Ekonomi
( 40512 )PERDAGANGAN GLOBAL, Demam Dunia dan Gerah Indonesia
Sakit perdagangan dunia tak kunjung reda. Pandemi Covid-19 dan perang Rusia-Ukraina masih menjadi penyebabnya. Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) melaporkan, per September 2022, indeks atau barometer perdagangan barang dunia berada di level 96,2. Angka itu berada di bawah tren normal atau ambang batas 100. Barometer itu menunjukkan perdagangan tumbuh lebih lambat pada bulan-bulan terakhir tahun ini, sejalan dengan perkiraan WTO bahwa perdagangan global pada 2022 bakal tumbuh 3,5 % dan 1 % pada 2023. Rendahnya barometer perdagangan barang itu dipengaruhi oleh rendahnya subindeks permintaan ekspor dan perdagangan bahan mentah. Juga tecermin pada subindeks angkutan udara dan pengapalan kontainer. Konferensi Perdagangan dan Pembangunan PBB (UNCTAD) bahkan menyebutkan, gangguan pengiriman barang masih terjadi karena karantina wilayah (lockdown) dan perang. Meski tarif angkutan kontainer telah turun sejak pertengahan 2022, tarif itu masih di atas level pra-Covid-19.
Dalam laporannya, ”Review of Maritime Transport 2022: Navigating Stormy Waters”, UNCTAD menyimulasikan, kenaikan harga komoditas biji-bijian dan tarif pengiriman curah kering menyebabkan kenaikan harga pangan di tingkat konsumen sebesar 1,27 % di negara-negara berpenghasilan menengah, 1,06 % di negara berpenghasilan rendah, dan 0,8 persen di negara berpenghasilan tinggi. UNCTAD juga memperkirakan perdagangan maritim global tumbuh lambat menjadi 1,4 % pada 2022, dibarengi kenaikan inflasi dan biaya hidup yang menggerus pendapatan konsumen pada akhir 2022 dan 2023. Pada periode 2023-2027, perdagangan maritim diproyeksikan tumbuh 2,1 % per tahun, lebih lambat dari rata-rata pertumbuhan tiga dekade terakhir sebesar 3,3 %. ”Demam” perdagangan dunia itu sudah menular ke Indonesia. Harga komoditas yang diimpor Indonesia, seperti kedelai, gandum, dan pupuk, melonjak. Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kemendag, harga kedelai impor per 24 Februari 2022 sebesar Rp 13.300 per kg dan per 29 November 2022 naik jadi Rp 14.900 per kg. Pada periode sama, harga tepung terigu naik dari Rp 10.800 per kg jadi Rp 13.100 per kg. (Yoga)
Pemerintah Didesak Cegah PHK Semakin Meluas
Pemerintah diminta segera mencari solusi terhadap PHK yang marak di Indonesia agar tak semakin meluas. Respons cepat diperlukan untuk mencari solusi terbaik dengan melibatkan pengusaha dan serikat pekerja. Anggota Ombudsman RI, Robert Na Endi Jaweng, mengingatkan, gelombang PHK pada tahun ini telah melanda sejumlah sektor industri, di antaranya industri tekstil, garmen, serta sepatu dan alas kaki. Berdasarkan data Kemenaker, jumlah tenaga kerja yang dikenai PHK hingga Oktober 2022 sebanyak 11.626 pekerja. Berdasarkan data Asosiasi Persepatuan dan Alas Kaki Indonesia, sejak pandemi Covid-19 hingga kini terjadi PHK terhadap 25.700 pekerja bidang persepatuan dan alas kaki. Selain itu, ratusan ribu pekerja dirumahkan dan terjadi pengurangan jam kerja dari rata-rata 40 jam per minggu menjadi 30 jam per minggu yang berdampak pada penurunan upah.
”Pemerintah perlu bertindak cepat dan mencegah agar PHK tidak terus meluas,” kata Robert dalam konferensi pers ”Pelayanan Publik Bidang Ketenagakerjaan:Respons Pemerintah atas Badai PHK yang Terjadi”, secara daring, Kamis (1/12). Dari temuan Ombudsman RI, fenomena PHK massal disinyalir merupakan dampak penetapan upah minimum provinsi(UMP) yang baru ditetapkan pemerintah. Penetapan kebijakan UMP dinilai minim pelibatan para pihak, seperti unsur pemberi kerja, asosiasi, serikat pekerja, lembaga tripartit, dan Dewan Pengupahan. Di samping itu, Ombudsman menilai terdapat dualisme regulasi, yaitu PP No 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan dengan Permenaker No 18 Tahun 2022 tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2023. (Yoga)
Pasokan Beras Makin Seret
Pergerakan harga beras yang berpengaruh pada inflasi beberapa bulan terakhir menandakan kebutuhan menambah stok yang dikelola Perum Bulog untuk mengintervensi pasar makin mendesak. Pedagang berharap tambahan pasokan bulan ini, termasuk lewat impor, untuk mengendalikan harga beras di tingkat konsumen. BPS, Kamis (1/12) merilis, rata-rata harga beras per November 2022 mencapai Rp 11.877 per kg, meningkat dari bulan sebelumnya Rp 11.837 per kg. Penyebab kenaikan harga sejak empat bulan lalu bersifat musiman karena produksi beras menurun jelang akhir tahun. Ketua Koperasi Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Zulkifli Rasyid memperkirakan, aliran beras ke pedagang-pedagang di pasar induk menurun lebih dari 50 %. Realisasi permintaan beras ke Bulog juga belum optimal. Padahal, PIBC merupakan salah satu barome ter beras nasional. ”Kami sangat membutuhkan beras impor. Tak perlu ada kisruh-kisruh (untuk merealisasikannya),” ujarnya, Kamis (1/12).
Keterbukaan pemerintah terhadap rencana hingga realisasi impor, menurut Zulkifli, secara psikologis akan berdampak pada penurunan harga beras di pasar. Dia berharap, beras impor bisa sampai di Indonesia pertengahan Desember 2022, paling lambat sepekan sebelum akhir tahun. Anggota Dewan Penasihat Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi), Bayu Krisnamurthi, menilai, Desember merupakan momen yang tepat untuk mendatangkan beras impor di Indonesia. ”Desember merupakan puncak paceklik karena panen terbatas. Di hilir, permintaan meningkat karena momen Natal dan Tahun Baru,” katanya. Menurut Bayu, pergerakan inflasi dan harga beras itu menandakan daya beli masyarakat tertekan, khususnya pada kelompok dengan pengeluaran terbesar untuk kebutuhan pangan. Pada musim paceklik, petani pun jadi konsumen dan berada di kelompok tersebut. (Yoga)
Inflasi November 2022 Didominasi Transportasi
Pergerakan harga beras yang berpengaruh pada inflasi beberapa bulan terakhir menandakan kebutuhan menambah stok yang dikelola Perum Bulog untuk mengintervensi pasar makin mendesak. Pedagang berharap tambahan pasokan bulan ini, termasuk lewat impor, untuk mengendalikan harga beras di tingkat konsumen. BPS, Kamis (1/12) merilis, rata-rata harga beras per November 2022 mencapai Rp 11.877 per kg, meningkat dari bulan sebelumnya Rp 11.837 per kg. Penyebab kenaikan harga sejak empat bulan lalu bersifat musiman karena produksi beras menurun jelang akhir tahun. Ketua Koperasi Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Zulkifli Rasyid memperkirakan, aliran beras ke pedagang-pedagang di pasar induk menurun lebih dari 50 %. Realisasi permintaan beras ke Bulog juga belum optimal. Padahal, PIBC merupakan salah satu barome ter beras nasional. ”Kami sangat membutuhkan beras impor. Tak perlu ada kisruh-kisruh (untuk merealisasikannya),” ujarnya, Kamis (1/12).
Keterbukaan pemerintah terhadap rencana hingga realisasi impor, menurut Zulkifli, secara psikologis akan berdampak pada penurunan harga beras di pasar. Dia berharap, beras impor bisa sampai di Indonesia pertengahan Desember 2022, paling lambat sepekan sebelum akhir tahun. Anggota Dewan Penasihat Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi), Bayu Krisnamurthi, menilai, Desember merupakan momen yang tepat untuk mendatangkan beras impor di Indonesia. ”Desember merupakan puncak paceklik karena panen terbatas. Di hilir, permintaan meningkat karena momen Natal dan Tahun Baru,” katanya. Menurut Bayu, pergerakan inflasi dan harga beras itu menandakan daya beli masyarakat tertekan, khususnya pada kelompok dengan pengeluaran terbesar untuk kebutuhan pangan. Pada musim paceklik, petani pun jadi konsumen dan berada di kelompok tersebut. (Yoga)
Akuisisi Danareksa Investment Management BRI Tegaskan Visi Menjadi "The Most Valuable Banking Group in South Asia dan Champion Of Financial Inclution"
JAKARTA, ID – Pada hari Rabu, 30 November 2022, BRI dan Danareksa melakukan penandatanganan Akta Jual Beli Saham dalam rangka pembelian saham Danareksa Investment Management (DIM) dari Danareksa dengan jumlah lembar saham sebesar 9 juta lembar atau setara dengan 30% dari total saham DIM. Dengan demikian saat ini kepemilikan BRI pada DIM menjadi sebesar 65%. Hadir dalam acara tersebut Direktur Utama BRI Sunarso, Direktur Utama Danareksa Arisudono dan Direktur Utama DIM Marsangap P Tamba. Sunarso mengungkapkan, tujuan aksi korporasi yang dilakukan BRI ini sejalan dengan visi perseroan menjadi “The Most Valuable Banking Groupin South East Asia and Champion Financial Inclusion” pada tahun 2025, dimana BRI berencana menjadi perusahaan jasa keuangan terintegrasi dengan salah satu upayanya adalah optimalisasi jasa manajemen investasi pada ekosistem BRI melalui Danareksa Investment Management (DIM).
Indonesia Lepas dari Jeratan Hiperinflasi
JAKARTA, ID — Di tengah gempuran hiperinflasi global, Indonesia sukses mengendalikan laju kenaikan harga barang dan jasa dalam dua bulan terakhir. Setelah mencapai 5,95% (yoy) pada September 2022 akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), inflasi berangsur turun menjadi 5,71% pada Oktober 2022 dan 5,42% pada November 2022. Tren ini juga makin memperbesar keyakinan banyak pihak bahwa Indonesia lolos dari ancaman hiperinflasi. Dengan tren inflasi yang melandai tersebut, BI pun dinilai tak lagi perlu melakukan pengetatan moneter dengan menaikkan suku bunga acuan secara agresif, sehingga ruang bagi pertumbuhan ekonomi bisa lebih luas. Bank sentral disarankan cukup menaikkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) 25 basis poin (bps) mulai Desember mendatang, setelah tiga bulan berturut-turut sebelumnya menaikkan masing-masing sebesar 50 basis poin. Realisasi inflasi November 2022 yang berada di bawah konsensus pasar sebesar 5,50% (yoy) itu tidak lepas dari sokongan inflasi bahan pangan yang terkendali. Upaya ekstra (extra effort) pengendalian oleh semua pihak terkait membuat inflasi volatile food (VF) bisa
diturunkan menjadi 5,7% pada Novermber 2022 dari 7,19% pada Oktober 2022, di tengah inflasi administered prices (AP) yang masih tinggi yakni 13,01% pada November 2022. (Yetede)
RRT Akan Umumkan Pelonggaran Protokol Karantina
ID – Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT) akan mengumumkan pelonggaran protokol karantina dan pengurangan pengujian massal dalam beberapa hari mendatang. Menurut para sumber kepada Reuters, perubahan kebijakan yang nyata ini terjadi menyusul kemarahan rakyat atas aturan pembatasan terberat di dunia dan memicu aksi protes meluas. Ada pun langkah-langkah pelonggaran kebijakan yang bakal diungkapkan, termasuk pengurangan pengujian massal dan tes asam nukleat reguler, serta langkah -langkah mengizinkan orang-orang dengan kasus positif dan kontak dekat untuk menjalani isolasi di rumah di bawah syarat tertentu. Kebijakan tersebut jelas jauh berbeda dari protokol sebelumnya yang telah menyebabkan frustrasi publik. Pasalnya seluruh komunitas berada dalam lockdown, terkadang selama berminggu-minggu, walau hanya ada satu kasus positif. Kasus-kasus di seluruh negeri pun dilaporkan masih mendekati angka tertinggi, tetapi muncul perubahan setelah beberapa kota mencabut lockdown dalam beberapa hari terakhir. Bahkan seorang pejabat tinggi mengatakan kemampuan virus untuk menyebabkan penyakit telah melemah. (Yetede)
Penaikan Suku Bunga The Fed Lebih Kecil, Diperkirakan Desember
WASHINGTON, ID – Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell pada Rabu (30/11/2022) waktu setempat memastikan bahwa penaikan suku bunga yang lebih kecil kemugkinan segera terjadi. Walau hasil dari kemajuan dalam perang melawan infasi sebagian besar tidak memadai. alam catatan Powell, langkah-langkah kebijakan seperti kenaikan suku bunga dan pengurangan kepemilikan obligasi The Fed, umumnya membutuhkan waktu untuk melewati sistem. “Dengan demikian, masuk akal untuk memoderasi laju penaikan suku bunga kami saat kami mendekati tingkat pengekangan yang cukup untuk menurunkan inflasi. Waktu untuk memoderasi laju kenaikan suku bunga mungkin akan datang segera setelah pertemuan Desember,” ujarnya dalam sambutan yang disampaikan di Brookings Institution, yang dilansir CNBC. Menurut Powell, ia melihat bank. “Meskipun ada beberapa perkembangan yang menjanjikan, jalan kita masih panjang untuk memulihkan stabilitas harga,” tuturnya. Wall Street pun menyambut baik pernyataan itu. Sebagai respons, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 737 poin atau 2,18%, sekaligus menghentikan penurunan beruntun tiga sesi. Sementara itu, saham-saham teknologi bernasib lebih baik, dengan Nasdaq Composite menguat 4,41% lebih tinggi. (Yetede)
Swiss Bekukan US$ 8 Miliar Aset Rusia
ZURICH, ID – Otoritas Swiss telah membekukan aset keuangan senilai 7,5 miliar franc (US$ 7,94 miliar) pada 25 November 2022, di bawah sanksi terhadap Rusia. Menurut Sekretariat Negara Urusan Ekonomi (State Secretariat for Economic Affairs/SECO) pada Kamis (1/12/2022), pembekuan ini bertujuan menghukum Rusia atas invasinya ke Ukraina. Badan pengawas sanksi, SECO menambahkan bahwa terdapat 15 properti di enam wilayah yang juga diblokir, tanpa menyebutkan wilayah yang dimaksud. “Hingga 3 Juni, SECO telah diberitahu tentang simpanan yang dimiliki oleh warga negara Rusia, dan individu serta badan hukum di Rusia, sebesar 46,1 miliar franc,” demikian menurut pernyataan yang dilansir Reuters. Angka tersebut jauh di bawah 150 miliar hingga 200 miliar franc Swiss dari kekayaan warga Rusia yang diperkirakan dimiliki perbankan Swiss dalam Asosiasi Bankir Swiss (Swiss Bankers Association). Pejabat SECO mengatakan perbedaan tersebut dapat mencerminkan fakta bahwa penduduk Rusia yang juga warga negara Swiss atau Uni Eropa (UE), atau bertempat tinggal di sana, tidak tercakup oleh tindakan tersebut. (Yetede)
Platform Digital Didorong Optimalkan Penjualan Produk dari Dalam Negeri
JAKARTA, ID – Para pengelola dan penyedia platform digital/start-up di Tanah Air didorong untuk mengoptimalkan penjualan produk dalam negeri (PDN) di tengah ancaman krisis dan resesi global. Mereka juga diminta untuk lebih efisien dalam menjalankan bisnis, tapi diharapkan tidak sampai mem-PHK karyawan. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate memberikan arahan kepada pelaku ekonomi digital terkait potensi ancaman krisis global pada 2023. Pertama, platform e-commerce diminta untuk memaksimalkan penjualan PDN. Kedua, mereka diminta mengefisienkan bisnisnya dan diharapkan tidak sampai melakukan pemutusan hubungan kerja (PMK/lay off). Ketiga, platform digital juga didorong untuk memaksimalkan sumber pembiayaan yang ada untuk meningkatkan kapasitas bisnisnya. “Pemerintah dalam anggaran sudahmenyiapkan itu, tetapi harus dijaga untuk mendukung dunia usaha. Forum kali ini juga harus memperhatikan lingkungan ekonomi digital, kita siapkan anitisipasi seperti apa?” ujar Johnny, saat membuka Forum Ekonomi Digital Kominfo V bertema ‘Musim Dingin Start-up Digital: Dampak dan Tantangan terhadap Perkembangan Ekonomi Digital di Indonesia’ di Jakarta, Kamis (1/12/2022). (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









