;
Kategori

Ekonomi

( 40789 )

LPS Diusulkan Jamin Polis Asuransi

26 Oct 2022

RUU Pengembangan dan Penguatan Sektor Jasa Keuangan atau P2SK mengamanatkan wewenang baru kepada Lembaga Penjamin Simpanan, yakni sebagai lembaga penjamin polis asuransi. Langkah ini diyakini bisa memperkuat industri asuransi. Wewenang baru LPS tercantum dalam Pasal 7 RUU P2SK yang mengatur perubahan UU No 24 Tahun 2004 tentang LPS. Pasal itu menyebutkan fungsi LPS adalah merumuskan, menetapkan, dan melaksanakan persiapan tindakan resolusi bank dan perusahaan perasuransian. Sebelumnya, wewenang LPS hanya menjamin simpanan di perbankan.

Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pihaknya belum mendapatkan keterangan secara jelas tentang penambahan fungsi LPS dalam RUU itu. ”Kami siap menerima amanat tersebut dan segera mempersiapkan diri agar dapat menjalankan amanat tersebut,” ujar Purbaya saat dihubungi, Selasa (25/10). Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia Bern Dwyanto mengatakan, pihaknya mendukung usulan mengenai penambahan fungsi LPS sebagai penjamin polis asuransi. Sebab, itu bisa mendorong tingkat kepercayaan masyarakat terhadap asuransi dan berdampak positif pada perusahaan dan industri asuransi secara keseluruhan. (Yoga)


Industri Kecantikan Punya Prospek Bagus

26 Oct 2022

Industri kecantikan tumbuh dari 819 perusahaan pada 2021 menjadi 913 perusahaan pada Juli 2022. Nilai pasar kosmetik Indonesia pada 2021 sekitar Rp 98 triliun. ”Industri kosmetik berkontribusi terhadap PDB nasional sebesar 1,78 % pada triwulan II-2022,” kata Staf Ahli Menperin Bidang Penguatan Kemampuan Industri Dalam Negeri Ignatius Warsito, Selasa (25/10) di Jakarta. (Yoga)

Swasta Dilibatkan dalam Proyek EBT Rp 861,6 Triliun

26 Oct 2022

Pemerintah sedang menyusun peta jalan untuk “mempensiunkan” PLTU batu bara sebagai wujud komitmen Indonesia mewujudkan energi bersih, net zero emission, 2060. Pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT) berkapasitas 20,9 gigawatt (GW) sedang dibangun dan ditargetkan rampung tahun 2030. Swasta diberikan kesempatan terlibat dalam proyek senilai US$ 55,18 miliar atau Rp 861,6 triliun itu. Hingga tahun 2021, EBT yang dihasilkan baru 12,2% energi nasional, jauh di bawah target 23% yang harus dicapai tahun 2025. Untuk itu, pemerintah mengakselerasi pembangunan pembangkit listrik EBT sebanyak 10,64 GW. Kontribusi terbesar, 36,7 % , adalah pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 3,91 GW, pembangkit listrik tenaga tenaga air (PLTA) 3,15 GW dengan kontribusi 29,6%, pembangkit listrik tenaga panas bumi 1,44 GW dengan pangsa 13,6%, pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) 1,05 GW atau 9,9%, pembangkit listrik tenaga bio energi 0,55 GW atau 5,2%, dan pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) 0,53 GW atau 5,0%.

Sedangkan pembangunan pembangkit listrik EBT 2021 hingga 2030 sebesar 20,9 GW. Dari jumlah itu, pangsa terbesar adalah PLTA berkapasitas 9,3 GW atau hampir 50%. Demikian benang merah diskusi bertema Investasi dalam Transisi Energi Fosil ke Energi Hijau Berkelanjutan, yang diselenggarakan di Bogor, Selasa (25/10). Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, upaya yang dilakukan pemerintah untuk menurunkan emisi karbon di Tanah Air antara lain dengan memensiunkan PLTU secara bertahap. “Dalam peta jalan yang sedang disusun, tertuang skema transisi energi dari berbasis fosil ke EBT, pendanaan, serta implementasinya. Mesti semua bersepakat petanya seperti apa, target implementasi, dan funding-nya, karena kami ingin sekali mendorong investasi di energi EBT,” ujar Erick. (Yoga)


The Fed Diprediksi Naikkanlah Lagi Suku Bunga 75 Bps

26 Oct 2022

Para ekonom yang disurvei oleh Reuters mengatakan bahwa The Federal Reserve (The Fed) akan kembali menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin (bps) untuk keempat kalinya berturut-turut pada 2 November 2022. Mereka juga menyebut bank sentral AS itu tidak boleh berhenti sampai laju inflasi turun hingga sekitar setengah dari level saat ini. Siklus pengetatannya yang paling agresif dalam beberapa dekade telah membawa risiko resesi yang semakin besar. Survei juga menunjukkan kemungkinan rerata 65% sekali dalam satu tahun, naik dari 45%. Tetapi, sebagian besar responden yakni 86 dari 90 orang ekonom yang memperkirakan bahwa para pembuat kebijakan bakal menaikkan federal fund rate (FFR) tiga perempat poin persentase menjadi 3,75%-4,00% pada minggu depan. Hal ini dikarenakan tingkat inflasi masih tinggi dan angka pengangguran mendekati posisi terendah sebelum pandemi.

Hasil dalam jajak pendapat itu sebenarnya sejalan dengan harga suku bunga berjangka dan hanya empat responden yang memproyeksikan pergerakan 50 basis poin. “Pengaturan (front-loading) pengetatan kebijakan suku bunga yang telah kita lihat sampai sekarang telah ditujukan mencapai suku bunga dana riil positif pada awal 2023,” ujar Jan Groen, kepala ahli strategi makro AS di TD Securities, mengacu pada suku bunga yang telah disesuaikan untuk inflasi. Alih-alih berporos, tambah Groen, dalam pandangannya The Fed memberi sinyal bahwa mereka memperkirakan pergeseran dari front-loading hingga Desember, menuju lebih banyak kenaikan dengan cepat mulai saat itu dan seterusnya. Sebagai informasi, mayoritas ekonom dalam jajak pendapat 17-24 Oktober memproyeksikan kenaikan 50 basis poin lagi pada Desember sehingga membuat FFR menjadi 4,25%-4,50% pada akhir 2022. Hal ini sesuai dengan prediksi median data poin (dot plot) The Fed. Menurut 49 dari 80 ekonom, FFR juga diperkirakan mencapai puncaknya pada 4,50%-4,75% atau lebih tinggi di kuartal I-2023. (Yoga)


Surplus Neraca Perdagangan 2022 Diprediksi Tembus US$ 60 Miliar

26 Oct 2022

Neraca perdagangan tahun ini diproyeksikan surplus US$ 60 miliar, jauh lebih tinggi dari 2010 atau 2011 masing-masing US$ 22 miliar dan US$ 26 miliar, saat terjadi ledakan harga komoditas,” ujar Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara "Indonesia's Economic Priorities", Selasa (25/10). Dia menuturkan, komponen ekspor dan impor turut berperan mendorong laju pertumbuhan ekonomi domestik. Nilai ekspor selama Januari sampai September 2022 mencapai US$ 219,35 miliar, meningkat 33,49%, sedangkan impor US$ 179,49 miliar, meningkat 28,93%. Kuartal II-2022 pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,44%. “Kami berharap per tumbuhan ekonomi mencapai 5,2% pada akhir tahun ini,” kata Airlangga. Airlangga mengatakan, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,3%. Padahal, Lembaga itu merevisi turun proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun ini menjadi 3,2%, dibandingkan perkiraan April 2022 sebesar 3,6%.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu (BKF Kemenkeu) Febrio Kacaribu mengatakan, surplus neraca perdagangan per September 2022 mencapai US$ 39,87 miliar, jauh lebih tinggi dibandingkan puncak periode booming harga komoditas tahun 2011 sebesar US$ 22,2 miliar. “Ini juga menandakan surplus telah terjadi selama 29 bulan berturut-turut. Secara kuartalan, kinerja net ekspor juga cukup baik, sehingga menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan PDB kuartal III-2022 dan tahun 2022 secara keseluruhan,” kata Febrio. Menurut dia, Indonesia terus melakukan diversifikasi produk maupun negara mitra dagang. “Ekspansi pasar ekspor, selain ke negara tujuan ekspor utama, misalnya, Filipina dan Malaysia sudah menunjukkan peningkatan signifikan sepanjang tahun berjalan,” ucap Febrio. (Yoga)


IPO 2025, PT INTI Teken MoU dengan BEI

26 Oct 2022

PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) (PT INTI) berkolaborasi dengan BEI untuk mewujudkan target IPO perusahaan BUMN tersebut pada 2025. Sinergi ini diinisiasi melalui penandatanganan MoU tentang Pemahaman Pasar Modal di Indonesia antara Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT INTI (Persero) Tri Hartono Rianto dan Dirut BEI Iman Rachman. “Road to IPO 2025 adalah bagian dari program transformasi total PT INTI dalam lima tahun. Sinergi dengan BEI ini merupakan salah satu upaya kami untuk mencapai target agresif dalam periode 2023-2027,” kata Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT INTI (Persero) Tri Hartono Rianto dalam keterangan resminya usai MoU di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (25/10). Tri Hartono mengungkapkan, sinergi yang telah mengantongi dukungan dari pemegang saham melalui PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) selaku kuasa pemegang saham itu, rencananya fokus pada aspek pendampingan agenda ‘Road to IPO 2025’ melalui sosialisasi pada seluruh karyawan PT INTI (Persero) untuk memiliki pengetahuan dan pemahaman mengenai investasi dan pendanaan di pasar modal.

Kerja sama strategis pada aspek sosialisasi itu pun akan dibarengi dengan sokongan pendidikan dan pelatihan bagi karyawan PT INTI (Persero) dalam rangka peningkatan pengetahuan dan keterampilan lainnya, terutama wawasan yang berkaitan dengan bidang pasar modal. Kolaborasi kedua pihak tersebut telah melalui sejumlah tahapan penjajakan, yaitu pertemuan antara manajemen PT INTI (Persero) dengan Head of Representative Of­ ce BEI Wilayah Jawa Barat Reza Sadat Shahmeini pada 26 Agustus 2022. Pertemuan tersebut ditindaklanjuti melalui kegiatan ‘Sosialisasi Initial Public Offering dan Perencanaan Kebebasan Finansial’ yang melibatkan Kepala Bagian Pengawasan Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 2 Jawa Barat Tjandra Nyata Kusuma, Head of Representative Of­ ce BEI Wilayah Jawa Barat Reza Sadat Shahmeini, serta Regional Branch Manager PT Mandiri Sekuritas Yudhistira Putra Pradana, pada 16 September 2022. (Yoga)


BEI Luncurkan Index Baru IDax Sharia Growth

26 Oct 2022

Bursa Efek Indonesia (BEI) akan meluncurkan indeks baru, yakni IDX Sharia Growth pada 31 Oktober 2022. IDX Sharia Growth adalah Indeks yang berisikan 30 saham syariah yang memiliki tren pertumbuhan laba bersih dan pendapatan relatif terhadap harga dengan likuiditas transaksi serta kinerja keuangan yang baik. “Metode penghitungan Indeks IDX Sharia Growth menggunakan metode Capped Adjusted Free Float Market Capitalization Weighted dengan pembatasan bobot saham paling tinggi 15% yang disesuaikan pada saat evaluasi. Indeks IDX Sharia Growth telah dihitung sejak hari dasarnya pada 1 Juni 2016 dengan nilai dasar 100,” kata BEI dalam pengumuman resmi yang dikutip Selasa (25/10). Bursa juga menjelaskan bahwa evaluasi atas Indeks IDX Sharia Growth terdiri atas evaluasi mayor dan minor. Evaluasi mayor mencakup pemilihan konstituen dan penyesuaian bobot dengan jadwal evaluasi pada Mei dan November, serta efektif di hari bursa pertama bulan Juni dan Desember. Sementara untuk evaluasi minor meliputi penyesuaian bobot dengan jadwal evaluasi pada Februari dan Agustus, serta efektif di hari bursa pertama bulan Maret dan September. 

Selain itu, BEI telah menetapkan konstituen awal dan menyesuaikan bobot atas saham-saham yang digunakan dalam penghitungan Indeks IDX Sharia Growth. Daftar saham yang masuk sebagai konstituen awal periode perdagangan 31 Oktober sampai 30 November 2022 adalah PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES), PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), PT Aneka Gas (BMTR), PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Elnusa Tbk (ELSA), PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL), PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI), PT Harum Energy Tbk (HRUM), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Indosat Tbk (ISAT), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Kimia Farma Tbk (KAEF), PT MNC Land Tbk (KPIG), PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), PT PP (Persero) Tbk (PTPP), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS), PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), PT Timah Tbk (TINS), PT United Tractors Tbk (UNTR), dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA).. (Yoga)


Transaksi Paviliun Indonesia di Pameran SIAL Paris 2022 Capai US$ 33,5 Juta

26 Oct 2022

Partisipasi Kemenperin di ajang bergengsi skala internasional, Salon International de l’Alimentation (SIAL) Paris 2022, sukses meningkatkan minat pembeli mancanegara terhadap produk makanan dan minuman asal Indonesia. Hal ini terlihat dari lima hari pameran di SIAL, total transaksi mencapai US$ 33,5 juta. Pameran yang berlangsung 15-19 Oktober 2022 di Parc des Expositions de Paris-Nord Villepinte ini diikuti sebanyak 7.020 exhibitors, dengan jumlah pengunjung mencapai 310 ribu profesional dari 119 negara. SIAL Paris merupakan salah satu pameran makanan dan minuman terbesar di Eropa yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali. Keikutsertaan Indonesia terakhir kali pada edisi SIAL Paris 2018, sedang tahun 2020 pameran tidak diselenggarakan karena pandemi Covid-19. “Kami mencatat total transaksi selama lima hari pameran di SIAL mencapai US$ 33,5 juta, yang terdiri dari transaksi potensial dan transaksi langsung di lokasi (on the spot).

Transaksi di tahun ini melampaui total transaksi SIAL Paris 2018 sebesar 14 juta Euro,” kata Dirjen Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika dalam keterangan tertulisnya, Selasa (25/10). Dia menerangkan, partisipasi pada kegiatan pameran ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Indonesia untuk lebih memperkenalkan lagi keunggulan berbagai produk makanan dan minuman dari sejumlah industri di Indonesia. Selain itu, diharapkan keikutsertaan ini dapat memperluas pasar ekspor bagi para peserta, terutama ke negara-negara yang menjadi target tujuan ekspor Indonesia. “Pembeli yang tertarik akan produk makanan dan minuman Indonesia tidak hanya dari negara-negara Eropa, namun juga AS, negara-negara Afrika, Asia dan Timur Tengah. Selain kesepakatan dagang, juga ada potensi kesepakatan kerja sama pengembangan produk antara industri makanan dan minuman Indonesia dengan mitra dari luar negeri,” papar Putu. Dirjen Industri Agro mengungkapkan, harapannya bahwa hasil dari partisipasi di SIAL Paris 2022 ini dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha untuk memperluas pasar ekspornya. (Yoga)


Rupiah Digital

25 Oct 2022

Dalam RUU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan atau RUU P2SK terdapat pasal yang mengatur keberadaan uang digital. Pasal ini merupakan tambahan atas UU No 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang yang belum mengakomodasi keberadaan uang digital. Dinyatakan bahwa nilai tukar terdiri dari rupiah kertas, logam, dan digital. Dengan demikian, nantinya BI bisa meluncurkan uang digital atau Central Bank Digital Currency (CBDC) yang tengah menjadi perhatian hampir semua bank sentral di seluruh dunia. Sejauh ini baru dua negara yang telah meluncurkan CBDC, yaitu Bahama dengan sand dollar dan Jamaika dengan Jam-Dex. Beberapa negara sudah masuk fase percobaan, seperti Nigeria (e-Naira), China (e-CNY), dan Swedia (E-krona). Hingga Juli 2022 tercatat 15 bank sentral sudah melakukan uji coba, 15 lainnya di fase perancangan (proof of concept), dan 65 lagi, termasuk Indonesia, masih pada fase penelitian.

Urgensi penerbitan rupiah digital diperdebatkan di tengah banyaknya persoalan lain. Salah satunya  adalah soal ketergantungan pada likuiditas asing yang diakibatkan dangkalnya pasar keuangan domestik. Akibatnya, rupiah cenderung tidak stabil. Pekan lalu, BI kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 50 bps menjadi 4,75 5. Kebijakan  yang tergolong progresif ini diambil terutama untuk mengantisipasi pelemahan nilai rupiah yang pada akhir minggu lalu mencapai Rp 15,600 per dollar AS. Urgensi penerbitan CBDC tak bisa dilepaskan dari meningkatnya popularitas uang kripto yang bersifat anonim sehingga volatilitas sangat tinggi. Meski tidak dalam waktu dekat, CBDC dibutuhkan sehingga perlu dipersiapkan infrastruktur, baik regulasi maupun teknologinya. Urgensi CBDC akan berbeda di tiap negara sehingga perlu dirumuskan dengan persis ruang lingkup  kebutuhannya. (Yoga)


Distribusi Pangan Pokok Makin Efisien

25 Oct 2022

Distribusi perdagangan sejumlah pangan pokok pada 2021 semakin efisien. Penurunan margin perdagangan dan pengangkutan atau MPP menjadi indikatornya. Kendati begitu, MPP tetap perlu dijaga untuk mengantisipasi imbas kenaikan harga pupuk dan BBM. Komoditas pangan pokok yang distribusi perdagangannya semakin efisien adalah beras dan cabai merah. Hal itu terungkap dalam laporan BPS bertajuk ”Distribusi Perdagangan Komoditas Beras Indonesia 2022” dan ”Distribusi Perdagangan Komoditas Cabai Merah Indonesia 2022” yang dipublikasikan di Jakarta, Senin (24/10). Pola distribusi perdagangan beras dari produsen ke konsumen akhir pada 2021 semakin efisien karena satu rantainya terputus. Pendistribusian beras hanya melewati satu rantai distribusi, yakni pedagang eceran. Beras dari produsen paling banyak didistribusikan ke pedagang eceran, yakni 25,26 %. Hal ini membuat MPP beras tahun 2021 turun 10,16 % menjadi 11,31 % dari MPP 2020 yang tercatat 21,47 %. Semakin rendah MPP sebuah komoditas, semakin pendek dan efisien distribusinya.

Untuk cabai merah, pola distribusinya pada 2021 dibandingkan dengan tahun 2019 masih sama. Pendistribusiannya ke konsumen akhir memiliki tiga rantai, yaitu produsen, pedagang pengepul, dan pedagang eceran. Akan tetapi, MPP cabai merah turun 20,90 % dari 61,39 % pada 2019 menjadi 40,41 % pada 2021. Peran perdagangan antara daerah surplus dan deficit yang dimotori oleh pemerintah serta BUMN berkontribusi signifikan terhadap penurunan MPP. Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Demak Hery Sugiartono berpendapat, pandemi Covid-19 mengubah pola distribusi pangan pokok di Indonesia, termasuk beras dan cabai merah. Terputusnya distribusi akibat pembatasan mobilitas melahirkan sejumlah aplikasi yang menjembatani langsung antara produsen dan konsumen akhir. (Yoga)