;
Kategori

Ekonomi

( 40512 )

Anak Usaha Dian Swastatika Teken Kredit Sindikasi Rp 3 Triliun

05 Jul 2023

JAKARTA,ID-Anak Usaha Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Eka Mas Republik (EMR), menandatangani perjanjian kredit sindikasi sekitar Rp 3 triliun. Pinjaman didapat dari kreditur sindikasi, yaitu PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank mandiri (Persero), dan PT Bank  Syariah Indonesia Tbk, dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero). Fasilitas yang berjangka tujuh tahun dengan plafon sampai Rp 2 triliun dan opsi akordeon sebesar Rp 1 triliun ini dijamin antara lain dari Dian Swastatika dan aset entitas anak. "Fasilitas ini rencananya akan digunakan  untuk pembiayaan belanja modal EMR," tutur Sekretaris Perusahaan  Dian Swastatika Sentosa, Susan Chandra dalam keterbukaan informasi di Jakarta, Selasa (4/7/2023) Sejalan dengan fasilitas pemberian tersebut. menurut Susan, rasio utang terhadap ekuitas perusahaan  dapat meningkat hingga sebesar 6%. Sebelumnya, Dian Swastatika Sentosa mengalami perpindahan  papan pencatatan, dari papan utama ke papan pemantauan khusus. Ini mengacu kepada surat  Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) No Kep-00081/BEI/05-2023 tanggal 5 Juni 2023 perihal Peraturan No1-X tentang Penempatan Pencatatan Efek pada papan pemantauan khusus. (Yetede)

Gusar Nasabah Asuransi Bermasalah

05 Jul 2023

Harapan Christian untuk memberikan pengobatan optimal kepada adiknya yang terkena kanker seketika gelap setelah kasus gagal bayar polis keluarganya oleh PT Asuransi Jiwa Kresna atau Kresna Life. Sudah satu setengah tahun terakhir, dia harus merogoh kocek pribadi untuk menanggung biaya pengobatan, dengan estimasi total kerugian yang diderita mencapai Rp 3 miliar. “Dampak gagal bayar bagi saya terasa sangat cukup menyakitkan karena kami sekeluarga kena semua. Ayah saya sudah lanjut usia di 80 tahun dan adik saya sakit kanker stadium 4 yang membutuhkan biaya besar untuk berobat,” ujar Christian kepada Tempo, kemarin. Dia dan keluarga memiliki produk asuransi jiwa Protecto Investo Kresna (PIK) yang sejak awal 2020 tak bisa dicairkan, sementara manajemen Kresna Life terus memperpanjang atau melakukan roll over investasi nasabah, dengan total dana terkumpul untuk produk tersebut diperkirakan mencapai Rp 8 triliun.

Persoalan gagal bayar yang menghantam membuat Christian tak lagi mempercayai industri asuransi di Indonesia. Upaya pengawasan yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dianggap tidak cukup memadai untuk melakukan aksi preventif atau pencegahan. “Terus terang saya kapok menggunakan asuransi karena tidak ada kejelasan juga. Padahal ini produk resmi dan diawasi OJK. Tapi, bukannya malah membantu, mengembalikan uang yang dimasukkan saja tidak bisa,” ujarnya. Christian menyesalkan sikap otoritas yang cenderung lambat dalam mengakomodasi kebutuhan nasabah dan tak mampu memberikan pelindungan yang seharusnya kepada nasabah atas kerugian yang dialami. “OJK dalam mengawasi produk asuransi harus jelas dan lebih melindungi nasabah, bukan hanya ketika ada masalah lalu melakukan likuidasi, membagikan apa yang ada. Kalau seperti itu, saya rasa tugas OJK sebagai otoritas tertinggi itu gagal.” (Yetede)

Menampung Limpahan Wisatawan dari Singapura

05 Jul 2023

Para pelaku bisnis pariwisata di Indonesia mengincar efek domino dari beberapa konser Coldplay dan Taylor Swift di Singapura yang akan berlangsung pada awal tahun depan. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kepulauan Riau, Jimmy Ho, membenarkan banyak pelaku perhotelan dan biro perjalanan lokal yang berancang-ancang mengejar limpahan pasar dari agenda hiburan berkelas internasional tersebut. Selain menyita perhatian karena durasi yang panjang, kedua acara itu dianggap bisa mendongkrak mobilitas turis asing di kawasan Asia Tenggara, bahkan seluruh Asia. “Dengan banyaknya penonton dari luar Singapura, kami bisa ikut menawarkan akomodasi alternatif,” ujarnya kepada Tempo, kemarin. Semua tiket konser Coldplay, yang akan digelar selama enam kali di Negeri Singa, sudah habis terjual pada 20 Juni 2023. Live Nation, promotor Coldplay di Singapura, sebelumnya menyebutkan durasi singgah band asal Inggris itu diperpanjang karena tingginya antusiasme penonton, baik dari dalam maupun luar negeri. Agenda ini menarik perhatian lantaran sebelumnya Coldplay hanya akan menyinggahi empat kota di Asia dalam rangkaian tur dunia, yaitu Jakarta (Indonesia), Kuala Lumpur (Malaysia), Kaohsiung (Taiwan), serta Tokyo (Jepang). 

Untuk promosi album bertajuk Music of the Spheres, Coldplay sempat hanya dijadwalkan tampil pada 23-27 Januari 2024 di Singapura. Belakangan, manajemen grup itu setuju untuk tampil lagi pada 30-31 Januari 2024. Singapura kian menjadi sorotan karena musikus kondang lain, Taylor Swift, juga turut tampil hingga enam hari. Menurut AEG Presents Asia, penyanyi wanita asal Pennsylvania, Amerika Serikat, itu tampil pada 2-4 dan 7-9 Maret 2024. Menurut Jimmy, pelaku bisnis pariwisata asal Kepulauan Riau sudah terbiasa menawarkan paket layanan ke negara tetangga lewat perwakilan bisnis ataupun kemitraan agen. Paket yang diutamakan, kata dia, biasanya berisi bundling atau campuran layanan kapal feri, kamar hotel, serta atraksi atau tur wisata. “Selain konser, banyak tamu yang sekalian datang ke Singapura untuk city living (wisata kota). Kami bisa menawarkan kunjungan ke Batam dan Bintan untuk nature living,” tuturnya. (Yetede)

Kinerja Stagnan Bisnis Perhotelan

05 Jul 2023

Hebohnya animo masyarakat terhadap konser Coldplay dan sederet musikus global belum bisa memulihkan bisnis perhotelan di sekitar Jakarta. Ketua Badan Pimpinan Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DKI Jakarta, Sutrisno Iwantono, mengatakan tingkat keterisian rata-rata kamar hotel di ibu kota negara masih sebesar 50-60 persen. Selama dua tahun terakhir, level okupansi itu pun hanya meningkat sedikit pada momentum libur panjang, seperti Lebaran dan tahun baru. “Konser besar yang keramaiannya hanya beberapa hari tidak berpengaruh banyak,” katanya kepada Tempo, kemarin. Hingga pertengahan 2023, Sutrisno menyebutkan ada lebih dari 900 pengelola hotel di DKI yang terdata oleh PHRI. Meski tak mengingat total kapasitas kamar yang tersedia secara persis, dia memastikan jumlah itu sudah mewakili layanan hotel di segala kelas, termasuk hotel nonbintang. Menurut dia, okupansi 50 persen cenderung dipertahankan hotel berklasifikasi bintang 3 hingga 5. Adapun sarana akomodasi yang lebih kecil akan sepi di luar masa padat atau peak season. “Secara umum, hotel di DKI lebih ramai dari tahun lalu, tapi tetap saja masih 80 persen dari kondisi 2019,” ucap Sutrisno. “Kita sulit menyamai pra-pandemi karena daya beli belum pulih.”

Kalaupun didatangi pengunjung dari luar Jakarta, konser Coldplay hanya mengetatkan persaingan harga dan paket layanan hotel di sekitar kompleks Gelora Bung Karno (GBK), lokasi agenda tersebut. Sutrisno mengatakan mayoritas penonton konser musikus asing pun biasanya mencari hotel berbintang, meski yang murah sekalipun. “Berarti hotel melati atau yang lebih sederhana tetap suffer dan tak kebagian pasar.” Sekjen PHRI, Maulana Yusran, menyarankan para pelaku bisnis hotel di Jakarta agar lebih aktif melobi promotor jika mengincar konsumen dari segmen penonton konser. Penjualan tiket, menurut dia, bisa digabung dengan paket akomodasi ataupun angkutan pengumpang dari hotel yang dekat dengan area konser. “Para agen pun bisa lebih kreatif menawarkan paket yang menarik agar masa tinggal konsumen lebih panjang,” kata Maulana. Namun potensi ini hanya datang dari penonton dari luar kota. Tak hanya di Jakarta, para agen juga kesulitan menjual paket akomodasi untuk konser Coldplay di Singapura. Band asal Inggris itu bakal tampil hingga enam malam di Negeri Singa pada 23-27 Januari 2024. Dengan tingginya antusiasme penonton, terutama setelah tiketnya habis terjual pada 20 Juni 2023, Anton menyebutkan para agen wisata asal Indonesia mulai berebut pasar dengan agen dari negara tetangga. "Untuk hotel, kita punya saingan berat di beberapa lokasi, misalnya dari Johor Bahru (Malaysia) yang harga kamarnya lumayan murah." (Yetede)

INDONESIA-AUSTRALIA, Energi Bersih dan Stabilitas Kawasan Jadi Perhatian

05 Jul 2023

Indonesia dan Australia sepakat untuk terus memperkuat kerja sama. Selain bidang ekonomi, kedua negara sepakat membangun stabilitas dan keamanan kawasan. Penegasan itu mengemuka dalam pertemuan antara Presiden Jokowi dan PM Australia Anthony Albanese, Selasa (4/7) di Sydney, Australia. Kunjungan Presiden ke Australia merupakan kunjungan balasan setelah PM Albanese melakukan kunjungan resmi ke Istana Kepresidenan Bogor, Jabar, pada 6 Juni 2022. Dalam pernyataan bersama, selain mengapresiasi kerja sama kedua negara, Presiden menyampaikan sejumlah prioritas yang dapat dikembangkan bersama.

”Pertama, Indonesia dan Australia harus membangun kerja sama ekonomi yang lebih substantif dan strategis melalui pengembangan bersama prduksi baterai EV (kendaraan listrik),” kata Presiden. Presiden menuturkan, Indonesia dan Australia memiliki potensi besar untuk berintegrasi dalam mengembangkan industri baterai mobil listrik. Menurut dia, Indonesia sudah  menargetkan untuk mulai produksi baterai EV tahun depan. Selain itu, Indonesia akan memproduksi 1 juta mobil listrik dan 3,2 juta sepeda motor listrik pada tahun 2035.

Kedua, Presiden mengapresiasi kenaikan volume perdagangan kedua negara sejak Persetujuan  Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA) diberlakukan. Kenaikan volume disebutnya mencapai 90 % dan akan terus dioptimalkan. Ketiga, terkait pengurangan emisi karbon, Indonesia dan Australia akan fokus mendorong pembangunan carbon capture and storage serta smelter yang berorientasi energi hijau di Indonesia. PM Albanese dalam keterangannya juga memastikan komitmen kerja sama lebih erat antara Indonesia dan Australia. ”Kami sama-sama menginginkan kerja sama lebih erat sebagai mitra ekonomi, mitra pertahanan, mitra di transisi global menuju net zero,”  ucapnya. (Yoga)


Kisah Veteran Membangun Pangan

05 Jul 2023

Lima dekade silam, sekelompok veteran pejuang kemerdekaan merintis pertanian di Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumsel. Bambang Wahyudi (73) menyusuri pematang sawah miliknya di Kelurahan Veteran Jaya, Kecamatan Martapura, OKU Timur, Sabtu (17/6) pagi. 52 tahun lalu, Bambang dan orangtuanya berjibaku membabat hutan untuk mencetak sawah baru. Kawasan yang kini menyejukkan mata dengan pemandangan hamparan sawah yang menghijau itu dulu disesaki semak belukar. Saat itu, Kelurahan Veteran Jaya belum ada, masih menjadi bagian dari Paku Sengkunyit, salah satu kelurahan di Martapura. ”Di skitar sini dulu semua belukar. Kami potong, tebang, singkirkan sendiri. Beguyur (pelan-pelan) kami buka dari nol sampai akhirnya jadi sawah seperti sekarang,” tuturnya. Orangtua Bambang adalah veteran yang berjuang di Pertempuran Surabaya melawan Belanda tahun 1945, peristiwa yang kini diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Setelah kemerdekaan, pemerintah mengadakan program transmigrasi ke Sumatera. Orangtua Bambang terpilih untuk pindah ke Belitang, OKU Timur, yang dulu masih menyatu dengan Kabupaten OKU. Kendati demikian, saat pembagian lahan bagi para transmigran, mereka tidak kebagian jatah. Sebanyak 33 veteran, termasuk orangtua Bambang, mendapat lahan seluas 1 hektar untuk digarap menjadi sawah dan seperempat hektar tanah pekarangan untuk dibangun rumah. ”Sepertinya pesirah (kepala marga) waktu itu tergerak, melihat banyak kawannya yang telantar tidak punya tanah,” ujar Bambang. Butuh waktu 15-20 tahun hingga akhirnya para veteran bisa memanen padi. Kini, petani di Veteran Jaya bisa  menikmati panen dua kali dalam setahun, sebagian bahkan tiga kali dengan memanfaatkan lahan untuk menanam jagung atau tanaman palawija lain.

Mulai tahun 1980-an, berkat kehadiran sawah veteran, ekonomi Martapura mulai bergerak dan kawasan yang ditinggali para veteran itu menemukan jati  dirinya. Nama Veteran Jaya pun disematkan menjadi kelurahan baru di Martapura. Perlahan, komunitas petani di Veteran Jaya berkembang. Keluarga veteran mendirikan kelompok tani  serdana dan mengembangkan koperasi unit desa. Hingga kini, sudah ada 10 kelompok tani yang menaungi para petani keturunan veteran serta petani umum. Perjuangan veteran merintis pertanian tidak sia-sia. Sekarang, OKU Timur menjadi salah satu sentra pangan Sumsel dan termasuk 15 kabupaten/kota penghasil padi tertinggi nasional. (Yoga)


Naik Kelas, Kualitas Pertumbuhan Perlu Dikejar

05 Jul 2023

Dalam laporan terbaru yang dirilis 1 Juli 2023, Bank Dunia menyatakan Indonesia kembali ke dalam kelompok negara berpendapatan menengah atas (upper middle-income country) dengan pendapatan nasional bruto (PNB) per kapita Indonesia sebesar 4.580 USD pada tahun 2022, naik 9,8 % dari tahun sebelumnya sebesar 4.170 USD. Dengan capaian itu, Indonesia kembali masuk dalam kategori negara berpendapatan menengah atas. Negara-negara yang termasuk dalam kategori ini memiliki PNB per kapita berkisar 4.466 USD-13.845 USD. Sebelumnya, akibat terpukul pandemi Covid-19, Indonesia sempat turun kelas menjadi negara berpendapatan menengah bawah (lower middle-income country) pada 2020.

Menurut Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede, Selasa (4/7) meningkatnya pendapatan per kapita Indonesia itu terjadi akibat pemulihan ekonomi yang cepat pascapandemi dan hilirisasi yang sedang digencarkan pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah perekonomian. Di sisi lain, Indonesia juga mendapat berkah ledakan harga komoditas pada tahun lalu. Namun, ia menilai, masih banyak pekerjaan rumah untuk mempertahankan status sebagai negara berpendapatan menengah atas itu. Apalagi untuk naik kelas menjadi negara bependapatan tinggi. ”Kalau pendapatan per kapita tinggi, tetapi ketimpangan juga masih tinggi, sama saja sia-sia karena pembangunan sekarang baru dinikmati segelintir orang,” katanya. Strategi hilirisasi di sektor mineral dan batubara sejauh ini dinilai belum mampu mendorong pembangunan yang berkualitas meski mampu mendongkrak kinerja ekspor dan pertumbuhan ekonomi. (Yoga)


Solusi Pendanaan Lanjutan

05 Jul 2023

Pencanangan kumpulan modal ventura korporat milik BUMN, yaitu Merah Putih Fund, telah masuk tahap final. Pembentukannya diharapkan bisa mengisi kesenjangan putaran pendanaan tahap awal dan  lanjutan bagi ekosistem usaha rintisan bidang teknologi di dalam negeri. Plt. Dirut Mandiri Capital Indonesia sekaligus Fund Manager Merah Putih Fund, Dennis Pratistha, saat ditemui di Jakarta, Selasa (4/7) mengatakan, ide pembentukan Merah Putih Fund lahir sejak dua tahun lalu. Dia optimistis Merah Putih Fund bisa diluncurkan dalam waktu dekat. Sejauh ini sudah terdapat lima modal ventura korporat (corporate venture capital/CVC) milik BUMN yang bergabung dalam Merah Putih Fund, yaitu MDI Ventures (Telkom), Telkomsel Mitra Inovasi (Telkomsel), BNI Ventures (BNI), BRI Ventures (BRI), dan Mandiri Capital Indonesia (Bank Mandiri).

Menurut dia, kelima CVC itu telah menyediakan dana 300 juta USD agar dapat berinvestasi ke putaran pendanaan tahap lanjutan (later-stage investment). Merah Putih Fund telah mendapat izin dari OJK pada 18 Juli 2022. ”Selama kurun waktu tahun 2008–2009 bisa dikatakan sebagai tahun-tahun awal perusahaan rintisan bidang teknologi muncul di Indonesia. Kemudian, masuk tahun 2014 dan sesudahnya, usaha rintisan bidang teknologi tumbuh sangat signifikan. Bisnis modelnya semakin matang dan masyarakat Indonesia sudah semakin terbiasa dengan teknologi digital,” ujar Dennis ketika ditanya mengapa Merah Putih Fund baru hadir saat ini. Menurut dia, perusahaan rintisan bidang teknologi dalam negeri yang semula cenderung banyak bermain di segmen konsumer kini mulai merambah ke segmen bisnis ke bisnis (B2B). Selain itu, meski sejumlah negara mengalami pelambatan pertumbuhan ekonomi, perusahaan-perusahaan justru terus berupaya bertransformasi ke arah digital. (Yoga)


”Bertani dengan Jempol” ala Petani Muda Keren Gobleg

05 Jul 2023

Tinggal klik dengan jempol, sejumlah petani hortikultura Desa Gobleg, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, dapat menyiram tanaman kapan pun dan di mana pun asal terdapat jaringan internet. Mereka juga dapat memantau kondisi kebun dan tanaman, serta kadar air dan keasaman tanah secara terukur dari genggaman tangan. ”Sambil duduk minum kopi dan menonton sepak bola, sambil hajatan di rumah saudara di luar kota atau tetangga, bahkan sambil jalan-jalan di luar kota, kami dapat menyiram dan memantau kondisi tanaman kami melalui telepon pintar,” kata Gede Suardita (44), Ketua Kelompok Petani Muda Keren (PMK) Gobleg, Sabtu (10/6) di Buleleng. Sudah empat tahun berjalan, Kelompok PMK Gobleg mengembangkan pertanian hortikultura organik berbasis internet untuk segala (IoT). Teknologi yang ditemukan KevinAshton pada 1999 itu mampu mengefisienkan biaya dan tenaga, bahkan meningkatkan produksi sayur dan buah.

Melalui aplikasi IoT yang dikembangkan kelompok tani tersebut, petani dapat mengoperasikan penyiraman secara otomatis. Petani juga dapat memantau kondisi cuaca, kelembaban udara, tingkat keasaman (pH) tanah dan air, serta curah hujan per menit dan per jam. Selain itu, petani juga dapat memonitor kondisi lahan dan tanaman menggunakan televisi sirkuit tertutup (CCTV). Menurut Gede Suardita, untuk menyiram tanaman di lahan seluas 1 hektar di Gobleg, biasanya dibutuhkan waktu dua hari. Namun, dengan teknologi IoT, hanya memakan waktu 15 menit, lantaran di setiap bedeng tanaman dipasang instalasi pipa air dan keran otomatis berbasis sensor jarak jauh. Petani Desa Gobleg, Nyoman Selamat (57), mengaku, penggunaan teknologi itu tidak hanya mengefisienkan waktu menyiram tanaman, tetapi juga menghemat biaya tenaga kerja. Untuk menyiram tanaman di lahan seluas 2.000 meter persegi, dibutuhkan3-4 pekerja dengan upah Rp 80.000 per hari. Dengan teknologi tersebut, Nyoman dapat menghemat biaya tenaga kerja Rp 240.000-Rp 320.000 per hari. (Yoga)


Listrik Penambah Legit Gula Saka Lawang

05 Jul 2023

Nagari Lawang di Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, telah lama dikenal sebagai sentra penghasil gula saka atau gula merah dari tebu di Sumbar. Seiring perkembangan zaman, tempat penggilingan atau kilang tebu di sana bertransformasi. Dari semula menggunakan tenaga ternak lalu ke diesel, kini beralih ke energi listrik yang membuat gula saka Lawang semakin ”legit”. ”Kalau dulu, saat pakai diesel, berisik. Kalau ngobrol tidak akan terdengar. Selain itu, bapak saya (Syafrizal) pasti tidak akan sanggup  menghidupkannya. Sekarang, beliau cukup menekan tombol di boks panel,” kata Desriyanto (28) saat dijumpai di Nagari Lawang, Rabu (14/6.

Desriyanto adalah Ketua KelompokTani Inovatif, yang beranggotakan pemilik penggilingan tebu di Nagari Lawang, 22 km barat daya Kota Bukittinggi atau 103 kilometer utara Padang, ibu kota Sumbar, yang terkenal sebagai sentra penghasil gula saka. Sebagian besar wilayah nagari berpenduduk 3.790 jiwa itu adalah perkebunan tebu yang diwariskan turun-temurun. Tidak hanya menanam, mereka juga mengolahnya menjadi gula saka. Ada 140 kilang tebu di  wilayah tersebut. Desriyanto bersama dua anggota kelompoknya, yakni Datuk Syafri Jamal (54) dan Syaiful Bahri (38), menjadi yang pertama beralih ke listrik, sejak Mei 2022, melalui program penggunaan listrik untuk perkebunan dan pertanian atau electrifying agriculture dari PLN.

Keputusan menggunakan listrik untuk penggilingan tebu berbuah manis. Sebelumnya, untuk menggiling  1 ton bahan baku tebu menjadi 100 kilogram gula saka butuh biaya Rp 250.000 untuk membeli solar. Setelah berpindah ke listrik, biaya yang dikeluarkan cukup Rp 100.000 untuk membeli token. Dengan elektrifikasi, pengusaha penggilingan tebu juga tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk diesel, seperti rutin mengganti oli atau onderdil mesin. Menurut Manajer Unit Layanan Pelanggan PLN Koto Tuo, Hilmy, saat ini, PLN sedang memproses 16 proposal dari kilang penggilingan tebu lain di Lawang untuk beralih ke listrik. Agar bisa menambah jumlah penerima manfaat, PLN tidak lagi menanggung seluruh biaya pemasangan listrik. (Yoga)