Ekonomi
( 40707 )Belanja dan Belanja, tetapi Kulkas Tak Juga Penuh
Pekerja dan keluarga kelas menengah kini menemukan kembali kesenangannya berkumpul bersama teman, makan bareng di luar, membeli produk-produk yang menarik hati, juga jalan-jalan. Namun, di balik sukacita pendongkrak ekonomi negara itu, terpapar fakta lain. Keinginan atau kebutuhan membelanjakan uang itu terkadang, bahkan sering kali, tak sebanding dengan kemampuan. Data terakhir OJK, Jakarta memiliki 2,3 juta rekening aktif di platform pinjaman daring untuk berutang Rp 10,5 triliun per Mei 2023. Persis di atas Jakarta ada Jabar dengan Rp 13,8 triliun (Kompas.id, 6/7/2023). Ada pengguna platform pinjaman daring karena tergoda iklan, iming-imingi bunga ringan, atau tertipu pihak tak bertanggung jawab.
Namun, secara umum, tingginya angka utang disebut OJK berkorelasi dengan belum pulihnya kemampuan ekonomi warga yang terdampak pandemi Covid-19. ”Sekarang, belanja Rp 1 juta ke atas, tiba di rumah kulkas belum terisi penuh. Enggak sampai seminggu, sudah kosong. Belanja lagi,” kata teman. Walau tak sampai mengganggu, sebagian orang itu tetap merasakan kenaikan harga menambah anggaran kebutuhan sehari-hari keluarganya. Di luar mereka, sebagian orang lagi terpaksa mengurangi kesenangan makan di luar. Pilihan produk makanan yang dibeli turun kelas agar kebutuhan harian terpenuhi. Sebagian lainnya, seperti temuan OJK, terpaksa berutang. Belanja makanan ditekan habis asal tetap kenyang dan masih bisa menambal kebutuhan lain, seperti pendidikan. (Yoga)
Industrialisasi Dipetakan Ulang
Meski telah kembali menyandang status sebagai negara berpendapatan menengah atas, ekonomi Indonesia masih tumbuh di bawah potensi sebenarnya. Untuk mengejar pertumbuhan yang lebih berkualitas, desain industri yang selama ini sporadis dipetakan ulang dari hulu ke hilir. Bonus demografi pun diharapkan menjadi aset, alih-alih beban. Dalam acara diskusi terbatas Kompas Collaboration Forum Afternoon Tea yang diselenggarakan Kompas di Jakarta, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala Bapenas Suharso Monoarfa mengatakan, Indonesia telah terjebak dalam perangkap negara berpendapatan menengah (middle income trap) selama 30 tahun terakhir, sejak 1993. Itu melampaui standar paling lama sebuah negara menyandang status berpendapatan menengah, yaitu 28 tahun. ”Selama ini, pertumbuhan riil ekonomi kita berada di bawah potensi sesungguhnya, terutama disebabkan oleh gejala deindustrialisasi yang belakangan ini terjadi,” kata Suharso, Jumat (7/7).
Beberapa tahun terakhir, industri manufaktur tumbuh di bawah pertumbuhan ekonomi nasional. Pada 2022, misalnya, sektor manufaktur tumbuh 4,89 %n, di bawah pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,31 %. Itu membuat kontribusi industri manufaktur terhadap produk domestik bruto (PDB) hanya 18,34 %, jauh di bawah kontribusi ideal, yaitu 28-30 % terhadap PDB. ”Kita butuh transformasi ekonomi, dan syarat mutlaknya adalah lompatan industrialisasi,” kata Suharso. Pendapatan nasional bruto (PNB) per kapita Indonesia pada 2022 tercatat 4.580 USD, membuat Indonesia kembali masuk kategori negara berpendapatan menengah atas yang PNB per kapitanya 4.466 USD-13.845 USD. Suharso mengatakan, melalui peta jalan industrialisasi yang baru, pemerintah ingin mengerek kontribusi sektor manufaktur dari 18-19 % menjadi 28-30 %. Peta jalan industrialisasi 20 tahun ke depan akan difokuskan pada industri prioritas, yakni berbasis sumber daya alam (SDA), berteknologi menengah-tinggi, barang konsumsi berkelanjutan, serta industri berbasis inovasi dan riset. Industrialisasi juga akan dirancang berdasarkan tematik wilayah dengan pembentukan koridor ekonomi di tujuh kelompok wilayah Indonesia. (Yoga)
Perdagangan Berjangka Ilegal Diblokir
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) memblokir 1.075 domain situs entitas yang menawarkan investasi perdagangan berjangka komoditi ilegal pada semester I-2023. Kepala Bappebti Didid Noordiatmoko,Kamis (6/7/2023), mengingatkan, saat ini masih marak penawaran investasi berkedok perdagangan berjangka, padahal sejatinya bukan perdagangan berjangka dan ilegal. (Yoga)
Cadangan Devisa Turun meski Terhitung Aman
Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2023 sebesar 137,5 miliar USD, menurun 1,8 miliar USD dibandingkan dengan posisi Mei 2023 yang sebesar 139,3 miliar USD. Penurunan cadangan devisa itu, dipengaruhi pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kinerja ekspor yang melandai. Kepala Departemen Komunikasi BI, ErwinHaryono mengatakan,walau turun, posisi cadangan devisa itu tetap tinggi. Posisi cadangan devisa itu setara dengan pembiayaan 6,1 bulan impor atau 6,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Ini berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.
”BI menilai cadangan devisa itu tetap mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” ujar Erwin, Jumat (7/7). Cadangan devisa Indonesia tercatat naik turun selama enam bulan pertama 2023. Pada 31 Desember 2022, cadangan devisa Indonesia pada posisi 137,23 miliar USD. Nilainya meningkat menjadi 139,40 miliar USD pada Januari 2023, kemudian 140,3 miliar USD pada Februari 2023. Dalam enam bulan terakhir, cadangan devisa mencapai puncaknya pada Maret 2023 di posisi 145,18 miliar USD. Pada April 2023, posisi cadangan devisa turun menjadi 144,16 miliar USD. Begitu pula pada Mei 2023 dan Juni 2023. (Yoga)
Perencanaan Generasi Milenial untuk Hari Tua
Karena pada tahun 2045 kelak, generasi milenial mulai memasuki masa lansia, maka perencanaan dana untuk hari tua menjadi terasa lebih penting. Seiring penambahan angka harapan hidup manusia di Indonesia, pemahaman dan persiapan untuk haritua menjadi semakin penting lagi. Poin penting materi program pemerintah yang diwacanakan Bappenas pada Hari LanjutUsia Nasional 2023 adalah untuk mengoptimalkan silver economy, yaitu pentingnya menjaga pola konsumsi yang berkesinambungan dengan cara menghindari lonjakan pengeluaran kesehatan saat usia lanjut dan mengefektifkan investasi sumber daya saat usia muda. Hal ini sejalan dengan hasil survei terbaru dari perusahaan manajemen investasi, yaitu secara umum pendapatan pensiun para pekerja di Indonesia diperkirakan hanya akan sebesar 20 % pendapatan mereka saat ini, bahkan lebih rendah.
Artinya, ika tidak melakukan perencanaan sedari muda, bisa dibayangkan tingkat kesejahteraan generasi milenial saat memasuki hari tua akan terancam menurun. Sebagai karyawan, gaji bulanan adalah sumber penghasilan utama yang akan digunakan untuk membiayai berbagai keperluan hidup. Tanpa terasa, karier karyawan mungkin terus meningkat yang diikuti oleh kenaikan taraf serta gaya hidup, hingga akhirnya tiba masa pensiun, bahkan, saat ini PHK di usia produktif banyak dialami masyarakat akibat krisis atau bahkan karena alasan lain. Pensiunan yang berhasil membangun sumber daya Perencanaan Generasi Milenial untuk Hari Tua pensiun lebih mampu menghadapi tantangan hidup di hari tua. Artinya, perencanaan untuk dana hari tua harus mampu membuat ekspektasi yang realistis serta membuat tujuan hidup setelah purnabakti. Hal ini menjadi pengingat bahwa setiap generasi milenial bertanggung jawab untuk merencanakan kehidupan yang sejahtera di masa tuanya kelak. (Yoga)
Terasing Akibat Energi Kotor
Nihilnya nama bank asal Indonesia dalam daftar keanggotaan aliansi perbankan emisi karbon netral alias Net Zero Banking Alliance (NZBA) dianggap sebagai indikasi lemahnya komitmen transisi energi di negeri ini. Ketidakaktifan perbankan Indonesia dalam kampanye kelompok bank pendukung energi bersih itu pun menuai kritik dari ekonom dan pegiat lingkungan. Menurut mereka, pelaku keuangan dunia akan melihat Indonesia ragu-ragu membatasi pembiayaan untuk energi berbasis fosil. Beranggotakan 132 bank dari 41 negara, NZBA bergerak di bawah bendera Glasgow Financial Alliance for Net Zero (GFANZ), yang merupakan kumpulan institusi keuangan global yang berkomitmen menyokong target emisi netral pada 2050. Mudahnya, NZBA merupakan GFANZ untuk kategori perbankan yang total asetnya tercatat mencapai US$ 74 triliun atau mewakili 41 persen dari total aset perbankan sejagat.
Aliansi bank yang terbentuk pada April 2021 ini digerakkan oleh Inisiatif Keuangan Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau The United Nations Environment Programme Finance Initiative (UNEPFI), serta diakreditasi oleh Race to Zero, kampanye PBB untuk pemulihan karbon. Para anggota NZBA umumnya sudah menetapkan target kerja jangka menengah, maksimal hingga 2030, untuk meniadakan pinjaman dan investasi ke sektor energi yang bertentangan dengan hasil Kesepakatan Iklim Paris pada 2016. Peneliti dari Senik Centre Asia, Andri Prasetiyo, mengatakan tenggat pemutusan dana ke sektor energi kotor itulah yang menghalangi masuknya bank-bank Tanah Air ke NZBA. Sampai saat ini, kata dia, belum ada perbankan nasional yang secara tegas merencanakan penghentian kredit usaha ataupun investasi ke sektor batu bara sebagai komoditas fosil utama. (Yetede)
Dari Lantai Bursa untuk Smelter
PT Amman Mineral Internasional Tbk memanfaatkan sebagian dana dari hasil melepas sebagian sahamnya ke publik atau initial public offering (IPO) untuk menambah modal pembangunan pabrik peleburan alias smelter dan fasilitas pemurnian logam mulia. Kedua fasilitas tersebut sedang dalam tahap pembangunan dan ditargetkan rampung pada tahun depan. Vice President of Corporate Communication Amman Mineral Internasional, Kartika Octaviana, mengatakan bahwa dana segar dari IPO diperlukan untuk melengkapi komitmen pembiayaan proyek senilai US$ 982 juta tersebut setelah mendapat pinjaman dari sejumlah perbankan domestik dan asing. "Ini sesuai dengan loan agreement rasio pendanaan dari pembiayaan proyek," tuturnya kepada Tempo, kemarin, 7 Juli 2023.
Produsen tembaga dan emas yang beroperasi di Nusa Tenggara Barat tersebut melantai di Bursa Efek Indonesia kemarin setelah melepas 6,32 miliar saham atau setara dengan 8,8 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO seharga Rp 1.695 per lembar. Dari hasil IPO, emiten berkode AMMN ini memperoleh dana segar sebesar Rp 10,73 triliun. Sebanyak Rp 1,79 triliun dari dana IPO akan disalurkan kepada PT Amman Mineral Industri untuk pembangunan smelter dan fasilitas pemurnian logam mulia. Sementara itu, sisanya akan disalurkan kepada PT Amman Mineral Nusa Tenggara untuk membayar utang senilai Rp 3,05 triliun; serta modal ekspansi pabrik konsentrator, PLTU, dan PLTG senilai Rp 5,89 triliun. (Yetede)
Nelayan Kecil Nan Kian Termarginalkan
Perikanan skala kecil merupakan bagian penting dari keberlanjutan ketahanan pangan dan mata pencarian di Indonesia. Hampir 96 persen kapal penangkap ikan di Indonesia berukuran di bawah 10 gross tonnage. Namun hanya 20 persen tangkapan ikan Indonesia berasal dari mereka. Hal ini berkaitan dengan kurangnya pengakuan dan dukungan terhadap para nelayan kecil. Perikanan skala kecil dan ruang hidup mereka terus termarginalkan akibat kompetisi dengan perusahaan-perusahaan besar, seperti dalam konflik dengan perusahaan tambang pasir di Sulawesi Selatan. Konflik menyebabkan ruang hidup para nelayan ini terampas akibat adanya kontrol eksklusif entitas besar terhadap wilayah tangkapan. Belum lagi masalah kerusakan fisik terhadap ekosistem laut dan sumber penghidupan mereka.
Rumah tangga para nelayan di Indonesia pun masih yang termiskin di antara yang paling miskin. Data statistik bahkan menunjukkan bahwa semakin sedikit orang yang memilih bertahan di sektor tersebut. Program-program pemerintah pun bisa menjadi alasan di balik terpinggirkannya perikanan skala kecil. Sebagai contoh, kebijakan penangkapan ikan terukur (PIT) berbasis kuota, yang bertujuan untuk mengelola sektor perikanan dengan menetapkan kuota tangkapan, menimbulkan kekhawatiran tentang kontrol konsesi mayoritas oleh hanya beberapa industri dan investasi perikanan skala besar. Akibatnya, hanya sedikit kuota tersisa bagi nelayan tradisional, artisan (ahli skala kecil/skala rumah tangga), dan skala kecil sekaligus memperlebar kesenjangan pendapatan. Terasingnya nelayan skala kecil memperkuat ketidakseimbangan distribusi manfaat laut dan perilaku ekstraktif yang berlebihan. Dampaknya, kinerja laut dalam jangka panjang akan mengalami penurunan. (Yetede)
Amman Mineral Listing di BEI, Marketing Cap Rp 121 Triliun
JAKARTA,ID-PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) resmi mencatatkan saham (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (7/7/2023). Perseroan meraup dana hasil penawaran umum perdana (inital public offering/IPO) saham sebesar Rp 10,73 triliun, terbesar sepanjang tahun 2023. Perseroan melepas 6,32 miliar saham biasa atau setara 8,8% saham ke publik, dari modal ditempatkan dan disetor penuh, setelah IPO dengan harga penawaran sebesar Rp1.695 setiap saham. Saat listing, market cap Amman Mineral mencapai Rp 121 triliun. Pada menutupan perdagangan, saham AMMN naik 3,5% ke level Rp 1.755, sehingga market cap membengkak menjadi Rp126 triliun. Direktur Utama Amman Mineral Internasional Alexander Ramlie mengatakan, prospek usaha pertambangan tembaga positif ke depan, karena peningkatan permintaan tembaga di dunia. "Peningkatan ini terjadi seiring pertumbuhan sektor industri, energi terbarukan, serta kendaraan listrik. AMMN melihat dinamika pasar tersebut sebagai peluang untuk memperkuat posisi perseroan sebagai salah satu produsen tembaga terbesar di dunia," ujar Alexander di BEI. (Yetede)
Berkat Transformasi Perusahaan, Rating Kredit API Naik Jadi AA dengan Outlook Positif
JAKARTA,ID-Fitch Ratings menaikkan peringkat kredit PT Angkasa Pura/AP I (Persero) dari AA dengan outlook stabil menjadi AA dengan outlook stabil menjadi AA dengan outlook positif. Peringkat ini menunjuukan tingkat resiko gagal bayar perusahaan berada di posisi sangat rendah dan pemulihan kinerja perusahaan akan berlanjut seiring aktivitas ekonomi yang semakin normal dan aktivitas pariwisaa lebih tinggi. Direktur Utama AP I Faik Fahmi mengatakan, naiknya peringkat kredit AP1 dari Ficth Ratings AP1 dari Fitch Ratings didukung transformasi perusahaan. Keberhasilan AP1 dalam meningkatkan kinerja perusahaan merupakan hasil dari perusahaan merupakan hasil dari implementasi inisiatif transformasi perusahaan yang telah digaungkan sejak tahun lalu. "Fitch Ratings merupakan proses tersebut sehingga posisi peringkat kredit AP I ang bergerak ke poin AA yang berarti profil finansial perusahaan menjadi lebih kuat kedepannya. Keberhasilan ini tentu tidak lepas dari peran seluruh Insan AP I dalam menggenjot kinerja lebih baik setelah masa pandemi," uja Fahmi Faik dalam keterangannnya, Jumat (07/07/2023). (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









