Industri Film, Tekor atau Mencatat Rekor?
Tahun 2022 saat pandemi masih mengintai, bioskop dibuka kembali dengan berbagai pembatasan. Saat itu film KKN di Desa Penari yang disutradarai Awi Suryadi mencetak sejarah dengan 9,2 juta penonton. Sampai saat ini, film produksi MD Pictures yang diputar April-Mei itu belum tergoyahkan sebagai film Indonesia dengan penonton terbanyak. Pencapaian KKN di Desa Penari yang fenomenal dipandang sebagai penanda kembali bangkitnya perfilman nasional. Apalagi sepanjang 2022 ada 10 film yang masing-masing ditonton lebih dari satu juta penonton. Meski tahun 2022 industri film komersial memperlihatkan tanda kebangkitan, bukan berarti tahun 2023 industri ini pasti akan lebih baik. Ada beberapa ancaman yang bisa memengaruhi industri ini, di antaranya ancaman krisis ekonomi sebagai dampak perang Rusia-Ukraina, ancaman keamanan pada tahun politik jelang Pemilihan Umum 2024, dan ancaman kesehatan akibat masih belum kelarnya pandemi Covid-19. Produser Wicky V Olindo mengatakan, kondisi ekonomi saat ini mulai suram lantaran banyak pemberitaan tentang pemberhentian tenaga kerja di banyak perusahaan besar. Akan tetapi, dia tetap optimistis karena pertumbuhan ekonomi masih bagus dan daya beli masih terjaga.
”Untuk industri bioskop, kita harus melihat lagi karena bioskop itu fluid dari perspektif daya beli. Karena industrinya belum konsisten, penonton kadang ada dan enggak ada,” ujar Wicky di Jakarta, Jumat (25/11). Para produser yang lama malang melintang di industri film Indonesia seperti Manoj Punjabi dari MD Pictures juga tetap optimistis menatap tahun 2023. Belajar dari kesuksesan film produksinya, KKN di Desa Penari, menurut Manoj, film Indonesia sudah terbukti bisa bersaing dengan film-film Hollywood. ”Ini, luar biasa. Setelah itu hingga sekarang film-film nasional bisa dibilang jadi tuan rumah lagi di negeri sendiri,” ujarnya. Dia telah mempersiapkan 11 film andalan untuk ditayangkan pada 2023. Dia yakin, film-film tersebut bakal menggaet jutaan penonton. Keyakinan itu ditopang dengan fakta bahwa penguasaan pasar (market share) film-film nasional bisa mengimbangi film asing pada tahun 2023. Ketua Komite FFI 2021-2023 Reza Rahadian pada malam penghargaan FFI di Jakarta, Selasa (22/11) mengatakan, penguasaan pasar film Indonesia sudah mencapai 61 %. Persentase tersebut naik signifikan dalam setahun dari sebelumnya 48 %. (Yoga)
Tags :
#Industri lainnyaPostingan Terkait
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023