Ekonomi
( 40512 )Ekonomi Indonesia Masih Bertumbuh
Di tengah perlambatan ekonomi global, BI memprediksi perekonomian Indonesia pada 2023 dan 2024 masih bertumbuh. Pertumbuhan ini akan ditopang oleh konsumsi, investasi, dan ekspor. BI juga memprediksi inflasi bisa terkendali. Hal ini mengemuka dalam Pertemuan Tahunan BI 2022 di Jakarta, Rabu (30/11) yang bertajuk ”Sinergi dan Inovasi Memperkuat Ketahanan dan Kebangkitan Menuju Indonesia Maju”. Presiden Jokowi dalam sambutan pada acara ini mendorong seluruh jajarannya tetap optimistis menghadapi kondisi perekonomian global tahun depan yang masih diwarnai ketidakpastian. Namun, Presiden juga mewanti-wanti agar tetap waspada dan berhati-hati menyusun kebijakan.
”(Otoritas) fiskal, moneter, harus selalu berbicara, harus selalu berdampingan sehingga semua policy yang ada itu betul-betul bermanfaat bagi rakyat dan negara,” ujar Presiden. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia 2023 diproyeksikan tetap kuat di kisaran 4,5-5,3 %. Pertumbuhan ini akan terus meningkat menjadi 4,7-5,5 % pada 2024. ”Pertumbuhan ditopang oleh konsumsi, investasi yang meningkat karena hilirisasi infrastruktur penanaman modal asing, pariwisata, dan lainnya,” ujar Perry. Inflasi juga diperkirakan akan terkendali sehingga bisa kembali ke sasarannya, yakni 3 % plus minus 1 % pada 2023 dan 2,5 % plus minus 1 % pada 2024. (Yoga)
Pelaku Usaha Diminta Lirik Ceruk Domestik
Pelaku usaha di Jabar yang terbiasa mengekspor komoditasnya diharapkan mulai melirik ceruk pasar domestik. Hal ini diharapkan bisa ikut menekan potensi pelambatan laju ekonomi hingga anjloknya nilai ekspor akibat berbagai masalah yang membelit dunia. Hal itu dikatakan Deputi Direktur Kantor Perwakilan BI Wilayah Jabar Taufik Saleh dalam Pertemuan Tahunan BI 2022 di Jabar, Rabu (30/11). (Yoga)
DPRD DKI Setuju Tambah Modal LRT
DPRD DKI Jakarta memastikan PT Jakarta Propertindo, yang merupakan BUMD DKI Jakarta, mendapatkan penyertaan modal daerah Rp 916 miliar untuk pekerjaan awal jalur LRT Jakarta fase 1B Velodrome-Manggarai. Ismail, Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta dan anggota Badan Anggaran DPRD DKI Jakarta, Rabu (30/11) menjelaskan, DPRD DKI menyepakati pembiayaan penuntasan fase awal LRT Jakarta fase 1B naik menjadi Rp 916 miliar. (Yoga)
Melambat, Ekonomi 2023 Diramal Tumbuh 5%
Ekonomi Indonesia masih akan berada di kisaran 5% tahun depan. Berarti selama kurang lebih 10 tahun, ekonomi Indonesia selalu berkutat sekitar 5% saja.
Sejumlah lembaga internasional pun sudah memproyeksi laju ekonomi Indonesia tahun depan di kisaran angka tersebut. Proyeksi tersebut diperkuat dengan prediksi dari Bank Indonesia (BI). Bank Sentral memproyeksi ekonomi Indonesia di kisaran 4,5% - 5,3% di 2023. Gubernur BI Perry Warjiyo mengakui, Indonesia masih punya modal untuk bisa membuat ekonomi tumbuh positif tahun depan. Namun, ketidakpastian global tahun depan menjadi faktor penghambat.
"Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2023 memang tetap kuat, tetapi sedikit melambat ke titik tengah kisaran 4,5% yoy hingga 5,3% yoy tersebut,” terang Perry dalam Pertemuan Tahunan BI 2022, Rabu (30/11) di Jakarta.
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memastikan, pemerintah tetap akan hati-hati dalam mengambil langkah.
Perbankan Menghindari Pembiayaan Pembangunan Apartemen
Kondisi pasar apartemen di Indonesia terus menunjukkan perlambatan sejak memasuki pandemi Covid-19. Hal ini menjadi perhatian perbankan dalam menyalurkan pembiayaan dalam pembangunan gedung-gedung apartemen. Beberapa bank bahkan mengaku menghindari sektor tersebut dan fokus menyelesaikan kredit konstruksi proyek highrise building yang sedang bermasalah. Penurunan penjualan properti ditunjukkan dari Colliers Indonesia. Konsultan properti ini mencatat penjualan apartemen sejak awal tahun hingga September 2022 baru mencapai 782 unit. Data Colliers menunjukkan permintaan apartemen pada 2019 mencapai 5.000 unit, lalu pada 2020 turun menjadi sekitar 2.000 unit, dan pada 2021 hanya mencapai sekitar 1.000 unit. Adapun pada tahun 2015, permintaannya lebih dari 10.000 unit. Lalu pada tahun 2016 berada di kisaran 8.000 -10.000 unit, tahun 2017 menjadi 8.000 unit, pada 2018 mendekati 6.000 unit. Sebelumnya, BTN menyebutkan akan melakukan penjualan aset dari beberapa proyek highrise building secara bulksales lewat skema asset swap atau tukar guling aset dengan surat berharga kepada investor. Perseroan menargetkan mengantongi penjualan sebesar Rp 1 triliun dari skema ini tahun ini. Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmahargyo mengatakan, program bulksales Bank BTN tetap terus berproses dan masih sesuai dengan timeline yang ditetapkan.
HATI-HATI JAGA EKONOMI
Upaya menjaga deru mesin ekonomi nasional makin menantang di tengah situasi ekonomi dunia yang masih serba tak pasti. Namun, capaian positif sejumlah indikator ekonomi Indonesia belakangan ini dapat menjadi pengingat untuk terus menjaga optimisme, meski tetap harus hati-hati. Jika ditelaah, setidaknya ada tiga hal penting yang perlu dijaga agar mesin ekonomi nasional terus menderu yakni kinerja ekspor, investasi, serta konsumsi rumah tangga. Pada aktivitas ekspor, tren surplus neraca dagang terus berlanjut dan per Oktober 2022 telah mencapai US$45,52 miliar, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan surplus sepanjang tahun lalu. Performa penanaman modal pun tak kalah prima yakni Rp892,4 triliun per kuartal III/2022, atau setara dengan 74,4% dari total target investasi yang pada tahun ini disasar mencapai Rp1.200 triliun. Pun dengan konsumsi rumah tangga yang masih tumbuh 5,39% (year-on-year/YoY) pada kuartal III/2022, serta tetap kokoh menyangga fondasi produk domestik bruto (PDB). Sementara itu, dari sisi moneter dan inflasi, Bank Indonesia (BI) telah memasang kuda-kuda khusus. Ada lima siasat yang siap dieksekusi oleh otoritas moneter. Pertama, menyesuaikan kebijakan suku bunga acuan dengan mengacu pada perkembangan dan ekspektasi inflasi. Kedua, melonggarkan kebijakan makroprudensial untuk mendorong kredit pada sektor unggulan. Ketiga, mendorong akselerasi integrasi ekonomi dan keuangan digital. Keempat, mengakselerasi pendalaman pasar uang dan valas untuk memperkuat operasi dan transmisi kebijakan. Kelima, memperluas program pengembangan ekonomi keuangan inklusif pada UMKM dan syariah.
BI Daulat BSI sebagai Pendukung Pengendali Moneter dan UMKM Terbaik
PT Bank Syariah Indonesia Tbk. atau BSI (BRIS) meraih dua penghargaan dalam ajang Bank Indonesia Award 2022. Bank dengan aset terbesar ke-7 di Indonesia ini untuk kedua kalinya meraih penghargaan sebagai Bank Pendukung Pengendalian Moneter Rupiah & Valas Terbaik dan Bank Pendukung UMKM Terbaik. Apresiasi tersebut disampaikan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam acara Bank Indonesia Award 2022. Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan penghargaan ini diharapkan bisa memacu pihaknya untuk senantiasa mendukung tugas-tugas bank sentral. Capaian ini tidak terlepas dari kinerja positif BSI yang hingga September 2022 membukukan peningkatan laba bersih hingga 42 persen secara year-on-year (YoY) menjadi Rp3,21 triliun. Kinerja moncer itu didukung kepercayaan masyarakat melalui penempatan Dana Pihak Ketiga (DPK) senilai Rp245,18 triliun atau tumbuh 11,86 persen YoY per triwulan III/2022.
ANCAMAN RESESI GLOBAL : RUMAH ELITE MARAK DILEGO
Pusat Studi Properti Indonesia menengarai maraknya penjualan rumah elite di Jakarta dan sekitarnya dipicu sentimen kondisi inflasi dan ancaman resesi pada 2023.
Direktur Eksekutif Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI) Panangian Simanungkalit mengatakan sentimen itu mendorong masyarakat untuk menjual rumah sehingga memperoleh dana tunai yang cukup di tahun depan. “Pemilik-pemilik rumah di kawasan elite itu kan ada pengusaha yang membutuhkan cash, makanya dia harus menjual rumahnya dengan harga di bawah harga pasar,” katanya saat dihubungi, Rabu (30/11). Selain kebutuhan uang tunai, menurutnya, ada motif lain yakni keinginan pemilik rumah untuk pindah ke hunian yang lebih kecil atau ke apartemen. Selain itu, sebagian lainnya memilih lokasi yang lebih sepi dan hijau seperti di Bogor atau Serpong, Tangerang.
Pada umumnya, motif itu dilakukan oleh pemilik rumah yang berstatus pensiunan, CEO, Direktur, ASN, pejabat tinggi, maupun warga senior lainnya. Fenomena penjualan rumah seken di kawasan elite Jakarta lebih marak terjadi pada 2022, bahkan tidak sedikit rumah mewah yang diobral murah oleh pemiliknya.
INFRASTRUKTUR PERKERETAAPIAN : Kereta Cepat Jadi Tulang Punggung Transportasi
Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno menjelaskan Kereta Cepat Jakarta–Bandung atau KCJB bisa belajar dari China, yang menjadikan kereta cepat sebagai tulang punggung transportasi penggerak ekonomi. China menjadikan kereta cepat sebagai tulang punggung transportasi di wilayahnya, tidak seperti Indonesia yang mengandalkan pesawat terbang atau jalan tol. “Jalur transportasi barang dan orang benar-benar terpisah, dan frekuensi logistik bisa tinggi dan bersaing,” ujarnya Rabu (30/11). Menurutnya, China Railway, BUMN perkeretaapian China, dan pemerintah pusat bukan satu-satunya pihak yang bertanggung jawab untuk mengembangkan jalur kereta cepat. Pemerintah daerah juga memiliki peran untuk memberikan pertimbangan agar keberadaan KCJB menimbulkan multiplier effect. Oleh sebab itu, KCJB yang juga digarap oleh China didorong untuk bisa melibatkan lebih banyak peran pemerintah setempat. Utamanya, terkait dengan fasilitas angkutan umum pengumpan (feeder) dari dan ke kawasan perumahan dan permukiman.
Inflasi Uni Eropa Masih Berpeluang Naik
Inflasi Uni Eropa, yang menembus 10,7 % pada Oktober 2022, masih berpeluang naik. Lonjakan harga energi dan pangan jadi penyebab utama kenaikan itu. Asia Tenggara, termasuk Indonesia, bisa terdampak upaya pengendalian inflasi UE. Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde mengatakan, semua faktor pembentuk inflasi menunjukkan kenaikan. Makanan, energi, dan aneka kebutuhan lain terus naik harganya. ”Kami tidak melihat bagian atau arah yang bisa membuat saya yakin bahwa kita mencapai puncak inflasi dan inflasi akan turun dalam waktu dekat,” ujar Lagarde dalam dengar pendapat di parlemen Eropa, Senin (28/11 sore waktu Brussels. Eurostat mencatat, 53 % inflasi dipicu harga energi dan makanan. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









