;
Kategori

Ekonomi

( 40789 )

BNI Jembatani UMKM Xpora dengan Buyer Korea

22 Oct 2022

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) terus memperkuat dukungan terhadap pelaku UMKM untuk memperluas penetrasi pasar global. Bekerja sama dengan Kemendag melalui Atase Perdagangan Korea Selatan menjembatani UMKM ekspor Indonesia untuk bertemu buyer dari Korea melalui acara Business Forum and B2B Meeting dengan tema Towards Stronger Trade Coorperation between Republic of Korea-Republic of Indonesia, yang merupakan rangkaian kegiatan dari event Trade Expo Indonesia (TEI) ke-37 yang diinisiasi Kemendag Indonesia yang berlangsung sejak tanggal 19-23 Oktober 2022 di Indonesia Convention and Exhibition Center (ICE), BSD Tangerang. Dalam kesempatan tersebut hadir 116 peserta pelaku usaha bisnis kecil dan menengah Indonesia dan 43 importir dari Republik Korea yang dipertemukan secara one-on-one meeting antara buyer dan seller dalam kegiatan business matching.

Mendag RI Zulkifli Hasan menyampaikan penghargaan kepada KBRI di Korea, BNI, Sinar Mas Group, dan Koima atas dukungan yang diberikan sehingga kegiatan forum bisnis tersebut dapat terselenggara dalam rangka mendukung TEI 2022. “Semoga dalam business matching yang akan diselenggarakan setelah forum bisnis ini juga dapat menciptakan transaksi dan kontrak bisnis yang konkrit dan dapat membuka jaringan perdagangan tapi kedua negara untuk kerja sama yang lebih luas,” ungkap Zulkifli dalam keterangan tertulis, Kamis (20/10). Pada kesempatan itu, Duta Besar RI untuk Republik Korea Gandi Sulistyanto mengapresiasi kegiatan Business Forum and B2B Meeting yang diinisiasi oleh Kementerian Perdagangan RI melalui Atase Perdagangan Seoul dengan mengajak BNI dalam business matching antara Korea Importers Association (Koima) dengan pelaku usaha bisnis TEI dan UMKM BNI Xpora. Dia mengapresiasi kedua belah pihak mampu melakukan tindak lanjut dari MOU antara BNI dan Koima yang telah dilaksanakan pada Juni 2022. “Semoga para pelaku usaha dapat terus meningkatkan transaksi ekspor dan mendorong produk-produk UMKM lokal nusantara masuk ke pasar global." (Yoga)



PGN dan PPT Energy Trading Akselerasi Komersialisasi LNG

22 Oct 2022

PT PGN Tbk sebagai subholding gas Pertamina menjajaki kerja sama dengan perusahaan energi joint venture antara Jepang dan Indonesia yakni, PPT Energy Trading Co., Ltd. Kesepakatan tersebut dilakukan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman di Jakarta, Kamis (20/10) kemarin. Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Heru Setiawan dan President Director PPT Energy Trading Co., Ltd. Agus Witjaksono. Melalui kolaborasi ini, PGN dan PPTET akan mengembangkan bisnis LNG, New Renewable Energy dan Energi Transisi. Dengan pengalaman PPTET yang sudah lebih dari 50 tahun

PGN berharap sinergi ini berjalan dengan baik kedepannya, sehingga dapat menyokong kebutuhan dan pemanfaatan LNG sebagai energi transisi menuju Net Zero Emission (NZE) 2060. CEO Subholding Gas Pertamina PGN M. Haryo Yunianto, melalui sambutannya menyatakan bahwa PGN memiliki peluang yang sangat besar untuk memasuki pasar gas bumi Internasional melalui pemanfaatan moda non pipa yaitu LNG. Kebutuhan LNG dunia, khususnya regional Asia Pasific pada tahun 2022 mencapai 273 mmtpa dan akan terus tumbuh 2.8% pertahun hingga tahun 2050 sebesar 585 mmtpa. Terlebih kondisi geopolitik dan upaya menuju energi bersih secara global membuat nilai bisnis LNG semakin menarik, untuk itu kolaborasi dengan berbagai pihak sangat penting dilakukan,” kata Haryo dalam keterangan di Jakarta, Jumat (21/10). (Yoga)


Tahun Loncatan Saham Grup Panin dan Berkah Bagi Mu'min

22 Oct 2022

Nyaris kompak dan serempak, saham emiten Grup Panin melesat. Bahkan, kemarin (21/10), harga saham Bank Panin (PNBN) mencapai level tertinggi sepanjang sejarah atau all time high. Berdasarkan data RTI, harga PNBN naik 3,8% menjadi Rp 2.730 per saham pada penutupan perdagangan Jumat (21/10). Sepekan terakhir, harga PNBN melesat 13,75% dan sepanjang tahun ini tercatat telah meroket 254,5%. Saat harga saham Grup Panin meningkat, kekayaan pemiliknya, Mu'min Ali Gunawan juga bertambah. Dengan kepemilikan 46% di Bank Panin, aset Mu'min sepanjang 2022 bertambah Rp 1,52 triliun menjadi Rp 94,13 triliun. Dari sisi kinerja, Bank Panin mencetak rapor biru. Semester I-2022, Bank Panin meraup laba bersih Rp 1,6 triliun atau tumbuh 10,45% dibanding periode sama tahun sebelumnya atau year on year (yoy).

Kemhub Kaji Pembangunan Transportasi Umum di IKN

22 Oct 2022

Kementerian Perhubungan (Kemhub) tengah melakukan kajian mengenai transportasi umum di Ibu Kota Nusantara (IKN). Kajian tersebut dilaksanakan untuk mendukung pengembangan moda transportasi yang akan digunakan di IKN. Direktur Angkutan Jalan Kemhub Suharto mengatakan, IKN menjadi prototipe angkutan perkotaan yang ideal, nol emisi, dan terintegrasi. Selain itu penggunaan kendaraan akan didorong menggunakan kendaraan listrik. "Di sana (IKN) kami desain angkutan umum yang benar benar nol emisi," ujar Suharto, Jumat (21/10).

Korporasi dengan Utang Valas Harus Mitigasi Risiko

22 Oct 2022

Korporasi dengan utang valas, perlu hati-hati. Bank Indonesia (BI) mengingatkan agar mereka menyiapkan mitigasi lantaran pelemahan rupiah terus berlanjut. "Korporasi yang memiliki utang luar negeri, kewajiban untuk pemenuhan utang valas, harus melakukan mitigasi risiko valas. Baik berkaitan dengan hedging (lindung nilai) ataupun ketentuan lainnya," tandas Perry, Kamis (20/10).

Suku Bunga Naik, PTPP Atur Dana Proyek

22 Oct 2022

Kebijakan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan menjadi 4,75% langsung direspons cepat para emiten konstruksi di Tanah Air.Untuk mengantisipasi dampak kenaikan suku bunga, emiten konstruksi melakukan mitigasi biaya dana. Contohnya seperti dilakukan PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP). Agus Purbianto, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PTPP, mengatakan, PTPP melakukan upaya-upaya mitigasi cost of fund dalam rangka menghadapi kenaikan suku bunga. PTPP juga mensyaratkan kejelasan klausul cost of fund yang ditanggung pemilik proyek untuk proyek baru. Sejauh ini PTPP telah menghentikan sejumlah investasi yang menggunakan dana kredit dengan skema bunga tidak tetap. PTPP memilih mendanai proyek dengan kredit yang menggunakan suku bunga tetap.

Berkelit dari Ancaman Resesi

22 Oct 2022

Pemerintah akan bersikap hati-hati dan waspada meskipun sejumlah lembaga internasional memprediksi ekonomi Indonesia tetap tumbuh lebih baik pada tahun depan di tengah bayang-bayang risiko resesi global. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan kewaspadaan level tinggi perlu ditempuh menyusul prospek ekonomi global yang tidak baik-baik saja, bahkan cenderung mengalami penurunan. Sepertiga negara di dunia pada 2023 akan mengalami tekanan ekonomi yang berat sebagai imbas tingginya beban utang. Risiko gelapnya ekonomi dunia juga tampak dari banyaknya negara yang mengantre untuk mendapatkan pinjaman dari Dana Moneter Internasional (IMF). Hingga pertengahan Oktober 2022, sebanyak 28 negara sudah mengajukan diri untuk mendapatkan bantuan keuangan dari IMF. Pada bulan ini, Bank Dunia memproyeksikan perekonomian Indonesia sepanjang 2022 bisa tumbuh 5,1%, sedangkan IMF meramal tumbuh 5,2%. Proyeksi itu sejalan dengan data Badan Pusat Statistik tecermin dari ekonomi Indonesia yang mampu tumbuh tinggi sebesar 5,44% (year-on-year/YoY) pada kuartal II/2022 atau jauh di atas pencapaian kuartal sebelumnya 5,01%. Menkeu menyatakan APBN masih mampu digunakan melindungi masyarakat dari ancaman resesi. Bantalan tersebut berupa program perlindungan sosial, bantuan subsidi upah, dan bantuan langsung tunai. “APBN kita masih dalam posisi recover sesudah mengalami guncangan karena pandemi dan ini dipakai untuk melindungi masyarakat yang juga mengalami guncangan akibat dari kondisi dunia,” tuturnya. Hal yang sama disampaikan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. Menurutnya, perekonomian Indonesia yang tercatat sebesar 5,44% pada kuartal II/2022, mendukung stabilitas sistem keuangan.


Kerja Sama BNI dan American Express

22 Oct 2022

Vice President and General Manager, Global Network Services, South East Asia and South Pacific, American Express Sanjiv Malhotra berbincang dengan Aktris Marsha Aruan, Direktur Bisnis Konsumer BNI Corina Leyla Karnalies, Aktris Natasha Ryder, SEVP Digital Business BNI Rian Kaslan dan Director AMEX Indonesia Perriz Azwir saat peluncuran Kartu Kredit BNI American Express Vibe di Jakarta, Jumat (21/10). BNI dan American Express bekerja sama meluncurkan kartu kredit tersebut dengan menyasar segmen anak muda (gen Z dan milenial) sehingga dapat meningkatkan transaksi pembelanjaan yang saat ini menjadi motor pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Elon Musk Dikabarkan Bakal PHK Staf Twitter

22 Oct 2022

Orang terkaya di dunia Elon Musk dikabarkan berencana memangkas 75 persen karyawan Twitter yang jumlah totalnya mencapai 7.500 orang. Langkah ini dilakukan demi menyehatkan perusahaan. Namun, banyak pihak menyangsikannya dan menduga Musk bermaksud menghancurkan Twitter. Laporan itu diterbitkan pada Kamis (20/10) oleh surat kabar The Washington Post. (Yoga)

Pengeluaran Konsumsi Naik

22 Oct 2022

Pengeluaran konsumsi penduduk Indonesia per kapita per bulan bakal semakin meningkat tahun ini.  Kenaikan harga pangan,terutama minyak goreng, dan BBM menjadi penyebab utama. Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2022 yang dipublikasikan BPS pada 20 Oktober 2022, rata-rata pengeluaran konsumsi penduduk Indonesia Rp 1.327.782 per kapita sebulan. Pengeluaran itu meningkat 5 % dibandingkan Susenas Maret 2021 yang sebesar Rp 1.264.590 per bulan. Dari jumlah pengeluaran pada Maret 2022 itu, pangsa pengeluaran pangan secara nasional 50,14 %. Artinya, rumah tangga di Indonesia menggunakan 50,14 % total pengeluaran untuk kebutuhan makanan. Dibandingkan Maret 2021, pangsa pengeluaran pangan ini meningkat 1,8 %.

Berdasarkan daerah tempat tinggal, rata-rata pengeluaran konsumsi penduduk perkotaan lebih besar dibandingkan penduduk perdesaan. Setiap penduduk perkotaan menghabiskan Rp 1.549.242 sebulan untuk konsumsi, sedang penduduk perdesaan Rp 1.028.896 sebulan. Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef)Tauhid Ahmad, Jumat (21/10) mengatakan, setiap tahun pengeluaran konsumsi penduduk Indonesia selalu meningkat. Namun, tahun ini, peningkatannya bisa lebih tinggi lantaran inflasi tinggi yang disebabkan kenaikan harga pangan dan BBM. (Yoga)