;
Kategori

Ekonomi

( 40512 )

Strategi Raup Cuan dari Saham Bank

17 Oct 2022

Saham-saham perbankan masih terus terkoreksi di tengah tren bearish Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun sejumlah analis tetap merekomendasikan investor memanfaatkan koreksi harga ini untuk mulai mengakumulasi alias mencicil beli saham bank-bank besar. Para analis memproyeksikan, fundamental bank-bank besar akan semakin membaik. Bahkan, perolehan laba bersih emiten bank sepanjang tahun 2022 ini diprediksi bakal mencatatkan capaian tertinggi sepanjang masa atau all time high. Namun jangan agresif, beli secara mencicil dalam jumlah kecil terlebih dahulu. Ingat, masih ada potensi kenaikan suku bunga The Fed yang berpotensi memberikan penurunan pada harga saham. Suria Darma, Direktur Samuel Sekuritas, memperkirakan, laba bersih empat bank besar kemungkinan akan mencetak kenaikan tertinggi sepanjang masa tahun ini. Keempat saham bank itu terdiri dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Founder & Chief Executive Officer Emtrade Ellen May merekomendasikan investor mulai mencicil beli saham-saham bank besar. Menurutnya, prospek ke depan akan bagus terutama bank dengan likuiditas besar. Apalagi laba bersih empat bank besar tersebut juga masih baik meski pertumbuhan ekonomi Indonesia tengah melambat.

Bersama Memperkuat Investor Ritel

17 Oct 2022

Dalam beberapa tahun terakhir terjadi pertumbuhan jumlah investor ritel yang luar biasa di Indonesia. Berbagai faktor seperti pandemi Covid-19 memang membuat kebiasaan masyarakat berubah. Di sisi lain, perkembangan teknologi semakin melaju. Perubahan itu terlihat pada perpindahan cara pandang masyarakat dari kecenderungan menabung menjadi berinvestasi. Hal ini pun didukung kemudahan teknologi. Transaksi investor ritel yang semakin banyak menjadi pendukung pasar modal Indonesia. Akan tetapi, meskipun investor di pasar saham sudah mencapai 10 juta orang, pemahaman tentang investasi ternyata masih belum merata. Belajar bersama dengan komunitas dapat membantu meningkatkan literasi para investor ritel. ”Di Mandiri Sekuritas, para investor didominasi usia generasi milenial dan gen Z yang menempati 81 %. Kami selalu menekankan agar investor mengedepankan perencanaan keuangan. Maka, diperlukan juga literasi dan waktu yang tidak sebentar. Semakin mereka lebih dini berinvestasi, semakin dapat memberikan return yang lebih besar,” kata Direktur Mandiri Sekuritas Theodora Manik pada webinar Capital Market Summit and Expo 2022, Sabtu (15/10).

Melonjaknya investor ritel dicermati CEO Mirae Asset Sekuritas Indonesia Tae Yong Shim. Ia mengatakan, ”Ada tiga kategori alasan yang besar, yaitu situasi makro, sosial, dan perubahan struktural.  Selama pandemi orang terkurung, memiliki uang lebih banyak sehingga mulai melirik ke pasar saham. Mereka merasa suku bunga yang semakin turun ini adalah kombinasi tepat untuk masuk ke pasar saham,” ujar Shim. Ia menambahkan, ”Orang juga lebih banyak menghabiskan waktu melihat ke media sosial seperti Instagram dan Youtube dan menemukan banyak orang kaya baru yang memperlihatkan hasil dari bitcoin atau dari saham sehingga banyak orang yang ikut.” ”Selain itu, sudah ada kesadaran meningkat untuk masuk ke pasar saham agar dapat melawan inflasi juga mempersiapkan pensiun,” ujarnya. Perubahan tersebut ditangkap oleh perusahaan sekuritas yang juga ikut berbenah. Pembukaan rekening saham hanya memerlukan dana Rp 100.000. Selain itu, aplikasi sekuritas juga semakin mudah diakses. Adapun pendiri Komunitas Saham Pemula, Frisca Devi, menuturkan, komunitasnya sering mengingatkan para anggota bahwa investasi saham bukanlah cara pintas untuk menjadi kaya raya. Investasi merupakan sebuah proses panjang yang memerlukan proses belajar, bukan sekadar mendapatkan cuan. (Yoga)


”Omnibus Law” di Sektor Keuangan Perlu Dicermati

17 Oct 2022

RUU tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan atau RUU P2SK yang berformat omnibus law akan mengamandemen 15 UU di sektor keuangan. Mengingat pentingnya peran sektor keuangan dalam perekonomian nasional, sekaligus keluasan dampaknya bagi masyarakat, kini amat penting untuk memastikan RUU P2SK disusun melalui proses yang berjalan baik dan berkualitas. RUU P2SK disepakati sebagai usulan DPR dalam Rapat Paripurna DPR pada 20 September 2022. Kini, dalam waktu maksimal 60 hari, pemerintah harus menyusun dan menyiapkan daftar inventarisasi masalah (DIM) sebagai bahan pembahasan RUU tersebut pada proses legislasi. Ruang lingkup pengaturan ekosistem keuangan dalam RUU P2SK antara lain meliputi perbankan; pasar modal, pasar uang, dan pasar valuta asing; perasuransian; asuransi usaha bersama; program penjaminan polis; usaha jasa pembiayaan; usaha modal ventura; dana pensiun; kegiatan usaha simpan pinjam oleh koperasi; lembaga keuangan mikro; dan konglomerasi keuangan.

Dengan struktur baru ini, tugas OJK bertambah dengan pengawasan kegiatan usaha koperasi serta pengawasan kegiatan usaha ITSK, termasuk bisnis aset kripto. Tugas pengawasan usaha aset kripto ini tak hanya jadi tambahan tugas bagi OJK, tetapi juga bagi BI. Salah satu perubahan yang dipandang krusial dalam RUU P2SK juga terkait proses pemilihan calon pemimpin lembaga sektor keuangan. Proses pencalonan dan seleksi anggota Dewan Komisioner OJK yang selama ini dilakukan pemerintah melalui panitia seleksi yang dipimpin menteri keuangan, dalam RUU ini dialihkan ke panitia seleksi yang dibentuk oleh DPR. Menkeu Sri Mulyani mengharapkan RUU P2SK yang tengah disusun ini dapat menjadi fondasi bagi reformasi sektor keuangan. Sementara itu, Direktur Eksekutif Segara Institute Piter Abdullah Redjalam berpendapat, perkembangan zaman kini memang menuntut amendemen sejumlah UU sektor keuangan. Namun, proses penyusunannya perlu dipastikan dalam koridor aturan yang tepat dan melibatkan banyak pihak. Kendati demikian, Piter pun menyoroti dibukanya kemungkinan campur tangan politik dalam penentuan calon pimpinan otoritas keuangan, seperti BI dan OJK. (Yoga)


MANUVER IPO BLIBLI

17 Oct 2022

Kasak-kusuk rencana go public Blibli kini terjawab sudah. Pada kuartal IV/2022, Grup Djarum bakal memboyong PT Global Digital Niaga Tbk. atau Blibli untuk menggelar initial public offering atau IPO dengan target dana maksimal Rp8,17 triliun. Mayoritas dana yang diraih akan digunakan untuk membayar utang. Aksi IPO dieksekusi setelah Blibli mengumumkan pembentukan ekosistem Blibli Tiket yang merupakan hasil kolaborasi dengan PT Global Tiket Network atau Tiket.com, dan PT Supra Boga Lestari Tbk. (RANC) yang merupakan pengelola Ranch Market pada akhir pekan lalu. VP Public Relations Blibli Yolanda Nainggolan menjelaskan Blibli Tiket merupakan kampanye penyatuan ekosistem omnichannel Blibli bersama entitas anak Tiket.com, dam Ranch Market. “Ekosistem omnichannel Blibli Tiket memberikan kemudahan dan nilai tambah bagi para pelanggan, serta menyediakan layanan yang lebih lengkap, bermanfaat dan terintegrasi dari tiap channel dan platform di dalam ekosistem,” kata Yolanda kepada Bisnis, Jumat (14/10). Dalam prospektus yang diperoleh Bisnis, PT Global Digital Niaga Tbk. atau Blibli bakal menerbitkan sebanyak-banyaknya 17,77 miliar saham dengan nilai nominal Rp250 per saham dalam IPO. Jumlah itu setara dengan 15% dari modal ditempatkan dan disetor setelah penawaran umum saham perdana. Saham perdana Blibli dibanderol dengan rentang Rp410 hingga Rp460 per saham. Dengan demikian, Blibli berpotensi menggalang dana Rp7,28 triliun hingga Rp8,17 triliun dari IPO.

Harapan Baru Industri Asuransi

17 Oct 2022

Industri asuransi terus menjadi sorotan publik gara-gara banyaknya persoalan yang merugikan pemegang polis. Dari kasus gagal bayar polis dan megakorupsi asuransi Jiwasraya, gagal bayar polis dan tindak pidana penggelapan asuransi Kresna Life, hingga ramai-ramai keluhan nasabah soal produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unit link karena tak mendapat manfaat sebagaimana yang dijanjikan para agen. Kehadiran Lembaga Penjamin Polis (LPP) pun membawa harapan baru bagi konsumen ataupun pelaku industri asuransi. Terlebih, RUU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (PPSK) atau omnibus law sektor keuangan juga berfokus menciptakan tata kelola industri asuransi yang lebih sehat di semua lini.

Jaminan yang diberikan diharapkan dapat mendorong minat dan kepercayaan masyarakat untuk sukarela menggunakan jasa asuransi serta pilihan produknya, baik asuransi jiwa maupun asuransi umum. Ketua Umum Asosiasi Broker Asuransi dan Reasuransi Indonesia, Kapler Marpaung, mengungkapkan LPP akan menjaga kelangsungan usaha industri asuransi sekaligus memastikan aspek perlindungan konsumen senantiasa terjaga. "LPP akan menjadi bagian dari pembenahan industri asuransi," kata dia, akhir pekan lalu. Sebagaimana diketahui, industri asuransi senantiasa tumbuh pesat. Pada Agustus 2022, total pendapatan premi asuransi jiwa mencapai Rp 106,77 triliun, sedangkan asuransi umum sebesar Rp 26,52 triliun. Jaminan premi yang diberikan LPP diprediksi mengerek kinerja industri asuransi menjadi lebih berkembang. (Yoga)


Krisis Pupuk dan Iklim Turunkan Produksi Pangan 2023

17 Oct 2022

Kenaikan harga pupuk dan anomali iklim diperkirakan menurunkan produktivitas pangan pada tahun depan. Sekjen Aliansi Petani Indonesia, Muhammad Nuruddin, mengatakan, saat ini petani masih cukup terbantu oleh keberadaan pupuk bersubsidi. Pupuk NPK bersubsidi, misalnya, kini berada di harga Rp 135-140 ribu per sak. Hanya, ia khawatir kuota pupuk bersubsidi tersebut tidak mencukupi kebutuhan petani secara keseluruhan. "Kalau ke depan kuotanya masih 9 juta ton, dengan luas panen 13 juta hektare, itu hanya cukup untuk padi dan jagung. Tidak cukup untuk pangan-pangan lain, terutama perkebunan," ujar dia kepada Tempo, akhir pekan lalu. Nuruddin mengatakan kebutuhan pupuk petani berdasarkan catatan tahun-tahun sebelumnya mencapai 23 juta ton. Lantaran kuota pupuk bersubsidi yang disiapkan pemerintah belum mencukupi kebutuhan, Nuruddin mengatakan pilihan petani hanya dua: membeli pupuk non-subsidi atau mengurangi penggunaan pupuk kimia. Ia menuturkan selisih harga pupuk non-subsidi dengan pupuk bersubsidi cukup jauh. Berdasarkan catatannya, harga pupuk NPK non-subsidi bisa mencapai Rp 600-800 ribu per sak.

“Petani memilih memperbanyak pupuk dasar dan pupuk kandang untuk kebutuhan unsur makrohara. Pupuk yang lain mungkin tidak terbeli, kecuali kalau ada pupuk produk swasta yang harganya sama dengan pupuk bersubsidi," kata Nuruddin. Padahal, kata dia, penggunaan pupuk cukup berpengaruh terhadap produktivitas tanaman. Pupuk NPK, misalnya, diperlukan untuk pertumbuhan bulir padi dan buah-buahan. Apabila pemupukan tidak optimal, produksi padi dapat anjlok 20-30 %. Persoalan pupuk itu pun bisa makin rumit dengan adanya anomali iklim. Musababnya, pemupukan juga perlu memperhatikan iklim. Nuruddin mengatakan pemberian pupuk harus tepat waktu, tepat dosis, dan berimbang. "Kalau curah hujan tinggi dan kena air, jadi tidak optimal, harus disertai supervisi penyuluh kalau pemerintah mau mengamankan produktivitas," ujarnya. Selain itu, kemarau basah mengganggu produktivitas lantaran kerap memunculkan banjir hingga ledakan jumlah hama dan penyakit di berbagai daerah. Ia berharap pemerintah bisa mengantisipasi hambatan-hambatan ini dengan memastikan kuota dan distribusi pupuk bersubsidi sesuai dengan kebutuhan. (Yoga)


Ekspansi Setelah Salim Masuk

17 Oct 2022

Masuknya Grup Salim diperkirakan memuluskan rencana ekspansi PT Bumi Resources Tbk. Di antaranya pengembangan energi terbarukan. Suntikan dana dari investor baru bakal dipakai Bumi Resources untuk melunasi utang. Setelah melunasi kewajiban tersebut, Sekretaris Perusahaan Bumi Resources, Dileep Srivastava, menuturkan BUMI bakal berfokus mengembangkan bisnis yang sudah berjalan sekaligus berekspansi. "Dengan kerja sama ini, BUMI bisa mengejar pelaksanaan proyek-proyek penghiliran batu bara serta diversifikasi bisnis non-batu bara ke depan," ujarnya, kemarin. Salah satu sasaran perusahaan adalah pengembangan energi terbarukan. Grup Salim masuk ke Bumi Resources lewat Mach Energy (Singapore) Pte Ltd (MPEL). Perusahaan tersebut akan menyerap saham yang dilepas emiten berkode BUMI itu lewat penambahan modal tanpa hak memesan efek lebih dulu.

Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham luar biasa pada Selasa, 11 Oktober lalu, BUMI akan menerbitkan 200 miliar lembar saham yang setara dengan 58,17 persen dari modal disetor perseroan setelah pelaksanaan private placement. Harganya senilai Rp 120 per lembar saham. Sebanyak 170 miliar lembar saham akan diserap oleh Mach Energy (Hong Kong) Limited. Perusahaan ini dimiliki oleh PT Bakrie Capital Indonesia dan MPEL masing-masing 42,5 persen. Sementara itu, sebanyak 30 miliar lembar saham lainnya bakal menjadi milik Treasure Global Investments Limited, yang hampir 84 persen sahamnya dimiliki MPEL Lewat aksi korporasi yang bakal digelar pada 18 Oktober mendatang, BUMI bisa meraup dana segar hingga Rp 24 triliun atau setara dengan US$ 1,6 miliar, dengan nilai tukar rupiah 15 ribu per dolar Amerika Serikat. "Dana tersebut akan digunakan untuk melunasi utang Tranche A, Tranche B, Tranche C, dan CVR (contingent value rights)," ujar Dileep.  (Yoga)


Dirut BRI Tegaskan Komitmen Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional di Tengah Ancaman Resesi Global

17 Oct 2022

PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk tegaskan komitmen untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah ancaman resesi global. Hal tersebut diungkapkan Dirut BRI Sunarso pada acara Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2022. Sunarso mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi tersebut dapat dicapai melalui fokus kepada driver pertumbuhan domestik dengan cara mendorong UMKM yang dapat mendorong penciptaan lapangan kerja. “Disinilah BRI yang core business-nya UMKM harus lebih berperan aktif, karena 97% lapangan pekerjaan di Indonesia berasal dari UMKM,” imbuhnya. BRI optimistis apabila kredit tetap tumbuh secara selektif, maka akan memberikan dampak positif terhadap ketahanan ekonomi nasional. “Dalam konteks ini saya tetap mengatakan tetap tumbuh, artinya apa? Upaya kita menekan inflasi itu penting, tetapi akan lebih baik lagi kalau kita bisa menekan inflasi dan tetap menumbuhkan perekonomian kita sehingga tidak terjadi stagflasi dan tidak terjadi tambahan unemployment,” urai Sunarso. Kendati demikian, menurutnya BRI masih optimistis dapat menjaga kinerja positif yang berkelanjutan. “Maka, untuk tumbuh syaratnya ada tiga,” ujar Sunarso. Pertama sumber pertumbuhannya jelas dan dipersiapkan untuk saat ini dan jangka panjang.

Sebagai sumber pertumbuhan baru, BRI sudah masuk ke segmen ultra mikro melalui Holding Ultra Mikro yang resmi hadir sejak September 2021 bersama PT Pegadaian PT Permodalan Nasional Madani (PNM) atas inisiasi Kementerian BUMN. Kedua adanya kecukupan modal. Sunarso menyebut Capital Adequacy Ratio (CAR) atau rasio kecukupan modal yang dimiliki BRI mencapai 25%. “Cukup untuk tumbuh selama 4 tahun ke depan, maka labanya berapa pun, tidak ada alasan untuk menahan laba menjadi modal. Jadi layak dibagikan, karena itu cukup,” kata Sunarso menegaskan. Ketiga adalah likuiditas. Saat ini, papar Sunarso, rasio LDR nasional berada di level 82%, namun masih terdapat tantangan dari sisi likuiditas. Di sisi lain, untuk menghadapi situasi ekonomi yang melambat karena tantangan-tantangan yang akan dihadapi pihaknya pun telah memetakan kondisi melalui empat matriks yang menjadi dasar antisipasi atau mitigasi risiko. Pertama, kondisi ekonomi pulih dengan inflasi naik dan kualitas pinjaman memburuk. Maka strateginya adalah mempercepat proses write-offs agar recovery rate nya dapat lebih tinggi, serta mempertahankan coverage ratio yang besar. “Untuk itu BRI menyediakan coverage ratio terhadap NPL yang mencapai 266%, angka tersebut lebih dari cukup. (Yoga)


Naikkanlah Bunga Untuk Jaga Rupiah

17 Oct 2022

Para pelaku bisnis bisa memahami jika BI akhirnya harus menaikkan suku bunga acuan untuk mencegah capital outflow dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Di saat terjadi guncangan di pasar global dan gejolak moneter yang ditandai capital outflow dan depresiasi rupiah terhadap dolar AS yang cukup tajam, stabilitas ekonomi jauh lebih penting dibandingkan ekspansi bisnis. Jika The Federal Reserve (The Fed) menaikkan lagi 125 basis poin suku bunga acuan ke level 4,50% di akhir tahun 2023, BI perlu menaikkan lagi suku bunga acuan, BI 7-day reverse repo rate (BI7DRRR) dari 4,25% ke 5,50%. Selisih suku bunga kedua bank sentral sekitar seratus basis poin cukup aman untuk mencegah capital outflow dan depresiasi rupiah terhadap dolar AS. Dengan kondisi ekonomi yang stabil, pasar modal akan terus bergairah. Demikian dikemukakan  narasumber yang dihubungi terpisah Investor Daily, Sabtu (15/10/2022) dan Minggu (16/10/2022).

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja mengatakan, bila The Fed terus menaikkan suku bunga acuannya secara agresif untuk mengontrol inflasi domestiknya, BI tidak punya pilihan selain ikut menaikkan BI7DRRR guna menciptakan kepercayaan yang lebih tinggi terhadap ekonomi nasional. “Ini memang akan menjadi tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi domestik. Tetapi, bila tidak dilakukan, kemungkinan situasinya akan lebih buruk, khususnya dalam mempertahankan arus FDI (investasi langsung asing) ke Indonesia, atau untuk memastikan tidak adanya capital outflow dalam skala yang lebih besar,” ungkap Shinta. Jika respons kebijakan BI dan pemerintah tepat, ke depan, rupiah dan IHSG yang kini tertekan sentimen kenaikan suku bunga Bank Sentral AS dan ancaman resesi global akan rebound, didukung fundamental ekonomi Indonesia yang masih solid. Ketum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid mengatakan, anjloknya rupiah dan IHSG di BEI sepekan terakhir jangan menimbulkan kekhawatiran berlebihan, karena secara fundamental ekonomi Indonesia masih tergolong kuat,” ucap Arsjad kepada Investor Daily, pekan lalu. (Yoga)


Credit Suisse akan Jual Bisnis untuk Tambah Modal

17 Oct 2022

Credit Suisse dikabarkan siap menjual sebagian bisnisnya di dalam negeri untuk menambah modal sekitar 4,5 miliar franc Swiss atau US$ 4,48 miliar. Financial Times melaporkan pada Sabtu (15/10) bahwa yang akan dijual antara lain kepemilikan saham di SIX Group, operator Bursa Zurich. Lalu 8,6% kepemilikan di perusahaan teknologi asal Madrid, Spanyol, Allfunds. Kemudian dua bank Swiss, Pfandbriefbank dan Bank-Now. Serta usaha patungan dengan American Express, yaitu Swisscard. “Kami akan memperbarui perkembangan kajian strategi komprehensif pada pengumuman laporan keuangan kuartal tiga,” kata Credit Suisse kepada Reuters via surat elektronik. Pengumuman laporan keuangan tersebut dijadwalkan pada 27 Oktober 2022. Pada kesempatan itu, Credit Suisse juga dikabarkan akan menyampaikan strategi bisnis baru. Financial Times bulan lalu melaporkan bahwa Credit Suisse telah menyusun rencana untuk membagi tiga bank investasinya. Upaya-upaya ini ditempuh untuk keluar dari jerat skandal selama tiga tahun terakhir.

Bank asal Swiss ini antara lain merugi lebih dari US$ 5 miliar akibat bangkrutnya perusahaan investasi Archegos tahun lalu. Credit Suisse juga harus mensuspens dana para klien terkait perusahaan dana investasi Greensill Capital yang juga bangkrut. Blog Inside Paradeplatz awal bulan ini juga melaporkan bahwa Credit Suisse akan menjual Savoy Hotel di Paradeplatz di distrik keuangan Zurich. Nilai jual hotel mewah tersebut dikabarkan sebesar 400 juta franc Swiss. Sementara Reuters pada September lalu melaporkan bahwa Credit Suisse akan memangkas biaya-biaya dengan mengurangi sekitar 5.000 lapangan kerja di seluruh kelompok usaha. Skandal demi skandal itu telah membuat harga saham Credit Suisse anjlok. Terakhir berada di level 4,42 franc Swiss dari 5 franc Swiss sebulan lalu. Dan sempat menyentuh 4,14 franc Swiss pada Rabu (12/10). Rencana tersebut menjadi jalan terbaik untuk memulihkan kepercayaan. CEO Ulrich Koerner, yang baru menjabat pada Agustus 2022, yang akan menyampaikan strategi bisnis baru pada 27 Oktober itu. (Yoga)