MISI ASEAN SATUKAN PEMBAYARAN
Negara-negara Asean tampaknya masih harus bersabar untuk mewujudkan impiannya menyatukan sistem pembayaran di kawasan. Masih ada sejumlah tantangan yang harus diselesaikan sebelum sistem tersebut benar-benar diimplementasikan. Persoalan regulasi, teknologi, keamanan, dan infrastruktur penunjang lainnya menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama agar integrasi sistem pembayaran sebagai upaya menciptakan ekosistem keuangan antarnegara yang lebih efisien berjalan mulus. Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Kartika Wirjoatmodjo mengatakan kawasan Asean memiliki cita-cita bersama untuk melakukan integrasi sistem pembayaran yang dapat mendorong peran kawasan itu sebagai sentra pertumbuhan ekonomi dunia. “Kami optimistis Asean sebagai kawasan ekonomi yang solid dan tangguh akan mampu menghadapi tantangan atas pesatnya pertumbuhan ekonomi digital,” ujarnya saat menjadi pembicara kunci dalam ajang 50th Asean Banking Council Meeting di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Jumat (2/12). Dia menuturkan industri keuangan, terutama perbankan di setiap negara memiliki regulasi dan teknologi pengembangan yang berbeda-beda. Dengan demikian, melalui integrasi sistem pembayaran itu, nantinya setiap negara perlu bersepakat ihwal standardisasi dalam hal implementasi sistem pembayaran. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyebut integrasi sistem pembayaran bakal memudahkan transaksi perbankan di kawasan. Ujungnya, hal tersebut bisa meningkatkan volume dan transaksi sistem pembayaran. Hal senada diungkapkan Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar. Menurutnya, OJK sangat mendukung sistem keuangan yang berkelanjutan, sistem keuangan digital, dan integrasi keuangan di Asean.
Tags :
#PerbankanPostingan Terkait
Transaksi Digital Melaju Kencang
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023