;

Indonesia Lepas dari Jeratan Hiperinflasi

Ekonomi Yuniati Turjandini 02 Dec 2022 Investor Daily (H)
Indonesia Lepas dari Jeratan Hiperinflasi

JAKARTA, ID — Di tengah gempuran hiperinflasi global, Indonesia sukses mengendalikan laju kenaikan harga barang dan jasa dalam dua bulan terakhir. Setelah mencapai 5,95% (yoy) pada September 2022 akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), inflasi berangsur turun menjadi 5,71% pada Oktober 2022 dan 5,42% pada November 2022. Tren ini juga makin memperbesar keyakinan banyak pihak bahwa Indonesia lolos dari ancaman hiperinflasi. Dengan tren inflasi yang melandai tersebut, BI pun dinilai tak lagi perlu melakukan pengetatan moneter dengan menaikkan suku bunga acuan secara agresif, sehingga ruang bagi pertumbuhan ekonomi bisa lebih luas. Bank sentral disarankan cukup menaikkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) 25 basis poin (bps) mulai Desember mendatang, setelah tiga bulan berturut-turut sebelumnya menaikkan masing-masing sebesar 50 basis poin. Realisasi inflasi November 2022 yang berada di bawah konsensus pasar sebesar 5,50% (yoy) itu tidak lepas dari sokongan inflasi bahan pangan yang terkendali. Upaya ekstra (extra effort) pengendalian oleh semua pihak terkait membuat inflasi volatile food (VF) bisa
diturunkan menjadi 5,7% pada Novermber 2022 dari 7,19% pada Oktober 2022, di tengah inflasi administered prices (AP) yang masih tinggi yakni 13,01% pada November 2022. (Yetede)

Tags :
#Inflasi
Download Aplikasi Labirin :