;
Kategori

Ekonomi

( 40789 )

Bank Bersiap Naikkanlah Bunga

31 Oct 2022

Era bunga rendah berakhir seiring akselerasi kenaikan suku bunga acuan yang dilakukan bank sentral di berbagai negara. BI ikut menaikkan bunga acuan guna menjaga stabilitas rupiah dan mencegah capital outflow. Merespons kenaikan suku bunga acuan, perbankan kini bersiap-siap melakukan penyesuaian suku bunga simpanan dan kredit, selambatnya mulai bulan November 2022. Bank sentral AS diprediksi kembali menaikkan bunga acuan, fed fund rate (FFR), dari 3,25% ke level 4,4% pada akhir 2022 dan 4,75% di ujung 2023. Mengikuti tren kenaikan bunga global, BI diperkirakan akan mengerek bunga acuan, BI 7-days reverse repo rate (BI7DRR), dari 4,7% ke kisaran 5,25-5,50% hingga akhir 2022, dan ke kisaran 6,5-6,75% pada akhir tahun 2023.

Presdir PT Bank CIMB Niaga Tbk Lani Darmawan mengungkapkan, tekanan dari sisi likuiditas sudah terasa mengetat, ditambah BI terus menaikkan suku bunga acuan BI7DRR sebesar 1,25% dalam tiga bulan terakhir. Dia memperkirakan pasar mulai menaikkan bunga pada November 2022. “Tapi dari top 10 bank itu masih menahan dulu, (bunga) DPK tidak naik, kredit juga tidak naik bunganya. Tapi kalau sekarang tidak akan bisa tahan, dua-duanya akan naik, DPK dan loan. Kelihatannya memang harus naik, November ini di market sudah harus naik semua,” kata Lani, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) Royke Tumilaar mengatakan, di tengah ancaman resesi global akibat bunga dan inflasi yang semakin tinggi, saat ini bukan lagi era bunga rendah. BNI pun menyesuaikan pertumbuhan bisnisnya dengan kondisi yang ada dengan mengukur likuiditas. “Era bunga rendah berakhir dan mulai bunga tinggi, kami juga menjaga likuiditas yang kami cerminkan LDR di bawah 90% dan pertumbuhan kredit kami jaga sekonservatif mungkin, sehingga likuiditas, kredit, dan modal itu masih cukup aman untuk BNI di krisis global seperti sekarang,” kata Royke. (Yoga)


Spektakuler! Laba Bank Mandiri Tembus Rp 30,7 Triliunan Hingga Kuartal III

31 Oct 2022

Laba bersih konsolidasi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk hingga akhir kuartal III-2022 tercatat Rp 30,7 triliun, melampaui pencapian setahun penuh 2021 sebesar Rp 28,03 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun lalu, laba emiten berkode saham BMRI ini tumbuh 59,4% secara year on year (yoy). Dirut Bank Mandiri Darmawan Junaidi menyatakan, lonjakan pertumbuhan laba bersih tersebut merupakan buah dari strategi baru perseroan yang berfokus pada ekosistem, baik di sisi pembiayaan maupun pendanaan. Berkat strategi baru tersebut, hingga akhir September 2022, realisasi kredit Bank Mandiri secara konsolidasi mencapai Rp 1.167,51 triliun atau tumbuh 14,28% (yoy), jauh melampaui pertumbuhan industri yang hanya 11% (yoy). Sedangkan total dana pihak ketiga (DPK) tumbuh positif 12,13% (yoy) menjadi Rp 1.361,30 triliun.

“Dalam mendorong penyaluran kredit, kami tetap fokus pada sektor yang prospektif dan meru[1]pakan bisnis turunan dari ekosistem segmen wholesale di setiap wilayah. Kinerja Bank Mandiri yang solid selaras dengan kondisi ekonomi Indonesia yang masih bertumbuh di tengah ketidakpastian global,” ujar Darmawan. Kinerja Bank Mandiri, kata dia, juga terlihat dari sisi profitabilitas yang terus meningkat. Return on equity (ROE) tier-1 bank only pers[1]eroan menyentuh 23,28% atau naik 822 basis poin (bps) secara year on year. Sementara posisi net interest margin (NIM) konsolidasi terjaga solid di level 5,42%. Bank Mandiri pun konsisten menjaga kualitas aset. Ini tercermin dari posisi non-performing loan (NPL) bank only per September 2022 yang melandai ke level 2,3%, jauh lebih baik dari setahun lalu yang menyentuh 3,1%. (Yoga)


Indonesia-Bangladesh Sepakati Bisnis Senilai Rp 4,6 Triliunan dalam TEI 2022

31 Oct 2022

Para pelaku usaha Indonesia dan mitranya dari Bangladesh mencatat kesepakatan dagang dan bisnis senilai US$ 302 juta (Rp 4,69 triliun) dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2022 yang berlangsung di Tangerang, Banten, pada 19-23 Oktober lalu. “Kami ingin membuktikan bahwa Bangladesh dan Nepal, yang merupakan target pasar non tradisional Indonesia, justru memiliki potensi dan peluang besar bagi komoditas dan produk Indonesia,” kata Duta Besar RI untuk Bangladesh dan Nepal Heru Subolo dalam keterangan tertulis KBRI Dhaka, Sabtu (29/10). Keberhasilan tersebut didorong langkah konkret KBRI Dhaka untuk meningkatkan volume perdagangan kedua negara serta peran Dubes RI yang memimpin rombongan 28 pengusaha besar dan UMKM Bangladesh untuk menghadiri TEI.

“Apalagi saat ini Bangladesh merupakan salah satu negara di kawasan Asia Selatan yang perekonomiannya tumbuh pesat meskipun di tengah pandemi Covid-19. Bangladesh ditargetkan lulus dari predikat least developed country oleh PBB, untuk naik status menjadi negara berkembang pada 2026,” kata dia. Pada hari pertama perhelatan TEI 2022, disaksikan Mendag Zulkifli hasan, terdapat dua perusahaan Bangladesh yang menandatangani kontrak dan komitmen bisnis senilai US$ 2 juta lebih, salah satunya SAJ Ltd yang sepakat membeli minyak pelumas dari Pertamina Lubricant senilai US$ 2 juta. Pada hari yang sama, di luar arena TEI 2022 juga dilakukan penandatanganan kontrak kerja sama antara Intraco Ltd dengan PT Pertamina Gas Negara untuk pembelian gas dari Indonesia yang nilainya mencapai US$ 100 juta. (Yoga)


Program Solar Untuk Koperasi Sejahterkan Nelayan

31 Oct 2022

Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan intervensi pemerintah dalam program SoluSi (Solar untuk Koperasi) merupakan bukti perhatian besar Presiden kepada nelayan. Profesi yang mensuplai protein bagi bangsa dari hasil laut itu, menurut Erick harus dibantu dan didukung agar mudah dalam mencari nafkah dan menjadi sejahtera. “Saya sebagai pembantu Presiden berkoordinasi dengan Pak Teten, Menteri Koperasi dan pak Trenggono, Menteri KKP untuk mencari cara agar para nelayan terbantu dengan persediaan bahan bakar solar yang mudah dan harganya sama. Perhatian Presiden Jokowi terhadap nelayan mendorong terwujudnya program solar untuk koperasi,” ujar Erick Thohir saat temu warga nelayan di Tambak Loro, Semarang, Jateng, Sabtu (29/10).

Karena itu, Erick meminta para nelayan di Tambak Lorok menjadi anggota koperasi nelayan setempat sehingga bisa membeli solar sesuai harga resmi. Menurut rencana, sebuah Pertashop, hasil kerja sama Pertamina dan salah satu koperasi di Tambak Lorok akan segera didirikan untuk mendukung program tersebut. “Jika bapak atau ibu percaya kepada Presiden Jokowi, dan juga setuju bahwa program ini bisa meningkatkan kesejahteraan para nelayan, karena program ini sudah berhasil di Cilacap, maka segera jadi anggota koperasi supaya punya kepastian mendapatkan solar dengan mudah dan terjangkau. Bulan Januari 2023 saya akan datang lagi untuk cek,” ujarnya. (Yoga)


Awal Kuartal IV, Telkom Lunasi Utang Rp. 2 T

31 Oct 2022

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) melunasi pinjaman dari beberapa perbankan dengan total Rp 2 triliun di awal kuartal IV-2022. Mengacu pada laporan keuangan konsolidasian perseroan per September 2022, emiten BUMN telekomunikasi tersebut sukses membayar utangnya kepada PT Bank HSBC Indonesia sebesar Rp 500 miliar. “Pada 19 Oktober 2022, perusahaan melakukan pelunasan pinjaman kepada HSBC se[1]besar Rp 500 miliar,” tulis manajemen Telkom dikutip, Minggu (30/10/2022). Selain utang kepada HSBC, Telkom melalui anak usahanya PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) juga melunasi utangnya kepada PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) sebesar Rp 1 triliun dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) sebesar Rp 500 miliar pada 21 Oktober 2022.

Kemampuan Telkom membayar utang sebesar Rp 2 triliun tersebut tidak lepas dari posisi keuangan perseroan yang solid. Hingga 30 September 2022, ekuitas emiten telekomunikasi pelat merah ini tercatat Rp 145,3 triliun, lebih besar dibandingkan liabilitasnya sebesar Rp 124,5 triliun. Lalu dilihat dari kinerjanya, Telkom juga konsisten mencetak pertumbuhan laba bersih operasi sebesar Rp 19,42 triliun, naik 4,3% secara yoy. Pendapatan konsolidasian juga tumbuh 2,7% menjadi Rp 108,87 triliun dibanding periode sama tahun lalu. “Di tengah tantangan disrupsi, Telkom mampu tumbuh cukup baik dan positif. Kami akan terus melanjutkan implementasi strategi Five Bold Moves demi pertumbuhan perseroan yang kompetitif dan berkelanjutan. Kami meyakini langkah ini akan memberikan value yang optimal bukan hanya bagi perseroan tapi juga bagi stakeholder,” kata Dirut Telkom Ririek Adriansyah dikutip Minggu (30/10). (Yoga)


Mendag Zulkifli Lepas Ekspor Etanol Senilai US$ 818.400

30 Oct 2022

Mendag Zulkifli Hasan melepas ekspor 744.000 liter etanol senilai US$ 818.400 atau Rp12,7 miliar produksi PT Molindo Raya Industrial dengan tujuan Filipina dan Thailand. Sebanyak lima dari 31 kontainer dilepas dan sisanya menyusul minggu depan. Bahan baku etanol diserap dari hasil pertanian tebu rakyat di sekitar pabrik dengan melibatkan 25 ribu petani. Pelepasan ekspor berlangsung, Jumat, 28 Oktober 2022, di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jatim. “Saya bahagia menyaksikan pelepasan ekspor produk etanol ke pasar global hari ini sebanyak lima kontainer. Industri ini sangat strategis karena menyerap bahan baku dari petani dan hasil produksinya ditujukan untuk ekspor. Kedatangan saya untuk menunjukkan dukungan pemerintah bagi usaha strategis seperti ini," kata Zulkifli.

Selain melepas ekspor ke Filipina dan Thailand, PT Molindo juga mengekspor produk etanolke negara-negara lain yaitu Jepang, Singapura,dan Vietnam. Zulkifli juga mengapresiasi PT Molindo Raya Industrial atas penerapan konsep berkelanjutan yang dilakukan dalam proses produksinya. PT Molindo Raya Industrial, yang merupakan produsen etanol untuk bahan yang aman bagi makanan (foodgrade) terbesar di Indonesia, memanfaatkan 115.000 ton limbah tetes tebu untuk produksinya. “Diharapkan kegiatan pelepasan ekspor ini dapat menjadi momentum untuk mendorong perluasan akses pasar ekspor bagi produk-produk Indonesia di masa depan, sekaligus menjadi penggerak roda ekonomi Indonesia dimasa pemulihan setelah pandemi Covid-19,” kata Zulkifli. (Yoga)


Jepang Tancap Gas di Motor Listrik

29 Oct 2022

Para pelaku industri otomotif mulai berkejaran merilis motor listrik. Hasrat mereka semakin menggebu lantaran pemerintah juga menggeber sejumlah insentif. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sudah membuat Grand Strategi Energi Nasional (GSEN) untuk konversi motor bensin ke motor listrik. Menurut, GSEN pemerintah memperkirakan akan ada 11 juta motor listrik pada tahun 2025. Sementara pemain terbaru dalam segmen motor listrik adalah PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM). Perusahaan yang menginduk pada Yamaha Corporation Jepang itu, memulai tes pasar di Bandung, Jakarta, Bali, dan Medan. Ada 20 unit motor yang akan diuji coba. Manager Public Relation  YIMM Anton Widiantoro mengatakan, periode tes pasar untuk Yamaha E01 berlangsung minimal selama setahun dengan target pengguna minimal 4.000 orang. "Karena masih dalam tahap tes pasar, motor listrik ini belum akan dipasarkan ke publik," kata dia kepada KONTAN, Jumat (28/10). Tak sekadar berjualan, Yamaha E01 menjadi media bagi YIMM untuk untuk menunjukkan komitmen dalam mendukung emisi nol bersih. Seperti diketahui, banyak pemerintah dunia meminta para pelaku industri untuk segera merealisasikan komitmen itu.

Setoran PPN Turun Indikasi Konsumsi Masyarakat Loyo

29 Oct 2022

Tanda-tanda pelemahan konsumsi masyarakat kian tampak. Setoran pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) dalam periode bulanan menunjukkan tren penurunan. Kementerian Keuangan (Kemkeu) mencatat, realisasi penerimaan PNN dan PPnBM tercatat sebesar Rp 504,45 triliun pada September 2022. Angka ini tumbuh 44,78% year on year (yoy). Secara kuartalan, penerimaan PPN dan PPnBM pada kuartal III-2022 mencapai Rp 203,55 triliun, lebih tinggi dibanding kuartal I dan II yang masing-masing Rp 130,15 triliun dan Rp 170,75 triliun. Tambahan penerimaan dari kenaikan tarif PPN dari 10% menjadi 11%, khusus bulan September juga hanya Rp 6,87 triliun. Angka itu turun 5,63% dibanding bulan sebelumnya. Ini baru pertama kali terjadi semenjak kenaikan tarif PPN menjadi 11% diterapkan pada April 2022. Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak Kemkeu Neilmaldrin Noor mengatakan, dampak penyesuaian tarif PPN sejak April 2022 masih menunjukkan hasil yang baik dan menunjukkan aktivitas ekonomi serta konsumsi di masyarakat masih cukup tinggi.

Laba Bersih Bank BJB Syariah Tumbuh 115 Persen

29 Oct 2022

PT Bank Jabar Banten Syariah (Bank BJB Syariah) mencatat laba bersih Rp 59,4 miliar per triwulan III-2022 berkat kolaborasi dan inovasi. ”Laba tersebut tumbuh 115 % secara tahunan,” kata Direktur Utama Bank BJB Syariah Adang Ahmad Kunandar dalam keterangannya, Jumat (28/10). (Yoga)

USAHA KECIL Ekonomi Hijau Digital Jadi Solusi

29 Oct 2022

Kantor Perwakilan BI Cirebon menggelar Ciayumajakuning Entrepreneur Festival Ke-7. Ajang itu turut mendorong penerapan ekonomi hijau dan digitalisasi bagi pelaku UMKM di Jabar bagian timur. Ciayumajakuning (Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan) Entrepreneur Festival atau CEF berlangsung Jumat-Minggu (28-30/10) di Grage Mall Cirebon. Sebanyak 88 pelaku UMKM dari Ciayumajakuning turut serta dalam acara ini. Sejumlah UMKM binaan Kantor Perwakilan BI Cirebon itu berorientasi pada lingkungan, seperti batik pewarna alam Ciwaringin dan  aneka produk daur ulang. Ini sesuai tema CEF, yaitu ”Ekonomi Hijau Digital untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi di Ciayumajakuning yang Berkelanjutan”.

”Ekonomi sekarang tidak hanya membangun pabrik, tetapi juga harus tetap concern pada isu lingkungan,” ujar Kepala Kantor Perwakilan BI Cirebon Hestu Wibowo. Konsep ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan sekaligus mengurangi risiko kerusakan lingkungan. Ekonomi hijau juga tidak bisa dilepaskan dari digitalisasi yang kini berkembang pesat. Transaksi oleh pelaku usaha dan pelanggan, misalnya, bisa menggunakan pembayaran nontunai. Transaksi juga tidak mengharuskan pembeli dan penjual bertemu. Karena itu, pihaknya mendorong UMKM di Ciayumajakuning menerapkan ekonomi hijau, seperti pengurangan penggunaan plastik dalam produksi dan pemasaran. BI Cirebon juga terus memperluas pembayaran nontunai via Standar Kode Respons Cepat Indonesia (QRIS). (Yoga)