;
Kategori

Ekonomi

( 40512 )

Inflasi dan Suku Bunga Tinggi

26 Oct 2022

Tekanan inflasi global masih tinggi. Bank-bank sentral menaikkan suku bunga lagi. Kemungkinan akan terjadi resesi global dan Indonesia harus menyesuaikan diri. Perekonomian Indonesia sendiri saat ini masih tumbuh cukup tinggi, didukung konsumsi dan harga komoditas yang tinggi. Dengan inflasi yang masih tinggi, yakni 8,3 % di AS, 9,1 % di Eropa, dan sangat tinggi di beberapa negara berkembang seperti Turki dan Argentina terutama karena tingginya harga energi dan pangan, ditambah berlanjutnya perang Rusia-Ukraina, bank sentral masih harus terus menaikkan suku bunga. Bank sentral AS (The Fed) menaikkan suku bunga lagi dengan cukup tinggi, 0,75 basis poin (bps), menjadi ke kisaran 3-3,25 %. Karena inflasi masih tinggi, diperkirakan The Fed masih akan menaikkan bunga lagi beberapa kali sampai 4 % pada akhir 2022 dan 4,6 % pada 2023 guna mengendalikan inflasi di kisaran 2 %.

Bank sentral lain mengikuti menaikkan suku bunganya karena juga menghadapi inflasi tinggi dan  menyesuaikan langkah The Fed untuk mengatasi aliran modal keluar dan pelemahan nilai tukar mata uang. BI juga menaikkan lagi suku bunga kebijakan 0,50 % menjadi 4,75 %. Dengan inflasi 4,69 % dan perkiraan inflasi pada 2022 sekitar 7 %, nilai rupiah melemah melebihi Rp 15.000 per dollar AS, BI kemungkinan masih harus menaikkan suku bunga lagi untuk mengendalikan inflasi dan stabilitas rupiah. Inflasi tinggi tidak saja terkait dengan tingginya harga pangan dan energi, tetapi juga terkait dengan kebijakan moneter dengan suku bunga rendah untuk menstimulasi ekonomi yang berjalan cukup lama pascakrisis keuangan global 2009. Kenaikan inflasi semestinya dapat diantisipasi sebagai konsekuensi dari rendahnya suku bunga, tetapi bank sentral pada umumnya menyepelekannya sehingga terkejut dan terlambat mengantisipasi kenaikan inflasi. (Yoga)


INOVASI BISNIS, Kisah Pakaian Tidur

26 Oct 2022

Selama 1 Oktober 2021 sampai 30 September 2022, produk pakaian dalam dan pakaian tidur terbesar Walmart bermerek Secret Treasures menghasilkan penjualan 1 miliar USD. Perusahaan ritel ini tak mau cuan itu raib. Mereka memperbarui merek ini dengan nama Joyspun agar pendapatan besar itu berlanjut. Secret Treasures adalah salah satu dari 13 merek privat di antara berbagai barang dagangan yang menjadi fokus para peritel. Perdagangan produk itu juga menangkap basis pelanggan terbesar di pasar pakaian dalam dan pakaian tidur wanita di AS. Satu dari lima pembelian pakaian jenis ini bermerek Secret Treasures pada tahun 2021. Perubahan-perubahan yang tengah dilakukan Walmart di AS menyiratkan strategi dan inovasi menghadapi ancaman resesi. Harga-harga telah melonjak di negara itu. Mereka terus membikin perubahan agar permintaan tak seret. Mereka ingin mengulang kisah sukses sebelumnya. Saat pandemi, penjualan pakaian dalam dan pakaian tidur melonjak karena orang banyak bekerja di rumah. Mereka membeli baik ke toko luring maupun secara daring.

Penjualan pakaian dalam selama sembilan bulan pertama tahun 2020 tercatat 15 % lebih tinggi dari periode sama 2019. Penjualan pakaian tidur naik 52 % pada jangka waktu yang sama. Kenyamanan di rumah selama pandemi ternyata membuat dua jenis produk ini harus diganti karena sering dipakai. Walmart juga yakin pasar dua jenis produk ini masih sangat besar meski pandemi berakhir. Orang yang kembali berlibur dan berpesta tak hanya membeli pakaian baru, tetapi juga membeli pakaian dalam. Oleh karena itu, masih menurut CNBC, para pembeli Joyspun akan melihat perubahan desain dan gaya yang lebih modern pada produk-produk pakaian dalam di Walmart. Semua barang juga dijual dengan harga rendah. Bra dijual mulai dari harga 11,98 USD. Pakaian lainnya berkisar dari 7,98 USD untuk baju tidur hingga 34,98 USD untuk luaran berlapis. Harga-harga itu diharapkan bisa menarik konsumen untuk mau membeli di tengah lonjakan harga. (Yoga)


Ekspor Bahan Baku Rumput Laut Akan Dibatasi

26 Oct 2022

Pemerintah berencana membatasi ekspor bahan baku rumput laut. Hilirisasi rumput laut akan didorong guna menghasilkan produk olahan rumput laut yang bernilai tambah. Asisten Deputi Pengembangan Perikanan Budidaya Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi Rahmat Mulianda mengemukakan, tren global untuk pengembangan ekonomi biru atau pemanfaatan sumber daya laut yang berkelanjutan merupakan peluang bagi industri rumput laut Indonesia yang memiliki potensi pasar besar. Dari data Organisasi untuk Kerja Sama dan Pengembangan Ekonomi (OECD) 2018, potensi ekonomi biru secara global senilai 1,5 triliun USD per tahun dan diprediksi mencapai lebih dari 3 triliun USD pada tahun 2030. Ini, disebabkan pemanfaatan bahan laut untuk produksi pangan, kosmetik, dan obat makin meningkat.

Produksi rumput laut dunia mencapai 35,8 juta ton yang bersumber dari 49 negara. Dari jumlah itu, 27,86 % produksi datang dari Indonesia. Indonesia menempati peringkat kedua produsen rumput laut tropis setelah China. Namun, nilai ekspor rumput laut Indonesia masih rendah karena sebagian besar produk yang diekspor berupa bahan baku, yakni rumput laut kering. Dalam peta jalan rumput laut yang disusun Kemenko Bidang Perekonomian, penguatan industri hilir ditargetkan pada 2021, yakni 20 % ekspor berupa rumput laut olahan, namun, tidak tercapai karena ekspor produk olahan hanya 7 %.”Akan dikaji upaya mengurangi ekspor rumput laut kering dan memperkuat industri dalam negeri secara bertahap,” kata Rahmat, Selasa (25/10) di Jakarta. (Yoga)


LPS Diusulkan Jamin Polis Asuransi

26 Oct 2022

RUU Pengembangan dan Penguatan Sektor Jasa Keuangan atau P2SK mengamanatkan wewenang baru kepada Lembaga Penjamin Simpanan, yakni sebagai lembaga penjamin polis asuransi. Langkah ini diyakini bisa memperkuat industri asuransi. Wewenang baru LPS tercantum dalam Pasal 7 RUU P2SK yang mengatur perubahan UU No 24 Tahun 2004 tentang LPS. Pasal itu menyebutkan fungsi LPS adalah merumuskan, menetapkan, dan melaksanakan persiapan tindakan resolusi bank dan perusahaan perasuransian. Sebelumnya, wewenang LPS hanya menjamin simpanan di perbankan.

Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pihaknya belum mendapatkan keterangan secara jelas tentang penambahan fungsi LPS dalam RUU itu. ”Kami siap menerima amanat tersebut dan segera mempersiapkan diri agar dapat menjalankan amanat tersebut,” ujar Purbaya saat dihubungi, Selasa (25/10). Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia Bern Dwyanto mengatakan, pihaknya mendukung usulan mengenai penambahan fungsi LPS sebagai penjamin polis asuransi. Sebab, itu bisa mendorong tingkat kepercayaan masyarakat terhadap asuransi dan berdampak positif pada perusahaan dan industri asuransi secara keseluruhan. (Yoga)


Industri Kecantikan Punya Prospek Bagus

26 Oct 2022

Industri kecantikan tumbuh dari 819 perusahaan pada 2021 menjadi 913 perusahaan pada Juli 2022. Nilai pasar kosmetik Indonesia pada 2021 sekitar Rp 98 triliun. ”Industri kosmetik berkontribusi terhadap PDB nasional sebesar 1,78 % pada triwulan II-2022,” kata Staf Ahli Menperin Bidang Penguatan Kemampuan Industri Dalam Negeri Ignatius Warsito, Selasa (25/10) di Jakarta. (Yoga)

Swasta Dilibatkan dalam Proyek EBT Rp 861,6 Triliun

26 Oct 2022

Pemerintah sedang menyusun peta jalan untuk “mempensiunkan” PLTU batu bara sebagai wujud komitmen Indonesia mewujudkan energi bersih, net zero emission, 2060. Pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT) berkapasitas 20,9 gigawatt (GW) sedang dibangun dan ditargetkan rampung tahun 2030. Swasta diberikan kesempatan terlibat dalam proyek senilai US$ 55,18 miliar atau Rp 861,6 triliun itu. Hingga tahun 2021, EBT yang dihasilkan baru 12,2% energi nasional, jauh di bawah target 23% yang harus dicapai tahun 2025. Untuk itu, pemerintah mengakselerasi pembangunan pembangkit listrik EBT sebanyak 10,64 GW. Kontribusi terbesar, 36,7 % , adalah pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 3,91 GW, pembangkit listrik tenaga tenaga air (PLTA) 3,15 GW dengan kontribusi 29,6%, pembangkit listrik tenaga panas bumi 1,44 GW dengan pangsa 13,6%, pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) 1,05 GW atau 9,9%, pembangkit listrik tenaga bio energi 0,55 GW atau 5,2%, dan pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) 0,53 GW atau 5,0%.

Sedangkan pembangunan pembangkit listrik EBT 2021 hingga 2030 sebesar 20,9 GW. Dari jumlah itu, pangsa terbesar adalah PLTA berkapasitas 9,3 GW atau hampir 50%. Demikian benang merah diskusi bertema Investasi dalam Transisi Energi Fosil ke Energi Hijau Berkelanjutan, yang diselenggarakan di Bogor, Selasa (25/10). Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, upaya yang dilakukan pemerintah untuk menurunkan emisi karbon di Tanah Air antara lain dengan memensiunkan PLTU secara bertahap. “Dalam peta jalan yang sedang disusun, tertuang skema transisi energi dari berbasis fosil ke EBT, pendanaan, serta implementasinya. Mesti semua bersepakat petanya seperti apa, target implementasi, dan funding-nya, karena kami ingin sekali mendorong investasi di energi EBT,” ujar Erick. (Yoga)


The Fed Diprediksi Naikkanlah Lagi Suku Bunga 75 Bps

26 Oct 2022

Para ekonom yang disurvei oleh Reuters mengatakan bahwa The Federal Reserve (The Fed) akan kembali menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin (bps) untuk keempat kalinya berturut-turut pada 2 November 2022. Mereka juga menyebut bank sentral AS itu tidak boleh berhenti sampai laju inflasi turun hingga sekitar setengah dari level saat ini. Siklus pengetatannya yang paling agresif dalam beberapa dekade telah membawa risiko resesi yang semakin besar. Survei juga menunjukkan kemungkinan rerata 65% sekali dalam satu tahun, naik dari 45%. Tetapi, sebagian besar responden yakni 86 dari 90 orang ekonom yang memperkirakan bahwa para pembuat kebijakan bakal menaikkan federal fund rate (FFR) tiga perempat poin persentase menjadi 3,75%-4,00% pada minggu depan. Hal ini dikarenakan tingkat inflasi masih tinggi dan angka pengangguran mendekati posisi terendah sebelum pandemi.

Hasil dalam jajak pendapat itu sebenarnya sejalan dengan harga suku bunga berjangka dan hanya empat responden yang memproyeksikan pergerakan 50 basis poin. “Pengaturan (front-loading) pengetatan kebijakan suku bunga yang telah kita lihat sampai sekarang telah ditujukan mencapai suku bunga dana riil positif pada awal 2023,” ujar Jan Groen, kepala ahli strategi makro AS di TD Securities, mengacu pada suku bunga yang telah disesuaikan untuk inflasi. Alih-alih berporos, tambah Groen, dalam pandangannya The Fed memberi sinyal bahwa mereka memperkirakan pergeseran dari front-loading hingga Desember, menuju lebih banyak kenaikan dengan cepat mulai saat itu dan seterusnya. Sebagai informasi, mayoritas ekonom dalam jajak pendapat 17-24 Oktober memproyeksikan kenaikan 50 basis poin lagi pada Desember sehingga membuat FFR menjadi 4,25%-4,50% pada akhir 2022. Hal ini sesuai dengan prediksi median data poin (dot plot) The Fed. Menurut 49 dari 80 ekonom, FFR juga diperkirakan mencapai puncaknya pada 4,50%-4,75% atau lebih tinggi di kuartal I-2023. (Yoga)


Surplus Neraca Perdagangan 2022 Diprediksi Tembus US$ 60 Miliar

26 Oct 2022

Neraca perdagangan tahun ini diproyeksikan surplus US$ 60 miliar, jauh lebih tinggi dari 2010 atau 2011 masing-masing US$ 22 miliar dan US$ 26 miliar, saat terjadi ledakan harga komoditas,” ujar Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara "Indonesia's Economic Priorities", Selasa (25/10). Dia menuturkan, komponen ekspor dan impor turut berperan mendorong laju pertumbuhan ekonomi domestik. Nilai ekspor selama Januari sampai September 2022 mencapai US$ 219,35 miliar, meningkat 33,49%, sedangkan impor US$ 179,49 miliar, meningkat 28,93%. Kuartal II-2022 pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,44%. “Kami berharap per tumbuhan ekonomi mencapai 5,2% pada akhir tahun ini,” kata Airlangga. Airlangga mengatakan, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,3%. Padahal, Lembaga itu merevisi turun proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun ini menjadi 3,2%, dibandingkan perkiraan April 2022 sebesar 3,6%.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu (BKF Kemenkeu) Febrio Kacaribu mengatakan, surplus neraca perdagangan per September 2022 mencapai US$ 39,87 miliar, jauh lebih tinggi dibandingkan puncak periode booming harga komoditas tahun 2011 sebesar US$ 22,2 miliar. “Ini juga menandakan surplus telah terjadi selama 29 bulan berturut-turut. Secara kuartalan, kinerja net ekspor juga cukup baik, sehingga menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan PDB kuartal III-2022 dan tahun 2022 secara keseluruhan,” kata Febrio. Menurut dia, Indonesia terus melakukan diversifikasi produk maupun negara mitra dagang. “Ekspansi pasar ekspor, selain ke negara tujuan ekspor utama, misalnya, Filipina dan Malaysia sudah menunjukkan peningkatan signifikan sepanjang tahun berjalan,” ucap Febrio. (Yoga)


IPO 2025, PT INTI Teken MoU dengan BEI

26 Oct 2022

PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) (PT INTI) berkolaborasi dengan BEI untuk mewujudkan target IPO perusahaan BUMN tersebut pada 2025. Sinergi ini diinisiasi melalui penandatanganan MoU tentang Pemahaman Pasar Modal di Indonesia antara Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT INTI (Persero) Tri Hartono Rianto dan Dirut BEI Iman Rachman. “Road to IPO 2025 adalah bagian dari program transformasi total PT INTI dalam lima tahun. Sinergi dengan BEI ini merupakan salah satu upaya kami untuk mencapai target agresif dalam periode 2023-2027,” kata Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT INTI (Persero) Tri Hartono Rianto dalam keterangan resminya usai MoU di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (25/10). Tri Hartono mengungkapkan, sinergi yang telah mengantongi dukungan dari pemegang saham melalui PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) selaku kuasa pemegang saham itu, rencananya fokus pada aspek pendampingan agenda ‘Road to IPO 2025’ melalui sosialisasi pada seluruh karyawan PT INTI (Persero) untuk memiliki pengetahuan dan pemahaman mengenai investasi dan pendanaan di pasar modal.

Kerja sama strategis pada aspek sosialisasi itu pun akan dibarengi dengan sokongan pendidikan dan pelatihan bagi karyawan PT INTI (Persero) dalam rangka peningkatan pengetahuan dan keterampilan lainnya, terutama wawasan yang berkaitan dengan bidang pasar modal. Kolaborasi kedua pihak tersebut telah melalui sejumlah tahapan penjajakan, yaitu pertemuan antara manajemen PT INTI (Persero) dengan Head of Representative Of­ ce BEI Wilayah Jawa Barat Reza Sadat Shahmeini pada 26 Agustus 2022. Pertemuan tersebut ditindaklanjuti melalui kegiatan ‘Sosialisasi Initial Public Offering dan Perencanaan Kebebasan Finansial’ yang melibatkan Kepala Bagian Pengawasan Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 2 Jawa Barat Tjandra Nyata Kusuma, Head of Representative Of­ ce BEI Wilayah Jawa Barat Reza Sadat Shahmeini, serta Regional Branch Manager PT Mandiri Sekuritas Yudhistira Putra Pradana, pada 16 September 2022. (Yoga)


BEI Luncurkan Index Baru IDax Sharia Growth

26 Oct 2022

Bursa Efek Indonesia (BEI) akan meluncurkan indeks baru, yakni IDX Sharia Growth pada 31 Oktober 2022. IDX Sharia Growth adalah Indeks yang berisikan 30 saham syariah yang memiliki tren pertumbuhan laba bersih dan pendapatan relatif terhadap harga dengan likuiditas transaksi serta kinerja keuangan yang baik. “Metode penghitungan Indeks IDX Sharia Growth menggunakan metode Capped Adjusted Free Float Market Capitalization Weighted dengan pembatasan bobot saham paling tinggi 15% yang disesuaikan pada saat evaluasi. Indeks IDX Sharia Growth telah dihitung sejak hari dasarnya pada 1 Juni 2016 dengan nilai dasar 100,” kata BEI dalam pengumuman resmi yang dikutip Selasa (25/10). Bursa juga menjelaskan bahwa evaluasi atas Indeks IDX Sharia Growth terdiri atas evaluasi mayor dan minor. Evaluasi mayor mencakup pemilihan konstituen dan penyesuaian bobot dengan jadwal evaluasi pada Mei dan November, serta efektif di hari bursa pertama bulan Juni dan Desember. Sementara untuk evaluasi minor meliputi penyesuaian bobot dengan jadwal evaluasi pada Februari dan Agustus, serta efektif di hari bursa pertama bulan Maret dan September. 

Selain itu, BEI telah menetapkan konstituen awal dan menyesuaikan bobot atas saham-saham yang digunakan dalam penghitungan Indeks IDX Sharia Growth. Daftar saham yang masuk sebagai konstituen awal periode perdagangan 31 Oktober sampai 30 November 2022 adalah PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES), PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), PT Aneka Gas (BMTR), PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Elnusa Tbk (ELSA), PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL), PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI), PT Harum Energy Tbk (HRUM), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Indosat Tbk (ISAT), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Kimia Farma Tbk (KAEF), PT MNC Land Tbk (KPIG), PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), PT PP (Persero) Tbk (PTPP), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS), PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), PT Timah Tbk (TINS), PT United Tractors Tbk (UNTR), dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA).. (Yoga)