Industrialisasi Dipetakan Ulang
Meski telah kembali menyandang status sebagai negara berpendapatan menengah atas, ekonomi Indonesia masih tumbuh di bawah potensi sebenarnya. Untuk mengejar pertumbuhan yang lebih berkualitas, desain industri yang selama ini sporadis dipetakan ulang dari hulu ke hilir. Bonus demografi pun diharapkan menjadi aset, alih-alih beban. Dalam acara diskusi terbatas Kompas Collaboration Forum Afternoon Tea yang diselenggarakan Kompas di Jakarta, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala Bapenas Suharso Monoarfa mengatakan, Indonesia telah terjebak dalam perangkap negara berpendapatan menengah (middle income trap) selama 30 tahun terakhir, sejak 1993. Itu melampaui standar paling lama sebuah negara menyandang status berpendapatan menengah, yaitu 28 tahun. ”Selama ini, pertumbuhan riil ekonomi kita berada di bawah potensi sesungguhnya, terutama disebabkan oleh gejala deindustrialisasi yang belakangan ini terjadi,” kata Suharso, Jumat (7/7).
Beberapa tahun terakhir, industri manufaktur tumbuh di bawah pertumbuhan ekonomi nasional. Pada 2022, misalnya, sektor manufaktur tumbuh 4,89 %n, di bawah pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,31 %. Itu membuat kontribusi industri manufaktur terhadap produk domestik bruto (PDB) hanya 18,34 %, jauh di bawah kontribusi ideal, yaitu 28-30 % terhadap PDB. ”Kita butuh transformasi ekonomi, dan syarat mutlaknya adalah lompatan industrialisasi,” kata Suharso. Pendapatan nasional bruto (PNB) per kapita Indonesia pada 2022 tercatat 4.580 USD, membuat Indonesia kembali masuk kategori negara berpendapatan menengah atas yang PNB per kapitanya 4.466 USD-13.845 USD. Suharso mengatakan, melalui peta jalan industrialisasi yang baru, pemerintah ingin mengerek kontribusi sektor manufaktur dari 18-19 % menjadi 28-30 %. Peta jalan industrialisasi 20 tahun ke depan akan difokuskan pada industri prioritas, yakni berbasis sumber daya alam (SDA), berteknologi menengah-tinggi, barang konsumsi berkelanjutan, serta industri berbasis inovasi dan riset. Industrialisasi juga akan dirancang berdasarkan tematik wilayah dengan pembentukan koridor ekonomi di tujuh kelompok wilayah Indonesia. (Yoga)
Tags :
#Industri lainnyaPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023