;
Kategori

Ekonomi

( 40789 )

Vonis Jumbo Uang Pengganti Kasus Korupsi Eximbank

05 Dec 2022

Satu-persatu terdakwa kasus mega korupsi di negeri ini menerima hukuman. Usai Asuransi Jiwasraya dan Asabri, giliran terdakwa kasus korupsi di Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) menerima vonis putusan Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Ketut Sumedana menyebut, pekan lalu, hakim memvonis delapan terdakwa korupsi LPEI yang juga dikenal dengan EximBank ini dengan pidana penjara bervariasi, antara 4 tahun hingga 6 tahun penjara. Dalam kasus LPEI, terdakwa Johan Darsono divonis penjara 5 tahun plus uang pengganti Rp 1,99 triliun dan US$ 54,06 juta. Ini adalah uang pengganti tinggi ketiga dalam vonis kasus keuangan yang ada di negeri ini. Kasus dengan vonis ganti rugi jumbo sebelumnya jatuh kepada Benny Tjokrosaputro dalam kasus Jiwasraya senilai Rp 6,08 triliun dan vonis kepada Heru Hidayat senilai Rp 10,72 triliun.

Beragam Manfaat dari Rupiah Digital

05 Dec 2022

Bank Indonesia (BI) sudah membuat peta jalan central bank digital currency (CBDC) atau Rupiah Digital. Peta jalan yang bernama Proyek Garuda tersebut dirilis BI pada Rabu (30/11). Dalam dokumen yang diterima KONTAN, Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, Rupiah Digital akan diimplementasikan melalui tiga tahap. Tahap Pertama adalah wholesale CBDC (w-CBDC) atau W-Digital Rupiah. "Untuk memperoleh W-Digital Rupiah, pihak-pihak tersebut perlu mengonversi rekening giro di BI," jelas Perry dalam dokumen White Paper. Kedua, perluasan W-Digital Rupiah dengan tujuan mendukung operasi moneter sekaligus pengembangan pasar keuangan. Ketiga, pengembangan interaksi W-Digital Rupiah dengan retail CBDC (R-CBDC) atau R-Digital Rupiah. Dalam tahap ini, R-Digital Rupiah sudah bisa digunakan masyarakat luas layaknya uang kertas dan uang logam.

Saham Bank dan Energi Masih Jadi Buruan Investor Asing

05 Dec 2022

Dana asing masih cenderung memilih hengkang dari pasar saham Tanah Air. Pekan lalu, investor asing sejatinya sempat kembali mencetak net buy. Namun di dua hari perdagangan terakhir pekan lalu, investor asing mencetak net sell dalam jumlah besar, sehingga di pekan lalu total asing mencetak net sell  Rp 743,33 miliar. Bila dihitung sepanjang kuartal IV-2022 berjalan juga investor asing mencetak net sell Rp 1,66 triliun. Tapi jika dihitung sejak awal tahun tahun, investor asing masih mencetak net buy Rp 78,74 triliun. Toh, investor asing masih tampak memburu sejumlah saham. Investor asing terutama masuk ke saham perbankan pelat merah big caps  , yakni BBRI, BMRI dan BBNI. Head of Research Jasa Utama Capital Sekuritas Cheril Tanuwijaya menyebut, asing masih masuk ke sejumlah saham lantaran fundamental kuat. Inflasi masih terjaga, aman, ekonomi juga konsisten tumbuh di tiga kuartal berturut-turut. "Ditambah, neraca dagang juga konsisten surplus," ujar Cheril, kemarin.


PENGGALANGAN DANA 2023 : GELOMBANG LANDAI EMISI OBLIGASI KORPORASI

05 Dec 2022

Aksi korporasi penggalangan dana melalui emisi obligasi pada 2023 diperkirakan lebih moderat dibandingkan dengan aksi pada 2022. Korporasi diperkirakan lebih bersikap untuk wait and see menjelang Pemilu dan suku bunga acuan tinggi. Kepala Divisi Pemeringkatan Non Jasa Keuangan I PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Niken Indriarsih mengatakan aksi penggalangan dana kalangan korporasi pada 2023 tak terlalu menggebu. Menurutnya, energi yang mendorong penggalangan dana lewat penerbitan surat utang sudah tercurah pada 2022 ketika suku bunga acuan murah. Tak heran bila dia menilai penerbitan obligasi korporasi hingga pengujung 2022 bisa mencapai Rp161,32 triliun dengan Rp144,87 triliun di antaranya telah terbit dari Januari hingga Oktober. Seperti diketahui, Bank Indonesia (BI) memulai langkah normalisasi kebijakan moneter melalui kenaikan suku bunga acuan pada Agustus. Head of Fixed Income Research Mandiri Sekuritas Handy Yunianto mengatakan potensi penerbitan obligasi korporasi pada 2023 didorong oleh kebutuhan ekspansi dan refinancing. “Kebutuhan ekspansi didorong oleh ekspektasi masih solidnya pertumbuhan ekonomi Indonesia, meskipun ada ancaman dari risiko resesi global,” kata Handy kepada Bisnis, Minggu (4/12). Dia melanjutkan, aksi refinancing didukung oleh adanya obligasi korporasi yang jatuh tempo di tahun 2023 yang cukup tinggi sekitar Rp119 triliun dan relatif masih rendahnya cost of fund kupon obligasi korporasi.

POTENSI FLORIKULTURA : Anggrek Jatim Banjiri Pasar Asia Pasifik

05 Dec 2022

Tanaman Anggrek asal Jawa Timur (Jatim) siap membanjiri pasar Asia Pasifik menyusul minat tinggi kawasan itu pada jenis Dendrobium.Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perhimpunan Anggrek Indonesia Jawa Timur Fathul Yasin mengatakan jenis anggrek yang banyak diminati pasar di negara-negara Asia Pasifi k, seperti Thailand, Singapura, dan Jepang, yakni Dendrobium.“Anggrek yang diekspor berasal dari Malang Raya, dan Pasuruan yang direncanakan dapat terealisasi pada Maret [2023],” katanya, Minggu (4/12). Yasin menambahkan sentra anggrek juga tidak terbatas di Batu, melainkan Malang Raya, Pasuruan, Nganjuk, Surabaya, Tulungagung, Kediri, Lumajang, dan Surabaya.

MISI ASEAN SATUKAN PEMBAYARAN

03 Dec 2022

Negara-negara Asean tampaknya masih harus bersabar untuk mewujudkan impiannya menyatukan sistem pembayaran di kawasan. Masih ada sejumlah tantangan yang harus diselesaikan sebelum sistem tersebut benar-benar diimplementasikan. Persoalan regulasi, teknologi, keamanan, dan infrastruktur penunjang lainnya menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama agar integrasi sistem pembayaran sebagai upaya menciptakan ekosistem keuangan antarnegara yang lebih efisien berjalan mulus. Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Kartika Wirjoatmodjo mengatakan kawasan Asean memiliki cita-cita bersama untuk melakukan integrasi sistem pembayaran yang dapat mendorong peran kawasan itu sebagai sentra pertumbuhan ekonomi dunia. “Kami optimistis Asean sebagai kawasan ekonomi yang solid dan tangguh akan mampu menghadapi tantangan atas pesatnya pertumbuhan ekonomi digital,” ujarnya saat menjadi pembicara kunci dalam ajang 50th Asean Banking Council Meeting di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Jumat (2/12). Dia menuturkan industri keuangan, terutama perbankan di setiap negara memiliki regulasi dan teknologi pengembangan yang berbeda-beda. Dengan demikian, melalui integrasi sistem pembayaran itu, nantinya setiap negara perlu bersepakat ihwal standardisasi dalam hal implementasi sistem pembayaran. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyebut integrasi sistem pembayaran bakal memudahkan transaksi perbankan di kawasan. Ujungnya, hal tersebut bisa meningkatkan volume dan transaksi sistem pembayaran. Hal senada diungkapkan Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar. Menurutnya, OJK sangat mendukung sistem keuangan yang berkelanjutan, sistem keuangan digital, dan integrasi keuangan di Asean.

Menjaga Sense of Crisis dalam Titik Terang

03 Dec 2022

Indonesia agaknya bisa bernapas lega karena efek domino resesi global belum akan terasa hingga tahun depan menyusul masih kuatnya elemen penggerak pertumbuhan ekonomi yang tecermin dari proyeksi atas laju PDB yang akan berada dalam kisaran angka 5%. Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2023 seperti dikutip dari kanal YouTube Kementerian Keuangan, Kamis (1/12), keyakinan tersebut ditopang dari seluruh elemen pembentuk pertumbuhan yang berasal dari konsumsi, investasi dan ekspor. Selain dapat menangani pandemi Covid-19, Indonesia dianggap cukup kompeten dalam mengatasi dampak resesi bila dibandingkan dengan banyak negara-negara lain di dunia. Perekonomian Indonesia saat ini dalam tren pemulihan positif yang tumbuh cukup kuat di atas 5% selama lima triwulan berturut-turut. Melihat masih besarnya peluang untuk terhindar dari risiko resesi, harian ini berharap agar Indonesia tetap waspada dan berhati-hati atas segala kemungkinan yang terjadi. Meskipun saat ini kondisi masih dalam keadaan normal, sense of crisis tetap harus dikedepankan agar Tanah Air tidak gagap dalam merespons kemungkinan skenario terburuk. Sikap siaga ini terkait dengan langkah exit strategy atas kondisi pemburukan terjadi di tingkat global dengan melakukan langkah-langkah konkrit dari sisi fiskal dan moneter.

FINTECH P2P LENDING : Mayoritas Pinjol Merugi

03 Dec 2022

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bahwa sebanyak 61 dari 102 penyelenggara pinjaman online (pinjol) terdaftar, masih merugi. Selain itu, tiga pinjol masih mencatatkan ekuitas yang negatif. Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank Otoritas Jasa Keuangan (IKNB OJK) Ogi Prastomiyono mengatakan bahwa industri pinjol mempunyai potensi yang besar untuk tumbuh. Sebab, kondisi di lapangan masih banyak masyarakat belum terlayani oleh lembaga jasa keuangan (LJK) yang sudah ada, seperti perbankan. OJK pun berupaya menjadikan sektor pinjol terus berkembang dan berkelanjutan. “Bukan hanya euforia yang muncul, lalu tiba-tiba hilang begitu saja,” katanya dalam acara diskusi media pada Jumat (2/12). Menurutnya, saat ini kondisi pinjol banyak yang belum stabil. OJK mencatat bahwa jumlah pinjol yang terdaftar dan berizin mencapai 102 penyelenggara. “Ada 61 yang masih rugi, ada tiga negative equity, ada 21 yang modalnya masih di bawah Rp25 miliar.”

KETAHANAN SISTEM KEUANGAN : INOVASI DIGITAL PERBANKAN JADI PENOPANG

03 Dec 2022

Inovasi digital perbankan nasional turut menjadi penopang ketahanan sistem keuangan di Indonesia cukup kuat melalui masa pandemi Covid-19, termasuk kemunculan bank digital. Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas), yang juga Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo mengatakan perbankan RI melakukan sejumlah inovasi pada masa pandemi sehingga tingkat profitabilitasnya masih relatif tinggi. Hal itu, tecermin dari peningkatan margin laba bersih dua digit mencapai hampir 47% year-on-year (YoY) dengan nilai Rp134,8 triliun per 22 Agustus 2022. “Margin bunga bank-bank besar di Indonesia lebih dari 5%, melebihi rata-rata industri yang sebesar 4,7%. Pertumbuhan NIM didukung oleh likuiditas perbankan yang memadai dan dana murah,” ungkapnya saat membuka pertemuan Asean Banking Council (ABC) Meeting ke-50 di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (2/12). Menurutnya, kinerja kuat itu turut ditopang oleh inovasi yang muncul dari bank konvensional melalui solusi digitalnya. Inovasi lain perbankan Indonesia yang didukung pemerintah terkait dengan inklusi keuangan, yakni pembentukan holding ultramikro yang melibatkan tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Pegadaian, dan Permodalan Nasional Madani (PNM).

PENGHILIRAN MINERAL : Indonesia Siap Kuasai Produksi Baterai EV

03 Dec 2022

Kekayaan sumber daya mineral yang ada di Tanah Air membuat pemerintah percaya diri Indonesia bakal menguasai produksi baterai kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di dunia.Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan bahwa Indonesia memiliki cadangan tembaga, nikel, bauksit, dan timah yang sangat dibutuhkan untuk pengembangan baterai kendaraan listrik. Hal itu bisa menjadi modal kuat bagi Indonesia untuk menguasai produksi baterai EV.“Saya pernah hitung-hitung 60% nanti produksi baterai EV dunia itu ada di Indonesia, percaya saya,” katanya dalam Rapimnas Kadin Indonesia, Jumat (2/12). Saat ini, produksi sumber daya mineral yang dibutuhkan untuk kendaraan listrik masih tersebar, seperti nikel ada di Morowali dan Weda Bay, tembaga di Papua dan Sumbawa, bauksit di Kalimantan Barat dan Bintan, serta timah di Bangka Belitung. Jokowi melanjutkan bahwa apabila ekosistem besar tersebut telah terbangun, nantinya Indonesia akan menjadi tujuan investasi utama bagi para produsen kendaraan listrik.