Ekonomi
( 40698 )Bunga Naik, KPR Syariah Lebih Menarik
Kenaikan suku bunga acuan berpotensi membuat pembiayaan kepemilikan rumah alias KPR syariah lebih menarik ketimbang kredit pemilikan rumah (KPR) konvensional. Pasalnya, KPR syariah tidak terlalu terpengaruh kenaikan suku bunga acuan.
Menurut
Senior Vice President
LPPI Trioksa Siahaan, KPR syariah dan konvensional punya kelemahan dan kelebihan masing-masing. Pada KPR konvensional, skemanya adalah uang diserahkan bank ke nasabah untuk membeli rumah. Sedangkan di skema syariah, bank membeli rumah untuk diserahkan ke nasabah dan nasabah selanjutnya mencicil ke bank.
KPR syariah mengenakan margin yang disepakati di awal. Sedangkan KPR konvensional mengenakan bunga tetap untuk beberapa tahun awal, diikuti bungamengambang (
floating
), sesuai suku bunga, hingga akhir tenor. "Sehingga bila tren suku bunga naik, maka beban nasabah KPR konvensional juga akan naik," kata Trioksa, kemarin.
Direktur Center of Economics & Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira memandang, KPR konvensional akan lebih menarik jika suku bunga sedang rendah. Sebab, bunga
floating
akan cenderung lebih kompetitif dari KPR syariah.
Perencana keuangan Finansia Counsulting Eko Indarto mengatakan, KPR syariah akan lebih menguntungkan saat tren suku bunga naik. "Dalam skema syariah, bank yang akan membeli rumah, kemudian bank menjual rumah ke nasabah dengan besar margin yang sudah disepakati. Nasabah selanjutnya akan mencicil harga beli rumah, termasuk di dalam margin bank," terangnya.
Bank Syariah Indonesia (BSI) tahun ini membidik penyaluran BSI Griya tumbuh dua digit jadi Rp 51,16 triliun. Per Maret 2023, BSI Griya mencapai Rp 49,3 triliun, atau tumbuh 14,1% secara tahunan. Direktur
Sales & Distribution
BSI Anton Sukarna mengatakan, BSI optimistis BSI Griya terus diminati.
Yuan Melawan Tekanan Dollar Amerika Serikat
People's Bank of China (PBOC) terus berjuang menjaga nilai tukar yuan terhadap dollar Amerika Serikat (AS). Kemarin, bank sentral China ini mematok kurs tengah yuan sebesar 7,2054 yuan per dollar AS.
Angka tersebut lebih besar dari posisi sehari sebelumnya, yakni 7,2098 yuan per dollar AS. Pekan ini, PBOC terus mematok kurs tengah lebih tinggi ketimbang eksepektasi pasar di setiap sesi perdagangan valuta asing.
Kebijakan bank sentral China ini memberi keyakinan kepada pelaku pasar bahwa negara tembok besar China ini tidak akan menoleransi penurunan nilai tukar lebih jauh terhadap dollar AS. Kendati begitu, yuan tetap tidak bisa naik tinggi karena investor mewaspadai potensi penerbitan stimulus moneter.
Sebelum ini, nilai tukar yuan terhadap dollar AS terjun bebas menuju level terendah 14 tahun terakhir. Jumat (30/6) lalu, kurs spot yuan sempat jatuh ke 7,2537 yuan per dollar AS. Namun, pada pukul 17.06 WIB kemarin, kurs spot yuan sudah kembali naik ke 7,2362 yuan per dollar AS.
Lead Strategist
makro Asia Societe Generale Kiyong Seong memprediksi, sampai pengumuman stimulus, yuan akan bergerak stabil di kisaran 7,2-7,3 per dollar AS. Alasannya, PBOC diyakini akan terus menetapkan kurs tengah lebih tinggi.
Perbesar Cuan Setelah Dapat Injeksi Dana
Usaha rintisan bidang layanan teknologi bagi armada, TransTrack, belum lama ini mendapat suntikan modal pra seri A senilai US$ 2,1 juta dari sejumlah investor yang dipimpin oleh Ortus Star. Dana tersebut bakal TransTrack pakai untuk melebarkan sayap bisnis yang lebih luas hingga ke luar negeri.
USAHA rintisan yang mendapat suntikan modal masih terjadi di pasar domestik. Salah satunya adalah yang didapatkan kembali oleh PT Indo Trans Teknologi alias TransTrack.
Usaha rintisan tersebut belum lama ini mendapatkan injeksi modal pendanaan pra seri A senilai US$ 2,1 juta. Pendanaan tersebut dipimpin oleh Ortus Star dan melibatkan investor yang sebelumnya pernah menanam modal di perusahaan tersebut, yaitu Cocoon Capital dan YCAB Ventures.
Injeksi modal tersebut tidak terlepas dari bidang usaha yang digeluti TransTrack yang masih mendapat perhatian para pemodal. TransTrack sendiri merupakan
startup
bidang teknologi yang memberikan layanan terpadu bagi perusahaan yang mempunyai moda transportasi berupa jasa telematika armada.
Pendiri sekaligus Direktur Utama (CEO) TransTrack Anggia Meisesari mengungkapkan, suntikan modal tersebut akan digunakan untuk melebarkan sayap bisnis TransTrack ke wilayah yang lebih luas.
Anggia menambahkan, ia berupaya untuk memperluas operasi perusahaan ke 100 kota di Indonesia dan di negara-negara Asia Tenggara. Termasuk, Malaysia, Singapura, Thailand, Kamboja dan Vietnam.
UJI TANGGUH CADANGAN DEVISA
Tekanan cadangan devisa pada awal paruh kedua tahun ini patut dicermati menyusul adanya beberapa faktor yang menuntut bank sentral memaksimalkan stabilitas rupiah. Beberapa di antaranya adalah kebutuhan dolar Amerika Serikat (AS) yang meningkat untuk memenuhi pembayaran utang luar negeri, repatriasi dividen ke luar negeri, serta hal lain yang sejalan dengan peningkatan aktivitas impor. Apalagi, Bank Indonesia (BI) mencatat adanya penurunan cadangan devisa, yakni dari US$139,3 miliar pada Mei 2023 menjadi US$137,5 miliar pada Juni 2023. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan penurunan posisi cadangan devisa tersebut terutama dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah. Meski tergerus, Erwin menegaskan posisi cadangan devisa itu mampu menopang pembiayaan selama 6,1 bulan impor, menyangga 6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto mengatakan optimisme itu didorong oleh pemulihan ekonomi yang cukup solid serta proyeksi penyehatan fiskal dari sejumlah lembaga internasional. Salah satunya adalah Lembaga Pemeringkat S&P yang mempertahankan peringkat (rating) kredit Indonesia pada posisi BBB outlook stabil, serta memproyeksikan defisit fiskal di angka 2,3% terhadap produk domestik bruto (PDB), lebih rendah dari target pemerintah sebesar 2,84%.
Kenaikan suku bunga The Fed merupakan keniscayaan setelah pada Juni 2023 bank sentral tidak mengutak-atik suku bunga acuan alias tetap di kisaran 5%—5,25%. Faktor lain yang mendorong pengetatan The Fed adalah proyeksi lonjakan penyerapan tenaga kerja di AS hingga 500.000 pekerja pada bulan lalu sehingga menguatkan ekspektasi peningkatan inflasi. Di sisi lain, sejumlah upaya yang dilakukan oleh pemangku kebijakan guna menjaga penguatan rupiah masih belum cukup efektif. Di antara upaya itu adalah perluasan penerapan kebijakan Term Deposit Valuta Asing Devisa Hasil Ekspor (TD Valas DHE), dan penggunaan mata uang lokal alias Local Currency Transaction (LCT) untuk menekan ketergantungan pada dolar AS. Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan salah satu langkah yang bisa menguatkan ketahanan eksternal adalah mengoptimalisasi kebijakan DHE. Selain itu, kinerja APBN harus tetap solid sehingga melahirkan kepercayaan di kalangan investor untuk menanamkan modalnya di dalam negeri.
Menjaga Surplus Neraca Pembayaran
Menjelang paruh kedua tahun ini, posisi cadangan devisa Indonesia kembali melorot ke level US$137,5 miliar pada Juni 2023, turun US$1,8 miliar dari US$139,3 miliar pada periode Mei 2023. Penurunan cadangan devisa ini menjadi yang ketiga kalinya secara berturut-turut dalam 3 bulan terakhir setelah sempat mencapai level tertinggi tahun ini pada Maret di level US$145,18 miliar. Bank Indonesia menyebut penurunan cadangan devisa pada Juni tahun ini disebabkan oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah. Meski demikian, BI menilai bahwa cadangan devisa tersebut tetap mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Cadangan devisa periode Juni sebesar US$137,5 miliar sejatinya bisa mencukupi pembiayaan 6,1 bulan impor atau 6,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
Pasalnya, kenaikan posisi cadangan devisa tentu memberikan sinyal yang lebih positif ketimbang penurunan karena dapat memberikan kepercayaan kepada pasar bahwa Indonesia mampu memenuhi kewajibannya.
Selanjutnya, pada 2020, saat pandemi Covid-19 tengah merangsek, di mana pertumbuhan ekonomi terkontraksi 2,07%, cadangan devisa mampu terjaga di level rata-rata US$135,89 miliar. Pada 2021, rata-rata cadangan devisa RI bertengger di level US$144,9 miliar.Untuk itu, jika dilihat dari rata-rata pada 2021, cadangan devisa Indonesia periode Juni ini melorot 5,11% atau sebaliknya melonjak 71,45% jika dibandingkan dengan level pada 2008.
Bank Indonesia mencatat kenaikan cadangan devisa Indonesia pada akhir Maret 2023 menjadi US$145,2 miliar, dari US$137,2 miliar pada Desember 2022, ditopang oleh berlanjutnya surplus transaksi berjalan yang diiringi oleh surplus transaksi modal dan finansial.
RENCANA IPO : Cinema XXI Berpotensi Raup Rp2,4 Triliun
PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk., pengelola jaringan bioskop Cinema XXI, berpotensi meraih dana Rp2,25 triliun—Rp2,40 triliun setelah tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).Dalam prospektusnya di Harian Bisnis Indonesia, Jumat (7/7), Cinema XXI melaporkan rencana penawaran umum saham perdana (IPO) dengan melepas sebanyak-banyaknya 8.335.000.000 (8,33 miliar) saham dengan nilai nominal Rp8. Jumlah saham itu setara 10% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO.Direktur Utama Indo Premier Sekuritas Moleonoto The mengatakan kinerja bisnis Cinema XXI berjalan relatif normal setelah melalui masa pandemi pada kuartal I/2022.
Sementara itu, kondisi operasional lain dari Cinema XXI, menurutnya, sangat terdiversifikasi. Selama ini, pendapatan Cinema XXI di 2022 ditopang sebesar 61% dari penjualan tiket bioskop, 33% dari penjualan makanan dan minuman, 3% dari iklan, dan 3% dari digital platform.
Dari sisi laba, Cinema XXI mencatatkan Rp504,53 miliar pada 2022, berbalik dari rugi Rp365,80 miliar pada 2021, dan rugi Rp578,87 miliar pada 2020. Pada 2019, laba perseroan mencapai Rp1,27 triliun.Sampai dengan Maret 2023, Cinema XXI telah menghadirkan 1.235 layar di 230 lokasi bioskop yang tersebar di 71 kota di seluruh Indonesia, dan akan terus berkembang untuk mencapai target 2.000 layar dalam 5 tahun ke depan.
Bank Lokal Masih Jadi Incaran Investor Asing
Minat investor asing untuk masuk ke industri keuangan di Indonesia masih tinggi. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, sejumlah investor asing tengah mengantre untuk masuk ke sejumlah perusahaan keuangan di Tanah Air, termasuk mengincar bank di dalam negeri. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyatakan, investor dari Jepang, Korea Selatan, serta Singapura masih menunjukkan ketertarikannya terhadap bank domestik.
Ia mengisyaratkan bakal ada investor asing yang dalam waktu dekat akan mengumumkan akuisisi bank lokal. Sayang, Dian masih enggan menyebutkan nama bank dan investor yang dimaksud. Selain akuisisi, akan ada juga merger bank yang juga melibatkan investor asing.
Kabar yang beredar, investor baru yang akan masuk BRIS itu akan membeli saham BRIS milik Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Spekulasi yang beredar, nama QNB mencuat menjadi kandidat investor BSI.
Rumor ini berkembang seiring dengan pertemuan antara Menteri BUMN Erick Thohir dengan Menteri Keuangan Qatar Ali bin Ahmed Al Kuwari pada Mei 2023. Sampai berita ini naik cetak, Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo hingga kini belum menjawab klarifikasi dari KONTAN.
Sementara Wakil Direktur Utama BSI Bob Tyasika Ananta menyatakan, proses akuisisi saham BRIS merupakan domain pemegang saham.
TLKM Fokus Garap Segmen B2B & UKM
Usai melebur IndiHome ke dalam PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) kian fokus menggarap segmen
business to business
(B2B). Salah satunya dengan meluncurkan produk solusi digital, yakni Indibiz.
Nantinya, produk anyar ini menyasar segmen
small medium enterprise
(SME) alias UKM. Direktur
Enterprise & Business Service
Telkom, FM Venusiana menjelaskan, segmen UMKM bukan hal yang baru bagi TLKM. Tapi selama ini pihaknya belum fokus mengembangkan pasar ini.
TLKM akan memberikan solusi
platform
dan layanan digital ke UKM sambil berkolaborasi dengan
startup. TLKM juga bisa memberikan solusi pembiayaan ke UKM.
VP Corporate Communication
Telkom, Andri Herawan Sasoko menambahkan, dengan bergabungnya IndiHome ke Telkomsel, Telkom fokus B2B diharapkan pendapatan meningkat dan membuka peluang baru.
"Telkom fokus ke B2B, diharapkan bisa menciptakan peluang baru dan belanja modal diharapkan bisa ditekan. Target pendapatan akhir tahun masih dibahas di RKAB perubahan dan mudah-mudahan revisi naik," ujar Andri.
Sebelumnya,
VP Investor Relations
Telkom Edwin Sebayang mengatakan, dari sekitar 65 juta rumah tangga, ada potensi 20 juta30 juta berpotensi menggunakan produk FMC milik emiten pelat merah ini. "Ada peluang 8 juta pelanggan baru," ujar Edwin.
Gotong Royong Antar BPD Penuhi Batas Modal
Peta pembentukan Kelompok Usaha Bank (KUB) dari beberapa Bank Pembangunan Daerah (BPD) sudah mulai terlihat. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat permodalan bank daerah agar memenuhi syarat minimal sebesar Rp 3 triliun.
Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan masih ada 11 BPD yang mempunyai modal inti kurang dari Rp 3 triliun per April 2023. Rencana pemenuhan modal dari kesebelas bank tersebut telah diberikan ke OJK.
Bank Jatim Tbk (BJTM), dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dilaksanakan pada 12 April 2023, juga telah menyetujui aksi korporasi penyertaan modal kepada Bank NTB Syariah. Besarannya maksimal 15% dari total penyertaan modal disetor pemegang saham Pemerintah Daerah Provinsi, Kabupaten, Kota di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Dalam laporan keuangan Mei 2023, modal inti Bank NTB Syariah masih di bawah yang disyaratkan, yakni hanya senilai Rp 1,5 triliun.
Pemimpin Divisi Corporate Secretary BJBR, Widi Hartoto memastikan bahwa BJBR terus mematangkan rencana tersebut. BJBR saat ini tengah mengurus izin penambahan Bank Bengkulu sebagai anggota KUB ke OJK. "Dalam proses akhir," ujarnya.
Direktur Operasional Bank Banten Bambang Widyatmoko hanya menyatakan bahwa BEKS akan mengikuti arahan dan ketentuan yang berlaku terkini dari OJK untuk pembentukan KUB. "Proses terus berjalan dengan tetap menyelaraskan dengan dinamika regulasi yang ada," ujar Bambang.
Di sisi lain, OJK sedang menuntaskan aturan khusus terkait pembentukan KUB. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengungkapkan, aturan ini diperlukan agar pembentukan KUB ini bisa lebih terintegrasi.
KILAU CUAN EMITEN LOGAM
Kompetisi emiten-emiten sektor pertambangan logam di Bursa Efek Indonesia (BEI) bakal makin panas. Minat tinggi investor untuk mengoleksi saham di sektor ini tecermin dari suksesnya gelaran penawaran perdana saham bernilai jumbo pada tahun ini. Teranyar, PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) telah merampungkan initial public offering (IPO) terbesar sepanjang tahun berjalan 2023 senilai Rp10,72 triliun dan dijadwalkan melantai di BEI pada Jumat (7/7). Dalam penawaran umum perdana, 6,32 miliar saham yang dilepas AMMN laris manis hingga mengalami kelebihan permintaan. Mewakili penjamin pelaksana emisi IPO Amman Mineral, Direktur Utama Mandiri Sekuritas Oki Ramadhana mengungkapkan kelebihan permintaan atau oversubscription mencapai 13,6 kali dengan jumlah investor lebih dari 27.000 orang. Presiden Direktur Merdeka Battery Minerals Devin Ridwan mencatat kelebihan permintaan dalam porsi penjatahan terpusat IPO MBMA mencapai 19,9 kali. Respons positif investor yang mendorong oversubscribed dalam periode penawaran umum juga disampaikan Presiden Direktur Trimegah Bangun Persada Roy A. Arfandy. Menurut Roy, oversubscribed dalam IPO emiten Grup Harita Nickel itu menggambarkan kepercayaan investor terhadap prospek cerah industri pengolahan nikel perseroan. Tiga emiten pendatang baru itu memperpanjang daftar emiten di BEI yang terjun ke bisnis pertambangan dan pengolahan mineral logam, baik secara langsung maupun melalui anak usahanya. (Lihat Infografik) Sebagai emiten debutan, Direktur Utama Amman Mineral Internasional Alexander Ramlie mengatakan IPO merupakan salah satu langkah strategis untuk mengembangkan bisnis AMMN yang berkelanjutan di era transisi energi, yang akan mendorong permintaan komoditas tembaga di masa mendatang.
Dana jumbo senilai Rp10,72 triliun bakal digunakan AMMN untuk tiga pos besar. Pertama, setoran modal Rp1,79 triliun ke PT Amman Mineral Industri (AMIN) yang selanjutnya akan digunakan oleh AMIN untuk membiayai pengeluaran modal atas proyek smelter dan pemurnian logam mulia AMIN di Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Kedua, AMMN akan melunasi utang kepada PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) dan smelter sebesar Rp3,05 triliun. Ketiga, sisa dana IPO akan digunakan AMMN untuk penyetoran modal kepada AMNT untuk proyek ekspansi pabrik konsentrator dan pembangkit listrik tenaga gas dan uap di Sumbawa Barat, NTB. Presiden Direktur Merdeka Copper Gold Albert Saputro sebelumnya menargetkan peningkatan produksi emas dan tembaga pada 2023. Induk usaha MBMA itu juga menyiapkan capital expenditure (capex) dan investasi US$750 juta pada 2023 yang akan dialirkan ke proyek acid iron metal US$250 juta, US$90 juta untuk Sulawesi Cahaya Mineral, US$110 juta untuk Pani, dan US$130 juta untuk Zhao Hui Nickel. Analis Samuel Sekuritas Indonesia Juan Harahap dalam risetnya menyoroti rencana ekspansi smelter AMMN sebagai salah satu katalis positif kinerja perseroan ke depan. Valuasi saham AMMN kompetitif mencapai 7,4 kali P/E 2022, diskon 17,7% dari rata-rata industri. Sementara itu, Analis CGS-CIMB Sekuritas Indonesia Ryan Winipta berpendapat koreksi saham NCKL sejalan dengan perubahan pandangan investor menjadi bearish terhadap penambang komoditas dan nikel di tengah penurunan harga. Pada 2023, harga rata-rata FeNi NCKL diperkirakan sebesar US$14.900 per ton dan harga MHP sebesar US$16,8 per ton. Saham NCKL mendapat rekomendasi akumulasi dengan target harga sebesar Rp1.200.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









