;

Swasta Dilibatkan dalam Proyek EBT Rp 861,6 Triliun

26 Oct 2022 Investor Daily
Swasta Dilibatkan dalam Proyek EBT Rp 861,6 Triliun

Pemerintah sedang menyusun peta jalan untuk “mempensiunkan” PLTU batu bara sebagai wujud komitmen Indonesia mewujudkan energi bersih, net zero emission, 2060. Pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT) berkapasitas 20,9 gigawatt (GW) sedang dibangun dan ditargetkan rampung tahun 2030. Swasta diberikan kesempatan terlibat dalam proyek senilai US$ 55,18 miliar atau Rp 861,6 triliun itu. Hingga tahun 2021, EBT yang dihasilkan baru 12,2% energi nasional, jauh di bawah target 23% yang harus dicapai tahun 2025. Untuk itu, pemerintah mengakselerasi pembangunan pembangkit listrik EBT sebanyak 10,64 GW. Kontribusi terbesar, 36,7 % , adalah pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 3,91 GW, pembangkit listrik tenaga tenaga air (PLTA) 3,15 GW dengan kontribusi 29,6%, pembangkit listrik tenaga panas bumi 1,44 GW dengan pangsa 13,6%, pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) 1,05 GW atau 9,9%, pembangkit listrik tenaga bio energi 0,55 GW atau 5,2%, dan pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) 0,53 GW atau 5,0%.

Sedangkan pembangunan pembangkit listrik EBT 2021 hingga 2030 sebesar 20,9 GW. Dari jumlah itu, pangsa terbesar adalah PLTA berkapasitas 9,3 GW atau hampir 50%. Demikian benang merah diskusi bertema Investasi dalam Transisi Energi Fosil ke Energi Hijau Berkelanjutan, yang diselenggarakan di Bogor, Selasa (25/10). Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, upaya yang dilakukan pemerintah untuk menurunkan emisi karbon di Tanah Air antara lain dengan memensiunkan PLTU secara bertahap. “Dalam peta jalan yang sedang disusun, tertuang skema transisi energi dari berbasis fosil ke EBT, pendanaan, serta implementasinya. Mesti semua bersepakat petanya seperti apa, target implementasi, dan funding-nya, karena kami ingin sekali mendorong investasi di energi EBT,” ujar Erick. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :