Ekonomi
( 40789 )RACIK PORTOFOLIO KEBAL RESESI
Awan mendung yang menggelayuti ekonomi dunia agaknya masih sulit tersibak. Termutakhir, Bank Dunia malah kembali memangkas proyeksi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) global pada tahun ini menjadi hanya 1,7%, dari sebelumnya 3%. Tak ayal, prospek perlambatan laju ekonomi pada 2023 itu menambah panjang daftar katalis negatif pasar modal selain tren kenaikan suku bunga acuan Federal Reserve, lompatan inflasi, dan rotasi investasi ke pasar Asia Utara terutama China. Dus, bagi investor, rotasi investasi ke aset defensif dan safe haven dapat menjadi strategi mitigasi. Apalagi, volatilitas pasar kini sedang meninggi. Bergerak di bawah tekanan, indeks harga saham gabungan (IHSG) merosot 3,89% sepanjang tahun berjalan 2023 ke level 6.584,45 pada akhir perdagangan kemarin, Rabu (11/1). Berbanding terbalik, harga emas spot justru makin berkilau dengan kenaikan 2,94% year-to-date (YtD) ke level US$1.877,71 per ons. Adapun, tingkat yield Surat Utang Negara (SUN) tenor 10 tahun menguat dari 6,94% pada akhir 2022 ke level 6,80 % dan rupiah menguat tipis 0,53% YtD atas dolar AS ke level Rp15.482. Direktur Samuel Sekuritas Suria Dharma mengatakan perlambatan ekonomi 2023 bukan hal yang mengejutkan. Sama halnya dengan proyeksi berlanjutnya kenaikan suku bunga hingga paruh pertama tahun ini yang telah diperhitungkan sebelumnya. Head of Research Jasa Utama Capital Sekuritas Cheril Tanuwijaya menilai investor bisa memilih saham defensif dan saham komoditas logam yang menjadi safe haven asset untuk memitigasi volatili tas tinggi. Senada, Head of Retail Research Sinarmas Sekuritas Ike Widiawati mengatakan bola salju perlambatan ekonomi dapat menekan harga komoditas, salah satunya minyak mentah. Namun, kondisi itu justru dinilai menguntungkan emiten petrokimia seperti TPIA dan BRPT.
Investor Melirik Obligasi
JAKARTA. ID – Mengincar return yang meningkat hingga menjadi 5-9%, tahun ini, para investor mengalihkan dana investasinya dari saham ke pasar obligasi, baik obligasi atau surat utang negara (SBN) maupun obligasi korporasi. Jika pada tahun 2022 lebih banyak pemodal yang membeli saham, tahun ini pembelian obligasi meningkat. Dalam dua pekan pertama 2023, beli bersih (net buy) asing di pasar Surat Berharga Negara (SBN) meningkat signifikan. Sebagaimana diberitakan, tahun ini ekonomi global terancam resesi, hiperinflasi, dan lonjakan suku bunga. Dalam situasi bunga tinggi, return surat utang cenderung meningkat. Surat Utang Negara (SUN) dan obligasi korporasi yang tahun lalu, masing- masing memberikan return hanya 2–4% dan 3–5%, tahun ini diprediksi meningkat menjadi 6–9% dan 5–7%. Sementara return saham yang sebelumnya 5–8%, tahun ini akan berada dalam rentang yang sangat lebar, yakni dari nol hingga 20%. Pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (11/01/2023), indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup pada level 6.584,4, turun 0,57% dari hari sebelumnya dan terhitung sejak awal tahun, IHSG merosot 4,89%. (Yetede)
Pemerintah Targetkan Ekspor 2023 Tembus US$ 300 Miliar
JAKARTA, ID – Pemerintah menargetkan ekspor Indonesia naik 12,8% pada tahun ini menjadi lebih dari US$ 300 miliar dibanding pencapaian tahun lalu US$ 268 miliar. Pertumbuhan yang positif ini akan dikontribusi dari komoditas andalan ekspor seperti minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO), besi baja, dan produk pertambangan. Tahun 2022 ekspor kita tumbuh 29,4%, impor tumbuh 25,37%. Tahun 2023 diproyeksikan ekspornya naik 12,8% karena kita basisnya sudah tinggi, sementara impornya akan naik 14,9%,” kata Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan pers, Rabu (11/1/2023), di Kantor Presiden, Jakarta, usai mengikuti Rapat Terbatas (Ratas) mengenai Evaluasi Capaian Ekspor Tahun 2022 dan Target Tahun 2023 yang dipimpin oleh Presiden RI Joko Widodo. Airlangga mengungkapkan, nilai perdagangan ekspor Indonesia pada 2022 mengalami peningkatan yang signifikan mencapai US$ 268 miliar. Kenaikan ekspor tersebut ditunjang oleh berbagai komoditas utama seperti besi baja, bahan bakar fosil, dan CPO. (Yetede)
Bank Dunia Koreksi Proyeksi Jadi 4,8% Ekonomi RI Masih Solid
JAKARTA, ID – Bank Dunia memproyeksikan, ekonomi Indonesia tahun ini hanya tumbuh 4,8% (year on year/yoy) atau turun 0,5% dibandingkan proyeksi Bank Dunia pada edisi Juni 2022 yang sebesar 5,3%. Meski demikian, Bank Dunia menilai ekonomi Indonesia masih cukup solid, karena perlambatan pertumbuhan lebih baik dibandingkan negara lain di kawasan seperti Tiongkok 4,3% dan Thailand 3,6%. Sementara itu, Bank Dunia juga kembali memangkas angka proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi hanya 1,7% pada 2023. Proyeksi ini turun 1,3% di bawah perkiraan sebelumnya yang sebesar 3%. Demikian laporan Bank Dunia dalam Global Economic Prospect edisi Januari, Rabu (11/1/2023). Laporan Bank Dunia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Malaysia, Filipina, dan Vietnam diperkirakan juga melambat karena pertumbuhan ekspor ke pasar-pasar utama melambat. Pertumbuhan ekonomi Malaysia diproyeksikan sebesar 4,0%, Filipina 5,4%, dan Vietnam 6,3%. (Yetede)
Soal Larangan Ekspor, MIND ID Berpegang pada Ketentuan IUPK
JAKARTA, ID – PT Freeport Indonesia yang merupakan subholding BUMN Pertambangan, MIND ID, menyatakan pihaknya berpegang pada Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) bahwa perusahaan dapat melakukan ekspor konsentrat tembaga hingga beroperasinya smelter baru. Adapun smelter yang tengah dibangun, diperkirakan rampung pada akhir 2023 dan akan beroperasi Mei 2024. Mining Industry Indonesia (MIND ID) adalah BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia yang beranggotakan PT ANTAM Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Inalum (Persero), dan PT Timah Tbk. Dalam IUPK PT Freeport Indonesia disebutkan penyelesaian pembangunan fasilitas pemurnian mineral (smelter) tembaga paling lambat lima tahun sejak ditandatangani. IUPK tersebut diteken pada akhir 2018 silam. Merujuk pada hal tersebut akhir 2023 ini merupakan batas waktu pembangunan smelter. (Yetede)
INA Siap Investasi Rp 30 Triliun Tahun Ini
JAKARTA, ID– Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA) berencana investasi hingga Rp 30 triliun tahun 2023. Investasi itu akan menyasar ke sektor energi, infrastruktur, infrastruktur digital, dan kesehatan. CEO INA Ridha Wirakusumah mengatakan, sejak 2021 atau tahun pertama beroperasi, INA sudah menggelontorkan dana investasi sekitar US$ 200 juta dan tahun ini akan naik 10 lipat. Saat ini, INA berpeluang mengamankan investasi senilai US$ 27 miliar lebih. “Kami sebelumnya sudah mengumumkan investasi di sektor kesehatan dan infrastruktur jalan tol. Selanjutnya, kami akan masuk ke e-commerce yang investasinya segera kami analisasi,” ungkap Ridha dalam wawancara bersama Bloomberg di Hong Kong, dikutip Rabu (11/1/2023). Di event G20 tahun 2022 lalu, Ridha menambahkan, INA bersama perusahaan baterai dan teknologi asal Tiongkok, Contemporary Amperex Technology Limited (CATL), telah mengumumkan komitmen investasi di industri baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) sebesar US$ 2 miliar. (Yetede)
Ditopang KPR Subsidi, Kredit BTN Tumbuh 8,5%
JAKARTA, ID – Sepanjang 2022 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) berhasil meraih kinerja positif. Bank yang fokus pada penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) ini mencatatkan pertumbuhan kredit 8,5% secara tahunan (year on year/yoy). "Sampai akhir tahun 2022, BTN bisa dibilang cukup baik di bisnis kredit, yang tumbuh 8,5%. Terbesar masih dari KPR subsidi yang hampir mendekati double digit,” kata Wakil Direktur Utama BTN Nixon Lp Napitupulu dalam konferensi pers hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BTN secara virtual, Rabu (11/1/2023). Nixon menjelaskan, jika dilihat secara historis memang bisnis BTN adalah pada KPR, sehingga sudah wajar apabila pertumbuhan KPR yang menopang kinerja kredit perseroan. Menurut dia, yang menarik adalah pertumbuhan KPR pada segmen bawah lebih tinggi dibandingkan kelas menengah atas. Di samping itu, tahun ini juga pemerintah telah memutuskan untuk menaikkan kuota rumah subsidi dari 200 ribu unit menjadi 220 ribu unit. BTN pun
tahun ini optimistis dapat meningkatkan penyaluran kreditnya lebih tinggi. (Yetede)
Prioritas Politik Luar Negeri 2023
Menlu Retno LP Marsudi memaparkan fokus keketuaan ASEAN plus empat prioritas kebijakan luar negeri Indonesia yang akan dijalani sepanjang tahun 2023. Tantangan global diakui semakin berat. Meski demikian, dengan cara pandang positif, kerja sama, dan paradigma kolaborasi, dalam Pernyataan Pers Tahunan Menlu 2023 di Jakarta, Rabu (11/1) Retno yakin Indonesia akan terus berkontribusi dan memainkan kepemimpinannya dalam diplomasi di panggung global. Setelah dinilai sukses menjalankan keketuaan G20 pada 2022, Indonesia akan memfokuskan diplomasi pada 2023 dengan menjadi ketua ASEAN. Selain itu, ada empat prioritas kebijakan luar negeri Indonesia yang dipaparkan Retno, yakni penguatan diplomasi kedaulatan, memperkuat diplomasi pelindungan, memajukan kerja sama ekonomi, serta menjalankan diplomasi perdamaian dan kemanusiaan. Retno juga mencanangkan pencalonan kembali Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2029-2030. Sebelumnya, Indonesia sudah empat kali menduduki posisi itu, termasuk terakhir pada 2019-2020.
”Tantangan dunia di tahun 2023 akan semakin berat. Ketidakpastian global dan situasi geopolitik akan semakin berat. Ketidakpastian global dan situasi geopolitik yang dinamis masih akan menjadi karakteristik dunia. Rivalitas antarkekuatan besar juga terus menajam,” kata Retno. Mengutip prediksi Dana Moneter Internasional (IMF) yang memperkirakan perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia dari 3,2 % tahun lalu menjadi 2,7 % tahun ini, Retno menggaris bawahi soal situasi tahun 2023. Berkaca dari sukses keketuaan G20 di tengah situasi yang tidak menentu, ia menyatakan, Indonesia telah membuktikan bahwa persahabatan dan kolaborasi mampu mengatasi situasi sulit itu. ”Di tengah tantangan dunia yang semakin sulit ini, cara pandang positif, kerja sama, dan optimisme justru semakin diperlukan. Cara pandang inilah yang akan digunakan Indonesia dalam menjalankan keketuaan di ASEAN tahun ini,” ujar Retno. Di bawah Indonesia, keketuaan ASEAN 2023 mengambil tema ”ASEAN Matters: Epicentrum of Growth”. Retno mengungkapkan, saat memimpin ASEAN, Indonesia ingin menjadikan organisasi regional ini tangguh, menjadi barometer kerja sama yang bisa berkontribusi bagi perdamaian, stabilitas dan kesejahteraan kawasan serta, lebih jauh, kesejahteraan global. (Yoga)
Bunga Kredit Meningkat, Beban Hidup Makin Berat
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyentil bankir. Kata bendahara negara itu, di tengah tingginya tren kenaikan suku bunga, masyarakat semakin terbebani karena bunga cicilan semakin meningkat dan mahal.
Menkeu bilang, jika bicara suku bunga atau interest rate naik, "Anda menari-nari di atas penderitaan semua orang," tandas Ani, panggilan karibnya di acara CEO Banking Forum, Senin (9/1).
Jika bicara data, Menkeu tak salah. Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memang sudah naik di semua segmen sejak Juli tahun 2022, ketika Bank Indonesia pertama kali menggerek bunga acuan.
Rata-rata SBDK kredit korporasi naik dari 7,9% di Juli 2022 menjadi 8,06% di Oktober 2022. Lalu, kredit ritel naik dari 8,95% menjadi 9,09%, kredit mikro terkerek dari 10,46% menjadi 10,5%. kredit pemilikan rumah (KPR) dari 8,57% menjadi 8,66%. Kredit non-KPR merangkak 9,43% menjadi 9,54%.
Tapi, bunga kredit riil bisa lebih tinggi dari itu.
Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut saat ini inflasi mulai terkendali. Ia ingin bunga kredit tidak naik berlebihan. Alasan BI menaikkan suku bunga acuan untuk mengendalikan inflasi dan mendorong kenaikan imbal hasil surat berharga negara. Agar dana asing kembali masuk ke Tanah Air sehingga rupiah menguat. “Kami pastikan likuiditas lebih dari memadai,” ujar Perry belum lama ini.
Kemkeu Kaji Perpanjang Insentif Cukai Rokok
Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemkeu) mempertimbangkan perpanjangan insentif fiskal berupa penundaan pita cukai bagi pengusaha.
Mengingatkan, insentif ini sejatinya sudah diberikan pemerintah sejak 2020 dan berlanjut ke 2022. Pada tahun 2022, insentif ini diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 74/PMK.04/2022 tentang Penundaan Pembayaran Cukai untuk Pengusaha Pabrik atau Importir Barang Kena Cukai yang Melaksanakan Pelunasan dengan Cara Pelekatan Pita Cukai.
Pada tahun 2020 lalu, pemerintah merelaksasi penundaan pembayaran pita cukai, dari sebelumnya hanya 60 hari menjadi 90 hari. Harapannya, kebijakan ini bisa membantu cash flow perusahaan terdampak pandemi Covid-19. Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa Bea Cukai Nirwala Dwi Heryanto mengatakan, keputusan untuk memperpanjang atau tidak insentif fiskal tersebut kini masih dalam pembahasan di internal Kemenkeu. Namun, ia tak menampik adanya permintaan perpanjangan insentif tersebut dari industri hasil tembakau (IHT).
Pelaku usaha menyambut baik jika pemerintah memperpanjang lagi relaksasi ini. Managing Director Nojorono Kudus Arief Goenadibrata mengatakan, kebijakan tersebut akan mempengaruhi IHT.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









