Ekonomi
( 40789 )Menilik Gagasan Beleid Anyar Pengaman Devisa
Penurunan harga komoditas pada pengujung 2022 seperti bunyi alarm yang membangunkan Indonesia setelah dininabobokan bonanza komoditas tahun lalu.Kinerja ekspor mencetak rekor yang didorong oleh lonjakan harga energi, pangan, dan logam akibat perang Rusia-Ukraina. Sepanjang Januari-November 2022, ekspor migas dan nonmigas tercatat US$268 miliar, rekor baru yang belum pernah dilihat sebelumnya. Namun, performa itu mungkin tidak terlihat lagi tahun ini. Sejak pertengahan 2022, kenaikan harga komoditas mulai melambat dan kemudian turun pada akhir tahun, termasuk tiga komoditas utama ekspor Indonesia, yakni logam, minyak sawit, dan batu bara. Potensi pelemahan ekspor tahun ini bisa menjadi ancaman bagi stabilitas rupiah yang tahun lalu cukup bergejolak, diombang-ambing sentimen pengetatan moneter Amerika Serikat. Posisi cadangan devisa per Desember 2022 senilai US$137,2 miliar, menguap US$7,7 miliar dalam setahun. Bank Indonesia menggunakannya untuk mengintervensi pasar saat rupiah terkapar melawan dolar, tetapi pada saat yang sama, valas hasil ekspor yang masuk ke dalam negeri tak optimal. Kondisi ini pada akhirnya menjadi alasan pemerintah untuk mengutak-atik aturan devisa hasil ekspor (DHE).
Beleid juga tidak mewajibkan lama DHE harus disimpan di bank dalam negeri. Pemerintah hanya menerapkan pajak regresif bagi dana yang ditempatkan di rekening khusus DHE. Jika DHE ditempatkan 1 bulan, maka dikenai tarif pajak 10%. Jika ditempatkan 3 bulan, maka dikutip pajak 7,5%, jika ditempatkan 6 bulan, tarif pajak 2,5%, dan di atas 6 bulan dikenai pajak 0%. Bank Indonesia nantinya akan memberikan insentif lewat instrumen operasional moneter valas BI berupa suku bunga lelang term deposit valas (TDV). BI sempat menyebut suku bunga TDV 3,75%-4%. Adapun, tingkat bunga penjaminan valas yang ditetapkan Lembaga Penjamin Simpanan saat ini 1,75%. Bank nantinya bisa mendapatkan spread dari nasabah. Direktur Eksekutif Segara Research Institute Piter Abdullah mengatakan bunga instrumen moneter tidak bisa dibandingkan dengan suku bunga deposito valas di Singapura.
HUNIAN TOD : Rumah Subsidi Tetap Jadi Prioritas
Budi Saddewa Soediro, Direktur Utama Perumnas, mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk konsisten memberikan 20%–30% dari setiap proyeknya sebagai hunian bersubsidi. Hal itu dilakukan sebagai upaya menyukseskan program sejuta rumah. Dia mencontohkan satu dari tiga menara di proyek apartemen Samesta Mahata Tanjung Barat merupakan hunian bersubsidi, sedangkan dua menara lainnya dijual untuk segmen komersial. Tingginya angka backlog perumahan di kawasan Jabodetabek juga membuat Perumnas fokus mengembangkan hunian di sekitar Ibu Kota dengan konsep transit oriented development atau TOD. “Kami juga tengah berprogres untuk pembangunan stasiun kereta api baru untuk mengintegrasikan kawasan hunian tapak, seperti di Samesta Parayasa Bogor,” katanya, Kamis (12/1). Sementara itu, pengamat tata kota Nirwono Yoga mengingatkan Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan DKI Jakarta untuk lebih aktif menyosialisasikan rencana tata ruang dalam lingkup TOD. “Pemprov DKI harus sosialisasi rencana TOD kepada masyarakat luas, terutama yang akan terdampak terhadap pembangunan TOD,” katanya.
PEREKONOMIAN DAERAH : MENEROPONG GELIAT INVESTASI BUMI SASAMBO
Hadirnya Sirkuit MotoGP di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika diyakini menjadi pintu masuk investasi di sejumlah sektor lainnya pada tahun ini, terutama dalam pengembangan ekonomi pesisir. Proyek penghiliran katoda tembaga juga bakal mengerek kinerja investasi Bumi Sasambo. Optimisme tersebut bukan tanpa sebab. Capaian kinerja investasi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 2 tahun terakhir menjadi modal kuat guna mengakselerasi realisasi pada tahun ini.Di tengah pandemi Covid-19 pada periode tersebut, investasi di provinsi ini justru mampu menunjukkan performa yang ciamik. Pada 2021, misalnya realisasi investasi wilayah ini mampu melampaui target yang ditetapkan. Dengan capaian Rp14,7 triliun, dari target sebesar Rp13 triliun. Sementara itu, pada tahun lalu Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB optimistis realisasi investasi juga bakal melampaui target. Padahal, target sepanjang 2022 dikerek naik menjadi Rp18,5 triliun. Optimisme itu ditandai dengan capaian investasi hingga kuartal III/2022 yang telah mampu menembus level 78%, atau sebanyak Rp15,4 triliun. Kepala DPMPTSP NTB Mohammad Rum menjelaskan, jika dihitung dengan kuartal IV/2022 yang datanya belum dirilis oleh BKPM, realisasi pada tahun lalu bisa melampaui target. Kini, menapaki 2023 yang oleh sebagian kalangan dinilai kian menantang akibat berbagai sentimen negatif yang menambah ketidakpastian, Rum justru memandang bahwa Provinsi NTB makin menarik bagi para pemilik modal. Hal itu, imbuhnya, tecermin dari mulai banyaknya investasi baru yang sudah masuk dan berjalan pada 2023.
Menurutnya, investasi yang paling anyar adalah konstruksi pembangunan kereta gantung ke Gunung Rinjani di Lombok, dengan nilai investasi lebih dari Rp1 triliun.
Tak ayal, Rum optimistis kinerja investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA) pada tahun ini bakal memiliki porsi yang seimbang. Bahkan, pihaknya telah menyiapkan strategi guna terjadinya pemerataan investasi di kabupaten/kota. Rum bersama dengan pemerintah kabupaten/kota telah membagi target sebesar Rp 22 triliun itu ke 10 Pemerintahan Dati II. Sementara itu, kawasan pesisir NTB juga dinilai mampu menjadi daya tarik bagi investor, khususnya pemodal yang concern dengan pengembangan kawasan ramah lingkungan. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (KKP) NTB Muslim menjelaskan bahwa terdapat peluang investasi di enam kawasan pesisir NTB pada tahun ini.
Di sisi lain, pengamat Ekonomi Universitas Mataram Firmansyah menilai bahwa target investasi NTB sebesar Rp22 triliun merupakan angka yang fantastis di tengah ketidakpastian ekonomi global.Kendati demikian, dia meyakini bahwa target tersebut dapat dicapai apabila semua pemangku kepentingan terkait (stakeholder) di NTB bergerak seirama.
Penjualan Mobil 2023 Diyakini Tembus 1 Juta Unit
JAKARTA, ID – Penjualan mobil di dalam negeri diyakini mencapai 1 juta unit pada tahun ini, lebih tinggi dari proyeksi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang sekitar 975 ribu unit. Mulai pulihnya daya beli masyarakat di tengah ancaman resesi global tahun ini, memberi angin segar bagi industri otomotif dalam negeri untuk mencetak penjualan yang sama seperti sebelum pandemi Covid-19. Masyarakat kita punya dana untuk dibelanjakan, dan itu bergulir terus. Kami optimistis penjualan bisa tembus 1 juta unit, tetapi kami tidak mengubah proyeksi 975 ribu unit pada tahun ini. "Kami mencoba realistis dan waspada, karena masih ada ancaman resesi dan sebagainya,” kata Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara kepada Investor Daily, Jakarta, Kamis (12/1/203). Kukuh meyakini, permintaan mobil sudah mulai kembali normal, yang terlihat dari penjualan mobil 2022 melebihi ekspektasi industri. Padahal pada tahun lalu, industri otomotif sudah tidak lagi mendapatkan insentif diskon pajak penjualan atas barang mewah (PpnBM) seperti saat pandemi. (Yetede)
2022, Realisasi Investasi KEK Capai Rp 113,2 Triliun
JAKARTA, ID – Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat, realisasi investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) selama tahun 2022 sebesar Rp 113,2 triliun dengan menyerap 55.678 orang tenaga kerja. Sedangkan komitmen investasi untuk KEK 2022 mencapai Rp 214 triliun. Pada tahun ini, target komitmen investasi mencapai Rp 61,9 triliun. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartar to menjelaskan, dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi wilayah, pemerintah terus berupaya mendorong pembangunan KEK di Indonesia. “Investasi menjadi faktor yang sangat diperlukan untuk mendukung kemajua pembangunan KEK dan diharapkan dapat terus meningkat,” jelas dia dalam pernyataan resmi yang diterima, Kamis (12/1/2023).Menurut Arilangga, capaian realisasiKEK 2022 didorong oleh beberapa KEK berbasis industri, seperti KEK Galang Batang, KEK Kendal, KEK Gresik, KEK Sei Mangkei. Juga, KEK berbasis pariwisata seperti KEK Mandalika, KEK Lido, KEK Tanjung Kelayang, KEK Tanjung Lesung, KEK Singhasari. Peningkatan investasi juga terjadi di KEK Nongsa yang mampu menarik investasi untuk data center, digital, serta industri film. (Yetede)
Dana Asing Rp 25 Trilun Keluar dari Pasar Saham
JAKARTA, ID – Dana asing tercatat keluar (capital outflow) dari pasar saham sekitar US$ 1,61 miliar atau Rp 25,1 triliun selama November 2022 hingga 12 Januari 2023, dibandingkan modal asing masuk (capital inflow) sebesar US$ 2,1 miliar selama semester II-2021 dan US$ 4 miliar selama Januari-Oktober 2022. Tak ayal lagi, hal ini memukul indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI). Berdasarkan laporan riset Mandiri Sekuritas (Mansek), per 11 Januari 2023, IHSG, IDX80, dan indeks LQ45 turun masing-masing 3,9%, 4,1%, dan 4,5% secara year to date (ytd). Sementara itu, November 2022, IHSG, IDX80, dan LQ45 turun masing-masing 0,2%, 1,4%, dan 0,6%, sedangkan Desember 2022 sebesar 3,3%, 7,4%, dan 7,1%. Sejumlah kalangan menilai, dana asing hengkang dari pasar saham Indonesia menuju pasar yang menjanjikan return besar, seperti Asia Utara. Hal itu terkonfirmasi pada tumbuhnya indeks-indeks saham di Kawasan itu. Per 11 Januari 2023, indeks CSI 300 Tiongkok melejit 14,2%, Hang Seng Hong Kong 8,4%, Nikkei Jepang 1,3%, Kospi Korea Selatan 5,5%, dan TAIEX Taiwan 4,3%. (Yetede)
Laju Inflasi AS Paling Lambat dalam Setahun Lebih
WASHINGTON, ID - Inflasi konsumen di Amerika Serikat (AS) pada Desember 2022 turun ke level terendah dalam setahun lebih. Data yang dirilis Departemen Tenaga Kerja (Depnaker) AS pada Kamis (12/1/2023) itu menandakan lonjakan kenaikan harga-harga konsumen di AS mungkin akan berakhir. Karena ketika rumah tangga di Amerika berjuang menjalani inflasi tinggi dalam beberapa dekade pada tahun lalu, The Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuan pada kecepatan terbesar sejak tahun 1980-an. Bank sentral AS menaikkan suku bunga acuan hingga tujuh kali di tahun lalu dengan harapan dapat mendinginkan permintaan. Tren penurunan inflasi itu juga menandai pelonggaran enam bulan berturut-turut. Dan dapat memicu harapan terjadinya penurunan laju penaikan suku bunga. Indeks harga konsumen (IHK) AS bulan lalu naik 6,5% dibandingkan tahun lalu. Ini adalah kenaikan terkecil sejak Oktober 2021. Inflasi konsumen tahunan itu juga turun dari kenaikan 7,1% pada November 2022. “Harga bahan bakar sejauh ini merupakan penyumbang terbesar penurunan semua item bulanan,” kata Depnaker AS. (Yetede)
Telkom Dorong Digitalisasi Ekosistem Logistik Pelabuhan
JAKARTA, ID – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, melalui Leap, menghadirkan platform digital Logee untuk dapat mendigitalisasi ekosistem logistik di Tanah Air, terutama pelabuhan. Logee diinisiasi untuk dapat memberikan solusi terkait ekspor-impor untuk menjadi lebih efektif dan efisien melalui pemanfaatan teknologi digital. Ekosistem digital yang dihadirkan oleh Logee sejalan dengan cita-cita pemerintah untuk menurunkan biaya logistik nasional yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 18 tahun 2020 tentang Rencana Aksi Penataan Ekonomi Logistik Nasional. Saat ini, biaya logistik Tanah Air mencapai 26% dari PDB, dengan rata-rata biaya logistik sekitar 13%. Direktur Digital Bisnis Telkom Fajrin Rasyid mengatakan bahwa upaya Telkom mengakselerasi ekosistem digital logistik, khususnya di pelabuhan, saat ini telah mengubah proses konvensional menjadi digital secara paperless dengan proses yang lebih sederhana dan transparan. Tujuannya untuk mengurangi cost operational logistics perusahaan pengurusan jasa kepabeanan (PPJK). “Saat ini, Logee telah terintegrasi dengan Terminal Peti Kemas (TPK) NPCT1 (New Priok Container Terminal One), TPK KOJA, National Logistic Ecosystem (NLE), dan yang terbaru JICT (PT Jakarta International Container Terminal),” ujar Fajrin, dikutip
Kamis (12/1/2023). (Yetede)
Indonesia Dukung Ekonomi Timor Leste
Indonesia terus berupaya mendorong pertumbuhan perekonomian Timor Leste sebagai salah satu bagian dari peta jalan keanggotaan negara tersebut di ASEAN. Walaupun secara prinsip negara-negara anggota ASEAN telah menerima Timor Leste, ada hal yang harus dipenuhi Timor Leste sebelum secara resmi bergabung. Hal itu dibahas dalam pertemuan bilateral Menlu Retno Marsudi dengan Menlu dan Kerja Sama Timor Leste Adaljiza Albertina Xavier Reis Magno di Jakarta, Rabu (11/1). Pertemuan tersebut berlangsung setelah Retno menyampaikan Pernyataan Pers Tahunan Menlu 2023.
Dalam pertemuan itu, dibahas tindak lanjut rencana kerja sama pembangunan Kawasan Industri Bersama. Untuk memperlancar rencana pembangunan dan pengembangan kawasan industry itu, keduanya sepakat mulai membahas pembentukan perjanjian Joint Free Trade Zone di dalam kawasan industri perbatasan, yang terletak antara Distrik Oecusse dan Provinsi NTT. Keduanya juga membahas pentingnya percepatan penyelesaian perjanjian investasi bilateral dan nota kesepahaman tentang komunikasi dan informatika. Retno dan Reis Magno sepakat perjanjian-perjanjian itu diupayakan diselesaikan pada tahun ini agar bisa segera ditandatangani oleh Perdana Menteri Timor Leste. (Yoga)
RI Perlu Berjaga-jaga
Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dunia 2023 turun tajam menjadi 1,7 % dari semula 3 %. Meski demikian, ekonomi Indonesia diproyeksikan tumbuh positif 4,8 %. Untuk menjaga ekonomi domestik dari efek tekanan global, fleksibilitas pengelolaan fiskal dibutuhkan di tengah berlanjutnya tren pengetatan moneter. Laporan Global Economic Prospects edisi Januari 2023 yang dirilis Bank Dunia, Selasa (10/1) menilai, risiko resesi global akan makin nyata tahun ini. Pertumbuhan ekonomi dunia pada 2023 pun dipangkas dari proyeksi laporan sebelumnya pada Juni 2022 sebesar 3 % menjadi 1,7 %. Jika terjadi, ini akan menjadi pertama kalinya dalam 80 tahun terakhir dunia mengalami resesi dua kali dalam satu dekade. Inflasi yang meroket, kenaikan suku bunga tinggi, laju investasi yang merosot, dan disrupsi ekonomi akibat invasi Rusia ke Ukraina menambah risiko pelambatan. Untuk saat ini, ekonomi negara maju terkena imbas pelambatan paling signifikan, dengan pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi hingga 95 %. Pelambatan di negara berkembang diyakini tidak sedrastis di negara maju, dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi dipangkas 70 %. Namun, dampak yang dirasakan bakal lebih panjang.
Pada akhir 2024, level pertumbuhan ekonomi negara berkembang diperkirakan berada 6 % di bawah kondisi prapandemi, meski kondisi ekonomi global pada titik itu diperkirakan mulai membaik. ”Negara berkembang akan menghadapi pelambatan ekonomi yang panjang akibat beban utang dan investasi yang melemah. Apalagi, aliran modal global akan lebih banyak terserap ke negara maju yang juga sedang menghadapi krisis kenaikan suku bunga dan beban utang tinggi,” kata Presiden World Bank Group David Malpass dalam keterangannya, dikutip pada Rabu (11/1). Di tengah gejolak itu, Indonesia masih diyakini tumbuh positif di level 4,8 %, sama dengan proyeksi versi Desember 2022, meski melambat dari proyeksi versi Juni 2022, yaitu 5,2 %. Peneliti Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, membenarkan, daya tahan ekonomi Indonesia terhitung kuat, khususnya selama konsumsi rumah tangga bisa terus terjaga. Namun, potensi efek pelambatan ekonomi global itu tetap perlu diwaspadai. Pertama, kenaikan inflasi bisa berlanjut di dalam negeri akibat efek tingginya inflasi di AS. Kebijakan pengetatan moneter AS untuk mengontrol inflasi di negara itu akan berdampak pada kenaikan suku bunga acuan oleh BI. Selain itu, lesunya ekonomi C ina selaku mitra dagang utama Indonesia akan berdampak pada penurunan kinerja ekspor serta melandainya harga komoditas yang selama ini memberi ”keuntungan” bagi perekonomian Indonesia. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









