Ekonomi
( 40789 )Pembahasan Pajak E-Commerce Belum Tuntas
Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Ditjen Pajak Kemkeu) terus mematangkan rencana penerapan pajak e-commerce lokal.
Dalam skemanya, e-commerce lokal seperti Tokopedia, Bukalapak, hingga Blibli akan ditunjuk menjadi pemungut pajak.
Kasubdit Peraturan PPN Perdagangan, Jasa dan Pajak Tidak Langsung Lainnya Ditjen Pajak Bonarsius Sipayung bilang, kebijakan tersebut masih dalam proses tahap kajian.
Jadi nantinya, para marketplace yang mendapat tugas dari otoritas pajak bakal memungut PPN dan PPh dari para pelapak yang berbisnis di marketplace bersangkutan.
Penjualan Batu Bara Moncer, Kinerja UNTR Makin Tokcer
Emiten di sektor pertambangan batubara terus menorehkan kinerja positif di sepanjang tahun ini. Contohnya PT United Tractors Tbk (UNTR). Pada kuartal III-2022, UNTR membukukan penjualan 7,77 juta ton batubara.
Realisasi ini naik tipis 0,34% secara tahunan dari 7,75 juta ton di kuartal III-2021. Secara bulanan, per September 2022, UNTR menjual 476.000 ton batubara, terdiri dari 431.000 batubara termal dan 45.000 batubara kokas (metalurgi).
Namun, penurunan penjualan batubara ini memang sudah direncanakan. "Ini mengingat pada Agustus-September tinggi air sungai sangat dangkal. Jadi, menyulitkan barging," kata Sara K. Loebis, Sekretaris Perusahaan United Tractors kepada KONTAN, Rabu (26/10).
Penurunan penjualan juga dipicu merosotnya produksi batubara UNTR. Di sepanjang sembilan bulan tahun 2022, produksi batubara UNTR hanya 83,2 juta ton, turun 5,4% dari periode yang sama pada 2021 sebanyak 88 juta ton.
Perbankan Ancang-Ancang Menaikkan Bunga KPR
Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 4,75%. Kenaikan bunga acuan bakal mengerek naik bunga kredit pemilikan rumah (KPR) perbankan. Bank Mandiri, misalnya, telah menaikkan suku bunga KPR rata-rata ke kisaran 25 basis poin (bps) hingga 50 bps.
Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri, Rudi As Aturridha mengatakan, Bank Mandiri menyesuaikan kenaikan suku bunga acuan BI yang telah tiga kali dinaikkan.
Saat ini suku bunga dasar kredit (SBDK) Bank Mandiri untuk segmen KPR berada di level 7,25%. SKDB digunakan sebagai dasar penetapan suku bunga kredit yang dibebankan bank kepada debitur. Tapi, SBDK belum memperhitungkan komponen estimasi premi risiko terhadap risiko masing-masing debitur.
Sementara Sekretaris Perusahaan Bank Rakyat Indonesia (BRI), Aestika Oryza Gunarto mengatakan, saat ini BRI belum menaikkan suku bunga KPR. SBDK BRI saat ini sebesar 7,25% efektif per tahun dengan
counter rate
bunga KPR sebesar 13%.
Menakar Kinerja Mekar Bank Besar
Sembilan bulan tahun ini sudah dilewati dunia usaha di Tanah Air, termasuk bisnis perbankan. Sektor penopang perekonomian itu masih mampu unjuk gigi. Performa sepanjang tahun ini masih sangat terjaga. Indikator positif yang memperlihatkan bisnis bank kokoh sepanjang tahun ini terlihat dari penyaluran kredit dan profitabilitas. Mengutip data analisis uang beredar Bank Indonesia sampai dengan September 2022, penyaluran kredit bank tumbuh 10,8% year-on-year (YoY) dengan outstanding sebesar Rp6.257,1 triliun. Penyaluran kredit kepada korporasi maupun perorangan tumbuh kuat dengan laju hingga double digit. Kinerja solid bank terlihat nyata dari capaian bank-bank papan atas. Setidaknya, sudah ada empat bank besar yang merilis laporan kinerja kuartal III/2022 yakni PT Bank Central Asia Tbk., PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., dan PT Bank CIMB Niaga Tbk. Keempat bank itu membentuk aset secara konsolidasi sebesar Rp3.706,82 triliun sampai dengan kuartal III/2022. Kira-kira mewakil 36% dari total aset industri perbankan nasional. Saat menyampaikan paparan kinerja pada Rabu (26/10), Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan bahwa perseroan mencetak pertumbuhan laba bersih 59,41% dengan nilai sebesar Rp30,65 triliun hingga kuartal III/2022. Emiten bank dengan kode BMRI itu mampu meningkatkan profitabilitas yang di antaranya tercermin dari kenaikan return on equity (ROE) secara bank only menyentuh 23,28% atau naik 822 basis points (bps) secara tahunan dan NIM konsolidasi terjaga solid.
PROYEKSI PASAR SAHAM : PROSPEK CERAH INDEKS BISNIS-27
Kocok ulang konstituen indeks Bisnis-27 diharapkan memberikan penyegaran sekaligus membawa daya dorong yang lebih kuat terhadap performa indeks sepanjang 6 bulan ke depan. Berdasarkan pengumuman Bursa Efek Indonesia yang dikutip pada Rabu (26/10), ada enam saham yang masuk dan keluar dalam konstituen indeks Bisnis-27. Hasil evaluasi tersebut berlaku efektif mulai 1 November 202 hingga April 2023. Sepanjang tahun berjalan 2022, Indeks Bisnis-27 melaju kencang dengan kenaikan 17,96%. Performa indeks berkapitalisasi pasar sekitar Rp4.500 triliun itu jauh mengungguli indeks harga saham gabungan (IHSG) yang menguat 7,03% year-to-date (YtD) ke level 7.043,94 pada akhir perdagangan Rabu (26/10). Kinerja Bisnis-27 juga outperform terhadap indeks acuan LQ45 dan IDX30 yang masing-masing meningkat 7,81% dan 6,37% sepanjang tahun berjalan 2022.
PEREDARAN OBAT SIROP : Pemerintah Minta Uji Laboratorium
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan bahwa perusahaan farmasi harus melakukan uji laboratorium terhadap parameter kritis, seperti persyaratan cemaran pada bahan baku obat yang digunakan agar sesuai dengan Farmakope Indonesia atau standar mutu lainnya yang berlaku. “Kami juga [harus] memastikan perusahaan mengimplementasikan sistem manajemen kualitas di industri farmasi berjalan guna menjamin produk yang dihasilkan memenuhi syarat quality, safety, dan efficacy sesuai dengan regulasi yang berlaku,” katanya, Rabu (26/10). “Pengecekan ke fasilitas produksi dilakukan untuk memastikan bahwa industri tidak menggunakan etilen glikol dan dietilen glikol sebagai bahan baku tambahan dalam sirop obat,” ujar Plt. Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Kemenperin Ignatius Warsito.
Pengusaha Masih Ragu Investasi di IKN
Investasi di Ibu Kota Nusantara atau IKN berpotensi terkendala. Pengusaha masih ragu berinvestasi di IKN mengingat faktor ketidakpastian yang dinilai masih terlalu besar, terutama di ambang resesi global serta menjelang tahun politik. Pemerintah semakin gencar menawarkan kepada pengusaha untuk berinvestasi di ibu kota baru. Berbagai skema insentif fiskal beserta payung hukumnya sedang disiapkan untuk menarik minat investor, baik dari dalam maupun luar negeri. Menurut Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Anton J Supit, Rabu (26/10) sebagian pengusaha masih memilih untuk berpikir ulang sebelum berinvestasi pada pembangunan IKN di Penajam Paser Utara, Kaltim. ”Pengusaha itu sebelum berinvestasi akan berhitung untung-rugi, apalagi kondisi ekonomi lagi sulit seperti ini. Dengan berbagai risiko dan ketidakpastian, apakah berinvestasi di IKN bisa menjamin untung?” kata Anton saat dihubungi.
Beberapa faktor masih dianggap tidak pasti oleh pelaku usaha. Kondisi ekonomi global yang berada di ambang resesi serta ketidakpastian mendekati tahun politik dan pergantian kepemimpinan jadi pertimbangan. Selain itu, terdapat berbagai aspek yang dinilai bisa menghambat kelancaran usaha dan efektivitas biaya produksi. Anton menyoroti kesiapan infrastruktur serta kualitas SDM di IKN yang belum tentu sejalan dengan kebutuhan industri. Selain itu, letak geografis IKN jauh dari pusat bisnis di Jakarta dan pusat pasar di Jawa sehingga bisa memperberat beban biaya logistik dan keseluruhan biaya produksi total. Belakangan ini, pemerintah gencar meminta pengusaha merealisasikan komitmen investasinya di IKN. Dalam acara Jajak Pasar IKN yang digelar di Djakarta Theater, Selasa (18/10) Presiden mengatakan, berbagai kendala dapat dikomunikasikan dengan tiap kementerian sektoral yang menangani. Pemerintah pun berencana ”mengobral” berbagai insentif fiskal untuk memudahkan iklim berusaha, seperti pembebasan pajak (tax holiday) dan pengurangan pajak (tax deduction). (Yoga)
Kejatuhan Rupiah dan Inflasi Impor
Dalam tiga tahun terakhir, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berada pada titik keseimbangan di kisaran Rp 14.000 per dollar AS. Namun, sejak pertengahan September 2022, rupiah terus terdepresiasi menembus batas psikologis Rp 15.000 per dollar AS. Dampak depresiasi rupiah salah satunya adalah mendorong inflasi dari jalur importasi (imported inflation). Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), kurs rupiah pada perdagangan Rabu (26/10) ditutup pada level Rp 15.596. Dibandingkan awal tahun 2022, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS melemah 9,3 %. Anjloknya kurs rupiah bukan disebabkan memburuknya indikator perekonomian Indonesia. Sebab, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih relatif baik dibandingkan negara-negara lain. Begitu pula indikator lainnya, seperti inflasi, neraca pembayaran, dan cadangan devisa Indonesia. Kondisi ini terjadi karena begitu kuatnya dollar AS seiring terjadinya lonjakan suku bunga di negeri ”Paman Sam” dan meningkatnya ketidakpastian perekonomian global akibat ancaman resesi di depan mata.
Lonjakan suku bunga di AS dipicu langkah bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), yang sepanjang tahun ini sangat agresif menaikkan suku bunga acuannya. Kini suku bunga acuan The Fed berada pada posisi 3,25 %. Lonjakan suku bunga The Fed memicu keluarnya modal dari pasar keuangan negara berkembang, termasuk Indonesia. Tingginya permintaan dollar AS di dalam negeri membuat dollar AS menguat terhadap rupiah. Berdasarkan data setelmen Bank Indonesia periode 1 Januari-20 Oktober 2022, pihak asing melakukan jual bersih sebesar Rp 174,04 triliun di pasar Surat Berharga Negara (SBN) dan beli bersih Rp 72,98 triliun di pasar saham. Artinya, sepanjang 2022, pihak asing lebih banyak menjual ketimbang membeli aset-aset keuangan dalam denominasi rupiah. Investor global memindahkan dananya dari aset-aset berdenominasi rupiah ke aset-aset berdenominasi dollar AS lantaran imbal hasilnya lebih menarik. Di tengah tekanan ketidakpastian perekonomian global, para pemodal makin terdorong menempatkan uangnya di pasar AS karena dinilai berisiko lebih rendah ketimbang memiliki aset di negara berkembang termasuk di Indonesia. (Yoga)
Situasi Kondusif, BEI Naikkan Target
Manajemen BEI optimistis situasi politik dan ekonomi pada tahun 2023 makin membaik. BEI menaikkan beberapa target, sekaligus akan meluncurkan produk-produk baru yang akan memberikan lebih banyak pilihan kepada para investor. BEI memproyeksikan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) pada 2023 mencapaiRp 14,75 triliun. Selain itu,target pencatatan efek baru pada 2023 menjadi 70 efek baru yang terdiri dari pencatatan efek saham, obligasi korporasi baru, dan pencatatan efek lainnya, meliputi Exchange Traded Fund (ETF), Dana Investasi Real Estate (DIRE), dan Efek Beragun Aset (EBA). ”RNTH pada 2023 ditargetkan sebesar Rp 14,75 triliun, sementara capaian RNTH pada 2022 sebesar Rp 13,75 triliun yang berarti ada peningkatan Rp 1 triliun per hari. Kami optimistis angka pada 2023 akan naik. Per minggu ini, RNTH sebesar Rp 15,1 triliun,” ujar Dirut BEI Iman Rachman seusai RUPS Luar Biasa BEI, Rabu (26/10) di Jakarta.
Iman menambahkan, pada 2023 BEI juga sudah mempersiapkan beberapa produk. Waran terstruktur yang sudah mulai diluncurkan akan ditambah, baik produk maupun sekuritas anggota bursa yang mengeluarkannya. Selain itu,BEI akan mengeluarkan indeks future, juga memperdalam transaksi karbon bersama PT Pertamina (Persero) dan mungkin akan berkembang ke BUMN yang lain. Pada 2023, BEI juga menargetkan ada 70 pencatatan baru. Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menyebutkan, BEI optimistis dengan target tersebut karena inflasi yang terkendali dan pertumbuhan ekonomi yang masih di kisaran 5 %. Direktur BEI Risa Rustam menambahkan, investasi asset tetap tahun 2023 naik 1,5 kali lipat dari Rp 116 miliar pada 2022 menjadi hampir Rp 300 miliar karena ada proyek yang signifikan, seperti peningkatan sistem perdagangan, implementasi repo, perdagangan karbon, dan pembelian gedung baru untuk kantor perwakilan BEI di sejumlah daerah. (Yoga)
RI Masih Punya Celah Jaga Ekspor
Masih ada celah menjaga kinerja positif ekspor ke negara-negara pasar utama Indonesia yang tengah mengalami inflasi. Sementara pemulihan ekonomi China masih berlanjut meskipun masih ada sejumlah kendala. Stagflasi tengah melanda sejumlah negara pasar ekspor tradisional Indonesia, seperti Amerika Serikat, China, dan kawasan Uni Eropa. Kendati begitu, Indonesia tetap berupaya menjaga kinerja ekspor ke dua negara dan kawasan tersebut dengan membidik sejumlah celah yang ada.
Kepala Badan Kebijakan Perdagangan (BKPerdag) Kementerian Perdagangan Kasan Muhri, Rabu (26/10/2022), mengatakan, AS, China, dan kawasan UE merupakan pasar utama ekspor Indonesia. Kendati kedua negara dan kawasan itu tengah mengalami stagflasi, masih ada sejumlah celah yang bisa dibidik dan dimasuki Indonesia.
Di AS, meskipun ekonominya tengah terkontraksi, serapan tenaga kerjanya cukup tinggi. Tingkat pengangguran di AS pada September 2022 sebesar 3,5 persen atau turun dari bulan sebelumnya yang mencapai 3,7 persen.
Per September 2022, ekspor Indonesia ke AS, China, dan UE turun. Badan Pusat Statistik mencatat, nilai ekspor RI ke UE pada Agustus-September 2022 turun atau minus 21,47 persen, AS -18,26 persen, dan China -0,09 persen.
Sementara itu, Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan, pada 2022, ekonomi AS tumbuh 1,6 persen, China 3,2 persen, dan kawasan Eropa 3,1 persen. Perlambatan pertumbuhan ekonomi itu masih akan berlanjut pada 2023. Pada tahun depan, ekonomi AS diperkirakan tumbuh 1 persen, China 4,4 persen, dan UE 0,5 persen.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









