;

PERDAGANGAN GLOBAL, Demam Dunia dan Gerah Indonesia

Ekonomi Yoga 02 Dec 2022 Kompas
PERDAGANGAN GLOBAL, Demam Dunia dan Gerah Indonesia

Sakit perdagangan dunia tak kunjung reda. Pandemi Covid-19 dan perang Rusia-Ukraina masih menjadi penyebabnya. Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) melaporkan, per September 2022, indeks atau barometer perdagangan barang dunia berada di level 96,2. Angka itu berada di bawah tren normal atau ambang batas 100. Barometer itu menunjukkan perdagangan tumbuh lebih lambat pada bulan-bulan terakhir tahun ini, sejalan dengan perkiraan WTO bahwa perdagangan global pada 2022 bakal tumbuh 3,5 % dan 1 % pada 2023. Rendahnya barometer perdagangan barang itu dipengaruhi oleh rendahnya subindeks permintaan ekspor dan perdagangan bahan mentah. Juga tecermin pada subindeks angkutan udara dan pengapalan kontainer. Konferensi Perdagangan dan Pembangunan PBB (UNCTAD) bahkan menyebutkan, gangguan pengiriman barang masih terjadi karena karantina wilayah (lockdown) dan perang. Meski tarif angkutan kontainer telah turun sejak pertengahan 2022, tarif itu masih di atas level pra-Covid-19.

Dalam laporannya, ”Review of Maritime Transport 2022: Navigating Stormy Waters”, UNCTAD menyimulasikan, kenaikan harga komoditas biji-bijian dan tarif pengiriman curah kering menyebabkan kenaikan harga pangan di tingkat konsumen sebesar 1,27 % di negara-negara berpenghasilan menengah, 1,06 % di negara berpenghasilan rendah, dan 0,8 persen di negara berpenghasilan tinggi. UNCTAD juga memperkirakan perdagangan maritim global tumbuh lambat menjadi 1,4 % pada 2022, dibarengi kenaikan inflasi dan biaya hidup yang menggerus pendapatan konsumen pada akhir 2022 dan 2023. Pada periode 2023-2027, perdagangan maritim diproyeksikan tumbuh 2,1 % per tahun, lebih lambat dari rata-rata pertumbuhan tiga dekade terakhir sebesar 3,3 %. ”Demam” perdagangan dunia itu sudah menular ke Indonesia. Harga komoditas yang diimpor Indonesia, seperti kedelai, gandum, dan pupuk, melonjak. Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kemendag, harga kedelai impor per 24 Februari 2022 sebesar Rp 13.300 per kg dan per 29 November 2022 naik jadi Rp 14.900 per kg. Pada periode sama, harga tepung terigu naik dari Rp 10.800 per kg jadi Rp 13.100 per kg. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :