Ekonomi
( 40600 )Bulog: Beras Impor Tiba Bulan Ini
Perum Bulog menilai stok beras pemerintah terus berkurang. Impor diharapkan mendongkrak stok guna mengendalikan harga di tingkat konsumen. Kepastian soal impor itu diharapkan meredam spekulasi sekaligus mengirim sinyal kepada para pelaku perberasan untuk melepaskan stoknya ke pasar. Mantan Wakabulog sekaligus Sekretaris Menteri Negara Pangan 1993-1999, Sapuan Gafar, berpendapat, impor beras akan mengurangi spekulasi harga. ”Impor ini hanya mengerem spekulasi. Artinya, (harga beras) masih akan naik sedikit-sedikit atau istilahnya increasing at decreasing rate sampai Februari. Apabila kedatangan beras impor sudah pasti dari sisi jumlah dan waktu, operasi pasar sebaiknya diperbesar,” ujarnya saat dihubungi pada Minggu (4/12). Dirut Perum Bulog Budi Waseso mengatakan, pihaknya tengah berupaya mengamankan stok cadangan beras pemerintah (CBP) ditingkat yang cukup meski tidak mencapai target yang ditentukan pemerintah, yakni 1,2 juta ton pada akhir tahun. ”Insya Allah Desember ini ada tambahan (beras) dari impor yang mengamankan stok kita.
Saya akan buka ketika (berasnya) sampai di sini,” katanya saat ditemui di kantornya di Jakarta, Jumat (2/12). Budi merinci, asumsi tanpa pengadaan, stok beras Bulog sekitar 300.000 ton di akhir tahun ini. Namun, penyerapan dalam negeri telah mencapai sekitar 150.000 ton. Dengan demikian, stok beras tanpa impor sekitar 450.000 ton pada akhir tahun. Impor akan menambah stok hingga di atas 500.000 ton. Sebelumnya, BPS mencatat, komoditas beras mengalami inflasi dalam lima bulan terakhir. Pada November 2022, rata-rata harga beras Rp 11.877 per kg. Penyebab kenaikan harga sejak empat bulan lalu bersifat musiman karena produksi beras menurun menjelang akhir tahun. Anggota Dewan Penasihat Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi), Bayu Krisnamurthi, menilai, Desember merupakan momen yang tepat untuk mendatangkan beras impor ke Indonesia. ”Desember merupakan puncak paceklik karena panen terbatas. Di hilir, permintaan meningkat karena momen Natal dan Tahun Baru,” katanya. (Yoga)
Rusia Tolak Batas Harga Uni Eropa
Kremlin menolak skema harga jual minyak Rusia yang ditetapkan sepihak oleh Uni Eropa (UE). Perang ekonomi yang dilancarkan AS bersama sekutu melawan Rusia terus menyasar obyek-obyek baru setelah rangkaian paket sanksi yang telah digelontorkan sejak awal 2022. Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, Sabtu (3/12) menyatakan, Moskwa tidak akan menerima batas harga jual minyak Rusia yang ditetapkan UE. Saat ini, Kremlin sedang mengkaji situasi. Sejumlah persiapan untuk merespons sedang dibuat. ”Kami tidak akan menerima batas harga tersebut dan kami akan menginformasikan kepada media bagaimana respons akan bekerja setelah kajian selesai,” kata Peskov sebagaimana dikutip kantor berita Rusia, TASS. Pada Jumat (2/12), UE sepakat menetapkan harga jual minyak Rusia yang dikirim melalui kapal tanker pada 60 USD per barel. Gagasan yang diinisiasi AS ini juga diikuti G7 dan Australia. G7 terdiri dari AS, Kanada, Perancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Inggris. Batas harga yang diterapkan Barat tersebut tetap memungkinkan negara-negara non-UE untuk terus mengimpor minyak mentah Rusia melalui laut. Namun, UE akan melarang perusahaan pengiriman dan asuransi untuk menangani kargo minyak mentah Rusia di seluruh dunia, kecuali minyak Rusia dijual seharga kurang dari 60 USD per barel.
Ini bisa mempersulit pengiriman minyak mentah Rusia dengan harga di atas batas. Artinya, negara-negara yang bukan bagian kesepakatan itu akan terdampak. Harga pasar minyak mentah Rusia saat ini 67 USD per barel, sedikit lebih tinggi daripada batas harga yang disepakati UE. Oleh karena itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menilai kesepakatan itu tidak akan serius memukul perekonomian Rusia. Jika pun memukul, hanya dalam jangka pendek. Batas harga 60 USD per barel itu mulai berlaku Senin (5/12) atau segera setelahnya. Ini bersamaan dengan embargo UE pada pengiriman minyak mentah Rusia melalui laut yang mencegah pengiriman minyak mentah Rusia melalui laut ke UE yang menyumbang dua pertiga impor minyak dari Rusia. Upaya ini berpotensi merugikan Rusia hingga miliaran euro. Rusia, negara pengekspor minyak mentah terbesar kedua di dunia, berulang kali mengancam akan menghentikan pengiriman minyak mentah ke negara-negara yang mengadopsi kesepakatan itu. Rusia sudah mengantongi 67 miliar euro atau 71 miliar USD dari penjualan minyak ke UE sejak dimulainya perang pada 24 Februari 2022. (Yoga)
Suku Bunga The Fed Mirip Pil Pahit
Kenaikan suku bunga untuk menekan inflasi di AS memicu gejolak keuangan global. Banyak usaha dan negara yang tertekan akibat kenaikan beban utang dan apresiasi dollar AS. Akan tetapi, situasi ini seperti pil pahit. Sepanjang kondisinya belum sehat, ekonomi AS adalah sumber masalah. Status sebagai alat tukar global, bukan karena kekuatan ekonomi AS, menjadikan dollar AS sebagai penyebab derita. Penciutan peredaran dollar AS, di samping kenaikan suku bunga dollar AS, sebagai bagian dari langkah penyehatan, juga menjadi sumber masalah. Dua hal inilah sebagai penyebab derita global karena mendera seluruh dunia. Kisruh akibat penciutan peredaran dollar AS dan kenaikan suku bunga menyebabkan pertumbuhan global menurun pada 2023. Gejalanya sudah mulai terasa sepanjang 2022. Catatan ini menjadi salah satu pesan utama dalam peringatan Bank Dunia, Dana Moneter Internasional (IMF), serta ekonom Nouriel Roubini, Mohamed El-Erian, dan lainnya.
Perdagangan, aliran investasi global, dipastikan menurun berdasarkan perkiraan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Gejolak di pasar uang, obligasi, dan indeks-indeks saham juga menambah guncangan pada perdagangan dan investasi global. Sejumlah negara akan semakin mengalami penumpukan utang sehingga menambah daftar panjang negara-negara yang terjerembap utang. Derita akibat dollar AS masih berlanjut, sebab penciutan peredaran dollar AS dan kenaikan suku bunga dollar AS belum akan berhenti. Inflasi di AS masih tinggi, 7,7 %, atau masih jauh di atas target 2 %. Situasi ini membuat bank sentral AS, The Fed, mencanangkan lanjutan kenaikan suku bunga dari level sekarang 3,75 % hingga 4 %. Menurut Presiden Federal Reserve St Louis, James Bullard, lanjutan kenaikan suku bunga dollar AS diperkirakan melampaui 5,25 %. Presiden Federal Reserve Bank of Minneapolis Neel Kashkari bahkan lebih ekstrem. ”Tidak bisa diketahui sejauh mana suku bunga Fed akan berakhir. Yang jelas, jika inflasi masih tinggi, suku bunga akan terus dinaikkan,” katanya. Di samping itu, pengetatan peredaran dollar AS juga terus dilakukan. (Yoga)
Bersiap Menadah Cuan dari Santa Claus Rally
Arah pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemungkinan berubah menjelang akhir tahun. Analis optimistis fenomena
santa claus rally
akan kembali terulang di tahun ini.
Santa claus rally
merupakan fenomena di mana terjadi lonjakan indeks saham pada perdagangan sepanjang pekan terakhir bulan Desember. Fenomena ini dipengaruhi berbagai faktor. Satu di antaranya adalah optimisme menyambut tahun baru.
Bila melongok kinerja historikal indeks saham sepanjang Desember, bisa dibilang santa claus rally
pasti terjadi di setiap akhir Desember.
"Potensi santa claus rally akhir tahun ini terbuka lebar," kata Nafan Aji, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Minggu (4/12).
Vonis Jumbo Uang Pengganti Kasus Korupsi Eximbank
Satu-persatu terdakwa kasus mega korupsi di negeri ini menerima hukuman. Usai Asuransi Jiwasraya dan Asabri, giliran terdakwa kasus korupsi di Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) menerima vonis putusan Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Ketut Sumedana menyebut, pekan lalu, hakim memvonis delapan terdakwa korupsi LPEI yang juga dikenal dengan EximBank ini dengan pidana penjara bervariasi, antara 4 tahun hingga 6 tahun penjara.
Dalam kasus LPEI, terdakwa Johan Darsono divonis penjara 5 tahun plus uang pengganti Rp 1,99 triliun dan US$ 54,06 juta. Ini adalah uang pengganti tinggi ketiga dalam vonis kasus keuangan yang ada di negeri ini.
Kasus dengan vonis ganti rugi jumbo sebelumnya jatuh kepada Benny Tjokrosaputro dalam kasus Jiwasraya senilai Rp 6,08 triliun dan vonis kepada Heru Hidayat senilai Rp 10,72 triliun.
Beragam Manfaat dari Rupiah Digital
Bank Indonesia (BI) sudah membuat peta jalan central bank digital currency (CBDC) atau Rupiah Digital. Peta jalan yang bernama Proyek Garuda tersebut dirilis BI pada Rabu (30/11).
Dalam dokumen yang diterima KONTAN, Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, Rupiah Digital akan diimplementasikan melalui tiga tahap. Tahap Pertama adalah wholesale
CBDC (w-CBDC) atau W-Digital Rupiah.
"Untuk memperoleh W-Digital Rupiah, pihak-pihak tersebut perlu mengonversi rekening giro di BI," jelas Perry dalam dokumen White Paper. Kedua, perluasan W-Digital Rupiah dengan tujuan mendukung operasi moneter sekaligus pengembangan pasar keuangan. Ketiga, pengembangan interaksi W-Digital Rupiah dengan retail CBDC (R-CBDC) atau R-Digital Rupiah. Dalam tahap ini, R-Digital Rupiah sudah bisa digunakan masyarakat luas layaknya uang kertas dan uang logam.
Saham Bank dan Energi Masih Jadi Buruan Investor Asing
Dana asing masih cenderung memilih hengkang dari pasar saham Tanah Air. Pekan lalu, investor asing sejatinya sempat kembali mencetak net buy.
Namun di dua hari perdagangan terakhir pekan lalu, investor asing mencetak net sell
dalam jumlah besar, sehingga di pekan lalu total asing mencetak net sell
Rp 743,33 miliar. Bila dihitung sepanjang kuartal IV-2022 berjalan juga investor asing mencetak net sell Rp 1,66 triliun. Tapi jika dihitung sejak awal tahun tahun, investor asing masih mencetak net buy Rp 78,74 triliun.
Toh, investor asing masih tampak memburu sejumlah saham. Investor asing terutama masuk ke saham perbankan pelat merah big caps
, yakni BBRI, BMRI dan BBNI.
Head of Research
Jasa Utama Capital Sekuritas Cheril Tanuwijaya menyebut, asing masih masuk ke sejumlah saham lantaran fundamental kuat. Inflasi masih terjaga, aman, ekonomi juga konsisten tumbuh di tiga kuartal berturut-turut. "Ditambah, neraca dagang juga konsisten surplus," ujar Cheril, kemarin.
PENGGALANGAN DANA 2023 : GELOMBANG LANDAI EMISI OBLIGASI KORPORASI
Aksi korporasi penggalangan dana melalui emisi obligasi pada 2023 diperkirakan lebih moderat dibandingkan dengan aksi pada 2022. Korporasi diperkirakan lebih bersikap untuk wait and see menjelang Pemilu dan suku bunga acuan tinggi. Kepala Divisi Pemeringkatan Non Jasa Keuangan I PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Niken Indriarsih mengatakan aksi penggalangan dana kalangan korporasi pada 2023 tak terlalu menggebu. Menurutnya, energi yang mendorong penggalangan dana lewat penerbitan surat utang sudah tercurah pada 2022 ketika suku bunga acuan murah. Tak heran bila dia menilai penerbitan obligasi korporasi hingga pengujung 2022 bisa mencapai Rp161,32 triliun dengan Rp144,87 triliun di antaranya telah terbit dari Januari hingga Oktober. Seperti diketahui, Bank Indonesia (BI) memulai langkah normalisasi kebijakan moneter melalui kenaikan suku bunga acuan pada Agustus. Head of Fixed Income Research Mandiri Sekuritas Handy Yunianto mengatakan potensi penerbitan obligasi korporasi pada 2023 didorong oleh kebutuhan ekspansi dan refinancing. “Kebutuhan ekspansi didorong oleh ekspektasi masih solidnya pertumbuhan ekonomi Indonesia, meskipun ada ancaman dari risiko resesi global,” kata Handy kepada Bisnis, Minggu (4/12). Dia melanjutkan, aksi refinancing didukung oleh adanya obligasi korporasi yang jatuh tempo di tahun 2023 yang cukup tinggi sekitar Rp119 triliun dan relatif masih rendahnya cost of fund kupon obligasi korporasi.
POTENSI FLORIKULTURA : Anggrek Jatim Banjiri Pasar Asia Pasifik
Tanaman Anggrek asal Jawa Timur (Jatim) siap membanjiri pasar Asia Pasifik menyusul minat tinggi kawasan itu pada jenis Dendrobium.Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perhimpunan Anggrek Indonesia Jawa Timur Fathul Yasin mengatakan jenis anggrek yang banyak diminati pasar di negara-negara Asia Pasifi k, seperti Thailand, Singapura, dan Jepang, yakni Dendrobium.“Anggrek yang diekspor berasal dari Malang Raya, dan Pasuruan yang direncanakan dapat terealisasi pada Maret [2023],” katanya, Minggu (4/12).
Yasin menambahkan sentra anggrek juga tidak terbatas di Batu, melainkan Malang Raya, Pasuruan, Nganjuk, Surabaya, Tulungagung, Kediri, Lumajang, dan Surabaya.
MISI ASEAN SATUKAN PEMBAYARAN
Negara-negara Asean tampaknya masih harus bersabar untuk mewujudkan impiannya menyatukan sistem pembayaran di kawasan. Masih ada sejumlah tantangan yang harus diselesaikan sebelum sistem tersebut benar-benar diimplementasikan. Persoalan regulasi, teknologi, keamanan, dan infrastruktur penunjang lainnya menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama agar integrasi sistem pembayaran sebagai upaya menciptakan ekosistem keuangan antarnegara yang lebih efisien berjalan mulus. Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Kartika Wirjoatmodjo mengatakan kawasan Asean memiliki cita-cita bersama untuk melakukan integrasi sistem pembayaran yang dapat mendorong peran kawasan itu sebagai sentra pertumbuhan ekonomi dunia. “Kami optimistis Asean sebagai kawasan ekonomi yang solid dan tangguh akan mampu menghadapi tantangan atas pesatnya pertumbuhan ekonomi digital,” ujarnya saat menjadi pembicara kunci dalam ajang 50th Asean Banking Council Meeting di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Jumat (2/12). Dia menuturkan industri keuangan, terutama perbankan di setiap negara memiliki regulasi dan teknologi pengembangan yang berbeda-beda. Dengan demikian, melalui integrasi sistem pembayaran itu, nantinya setiap negara perlu bersepakat ihwal standardisasi dalam hal implementasi sistem pembayaran. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyebut integrasi sistem pembayaran bakal memudahkan transaksi perbankan di kawasan. Ujungnya, hal tersebut bisa meningkatkan volume dan transaksi sistem pembayaran. Hal senada diungkapkan Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar. Menurutnya, OJK sangat mendukung sistem keuangan yang berkelanjutan, sistem keuangan digital, dan integrasi keuangan di Asean.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









