Ekonomi
( 40789 )REALISASI INVESTASI : Perusahaan AS Tertarik Bangun Pabrik Semikonduktor
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, saat ini sudah ada perusahaan asal Amerika Serikat (AS) yang berminat untuk membangun pabrik cip semikonduktor di Indonesia. “Saya tidak bisa mengatakan perusahaan apa yang akan datang ke Indonesia untuk investasi di industri semikonduktor. Namun, sudah ada beberapa yang duduk bareng dan akan dapat dukungan dari pemerintah AS,” kata Agus, Selasa (1/11). Dalam kurun 3 bulan terakhir, sambungnya, pemerintah sudah dua kali mengunjungi AS guna membahas realisasi investasi tersebut dengan Kementerian Perdagangan AS, pejabat terkait, dan pelaku industri. Beberapa platform kerja sama dagang regional akan dijadikan salah satu instrumen utama oleh Indonesia untuk menarik perhatian investor dan pemerintah AS untuk menanamkan modalnya di Tanah Air. “Kami sudah sampaikan ke AS bahwa kami akan fokus pada pengembangan semikonduktor di Indonesia,” ujarnya.
JELANG KTT G20 : Garuda Perbanyak Rute Jepang
Maskapai penerbangan Garuda Indonesia menerbangi lagi rute internasional dari dan ke Jepang untuk mendukung perhelatan KTT G20. Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan rute yang akan dibuka adalah Narita, Tokyo--Denpasar pergi-pulang (PP) pada pertengahan November 2022. Menurutnya, rute lama itu akan dioperasikan lagi sebanyak tiga kali dalam seminggu yaitu pada hari Selasa, Kamis dan Sabtu. “Kiranya pengoperasian rute Narita--Denpasar ini dapat turut mendukung kelancaran dan kesuksesan KTT G20,” katanya, Selasa (1/11). Irfan juga menilai pengoperasian rute Narita–Denpasar dapat memperluas jaringan rute internasional yang dilayani menuju ke Bali sebagai gerbang masuk wisatawan mancanegara di wilayah Indonesia Tengah untuk menuju berbagai destinasi unggulan di Indonesia. Dia meyakini pembukaan rute itu juga bertepatan dengan momentum pemulihan industri pariwisata yang juga didukung dengan antusiasme wisatawan mancanegara khususnya asal Jepang menuju Indonesia.
INFLASI DAERAH : OPERASI PASAR TETAP JADI ANDALAN
Operasi pasar masih dijadikan andalan pemda untuk mengendalikan laju inflasi hingga akhir tahun ini menyusul strategi pada satu bulan terakhir dinilai efektif untuk meredam gejolak harga.
Pemerintah Provinsi Riau misalnya yang menggunakan strategi operasi pasar sembilan bahan pokok (sembako) murah untuk mengantisipasi lonjakan inflasi menjelang akhir tahun dan momen Natal serta Tahun Baru 2023. Gubernur Riau Syamsuar bakal memperbanyak operasi pasar murah, khususnya untuk komoditas beras. Saat ini, menurutnya, di provinsi Riau masih ada dua daerah yang menjadi fokus perhatian yakni Kota Dumai dan Kabupaten Indragiri Hulu, karena wilayah tersebut terjadi kenaikan harga beras dan minyak goreng. Dia menilai kondisi tersebut perlu segera dilakukan intervensi oleh pemerintah daerah kabupaten/kota melalui operasi pasar murah. Kendati, lanjutnya, secara umum naiknya harga beras terjadi di provinsi lainnya di Indonesia.
Kepala BPS Riau Misfaruddin menjelaskan bahwa deflasi terjadi karena adanya penurunan harga pada satu indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 2,69%.Di sisi lain, sembilan kelompok mengalami inflasi a.l kelompok transportasi sebesar 0,51%, diikuti kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,46%.
Indonesia Optimistis Songsong KTT G20
Dibayangi dampak konflik Rusia-Ukraina serta sejumlah krisis global, Indonesia tetap optimistis menyambut KTT G20. Optimisme itu dilihat dari pencapaian kesepakatan proyek, program, dan inisiatif kerja sama yang masuk dalam daftar hasil nyata, concrete deliverables. Dalam wawancara dengan Menlu Retno LP Marsudi, Jumat (28/10) disebutkan, hingga saat ini ada lebih dari 300 proyek dan program kerja sama dalam daftar hasil nyata tersebut, 92 % dari ratusan rencana pertemuan dapat digelar tanpa satu pun dibatalkan. ”Hingga pekan lalu, pada track sherpa saat saya mengecek ke negosiator, sudah 70 % selesai, itu menumbuhkan optimisme. Untuk keuangan, masih menyisakan beberapa isu. Negosiasi-negosiasi itu akan dibahas bersama pada 13 November,” kata Retno.
Salah satu kesepakatan kerja sama yang dihasilkan adalah pembentukan Financial Intermediate Fund. Program dalam bidang kesehatan ini diarahkan untuk membangun ketahanan dunia menghadapi pandemi di masa depan. ”Sudah terkumpul komitmen sebesar 1,4 miliar dollar AS,” kata Retno. Retno tidak menampik fakta bahwa isu Ukraina membuat sejumlah pertemuan berlangsung ”hangat”. Bahkan, banyak diketahui, isu Ukraina memicu perbedaan mendalam antar negara anggota G20. Namun, ketika para pihak diajak kembali membicarakan persoalan substansial, baik dalam bidang ekonomi, sosial, maupun kesehatan, mereka memberi respons positif. ”Jadi, bagi saya, hal ini menumbuhkan optimisme,” kata Retno. (Yoga)
Industri Kecil dan Menengah Digandeng Masuk Rantai Pasok
Pemerintah menggandeng industri kecil dan menengah atau IKM untuk masuk rantai pasok industri berskala besar. Upaya ini diharapkan bisa mendongkrak kinerja industri manufaktur dalam negeri yang menunjukkan perlambatan mendekati zona kontraksi. Kondisi itu terjadi seiring perekonomian global yang sedang lesu. Dalam acara ”Temu Bisnis IKM Alat Angkut dengan Tier APM dan Industri Besar”, Selasa (1/11) di Jakarta, pemerintah menggandeng Kadin Indonesia, PT Astra Honda Motor (AHM), dan lembaga pembiayaan. Acara tersebut menghasilkan kesepakatan yang dituangkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MOU) antara 31 IKM dan 14 perusahaan tier AHM.
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita dalam acara tersebut mengatakan, untuk menjaga industry manufaktur tetap ekspansif di tengah kondisi ekonomi global yang lesu, pemerintah melakukan langkah antisipasi. Salah satunya menggandengIKM masuk ke rantai pasok industri. ”Penting untuk mempertemukan IKM dengan industry besar karena banyak industry besar belum tahu kekuatan industri kecil. Industri besar belum tahu suplainya bisa didapat dari industri kecil. Selain itu, kegiatan ini juga penting untuk memperkuat rantai pasok yang bisa menciptakan kemandirian dalam industri manufaktur,” ujar Agus. (Yoga)
Alternatif Pasar Udang Perlu Digarap
Harga komoditas udang yang merupakan primadona ekspor perikanan sedang terpuruk. Merosotnya harga udang hingga 45 % memukul petambak Tanah Air. Strategi pasar perlu diterapkan untuk menggarap pasar alternatif dan fokus menghasilkan produk udang bernilai tambah. Ketm Asosiasi Produsen, Pengolahan, dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia Budhi Wibowo mengungkapkan, penurunan harga udang internasional dipicu resesi ekonomi global. Komoditas udang tetap diminati, tetapi terjadi pergeseran pasar, di antaranya minat terhadap udang berukuran lebih kecil. ”Konsumen tetap makan udang, tetapi memilih beli udang berukuran kecil yang harganya lebih murah,” kata Budhi saat dihubungi, Selasa (11/1/2022).
Selama ini, ekspor udang asal Indonesia didominasi untuk tujuan AS, sekitar 70 % total ekspor udang. Indonesia adalah salah satu pemasok utama udang ke AS, terutama untuk produk udang olahan dan udang berukuran besar. Sejak pandemic Covid-19, mulai terjadi pergeseran pasar. Pasokan udang berukuran besar ke AS mulai dikuasai Ekuador dan India. Budhi mengemukakan, Indonesia perlu menggarap pasar alternatif yang masih terbuka, seperti Jepang dan Uni Eropa. China juga menjadi pasar potensial. Saat ini, pasar udang yang sedang berkembang yakni udang ukuran 60-80 ekor per kg (ukuran60-80 terutama untuk produk bernilai tambah seperti breaded shrimp dan sushi ebi. (Yoga)
2024, 30 Juta UMKM Masuk Ekosistem Digital
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki di Jakarta, Selasa (1/11) menjelaskan, pihaknya bersama dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, dan platform digital yang tergabung dalam Indonesian E-commerce Association (idEA) akan berkolaborasi untuk mengupayakan agar 30 juta UMKM bisa masuk dalam ekosistem digital pada tahun 2024. (Yoga)
RENYAH KREASI OLAHAN EDAMAME JEMBER
Edamame menjadi komoditas pertanian Kabupaten Jember, Jatim, yang mampu merambah pasar ekspor. Di pasar regional, produk olahan edamame berupa aneka kudapan renyah juga memperkaya khazanah oleh-oleh khas daerah dan menggerakkan perekonomian lokal. Sejumlah ibu rumah tangga di Desa Curah Kates, Kecamatan Ajung, berkumpul di dapur rumah Nuryanik (36), Sabtu (15/10). Ada yang membuat minuman rempah, ada yang menggoreng rempeyek mukimame, yakni polong edamame yang sudah dimasak dan dikupas bersih, kesibukan ini berlangsung di sela rutinitas mereka mengurus keluarga, terutama mengasuh anak-anak yang masih kecil. Nuryanik juga mengembangkan produk diversifikasi olahan. Contohnya minuman sehat berbahan sari edamame yang diolah dengan rempah
Kampung ini setidaknya memberdayakan 13 ibu rumah tangga untuk membuat aneka makanan olahan dengan bahan baku edamame, komoditas pertanian yang dikembangkan petani di Jember selama dua dekade belakangan. Produk yang dihasilkan antara lain edamame krispi merek Enak’e, pia edamame, dan peyek edamame. Ketiga jenis produk ini telah diterima pasar dengan baik yang ditandai mengalirnya pesanan secara terus-menerus. Edamame krispi, misalnya, telah didistribusikan di sejumlah kota besar, seperti Jakarta, Bali, Surabaya, dan Bangka Belitung. Ketiga produk ini juga mulai dipasarkan di luar negeri meski volumenya masih terbatas, yakni berdasarkan pesanan pembeli. Pengembangan pasar dilakukan melalui pasar tradisional atau penjualan secara luring dan penjualan daring menggunakan beragam platform media sosial.
Pemberdayaan perempuan Pendamping pelaku UMKM di Kampung Edamame, Hafid Raharjo, mengatakan, pemberdayaan ibu-ibu di Desa Curah Kates tak lepas dari peran PT GMIT, anak perusahaan Austindo Nusantara Jaya (ANJ), melalui program tanggung jawab pengembangan (responsible development), untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitar perusahaan agar mereka mampu menjadi wirausaha mandiri. Dari segi penjualan produk, Kampung Edamame berhasil mencatatkan transaksi Rp 108 juta sampai dengan September 2022. Transaksi itu meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp 61 juta. Hafid optimistis penjualan produk olahan edamame terus naik pada tahun depan. Hingga kini banyak terobosan yang dilakukan untuk menggenjot penjualan dengan menggencarkan promosi produk olahan edamame melalui pameran berskala lokal dan internasional di sejumlah kota, seperti di Jember dan Jakarta. (Yoga)
Mewaspadai Datangnya Inflasi Impor
Tingkat inflasi diprediksi masih akan melaju hingga akhir tahun. Meski pada Oktober inflasi tahunan turun ke 5,71 % dari 5,95 % di bulan sebelumnya, tingkat inflasi masih di luar ambang batas target inflasi BI di 4 %. Perwakilan senior IMF di Indonesia, James P. Walsh, mengatakan kondisi ini tak dapat dihindari. Sebab, banyak dipicu oleh faktor eksternal, yakni perekonomian global yang masih diliputi ketidakpastian. Belum lagi, penguatan indeks dolar AS membuat kurs rupiah terus melemah, sehingga berpotensi menimbulkan risiko baru dari sisi inflasi impor atau imported inflation. “Kondisi ini patut kita waspadai dan cermati, karena akan terjadi kenaikan harga barang dan jasa karena naiknya biaya produk-produk bahan baku impor,” ujarnya saat berkunjung ke kantor Tempo, kemarin.
Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira Adhinegara, mengatakan meski inflasi melandai pada Oktober 2022, bukan berarti tren penurunan inflasi akan terus berlanjut. Terlebih, efek kenaikan harga BBM masih dirasakan pada sebagian besar komponen dan komoditas penyumbang inflasi utama, terutama bahan makanan, karena ongkos angkutan yang mengalami kenaikan. Tingkat inflasi di atas 5 % ini diprediksi akan terus bertahan hingga awal tahun depan, sehingga pemerintah harus terus mempersiapkan langkah antisipatif. Ihwal ancaman inflasi impor, menurut Bhima pemerintah perlu berkoordinasi dengan pelaku usaha, khususnya makanan dan minuman, tentang risiko lanjutan pelemahan kurs dan risiko gangguan rantai pasok terhadap stabilitas harga pangan di dalam negeri. “Mungkin bisa dicari substitusi lokalnya, atau mencari negara asal impor lainnya.” Ujar Bhima, (Yoga)
Optimisme Pertumbuhan Triwulan Ketiga
Pertumbuhan ekonomi pada triwulan III 2022 diprediksi tetap positif meski dibayangi tren inflasi tinggi dan kenaikan suku bunga. Ekonom dari Institute for Demographic and Poverty Studies (Ideas), Askar Muhammad, memproyeksikan pertumbuhan ekonomi secara tahunan di kisaran 5,2-5,4 %, tak jauh dari capaian triwulan II 2022 di 5,44 %. “Penopangnya masih sektor komoditas yang ekspornya cukup tinggi dan sektor industri logam yang menerima penanaman modal atau investasi tinggi,” ujar Askar kepada Tempo, kemarin. Lonjakan harga komoditas menjadi berkah bagi kinerja ekspor Indonesia, khususnya batu bara dan minyak sawit, yang melejit hingga menembus harga tertinggi dengan kenaikan penjualan rata-rata dua kali lipat. Emiten tambang batu bara Adaro Energy Indonesia Tbk, misalnya, mencatatkan laba bersih US$ 1,90 miliar pada periode Juli-September 2022, tumbuh 352,21 % dibanding periode yang sama tahun lalu. Pendapatan perusahaan pun melonjak 130 %, dari US$ 2,56 miliar menjadi US$ 5,91 miliar.
Askar melanjutkan, pertumbuhan ekonomi pada triwulan III belum akan banyak dipengaruhi oleh kenaikan inflasi dan suku bunga. Sebab, dampak tren tersebut baru akan muncul dan terefleksi pada akhir triwulan III. “Ini yang patut diwaspadai dan kita akan lebih jauh melihat dampaknya pada pertumbuhan ekonomi triwulan IV,” ujarnya. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, berujar pertumbuhan ekonomi pada triwulan III mungkin akan mengalami perlambatan, tapi tidak signifikan. Sebab, tingkat konsumsi masyarakat secara umum masih meningkat dan bakal menjadi penopang pertumbuhan ekonomi. “Walau pergerakan ekonomi kita lebih banyak didorong oleh kalangan menengah dan atas, serta 83 % konsumsi domestik digerakkan oleh mereka,” ucapnya. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









