;
Kategori

Ekonomi

( 40789 )

Ujian pada Pengendalian Harga

24 Oct 2022

Pemerintah berhasil mengatasi persoalan minyak goreng yang berlangsung lebih dari setengah tahun sejak akhir tahun lalu. Tapi, setelah itu, kepuasan terhadap kinerja ekonomi pemerintah belum terangkat. Pasalnya, persoalan energi muncul seiring dengan pulihnya perekonomian. Hasil Survei Kepemimpinan Nasional Kompas periode Oktober 2022 menunjukkan, penilaian terhadap kinerja bidang ekonomi pemerintah masih cenderung sama dengan kondisi empat bulan lalu. Kali ini, tingkat kepuasan di bidang ekonomi berada di angka 50,8 %, sementara di periode sebelumnya di angka 50,5 persen. Tingkat kepuasan ini lebih kurang sama dengan kondisi di awal periode kedua pemerintahan Presiden Jokowi. Meskipun tingkat kepuasan bidang ekonomi masih yang terendah dibandingkan dengan kinerja bidang lainnya, kinerja bidang ekonomi pada periode kali ini bukan pemicu utama penurunan kepuasan terhadap kinerja pemerintahan Presiden Jokowi secara keseluruhan.

Tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintahan Presiden Jokowi periode Oktober 2022 berada di angka 62,1 %, turun dari sebelumnya di 67,1 %. Pemicu utamanya adalah penilaian terhadap kinerja bidang penegakan hokum yang turun dari angka 57,5 persen menjadi 51,6 persen. Meski pemerintah dihadapkan pada tantangan pemulihan ekonomi dari pandemi dan mengantisipasi  pemburukan kondisi global, peristiwa hokum yang datang bertubi-tubi dalam tiga bulan terakhir telah mengalihkan perhatian publik dari kondisi ekonomi yang dihadapi sehari-hari. Di sisi lain, kenaikan harga BBM menaikkan biaya produksi dan mendorong inflasi. Ditengah kondisi finansial masyarakat yang  masih terdampak pandemi Covid-19, inflasi tinggi akan menurunkan daya beli masyarakat. Kehidupan masyarakat pun semakin sulit. Awal Oktober, BPS melaporkan angka inflasi tahunan Indonesia 5,95 %. Kenaikan harga tertinggi terdapat pada kelompok transportasi, yakni sebesar 8,88 %. Jika dilihat secara spesifik, kinerja bidang ekonomi yang menyebabkan ketidakpuasan publik masih cukup tinggi adalah aspek pengendalian harga-harga barang dan jasa yang mendapat penilaian ketidakpuasan 62 %. Yoga)


PAMERAN DAGANG : KERJA KERAS GENJOT EKSPOR

24 Oct 2022

Upaya menggenjot kinerja ekspor melalui pameran dagang internasional Trade Expo Indonesia 2022 membutuhkan kerja lebih keras mengingat transaksi selama 5 hari kegiatan secara luring masih loyo. Data yang dilaporkan oleh Kementerian Perdagangan menunjukkan total transaksi barang dan jasa Trade Expo Indonesia ke-37 Tahun 2022 pada hari terakhir pameran mencapai US$2,94 miliar. Capaian itu masih jauh dari target yang disampaikan oleh Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan saat membuka acara tersebut dengan transaksi US$10 miliar. “Buat kami ini membanggakan, tetapi belum sesuai dengan yang kami targetkan,” ujar Zulkifli dalam konferensi pers Capaian Sementara TEI 2022 di Jakarta, Minggu (23/10). Penyelenggaraan TEI ke-37 tahun ini berlangsung 19 Oktober—19 Desember 2022 yang berarti masih ada waktu 57 hari kegiatan lagi yang digelar secara daring. Di tengah gejolak ekonomi global saat ini, tidak dipungkiri bahwa misi dagang menghadapi jalan terjal. Namun, Zulkifli mendorong semua pihak terkait untuk bekerja keras mengejar transaksi yang sudah ditentukan dengan mengeluarkan terobosan ekspor nonmigas terutama pasar nontradisional. “Ketidakpastian jangan sampai melemahkan kita. Saya percaya keadaan seberat apapun, masih ada peluang,” katanya.

Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Veri Anggrijono mengatakan produk yang digencarkan untuk ditawarkan kepada pembeli adalah komoditas nonmigas. Kontrak dagang pada hari pertama TEI 2022 mengantongi Rp18,45 triliun dengan komoditas makanan dan minuman, produk perikanan, produk kertas, cangkang kelapa sawit, makanan olahan, obat-obatan, briket gula aren, kopi, furnitur, produk kecantikan, rempah-rempah, produk kayu, dan ban kendaraan bermotor. Transaksi hari kedua Rp4 triliun dengan mengekspor mesin giling padi, pupuk organik, produk makanan dan minuman, kopi, minyak sawit dan turunannya, cengkeh, batu bara, serta rempah-rempah.

Transaksi Sementara Capai Rp 45,8 Triliun

24 Oct 2022

Trade Expo Indonesia (TEI) 2022 yang digelar Kemendag secara hibrida berhasil membukukan transaksi sementara 2,94 miliar USD atau Rp 45,8 triliun. Pameran perdagangan itu juga menjadi jembatan kerja sama imbal dagang perusahaan nasional dengan perusahaan sejumlah negara. Mendag Zulkifli Hasan mengatakan, transaksi senilai 2,94 miliar USD itu, terdiri dari transaksi perdagangan barang sebesar 1,77 miliar USD, jasa 843.200 USD, dan investasi 115,5 juta USD. ”Hingga akhir penyelenggaraan, kami menargetkan transaksinya mencapai 10 miliar  USD di tengah masih berlanjutnya pandemi Covid-19 dan ketidakpastian ekonomi global ini. Jika nanti hanya tercapai 50-70 %, tidak masalah. Yang penting tidak menyerah dahulu,” kata Zulkifli dalam konferensi pers yang digelar secara hibrida, Minggu (23/10) di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten.

TEI ke-37 yang digelar secara hibrida pada 19-23 Oktober 2022 itu diikuti 795 pelaku usaha serta dihadiri 3.226 pembeli dari 187 negara dan 27.063 pengunjung. Pameran yang masih akan berlangsung secara daring hingga 19 Desember 2022 itu mengusung tema yang sama dengan Presidensi G20 Indonesia, yakni ”Strengthening the Global Trade for Stronger Recovery”. Kemendag mencatat, komoditas dengan nilai transaksi terbesar di TEI 2022, antara lain, CPO senilai 577,2 juta USD, Adapun negara yang membukukan transaksi terbesar adalah India senilai 871,1 juta USD. (Yoga)


Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah

24 Oct 2022

Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Friderica Widyasari Dewi, dalam acara edukasi keuangan syariah di Bantul, DI Yogyakarta, akhir pekan lalu, mengatakan, berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) yang dirilis OJK pada 2019, tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah pada 2019 masing-masing sebesar 8,93 % dan 9,1 %. Adapun literasi dan inklusi keuangan konvensional masing-masing 37,72 % dan 75,28 %. (Yoga)

ANCAMAN KRISIS PANGAN : JATENG OPTIMALKAN MUSIM TANAM

24 Oct 2022

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan sejumlah strategi guna menghadapi ancaman krisis pangan pada tahun depan. Upaya yang dilakukan misalnya dengan optimalisasi musim tanam, peningkatan stok produksi, hingga intervensi harga. Plt. Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Indri Nur Septiorini mengaku masih optimistis dengan produksi tanaman pangan pada tahun depan. Kendati demikian, dia mengakui kondisi harga dan ketersediaan pangan juga berpaut dengan stabilitas ekonomi dan pasokan energi. “Harus kerja antarsektor, seperti [dinas] ketahanan pangan dan [dinas] perdagangan,” ujarnya, Minggu (23/10).Di sektor pertanian, lanjutnya, berbagai terobosan dilakukan guna meningkatkan produksi tanaman pangan. Menurutnya, upaya tersebut salah satunya dengan penerapan indeks pertanaman (IP) 400. Dengan kata lain, lanjutnya, sebuah lahan bisa ditanam hingga empat kali. Selain itu, petani juga diberikan benih unggul dan bersertifikat, serta alat dan mesin pertanian (alsintan) guna mendukung percepatan dan efisiensi dalam kegiatan usaha tani. Faktor SDM, lanjutnya, juga sangat menentukan dalam pencapaian target produksi. Oleh karena itu, dia menilai kompetensi petani dan petugas harus terus ditingkatkan dengan berbagai pelatihan peningkatan kapasitas petani maupun petugas.

Arab Saudi Luncurkan Inisiatif Bernilai US$ 10,6 M

24 Oct 2022

Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) meluncurkan inisiatif awal 40 miliar riyal (US$ 10,64 miliar) untuk menarik investasi terkait rantai pasokan ke dan dari kerajaan. Menurut laporan kantor berita SPA, inisiatif Pangeran Mohammed tersebut bakal mencakup alokasi dana 10 miliar riyal dalam bentuk insentif yang akan diberikan ke para investor rantai pasokan. Berdasarkan pernyataan yang dikutip SPA, inisiatif rantai pasokan terbaru itu termasuk pembentukan sejumlah zona ekonomi khusus. Inisiatif ini merujuk pada reformasi legislatif dan prosedural yang sedang berlangsung. “Inisiatif Ketahanan Rantai Pasokan Global (The Global Supply Chain Resilience Initiative) akan memanfaatkan sumber daya, infrastruktur dan lokasi Kerajaan untuk menghadirkan ketahanan yang lebih besar bagi ekonomi dan perusahaan di seluruh Eropa, Amerika, dan Asia, sambil lebih meningkatkan posisi Arab Saudi dalam ekonomi global. 

Arab Saudi juga menawarkan akses ke minyak, gas, listrik, energi terbarukan dan sumber daya manusia dengan biaya yang kompetitif,”” demikian disampaikan dalam pernyataan, yang dilansir Reuters, seraya menunjukkan catatan proyek produksi hidrogen biru dan hijau kerajaan. Sebagai informasi, negara yang berada di kawasan Teluk itu pada tahun lalu mengumumkan rencana investasi lebih dari 500 miliar riyal untuk sektor infrastruktur – termasuk pembangunan bandara dan pelabuhan laut – di akhir dekade ini sebagai upaya menjadi pusat transportasi dan logistik, di bawah rencana diversifikasi ekonomi. Selain itu, rencana “Vision 2030” yang diusulkan Pangeran Mohammed bertujuan memodernisasi Arab Saudi dan menghilangkan ketergantungan ekonominya dari pendapatan minyak. (Yoga)

Kemenaker Imbau Pedagang Pasar dan Pekerja Jadi Peserta Tapera

24 Oct 2022

Kemenaker mengimbau pedagang pasar dan pekerja di Indonesia menjadi peserta program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera), agar mereka dapat memiliki kemudahan memiliki rumah. Program Tapera bertujuan menghimpun dan menyediakan dana murah jangka panjang berkelanjutan untuk pembiayaan perumahan yang layak dan terjangkau bagi masyarakat melalui tabungan wajib pesertanya. "Kami berharap seluruh pedagang pasar di Indonesia dan pekerja mandiri dapat bergabung menjadi peserta Tapera dan terbantu dengan kehadiran program ini, karena manfaatnya sangat besar," ucap Wakil Menaker Afriansyah Noor, akhir pekan lalu. Dia mengatakan, Tapera akan mewadahi dan memfasilitasi seluruh unsur pekerja, termasuk pekerja mandiri/informal agar dapat memiliki kemudahan dalam memiliki rumah pertama.

Pekerja mandiri/informal yang penghasilannya sebesar upah minimum, nantinya wajib menjadi peserta Tapera. "Adapun pekerja mandiri/informal yang penghasilannya di bawah upah minimum, tidak wajib menjadi peserta, namun diperbolehkan menjadi peserta Tapera, apabila ingin mendapatkan manfaat program Tapera, " kata dia. Berdasarkan data Badan Pengelola Tapera, angka backlog (kekurangan kebutuhan kepemilikan rumah) di Indonesia 12,75 juta rumah, yang didominasi oleh masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang sebagian besar merupakan pekerja di sektor informal dan memiliki kesulitan akses terhadap layanan jasa keuangan atau perbankan. (Yoga)


Kadin: Tingkatkan Ekspor dan Perdagangan RI Melalui Penguatan UMKM

24 Oct 2022

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perdagangan Juan Permata Adoe mengatakan penguatan ekosistem UMKM akan mendorong peningkatan ekspor dan perdagangan Indonesia. “Salah satu cara  meningkatkan ekspor dan surplus perdagangan Indonesia adalah melalui penguatan ekosistem UMKM,” kata Juan dalam keterangan tertulisnya, Minggu (23/10). Karena itu, Kadin Indonesia menciptakan inisiatif Kadin International Trading House, Wiki Wirausaha, dan mengakselerasi pengembangan sertifikasi halal untuk para pelaku UMKM sebagai upaya kontribusi Kadin Indonesia dalam membantu UMKM untuk memperluas pasar termasuk membuka peluang pasar ekspor. Juan mengingatkan pentingnya kolaborasi dan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, perbankan, serta pemangku kepentingan lainnya dalam membantu UMKM dalam perdagangan dalam negeri maupun luar negeri.

Hal itu juga sejalan dengan pesan dari Presiden RI Jokowi bahwa perlu adanya Indonesia Incorporated agar perusahaan yang besar, menengah, kecil bekerja sama, berkolaborasi bersama menyelesaikan persoalan di lapangan secara konkret. “Kadin Indonesia dan pemerintah merupakan key enabler untuk mengakselerasi neraca perdagangan Indonesia dengan meningkatkan ekspor UMKM di Indonesia dimana membutuhkan daya saing UMKM yang tinggi. Maka dari itu, Kadin Indonesia menciptakan badan vokasional untuk memberikan bekal sehingga dapat meningkatkan kualitas SDM di Indonesia,” jelas dia. Kepala Badan Logistik dan Rantai Pasok Kadin Indonesia Akbar Djohan mengatakan bahwa tanpa adanya perdagangan, tidak akan ada kegiatan logistik. Dia berharap target pemerintah menurunkan biaya logistik nasional menjadi 17% dari 23%, akan dapat memberikan nilai tambah dan solusi bagi para pelaku UMKM. (Yoga)


Fasilitasi Kepemilikan Hunian, PUPR Gandeng BTN

24 Oct 2022

Kementerian PUPR bekerja sama dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyediakan fasilitas layanan perbankan. Salah satu layanan yang tertuang di dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) itu adalah kredit atau pembiayaan konsumer fasilitas kepemilikan hunian. “Dengan penandatanganan PKS BTN Solusi ini diharapkan BTN dapat memberikan dukungan penuh kepada Kementerian PUPR melalui pemanfaatan produk, jasa dan layanan perbankan BTN baik dalam bentuk konvensional dan/atau syariah yang dapat dimanfaatkan bukan hanya untuk institusi, namun juga seluruh pegawai di lingkungan Kementerian PUPR,” kata Direktur Utama BTN, Haru Koesmahargyo saat menyampaikan sambutan di acara penandatangan PKS di Jakarta, akhir pekan lalu. Kerja sama kedua pihak ini bertujuan untuk meningkatkan penempatan dana pihak ketiga (DPK) BTN dan ekspansi kredit khususnya dari nasabah institusi.

Kemitraan tersebut diresmikan dengan penandatangan PKS mengenai Penyediaan Jasa Layanan Perbankan Kepada Pegawai di Kementerian PUPR. BTN dipercaya oleh Kementerian PUPR untuk menyediakan fasilitas layanan perbankan di antaranya, fasilitas pengelolaan Rekening Satuan Kerja secara tunai dan nontunai, fasilitas tabungan untuk penerimaan pembayaran belanja pegawai, meliputi Tabungan BTN Batara, Tabungan BTN Batara Payroll, Tabungan e’BATARAPOS dan fasilitas kredit/pembiayaan konsumer di antaranya fasilitas kepemilikan hunian (baik kredit konvensional ataupun pembiayaan syariah), Kredit Bangun Rumah serta Program BTN Solusi bagi Pegawai. Haru menjelaskan, BTN sebagai mitra Kementerian PUPR dalam mengawal Program Sejuta Rumah (PSR) telah merilis beragam inovasi yang bertujuan untuk dapat memberikan kemudahan bagi seluruh masyarakat mendapatkan hunian yang sehat, layak dan terjangkau di seluruh pelosok negeri ini. (Yoga)


Smartfren Ajak DANA, Vidio dan Lazada Bangun Ekosistem Digital

24 Oct 2022

Operator telekomunikasi milik Grup Sinar Mas, PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) tengah menyiapkan diri untuk berfokus pada bisnis konektivitas melalui ekosistem digital yang lengkap, tak hanya menjadi pemain di industri telekomunikasi. Perseroan berinisiatif untuk berkolaborasi dengan sejumlah lini usaha Grup Sinar Mas maupun pihak eksternal seperti DANA, Vidio, dan Lazada dalam sebuah ekosistem. Dirut Smartfren Telecom Merza Fachys mengatakan, kolaborasi tersebut perlu dilakukan, karena platform digital tidak berguna jika ekosistemnya tidak lengkap. Sehingga, Smartfren akan terus melakukan pengembangan sekaligus membangun aset secara paralel. “Kami juga harus memanfaatkan platform-platform ini dalam aplikasi yang lebih tinggi. Kami menyiapkan IoT dan banyak aplikasi berbasis arti­ cal intelligence (AI), blockchain, dan lain-lain. Semua ekosistem berjalan paralel,” kata Merza di acara ‘Kupas Tuntas’ yang digelar Samuel Sekuritas, baru-baru ini.

Merza meyakini bahwa FREN ke depan bakal menjadi pemain digital yang lengkap, baik platform digital terutama ekosistem konten maupun aplikasi-aplikasi, yang akan mengantarkan informasi dan konten untuk dinikmati pengguna maupun industri. “Kami akan fokus menggunakan blockchain, 5G juga segera meluncur, pusat data (data center) sedang dibangun, edge computing berjalan sesuai perkembangan, dan AI sebagai basis yang kami gunakan,” ungkap dia. Mengenai 5G, Merza menjelaskan bahwa FREN akan menggelarnya di area-area industri dan perumahan maupun area-area yang tidak dilayani serat optik. Termasuk, menggelar 5G di proyek kereta cepat dan tempat-tempat pariwisata premium seperti Labuan Bajo dan Nusa Dua, Bali. “Demikian cita-cita kami. FREN akan menjadi the most sophisticated digital infrastructure platform providing immersive digital experience and solution. Apalagi, Sinar Mas juga masih berkomitmen kuat untuk mengembangkan FREN,” ujar Merza. Dia mengungkapkan, Smartfren juga tengah membangun data center raksasa berkapasitas 1.000 megawatt (MW) di Indonesia. Perseroan telah menggandeng perusahaan asal Abu Dhabi UEA, yaitu Group 42 (G42), untuk mengerjakan proyek ini. (Yoga)