;
Kategori

Ekonomi

( 40512 )

Utang Luar Negeri RI Turun Jadi US$ 397 Miliar

18 Oct 2022

Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia akhir Agustus 2022 mencapai US$ 397,4 miliar, turun dibandingkan bulan sebelumnya, US$ 400,2 miliar. Ini merupakan penurunan bulan keenam secara berturut-turut atau sejak Maret 2022, yang turun menjadi US$ 412,3 miliar dari bulan sebel[1]umnya US$ 417,4 miliar. “Perkembangan ini disebabkan oleh penurunan ULN sektor publik (pemerintah dan bank sentral) maupun sektor swasta. Secara tahunan, posisi ULN Agustus 2022 mengalami kontraksi sebesar 6,5%, lebih dalam dibandingkan dengan kontraksi pada bulan sebelumnya yang sebesar 4,1% (yoy),” ujar

Direktur di Departemen Komunikasi BI Junanto Herdiawan dalam siaran pers, Senin (17/10). Menurut dia, posisi ULN pemerintah pada Agustus 2022 sebesar US$ 184,9 miliar, lebih rendah dari posisi bulan sebelumnya yang sebesar US$ 185,6 miliar. Secara tahunan, ULN Pemerintah mengalami kontraksi 10,9% (yoy), lebih dalam dibandingkan kontraksi Juli 2022 yang sebesar 9,9% (yoy). “Penurunan ULN pemerintah terjadi akibat penurunan pinjaman seiring pelunasan pinjaman yang lebih tinggi dibandingkan dengan penarikan pinjaman dalam mendukung pembiayaan program dan proyek prioritas,” jelas Junanto. Sementara itu, lanjut dia, instrumen Surat Berharga Negara (SBN) secara neto mengalami kenaikan posisi seiring dengan peningkatan inflow pada SBN domestik yang mencerminkan kepercayaan investor asing yang tetap terjaga di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan global. (Yoga)


BTN Property Expi 2022 Incar Penjualan Rp 1 T

18 Oct 2022

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) membidik penjualan Rp 1 triliun dari BTN Property Expo 2022. Pameran properti itu menghadirkan 200 pengembang dengan total sekitar 500 proyek hunian. “Kami optimistis target tercapai karena kami paham sekali, kebutuhan rumah sebagai tempat teraman masih sangat tinggi,” ungkap Direktur Consumer Bank BTN Hirwandi Gafar dalam pembukaan BTN Property Expo di Mall Tangcity, Tangerang, Banten, Senin (17/10). Dia menerangkan, pameran properti itu dilakukan serentak di enam kota berbeda di Indonesia, diperuntukan bagi pekerja formal dan informal dengan bunga KPR 2,47% fixed rate satu tahun. Hirwandi mengatakan, pameran serentak tersebut dilaksanakan untuk menggairahkan pasar properti perumahan.

“Sektor perumahan memiliki multiplier effect ke 174 sub sektor lainnya mulai dari keramik, semen, genteng, hingga ekonomi masyarakat sekitar perumahan yang dibangun. Kami berharap dengan upaya mendorong pasar properti ini dapat berdampak bagi perekonomian nasional,” jelas Hirwandi. BTN Property Expo 2022 dilaksanakan sepanjang 17-23 Oktober 2022 di enam kota secara serentak. Tempat pelaksanaan pameran mencakup Paskal Hyper Square di Bandung, Tangcity Mall, Grand City Mall di Surabaya, Centre Point Mall di Medan, Duta Mall di Banjarmasin, dan Pakuwon Mall di Yogyakarta. Hingga Agustus 2022, BTN menyalurkan KPR subsidi dan KPR nonsubsidi Rp 198,65 triliun, naik 7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 185,88 triliun. (Yoga)


Perlambatan Ekonomi Tekan Kinerja Ekspor

18 Oct 2022

Kinerja ekspor Indonesia September 2022 turun 10,99 % secara bulanan. Perlambatan ekonomi sejumlah negara tujuan ekspor utama dan penurunan harga komoditas global menjadi penyebab. BPS mencatat, nilai ekspor Indonesia September 2022 mencapai 24,8 miliar USD atau turun 10,99 % secara bulanan. Ekspor nonmigas yang menyumbang 94,66 % total ekspor RI juga turun 10,31 % menjadi 23,48 miliar USD. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (17/10), mengatakan, penurunan nilai ekspor disebabkan penurunan ekspor komoditas unggulan, yakni besi baja dan CPO. Penurunan ekspor Indonesia juga disebabkan penurunan permintaan serta harga komoditas di pasar global. Hanya harga dan volume batubara yang bertahan tinggi.

Harga batubara September 2022 tercatat 321,5 USD per ton, naik dari bulan sebelumnya yang 290 USD per ton. Adapun volume ekspornya naik dari 32,8 juta ton menjadi 33,2 juta ton. ”Ini ditopang kenaikan permintaan dari China dan sejumlah negara di Eropa yang mengalami krisis energy akibat perang Rusia-Ukraina,” kata Setianto. Ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk, Irman Faiz, berpendapat, penurunan kinerja ekspor Indonesia tidak hanya dipengaruhi penurunan harga komoditas global. Perlambatan ekonomi di negara-negara tujuan ekspor utama, seperti AS dan China, juga berpengaruh besar. Berdasarkan data BPS, nilai ekspor RI ke Uni Eropa pada Agustus-September 2022 turun 21,47 %, sedang ke India turun 29,23 %, AS turun 18,26 %, Jepang turun 2,53 %, dan China turun 0,09 %. Menurut Irman, situasi itu akan memengaruhi kinerja ekspor Indonesia hingga tahun depan. Namun, neraca dagang RI akhir tahun ini masih akan surplus sehingga dapat berkontribusi menjaga nilai tukar rupiah. (Yoga)


IMF dan Kebijakan Adaptif-Seimbang

18 Oct 2022

IMF memperbarui peringatannya tentang resesi dunia 2023. IMF juga menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi dunia dari 2,9 % ke 2,7 %. Hal menarik dari pernyataan ini adalah bagaimana IMF mencoba menjaga keseimbangan di antara pengendalian ekspektasi inflasi tanpa terlalu mengorbankan potensi pertumbuhan. Selain itu, IMF juga mencoba meredam announcement effect dengan menyeimbangkan prospek suram, harapan, dan solusi. Hal ini merupakan alternatif sikap ortodoksi Bank Sentral AS (TheFed) yang punya target ketat membawa kembali inflasi ke 2 %, apapun risikonya. Posisi IMF yang mengambil jalan tengah ini sesuai dengan prediksi bahwa pengambil kebijakan pada saat ketidakpastian tinggi lebih suka menghindari risiko (Arrow; 1965 dan Holcombe; 1989). Hal ini merupakan adaptasi kebijakan setelah melihat dunia yang baru saja dilanda pandemi Covid-19 serta diterpa krisis energi dan pangan akibat konflik Rusia-Ukraina.

Indonesia disebutkan IMF sebagai salah satu titik terang dunia. Begitu pula India. Melihat keduanya, ada persamaan karakter dari keduanya, yakni luas wilayah dan jumlah populasi kelas menengahnya, serta bagian dari perekonomian yang merupakan sektor non-traded (non-exportable) cukup besar walaupun tetap ada segmen yang berorientasi ekspor atau campuran antara ekspor dan dalam negeri. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahunan 5,44 % pada triwulan II-2022 didukung pertumbuhan sektor-sektor yang notabene adalah non-traded, seperti transportasi dan pergudangan (21,27 %), akomodasi dan makanan-minuman (9,76 %). Di tengah menguatnya dollar AS, surplus neraca dagang Indonesia yang sudah 28 bulan berturut-turut menginsulasi perekonomian dalam negeri, exchange rate passthrough, dan inflasi global. Sebagai akibatnya, laju depresiasi rupiah akibat menguatnya indeks dollar AS tidak terlalu cepat sehingga tidak terlalu jauh dari keseimbangan alamiahnya. Beberapa produk manufaktur di luar minyak nabati, seperti besi, baja, mesin perlengkapan elektrik dan perlengkapannya, serta kendaraan dan bagiannya, merupakan produk-produk yang tertinggi pertumbuhannya. (Yoga)


Batas Kenaikan Kurs Dollar AS adalah Langit

18 Oct 2022

Sky’s is the limit. Istilah ini berlaku di pasar valuta asing. Tidak ada batasan jelas sampai level mana kurs dollar AS melejit versus euro, yen, pound sterling, termasuk rupiah. Penyebab kenaikan dollar AS bukan akibat kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS semata. Dollar AS juga dijadikan pelarian untuk mengamankan aset di tengah gejolak pasar global. Dollar AS turut menjadi ajang spekulasi untuk ambil untung. Cadangan devisa tinggi tidak cukup untuk mencegah kenaikan kurs dollar AS. Jepang dengan cadangan devisa 1,238 triliun dollar AS tetap mengalami kejatuhan yen. Posisi utang yang relatif aman juga tidak mencegah gejolak kurs. Jepang memiliki porsi utang 246 % terhadap PDB, pada Maret 2022, menurut Fitch. Namun, utang Jepang lebih banyak dalam denominasi yen. Kurs 1 dollar AS setara 148,73 yen pada 15 Oktober, anjlok dari 115,51 yen per dollar AS pada 3 Januari 2022.

Di balik gejolak kurs ada aksi spekulasi di pasar. Ini terlihat dari aksi short, istilah taruhan akan kejatuhan euro atau pound sterling terhadap dollar AS. Spekulasi ini amat disadari China. Kestabilan yuan (renminbi) yang lebih tinggi ketimbang yen, bukan karena kekuatan devisa semata. China tidak percaya penuh pada mekanisme pasar dan menghindari sistem kurs mengambang bebas. Ada langkah pengendalian kurs yang lebih ketat dibandingkan banyak negara di dunia.

”Pemerintah China akan mengambil langkah lanjutan untuk menstabilkan yuan,” kata Guan Tao, ekonom BOC International dan mantan pejabat di State Administration of Foreign Exchange (SAFE), dikutip Reuters (7/2). Bank Sentral China pada 29 September 2022 mengharuskan perusahaan perdagangan valuta menaikkan cadangan devisa dari nol menjadi 20 % untuk mengurangi minat berspekulasi. China juga melakukan persuasi hingga ancaman pada spekulan. Cadangan devisa China akhir September 3,029 triliun dollar AS (The Global Times, 7/10). Tetap saja kurs amblas dari 6,37 yuan per dollar AS pada 3 Januari 2022 dan kini 7,19 yuan per dollar AS. (Yoga)


Pangan Menjadi Komoditas Mewah

18 Oct 2022

Dua penulis opini harian Kompas merespons peringatan Hari Pangan Sedunia dengan tema ”Jangan Ada yang Ditinggalkan” pada 16 Oktober lalu melalui dua tulisan (Kompas, 17/10). Direktur Lembaga Daya Dharma Jakarta dan Ketua Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi Keuskupan Agung Jakarta, Adrianus Suyadi, menulis, banyak orang Indonesia membuang makanan. Sisa makanan mendominasi jenis sampah di Indonesia, yakni 40 % dari semua jenis sampah seperti data Kementerian KLH 2020. Untuk mengatasi krisis pangan, pada tingkat individu dan keluarga diperlukan perubahan perilaku untuk lebih menghargai pangan, misalnya tak menyisakan makanan, tak membuang sampah makanan, mengurangi konsumsi makanan untuk binatang piaraan, dan lebih untuk sesama yang kekurangan makanan.

Guru Besar Universitas Santo Thomas Medan Posman Sibuea menulis, ancaman kelaparan ditingkat warga tak dapat diselesaikan hanya dengan meningkatkan pendapatan, atau memberikan lapangan pekerjaan, yang diharapkan dapat meningkatkan akses pangan warga. Bangsa ini memerlukan upaya yang lebih dahsyat lagi, yaitu perubahan budaya. Tekanan krisis pangan bisa dikurangi saat kita menghentikan kebiasaan buruk: menyepelekan dan membuang makanan. Kita tak lagi berlimpah pangan. Perilaku itu harus dihentikan. Makanlah secukupnya. Harus ada perbaikan rantai pangan sehingga tak ada lagi pangan yang terbuang sia-sia. Perubahan budaya konsumsi perlu segera dilakukan. Makanan adalah barang mewah yang tak bisa lagi disia-siakan. Kita harus bisa mengukur kebutuhan secara seimbang. Di sisi lain, teknologi dibutuhkan agar produksi di tingkat petani bisa diketahui lebih dini dan didekatkan dengan konsumen sehingga rantai tidak panjang dan pangan tidak terbuang. (Yoga)


ULN per Agustus Turun Menjadi US$ 397,4 Miliar

18 Oct 2022

Utang luar negeri (ULN) Indonesia pada Agustus 2022 kembali turun. Bank Indonesia (BI) mencatat, utang luar negeri per Agustus 2022 tercatat sebesar US$ 397,4 miliar atau turun US$ 2,8 miliar dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar US$ 400,2 miliar. "Ini disebabkan oleh penurunan posisi utang luar negeri sektor publik (pemerintah dan bank sentral) maupun sektor swasta," kata Direktur Departemen Komunikasi BI Junanto Herdiawan dalam keterangan, Senin (17/10).

Risiko Iklim Ancam Produksi Beras

18 Oct 2022

Curah hujan tinggi akibat La Nina mengancam potensi kenaikan produksi beras nasional. Kondisi ini patut diwaspadai karena tren realisasi produksi beras Indonesia sepanjang Januari-September 2022 menunjukkan penurunan. BPS memperkirakan luas panen padi Indonesia sepanjang 2022 mencapai 10,61 juta ha. Angka itu mencakup data potensi produksi periode Oktober-Desember 2022. Luas ini meningkat 1,87 % dibandingkan tahun lalu yang mencapai 10,41 juta ha. ”Potensi kenaikan ini disebabkan terairinya kembali sejumlah lahan di sana. Sebelumnya, lahan-lahan itu tak terairi karena sumbernya rusak akibat banjir,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto saat konferensi pers, Senin (17/10). Potensi kenaikan lahan panen itu berdampak pada produksi beras. Data BPS menunjukkan, produksi beras tahun 2022 diproyeksikan naik 2,29 % jadi 32,07 juta ton.

”Potensi (kenaikan) tiga bulan tersebut perlu dijaga agar tidak turun akibat faktor iklim,” ujar Setianto. Potensi penambahan luas lahan panen itu berdampak pada potensi kenaikan produksi beras 15,12 % menjadi 5,9 juta ton. Agar realisasi produksi bisa mendekati angka proyeksi, Deputi Bidang Statistik Produksi BPS M Habibullah menyatakan, factor iklim menjadi indikator yang patut diperhatikan. Sebelumnya, Kantor Meteorologi (Bureau of Meteorology) Australia memublikasikan, indeks kondisi iklim di Samudra Pasifik menunjukkan fenomena La Nina kuat hingga awal 2023 dan mereda pada Maret 2023. Data ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC) menunjukkan, La Nina akan menyebabkan kondisi iklim yang lebih basah di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. ASMC memperkirakan, curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia akan berada di atas normal hingga Desember 2022. Ketum Perkumpulan Insan Tani dan Nelayan Indonesia Guntur Subagja mengkhawatirkan tanah longsor yang dapat berimbas pada gagal panen. Pihaknya berharap gabah dibeli dengan harga wajar meski kadar airnya tinggi. (Yoga)


Kemenkeu Kaji Insentif Pajak Tahun Depan

18 Oct 2022

Pemerintah tetap mengalokasikan anggaran subsidi pajak buat dunia usaha di tahun 2023. Saat ini, pemerintah tengah menimbang sektor usaha apa saja yang akan mendapat insentif perpajakan tahun depan. Prioritas insentif akan diberikan ke sektor usaha yang bisa memberikan multiplier effect bagi perekonomian. Asal tahu, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023, pemerintah mengalokasikan anggaran insentif pajak sebesar Rp 41,5 triliun. Namun hingga saat ini, Kementerian Keuangan (Kemkeu) belum memerinci sektor yang akan mendapatkan insentif tersebut. Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Direktorat Jenderal Pajak Neilmaldrin Noor mengatakan, bahwa alokasi insentif perpajakan 2023 akan diberikan pada kegiatan ekonomi strategis yang mempunyai multiplier effect kuat bagi perekonomian. "Untuk saat ini sektor yang akan diberikan insentif masih dalam pembahasan internal Kementerian Keuangan dengan tetap mempertimbangkan perkembangan ekonomi dunia dan Indonesia," ujar Neilmaldrin kepada KONTAN, Selasa (17/10).

Pendanaan Energi Terbarukan Masih Kurang

18 Oct 2022

Menurut penulis utama Indonesia Sustainable Finance Outlook (ISFO), Ichsan Hafiz, dalam acara ISFO 2023, Senin (17/10) di Jakarta, pengembangan sektor energi terbarukan di Indonesia membutuhkan Rp 3.779 triliun secara kumulatif dari 2020-2030 atau Rp 343,6 triliun per tahun. Namun, alokasi APBN hanya Rp 112,74 triliun per tahun. Indonesia perlu mencari sumber pendanaan baru. (Yoga)