Belanja dan Belanja, tetapi Kulkas Tak Juga Penuh
Pekerja dan keluarga kelas menengah kini menemukan kembali kesenangannya berkumpul bersama teman, makan bareng di luar, membeli produk-produk yang menarik hati, juga jalan-jalan. Namun, di balik sukacita pendongkrak ekonomi negara itu, terpapar fakta lain. Keinginan atau kebutuhan membelanjakan uang itu terkadang, bahkan sering kali, tak sebanding dengan kemampuan. Data terakhir OJK, Jakarta memiliki 2,3 juta rekening aktif di platform pinjaman daring untuk berutang Rp 10,5 triliun per Mei 2023. Persis di atas Jakarta ada Jabar dengan Rp 13,8 triliun (Kompas.id, 6/7/2023). Ada pengguna platform pinjaman daring karena tergoda iklan, iming-imingi bunga ringan, atau tertipu pihak tak bertanggung jawab.
Namun, secara umum, tingginya angka utang disebut OJK berkorelasi dengan belum pulihnya kemampuan ekonomi warga yang terdampak pandemi Covid-19. ”Sekarang, belanja Rp 1 juta ke atas, tiba di rumah kulkas belum terisi penuh. Enggak sampai seminggu, sudah kosong. Belanja lagi,” kata teman. Walau tak sampai mengganggu, sebagian orang itu tetap merasakan kenaikan harga menambah anggaran kebutuhan sehari-hari keluarganya. Di luar mereka, sebagian orang lagi terpaksa mengurangi kesenangan makan di luar. Pilihan produk makanan yang dibeli turun kelas agar kebutuhan harian terpenuhi. Sebagian lainnya, seperti temuan OJK, terpaksa berutang. Belanja makanan ditekan habis asal tetap kenyang dan masih bisa menambal kebutuhan lain, seperti pendidikan. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023