Investor Melirik Obligasi
JAKARTA. ID – Mengincar return yang meningkat hingga menjadi 5-9%, tahun ini, para investor mengalihkan dana investasinya dari saham ke pasar obligasi, baik obligasi atau surat utang negara (SBN) maupun obligasi korporasi. Jika pada tahun 2022 lebih banyak pemodal yang membeli saham, tahun ini pembelian obligasi meningkat. Dalam dua pekan pertama 2023, beli bersih (net buy) asing di pasar Surat Berharga Negara (SBN) meningkat signifikan. Sebagaimana diberitakan, tahun ini ekonomi global terancam resesi, hiperinflasi, dan lonjakan suku bunga. Dalam situasi bunga tinggi, return surat utang cenderung meningkat. Surat Utang Negara (SUN) dan obligasi korporasi yang tahun lalu, masing- masing memberikan return hanya 2–4% dan 3–5%, tahun ini diprediksi meningkat menjadi 6–9% dan 5–7%. Sementara return saham yang sebelumnya 5–8%, tahun ini akan berada dalam rentang yang sangat lebar, yakni dari nol hingga 20%. Pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (11/01/2023), indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup pada level 6.584,4, turun 0,57% dari hari sebelumnya dan terhitung sejak awal tahun, IHSG merosot 4,89%. (Yetede)
Tags :
#ObligasiPostingan Terkait
Sinyal Kuat Kebangkitan IHSG
Anggaran 2025 Terancam Membengkak
Perang Global Picu Lonjakan Utang
Perang Memanas, Saham Energi Kian Mendidih
Pinjaman Bank Kini Lebih Mahal daripada Obligasi
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023