;

Surplus Neraca Perdagangan 2022 Diprediksi Tembus US$ 60 Miliar

Ekonomi Yoga 26 Oct 2022 Investor Daily
Surplus Neraca Perdagangan 2022 Diprediksi Tembus US$ 60 Miliar

Neraca perdagangan tahun ini diproyeksikan surplus US$ 60 miliar, jauh lebih tinggi dari 2010 atau 2011 masing-masing US$ 22 miliar dan US$ 26 miliar, saat terjadi ledakan harga komoditas,” ujar Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara "Indonesia's Economic Priorities", Selasa (25/10). Dia menuturkan, komponen ekspor dan impor turut berperan mendorong laju pertumbuhan ekonomi domestik. Nilai ekspor selama Januari sampai September 2022 mencapai US$ 219,35 miliar, meningkat 33,49%, sedangkan impor US$ 179,49 miliar, meningkat 28,93%. Kuartal II-2022 pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,44%. “Kami berharap per tumbuhan ekonomi mencapai 5,2% pada akhir tahun ini,” kata Airlangga. Airlangga mengatakan, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,3%. Padahal, Lembaga itu merevisi turun proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun ini menjadi 3,2%, dibandingkan perkiraan April 2022 sebesar 3,6%.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu (BKF Kemenkeu) Febrio Kacaribu mengatakan, surplus neraca perdagangan per September 2022 mencapai US$ 39,87 miliar, jauh lebih tinggi dibandingkan puncak periode booming harga komoditas tahun 2011 sebesar US$ 22,2 miliar. “Ini juga menandakan surplus telah terjadi selama 29 bulan berturut-turut. Secara kuartalan, kinerja net ekspor juga cukup baik, sehingga menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan PDB kuartal III-2022 dan tahun 2022 secara keseluruhan,” kata Febrio. Menurut dia, Indonesia terus melakukan diversifikasi produk maupun negara mitra dagang. “Ekspansi pasar ekspor, selain ke negara tujuan ekspor utama, misalnya, Filipina dan Malaysia sudah menunjukkan peningkatan signifikan sepanjang tahun berjalan,” ucap Febrio. (Yoga)


Tags :
#Perdagangan
Download Aplikasi Labirin :