaskan pendapat CEO Goldman Sachs David Solomon sehari sebelumnya kepada CNBC. “Betul sekali, kemungkinan yang dihadapi perekonomian sekarang mengisyaratkan kita untuk bersiap cari selamat,” kata Bezos. Solomon sebelumnya mengatakan ini saatnya para pemimpin korporat dan para investor memahami bahwa risiko-risiko terus meningkat. Ia meminta semuanya bersiap menghadapinya. Walaupun Goldman Sachs dalam laporan keuangan terbarunya mencatatkan perolehan laba kuartalan yang melebihi estimasi Wall Street, Solomon mengatakan resesi sudah di depan mata.
Ia mengatakan, ekonomi AS terus dihantam inflasi tinggi. Lebih dari itu, The Federal Reserve (The Fed) berusaha memerangi inflasi dengan menaikkan suku bunga secara agresif. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi melambat dan akan memicu resesi jika periodenya panjang. “Saya kira volatilitas ke depan bertambah. Tidak berarti sudah pasti ekonomi akan menghadapi situasi yang sangat sulit. Tapi peluang terjadinya resesi di AS cukup besar,” ujar Solomon. The Fed pada September 2022 memperkirakan ekonomi tumbuh hanya 0,2% I 2022 dan bangkit di 2023. Tapi PDB AS kontraksi di kuartal pertama dan kedua tahun ini, yang sebenarnya secara teknikal sudah memenuhi definisi resesi. Sebelumnya CEO JP Morgan Chase Jamie Dimon juga mengingatkan masa-masa sulit ke depan. Situasi saat ini, kata dia, luar biasa serius dan AS dapat jatuh ke dalam resesi enam bulan ke depan. (Yoga)
Hongkong Anggarkan US$ 3,8 Miliar untuk Tarik Talenta dan Investasi Asing
CEO Hong Kong John Lee, Rabu (19/10) mengatakan, pihaknya menganggarkan dana HK$ 30 miliar atau US$ 3,8 miliar untuk menarik talenta dan investasi asing. Hong Kong berusaha mengembalikan daya tariknya sebagai pusat finansial dunia di Asia karena sepanjang pandemi Covid-19 kehilangan ribuan penduduk. “Kami akan meluncurkan skema masuk bagi talenta papan atas untuk memburu kariernya di Hong Kong. Karena selama dua tahun terakhir, angkatan kerja lokal berkurang sekitar 140.000. Selain aktif membina dan mempertahankan talenta-talenta lokal, pemerintah juga akan proaktif menarik talenta-talenta dunia,” tutur Lee, seperti dikutip CNBC.
Ia menyebutkan, mereka yang berpenghasilan US$ 318.000 per tahun dan lulusan 100 universitas terbaik dunia dengan pengalaman kerja tiga tahun dalam lima tahun terakhir, mendapatkan izin tinggal dua tahun untuk menjelajah peluang karier di Hong Kong. Orang asing yang masuk Hong Kong berdasarkan skema itu, membeli tempat tinggal, dan menjadi penduduk permanen akan bisa mengajukan pengembalian bea materai dan bea materai hunian baru untuk properti pertama. Lee juga mengumumkan langkah-langkah untuk memperkuat daya saing Hong Kong sebagai pusat keuangan dunia. Termasuk mempermudah perusahaan untuk listing di Bursa Hong Kong. Otoritas Bursa Hong Kong akan merevisi aturan listing untuk papan utama pada tahun depan. Untuk memfasilitasi penggalangan dana oleh perusahaan-perusahaan teknologi canggih yang belum untung dan memenuhi syarat perdagangan saham. (Yoga)
PT Chandra Asri Petrochemical Olahraga Sampah Plastik Jadi BBM
PT Chandra Asri Petrochemical Tbk berkomitmen menerapkan penerapan circular economy dalam pengolahan sampah dalam bentuk peningkatan sistem pengumpulan dan pemilahan sampah melalui Industri Pengelolaan Sampah Terpadu Atasi Sampah, Kelola Mandiri (IPST ASARI) di Cilegon. Melalui IPST Asari, sampah plastik dapat diproses menjadi BBM. Legal, External Affairs & Circular Economy Director PT Chandra Asri Petrochemical Tbk Edi Rivai menyampaikan, sejak beroperasi pada akhir tahun 2018, IPST Asari telah mengelola lebih dari 14.000 kg sampah plastik dan mendistribusikan BBM Plas sebagai bentuk manfaat yang diterima oleh para masyarakat, yang telah menyetorkan sampahnya kepada IPST Asari. “BBM Plas tersebut digunakan oleh masyarakat untuk keperluan sehari-hari, seperti memasak, pergi melaut, dan lainnya,” ucap dia di Cilegon, Banten, Rabu (19/10). IPST Asari memiliki cakupan pengumpulan sampah plastik rumah tangga hingga satu kelurahan dengan kapasitas delapan ton sampah plastik per bulan.
Lebih dari 2.800 masyarakat mengumpulkan sampah plastiknya, di mana sampah plastik bernilai tinggi dijual ke industri daur ulang, yang bernilai rendah akan diproses menjadi bahan bakar melalui sistem pirolisis. Edi menerangkan, pilot project tersebut juga mereka kembangkan dengan kolaborasi bersama nelayan dan warga pesisir di sekitar Pabrik Chandra Asri melalui program Sagara. “Melalui kerja sama dengan Bank Sampah Digital (BSD), kami mengedukasi warga di wilayah Anyer untuk memilah sampah dari rumah masing-masing dan ditukarkan menjadi tabungan untuk keperluan mereka,” ujar dia. Edi berharap pihaknya mendapat dukungan insentif dari pemerintah, baik fiskal maupun teknis dari lembaga riset industri, yang dapat mendukung upaya IPST ASARI mandiri secara komersial, maupun secara teknis. Saat ini, ada banyak tantangan-tantangan teknis dan komersial seperti tingginya biaya operasional, dukungan teknis dari kepakaran bahan bakar minyak, dan lain-lain yang sangat dibutuhkan oleh IPST ASARI untuk terus bertumbuh secara mandiri. Government Relations & Circular Economy Manager PT Chandra Asri Petrochemical Tbk Donny Adolf menambahkan, pihaknya berinvestasi sebesar Rp 400 juta dalam menjalankan IPST Asari dengan TKDN 100%. Melalui IPST Asari, mereka dapat menghasilkan 80 liter bbm dengan Ron 45-50 dari 100 kg sampah dan mampu berproduksi 8-10 jam.. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









