Ekonomi
( 40512 )Rp 83 Miliar Bansos Bagi Kaum Rentan Sudah Cair
Kementerian Keuangan (Kemkeu) telah menggelontorkan bantuan sosial (bansos) senilai Rp 83,08 miliar yang ditujukan bagi kaum rentan. Bansos tersebut berupa bantuan permakanan dan asistensi rehabilitasi sosial kepada kaum lansia, penyandang disabilitas, dan anak yatim piatu. Direktorat Jenderal (Ditjen) Perbendaharaan Kemkeu memerinci, realisasi bantuan permakanan bagi penyandang disabilitas sampai dengan 25 November 2022 telah mencapai Rp 0,07 miliar. Adapun alokasi anggaran yang disiapkan oleh pemerintah adalah sebesar Rp 67,14 miliar untuk 33.774 orang.
ABMM Kantongi Laba Bersih US$ 169,92 Juta
PT ABM Investama Tbk (ABMM) mengantongi kinerja positif sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Laba bersih ABMM US$ 169,92 juta melonjak 79,90% secara tahunan.
Kenaikan laba bersih ABMM dari pertumbuhan pendapatan sebesar 46,42% jadi US$ 1,02 miliar. Segmen kontraktor tambang dan tambang batubara mencetak kontribusi terbesar, yakni 85,42% dari total pendapatan ABMM per kuartal III-2022. Pendapatan dari segmen ini naik 48,97% menjadi US$ 879,10 juta.
Selain dari tambang, ABMM juga meraih pendapatan dari bisnis jasa. Meliputi jasa logistik dan sewa kapal senilai US$ 97,32 juta,
site services
dan repabrikasi US$ 33,79 juta, serta sewa mesin pembangkit tenaga listrik sejumlah US$ 727.145.
KLBF Telah Selesaikan Akuisisi 99,98% Saham Sanofi Indonesia
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) bersama anak usahanya, PT Dankos Farma, telah menuntaskan akuisisi saham PT Aventis Pharma atau Sanofi Indonesia. Kalbe Farma telah membeli 80% saham Aventis Pharma dari tangan Sanofi Aventis Participations dan Hoechst GMBH.
Kini, KLBF resmi menguasai saham Sanofi Indonesia dengan membeli saham dari PT Usaha Mindini Raya. Sekretaris Perusahaan Kalbe Farma Lukito Kurniawan Gozali menjabarkan, transaksi ini telah rampung pada 30 November 2022.
Setelah akuisisi ini selesai, KLBF menggenggam 4.264 saham Aventis Pharma, setara dengan kepemilikan 99,98%. Sementara Dankos Farma mengempit satu lembar saham atau 0,02%.
Manajemen KLBF sebelumnya pernah mengatakan jika transaksi ini akan memberikan dampak pertumbuhan positif bagi KLBF di tahun depan. KLBF memperkirakan, akuisisi Sanofi bisa menghasilkan tambahan kontribusi hingga sebesar 3%-4% terhadap total pendapatan di 2023.
Bank Kucurkan Kredit ke Ekosistem Kendaraan Listrik
Prospek pembiayaan ekosistem kendaraan listrik tampaknya akan semakin cerah. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan sejumlah insentif bagi perbankan untuk bisa mendorong percepatan industri kendaraan listrik.
Insentif tersebut berlaku baik untuk pembelian Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) maupun pengembangan industri hulu KBLBB.
Pertama,
menurunkan bobot Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) kredit produksi dan konsumsi kendaraan listrik dari 75% menjadi 50%.
Kedua, penilaian kualitas kredit pembelian kendaraan listrik atau pengembangan industri hulunya dengan plafon sampai Rp 5 miliar bisa hanya didasarkan ketepatan membayar pokok atau bunga.
Ketiga, penyediaan dana di sektor ini dapat dikategorikan sebagai pemenuhan ketentuan penerapan keuangan berkelanjutan.
Keempat, penyediaan dana dalam rangka produksi kendaraan beserta infrastrukturnya dapat pengecualian Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) karena akan dijamin lembaga keuangan penjaminan/asuransi pelat merah.
KONSISTENSI JANGKAR INFLASI
Efektivitas kolaborasi kebijakan antara otoritas moneter dan fiskal dalam merespons dampak penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan pelemahan rupiah mulai terasa. Kemarin, Kamis (20/12), tingkat inflasi kembali mencatatkan penurunan selama dua bulan berturut-turut setelah melambung pada posisi tertinggi akibat kenaikan harga BBM. Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi November 2022 tercatat 5,42% (year-on-year/YoY), lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumya sebesar 5,71% (YoY). Eksekusi suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI), yang bersanding dengan kucuran bantuan sosial dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022 Perubahan menjadi ramuan mujarab penawar inflasi. Akan tetapi, kondisi ini tidak lantas melenakan pemangku kebijakan. Pemerintah tetap memelototi risiko inflasi pada 2023 sebagai dampak rembetan dari krisis energi dan pangan global, termasuk pelemahan rupiah. Tantangan ini pun disadari betul oleh pemerintah. Presiden Joko Widodo, dalam penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) serta Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Tahun Anggaran 2023, memastikan inflasi masih menjadi fokus kebijakan. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, menambahkan APBN 2023 didesain dengan mempertimbangkan inflasi sebagai salah satu ancaman ketidakpastian ekonomi di dalam negeri.
Akuisisi Danareksa Investment Management, BRI Tegaskan Visi Menjadi “The Most Valuable Banking Group in South East Asia & Champion of Financial Inclusion”
Pada Rabu, 30 November 2022, BRI dan Danareksa melakukan penandatanganan Akta Jual Beli Saham dalam rangka pembelian saham Danareksa Investment Management (DIM) dari Danareksa dengan jumlah lembar saham sebesar 9 juta lembar atau setara dengan 30 persen dari total saham DIM. Dengan demikian saat ini kepemilikan BRI pada DIM menjadi sebesar 65 persen. Hadir dalam acara tersebut Direktur Utama BRI Sunarso, Direktur Utama Danareksa Arisudono dan Direktur Utama DIM Marsangap P Tamba.Sunarso mengungkapkan, tujuan aksi korporasi yang dilakukan BRI ini sejalan dengan visi perseroan menjadi “The Most Valuable Banking Group in South East Asia and Champion of Financial Inclusion” pada 2025. Industri Manajer Investasi di Indonesia diproyeksikan akan terus bertumbuh dalam 5 tahun ke depan dengan proyeksi pertumbuhan CAGR 2021-2026 sebesar 10 persen, dengan pasar mencapai Rp934 triliun pada 2026.Perusahaan anak BRI yang tergabung dalam BRI Group digunakan untuk tiga fungsi utama. pertama adalah untuk diversifikasi income, yang kedua adalah untuk spreading risk, dan yang ketiga adalah memperkuat customer base BRI.
TRANSPORTASI MASSAL BERBASIS REL : SWASTA DITAWARI MRT & LRT DAERAH
Proyek moda raya terpadu dan lintas rel terpadu di empat kota besar di Indonesia dinilai mendesak dibangun guna mengakomodasi tingginya mobilitas masyarakat perkotaan. Keempat kota itu adalah Medan, Bandung, Surabaya daan Denpasar. Sayangnya, keempat kota itu masih mengalami kendala pendanaan guna merealisasikan proyek moda raya terpadu (MRT) dan lintas rel terpadu (LRT). Sejauh ini, pemerintah pusat meminta pemda setempat mencari pendanaan melalui model kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU). Kondisi itu berbeda dengan MRT Jakarta yang didanai pinjaman Jepang dan LRT Jabodebek yang dibangun menggunakan dana APBN. Ketua Umum Masyarakat Perkeretaapian Indonesia (Maska) Hermanto Dwiatmoko mengatakan bahwa pembangunan angkutan perkotaan berbasis rel di empat kota besar tersebut sudah sangat mendesak. Direktur Eksekutif Institut Studi Transportasi (Instran) Deddy Herlambang juga meminta pemerintah memastikan efektivitas moda transportasi massal untuk empat kota besar itu.
Menurutnya, pemerintah harus memastikan trayek yang akan dibangun tidak sama dengan moda transportasi massal lainnya. Hal itu berkaca pada pembangunan LRT Palembang yang dibangun menggunakan dana APBN tetapi volume penumpang masih minim. Direktur Sarana Perkeretaapian Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub Djarot Tri Wardhono menyatakan Kemenhub akan mengedepankan skema pendanaan KPBU di tengah keterbatasan pendanaan dari APBN guna membangun MRT dan LRT di empat kota. Rencana pengembangan MRT dan LRT di empat kota besar itu sudah masuk dalam rencana strategis (renstra) Kemenhub. Saat ini, rencana pengembangan moda transportasi itu berada dalam tahap studi.
KEGIATAN INDUSTRI NASIONAL : TANTANGAN MENGADANG MANUFAKTUR
Sektor manufaktur Tanah Air menghadapi beragam tantangan di tengah pelemahan permintaan dan bayang-bayang resesi yang membuat kepercayaan diri pelaku usaha sedikit menurun dalam menyongsong 2023.
Pelemahan permintaan yang berlangsung terus-menerus memerlukan lebih banyak campur tangan pemerintah untuk memastikan sektor manufaktur dalam negeri terus berada di zona ekspansif. Muhammad Faisal, Direktur Eksekutif Center of Reform Economics, mengatakan bahwa sektor manufaktur akan berhadapan dengan sejumlah persoalan yang harus segera diselesaikan, seperti peningkatan biaya produksi karena inflasi yang bakal diteruskan ke konsumen. Selain itu, kenaikan harga sejumlah bahan baku karena gangguan rantai pasok, kepastian suplai listrik, dan kenaikan harga bahan bakar minyak atau BBM juga masih akan memengaruhi kinerja manufaktur ke depannya. Tidak kalah menantang, perlambatan permintaan di hilir, khususnya pada industri yang berorientasi ekspor juga menjadi salah satu persoalan yang harus segera dicarikan jalan keluarnya. Apalagi, terbukti pelemahan permintaan dari pasar utama produk tekstil dan alas kaki langsung menghantam sektor tersebut.
PMI Manufaktur Indonesia tidak jauh berbeda dengan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) yang baru saja diluncurkan Kementerian Perindustrian. IKI November 2022 tercatat ada pada level 50,89 dan tetap pada jalur ekspansi.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan bahwa pemerintah bakal lebih proaktif melindungi industri di dalam negeri. Apabila IKI menunjukkan level ekspansif, maka pemerintah akan mempertahankan iklim usaha dan kebijakan yang efektif, sehingga industri dan subsektornya bisa mengakselerasi level ekspansinya.
AS-Uni Eropa Berselisih Soal Subsidi
Hubungan AS dan Uni Eropa kembali menegang disebabkan rencana Washington mengucurkan subsidi 367 miliar USD. Brussels khawatir subsidi itu membuat perusahaan-perusahaan Eropa pindah ke AS. Presiden Perancis Emmanuel Macron mengungkit soal subsidi itu kala menemui anggota Kongres AS, Rabu (30/11) malam, di Washington atau Kamis dini hari WIB. Ia menyebut UU Pengurangan Inflasi (IRA), regulasi AS yang menjadi dasar subsidi itu, sangat agresif pada perusahaan Eropa. Saat di Kedutaan Besar Perancis di Washington, Macron menyebut subsidi bisa memecahkan persekutuan Barat. Sebab, perusahaan AS kurang tertarik lagi berinvestasi di Eropa. IRA dituding bisa melemahkan komoditas ekspor Eropa ke AS dan menimbulkan risiko deindustrialisasi di Eropa. IRA akan membuat AS dan sekutunya di Eropa akan lebih mementingkan kepentingan domestik dibandingkan kepentingan bersama. ”Eropa, demikian juga Perancis, akan melakukan penyesuaian juga,” katanya.
Koordinator Hubungan Uni Eropa-AS pada Parlemen Eropa Tonino Picula menuding AS mendiskriminasi sekutunya. Jubir Gedung Putih Karine Jean-Pierre menyebut, IRA salah satu perangkat untuk memacu pertumbuhan energy bersih dan terbarukan. Perusahaan UE malah mendapat kesempatan besar. Ketua Partai Sosial Demokrat Jerman Lars Klingbeil khawatir IRA memicu deindustrialisasi di UE. Sebab, IRA dan sejumlah kebijakan AS akan membuat daya saing produk impor dari Eropa terpangkas. Dalam jajak pendapat Federasi Industri Jerman, BDI, ditemukan 20 % pengusaha Jerman mempertimbangkan pemindahan usaha. Harga energi yang tinggi jadi alasan utama. Selain itu, ada tawaran insentif seperti dalam IRA. Kamar dagang dan Industri Jerman menemukan, 39 % perusahaan mau meningkatkan investasi di AS selepas IRA disahkan Agustus lalu. Ketua Kadin Jerman Volker Treier menyebut, sejumlah perusahaan otomotif Jerman mau meningkatkan investasi di AS. (Yoga)
Dampak BBM pada Inflasi Berlanjut
Kenaikan harga BBM dan tingginya harga bahan pangan impor masih memengaruhi inflasi nasional. Dampak lanjutan kenaikan harga BBM bahkan sudah terjadi di sektor pertanian, berimplikasi pada kenaikan harga beras dan biaya produksi. BPS, Kamis (1/12) merilis, tingkat inflasi pada November 2022 sebesar 0,9 % secara bulanan, 5,42 % secara tahunan, dan 4,82 % secara tahun kalender. Adapun inflasi inti 0,15 % secara bulanan dan 3,3 % secara tahunan. Secara umum, penyumbang utama inflasi bulanan, antara lain, telur ayam ras (0,02 %) serta beras, tahu, dan tempe masing-masing 0,01 %. Kontributor utama inflasi tahunan adalah bensin (1,15 %), bahan bakar rumah tangga (0,31 %), tarif angkutan udara (0,3 %), dan beras (0,13 %). Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto mengatakan, penyesuaian harga BBM memang jadi pemicu utama kenaikan inflasi, terlebih di kelompok pengeluaran transportasi.
Dampak lanjutan (second-round effects) sudah mulai terjadi di sejumlah sektor, terutama pertanian. Hal itu tecermin dalam harga beras dan biaya produksi pertanian. Empat bulan terakhir, kenaikan harga beras tak hanya dipengaruhi oleh penurunan produksi jelang akhir tahun, tetapi juga penyesuaian harga BBM. Imbas kenaikan harga BBM juga terindikasi dari nilai tukar usaha petani (NTUP). NTUP November 2022 sebesar 107,25 atau naik 0,46 % secara bulanan. Kenaikan itu ditopang oleh kenaikan indeks harga yang diterima petani serta kenaikan indeks biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM) seiring kenaikan ongkos angkut, pupuk, dan upah buruh tani. Selain penyesuaian harga BBM, bahan pangan impor juga memengaruhi inflasi. Kedelai impor, misalnya. Kendati turun, harga kedelai global masih lebih tinggi dibanding tahun lalu. Pelemahan rupiah juga turut memengaruhi pembentukan harganya di dalam negeri. Hal itu menyebabkan harga produk turunan kedelai, seperti tahu dan tempe, naik dalam tiga bulan terakhir. Jika dilihat secara tahunan, harga tahu naik 12,43 % dan tempe 13,56 %. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









