Ekonomi
( 40512 )Jangan Terlena Naik Kelas Jadi Kelas Menengah
Indonesia boleh berlega hati setelah kembali naik status menjadi negara dengan pendapatan menengah atas alias
upper middle-income country. Namun, pekerjaan rumah masih menanti, yakni mengdongkrak pertumbuhan ekonomi lebih tinggi.
Dalam laporan Bank Dunia, pendapatan nasional bruto (PNB) per kapita Indonesia tercatat US$ 4.580 di 2022, naik 9,8% dibandingkan 2021 senilai US$ 4.170.
Di sisi lain, Bank Dunia juga mengubah ambang batas PNB per kapita masing-masing klasifikasi negara. Untuk negara berpendapatan menengah atas, PNB per kapita pada 2022 ditetapkan US$ 4.466 hingga US$ 13.845. Sementara di 2021 sebesar US$ 4.256 - US$ 13.205.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, naiknya status Indonesia menunjukkan perekonomian domestik semakin menarik. Ia optimistis, investor asing akan tertarik menanamkan modalnya di dalam negeri jika ekonomi terus tumbuh dan stabil. Bahkan, Indonesia berpotensi menjadi negara favorit tujuan investor.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemkeu) Febrio Nathan Kacaribu mengatakan, naiknya PNB per kapita Indonesia secara signifikan pada 2022 menjadi pijakan kuat untuk mewujudkan visi Indonesia maju 2045. Namun untuk mewujudkan cita-cita besar Indonesia menjadi negara berpendapatan tinggi sebelum tahun 2045 butuh pertumbuhan ekonomi tinggi di kisaran 6%-7% secara konsisten.
Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai, status Indonesia yang naik ke upper middle income country tidak menjamin pertumbuhan ekonomi kembali ke pra pandemi Covid-19. Sebab, kenaikan ini hanya temporer didorong pendapatan ekspor komoditas olahan primer dan setengah jadi.
Iklan di Drakor dan Dorong Ekspor
Prospek kinerja PT Mayora Indah Tbk (MYOR) diprediksi melaju positif hingga akhir tahun 2023. Hal ini seiring biaya operasional yang diperkirakan lebih rendah dan beberapa sejumlah strategi.Salah satu fokus strategi MYOR menggenjot pada pasar ekspor. Analis Bahana Sekuritas, Christine Natasya menilai, strategi tersebut dapat mendongkrak kinerja MYOR. Terlihat hasil kuartal I-2023, porsi pendapatan dari ekspor yang tumbuh 13,31% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 3,32 triliun. Secara total, porsi ekspor menyumbang 39,28% atau naik tipis dari kontribusi kuartal I 2022 di level 38,65% dari total pendapatan.Christine memperkirakan, pada semester II-2023 porsi ekspor bisa lebih baik. "Pasar ekspor China tahun lalu lowbase," ujar dia, Selasa (4/7).Analis Ciptadana Sekuritas Asia, Putu Chantika Putri mengatakan, MYOR juga berhasil mengerek margin karena penerapan langkah efisiensi biaya. Chantika menyebut, peningkatan margin juga berkat penurunan harga bahan baku seperti harga gandum dan harga CPO. Biaya pengiriman yang lebih rendah 35,2% secara yoy, menyumbang 1,7% dari total penjualan dibandingkan 2,9% dari penjualan bersih. Padahal pengeluaran iklan dan promosi MYOR meningkat 1,4% secara yoy. "Sebagai hasilnya, margin laba bersih lebih tinggi di 8,6%," ujar dia.Iklan di drama Korea. Analis RHB Sekuritas, Vanessa Karmajaya menambahkan, MYOR mempertahankan rasio iklan dan promosi terhadap pendapatan di 9%-11%. Hal ini berdampak kuat setelah memasang iklan permen Kopiko di beberapa episode serial drama Korea Selatan, Taxi Driver. Alhasil, MYOR mencatatkan peningkatan penjualan tahunan yang kuat untuk produk Kopiko di beberapa negara pada kuartal I-2023. Penjualan Asia, semisal, tumbuh 20%, Indonesia tumbuh 18%, India 6%-8%, dan Korea Selatan 100%. "Biaya pengiriman mulai stabil di kuartal II 2023, setelah membukukan turun 26% secara kuartalan dan 35% secara yoy," ujar Vanessa.Analis NH Korindo Sekuritas, Cindy Alicia Ramadhania berpandangan kuartal I-2023, penjualan ekspor memimpin pertumbuhan. Baru dari domestik pertumbuhan pendapatan domestik 9,38% yoy. Selain itu, MYOR berinovasi mengeluarkan produk dan gencar pemasaran, serta memastikan nilai investasi yang dilakukan efektif dan efisien. Kemudian, MYOR akan fokus ke pasar eksisting tumbuh serta mengeksplorasi pasar yang berpotensi naik.Dengan begitu, Cindy memperkirakan hingga akhir tahun MYOR akan melanjutkan pertumbuhan kinerja dengan pendapatan tumbuh 12,13% secara tahunan menjadi Rp 34,28 triliun dari aktualisasi 2022 sebesar Rp 30,66 triliun.
Inflasi Melandai, Suku Bunga Masih Sulit Turun
Laju inflasi tahunan melandai ke level 3,52% pada Juni 2023. Ini merupakan laju terendah sejak April 2022. Namun, penurunan dinilai tidak cukup untuk menurunkan suku bunga ke depan.
Mengacu pada data Bank Indonesia (BI) di April 2023, suku bunga kredit memang masih memiliki tren pertumbuhan secara tahunan. Ambil contoh, bunga kredit modal kerja di periode tersebut ada di level 8,92%, lebih tinggi dari bulan yang sama di tahun lalu berada di level 8,49%.
Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan keputusan suku bunga acuan memang dipengaruhi proyeksi inflasi yang dikaitkan dengan targetnya. Namun, itu bukan satu-satunya faktor yang dipertimbangkan.
Sementara menurut
Senior Faculty
LPPI Amin Nurdin, kemungkinan bunga kredit bank tetap ada meski susah. Mengingat, saat ini BI juga belum menurunkan tingkat suku bunga acuan.
Senada, Pengamat Perbankan Universitas Bina Nusantara (Binus) Doddy Ariefianto menilai penurunan inflasi tidak semerta-merta membuat bunga kredit perbankan turun karena memang bank saat ini kurang efisien.
Dari sisi pelaku industri, Presiden Direktur Bank CIMB Niaga Lani Darmawan menyebut bunga kredit saat ini lebih banyak dipengaruhi
cost of fund
yang memang naik sehubungan dengan kenaikan BI rate dalam beberapa tahun terakhir. “Namun bunga kredit sejauh ini tak mengalami kenaikan sebesar kenaikan CoF, terutama kredit korporasi,” ujarnya.
Cuan Bisa Lebih Tebal di Aset Berbasis Surat Utang
Aset kripto menjadi yang paling moncer di sepanjang semester I tahun 2023. Meski demikian, tidak berarti kripto menjadi aset yang paling bagus untuk dijadikan portofolio investasi di paruh kedua 2023.
Hingga semester I-2023, harga bitcoin dan ethereum masing-masing naik 83,75% dan 60,89%. Sementara aset terbaik selanjutnya adalah obligasi pemerintah dan obligasi korporasi yang naik 6,61% dan 4,64% dalam enam bulan.
Trader External Tokocrypto, Fyqieh Fachrur mengatakan, kenaikan harga bitcoin dan ethereum lantaran sejumlah sentimen positif seperti HSBC yang telah memungkinkan nasabahnya untuk menjual dan membeli Bitcoin ETF dan Ethereum ETF yang terdaftar di Bursa Efek Hong Kong. Selain itu BlackRock tengah mengajukan berkas perdagangan Bitcoin ETF Spot ke Securities Exchange Commision (SEC).
Segendang sepenarian, Investment Specialist Sucor Asset Management Toufan Yamin menilai pasar obligasi justru akan menjadi aset investasi yang menarik di semester II. Pasalnya, ada potensi penurunan suku bunga serta inflasi Indonesia relatif rendah dan stabil.
Senada, Senior Vice President Head of Retail Product Research & Distribution Division Henan Putihrai Asset Management Reza Fahmi mengamini, pelaku pasar masih cenderung overweight di kelas aset pendapatan tetap. Pasalnya, investor meyakini yield yang tinggi ini merupakan kesempatan terakhir sebelum bank sentral di dunia kembali mengerek suku bunga.
Research Analyst PT Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajwani berpendapat, saham kurang diunggulkan karena ketidakpastian di pasar global. Walhasil, aset berbasis obligasi seperti surat berharga negara bisa jadi pilihan. Dia menyebut, yield surat berharga negara (SBN) dengan tenor 10 tahun memiliki ruang untuk turun ke 6,18%-6,27%. Senin (3/7), yield SUN acuan tenor 10 tahun di 6,2%.
Kinerja Manufaktur Dikerek Permintaan Lokal
Kinerja manufaktur Indonesia kembali menanjak. Di tengah ketidakpastian pasar global, permintaan domestik menjadi kontributor terbesar produk domestik bruto (PDB) selama ini.
S&P Global mencatat,
Purchasing Managers' Index
(PMI) Manufaktur Indonesia pada Juni 2023 berada di level 52,5. Angka ini meningkat 2,2 poin dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 50,3.
Economics Associate Director
S&P Global PMI Market Inteligence, Jingyi Pan mengatakan, peningkatan indeks manufaktur ini disebabkan adanya kenaikan permintaan baru selama Juni. Hanya saja, permintaan asing terus merosot. "Momentum pertumbuhan di seluruh sektor manufaktur Indonesia kembali mengalami percepatan pada bulan Juni," ujar dia dalam keterangan resminya, Senin (3/7).
Secara keseluruhan, optimisme bisnis masih lemah. Hal ini perlu diperhatikan. "Penting untuk memperhatikan permintaan, terutama permintaan eksternal, yang naik untuk menambah kepercayaan diri di antara para produsen," ucap dia.
Head of Industry & Regional Research
Bank Mandiri Dendi Ramdani mengatakan, sektor manufaktur yang berorientasi domestik justru membaik lantaran permintaan lokal yang masih menguat. Misalnya, industri otomotif. Penjualan mobil per bulan mencapai 80.000 hingga 90.000 unit dan telah mencapai level pra pandemi Covid-19.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, PMI Manufaktur Juni merupakan level tertinggi dalam 1,5 tahun terakhir. "Ini meningkatkan ekspektasi positif pelaku usaha atas kondisi ekonomi Indonesia, sehingga berpeluang menarik investasi baru ke dalam negeri," kata dia, kemarin.
Namun Ketua Umum Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengaman Indonesia (AKLPI) Yustinus Gunawan meramal, indeks manufaktur Indonesia pada Juli 2023 akan menurun, meski diharapkan masih berada di level ekspansi.
Bersiap Belanja Saham Murah di Paruh Kedua
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak dalam rentang yang sempit sepanjang tahun ini. Beberapa sentimen global seperti kenaikan suku bunga dan penurunan harga komoditas yang terjadi pada paruh pertama tahun ini membuat sejumlah saham ikut merosot.
Ketidakpastian global memang masih akan membayangi pergerakan IHSG pada semester kedua 2023. Tapi, sentimennya sudah tidak sedalam semester pertama. Jadi, ada peluang bagi IHSG untuk berbalik arah menguat. Sejumlah saham yang terdiskon pun bisa mulai masuk ke daftar belanja saham kali ini.
Research Analyst
Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajwani mengatakan, dalam sebulan terakhir, sektor saham kinerjanya tertekan paling dalam berasal dari sektor energi dan barang baku. Hal itu tak lepas dari penurunan harga komoditas global.
Meski begitu, saham sektor ini belum bisa dikatakan layak diakumulasi, lantaran masih ada risiko penurunan yang membayangi di paruh kedua. Padahal, kalau dari valuasinya, sektor energi punya rata-rata
price earning ratio
(PER) yang rendah.
Associate Director of Research and Investment
Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, meskipun masih ada ketidakpastian ekonomi global, namun perekonomian dalam negeri masih solid.Selain itu, daya beli masih terjaga. Karena itu, ada beberapa sektor saham yang punya prospek positif. Misalnya, transportasi dan logistik, barang konsumsi baik primer atau non primer, sektor properti dan finansial.
Beberapa sektor barang konsumsi juga punya valuasi harga yang murah. Ambil contoh PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dengan PER sebesar 8,11 kali. Selain menjagokan INDF, Nico juga melihat saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) layak masuk kerangjang investasi.
Mengalap Cuan dari Tender Offer Saham
Memasuki semester II 2023, sederet aksi korporasi gencar dilakukan emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI). Salah satunya
tender offer
alias penawaran pembelian saham oleh pihak tertentu kepada pemegang saham suatu emiten.
Salah satunya adalah MUFG Bank Ltd. Bank asal Jepang ini akan melakukan penawaran wajib atas saham PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN).
Hal ini seiring pengumuman resmi MUFG Bank pada Senin (26/6), yang akan membeli 1,87 miliar saham atau 70,6% kepemilikan saham MFIN milik PT Jayamandiri Gemasejati dan beberapa pemegang saham lain.
Sementara itu, emiten yang terafiliasi dengan MUFG Bank, yakni PT Adira Dinamika Multifinance Tbk (ADMF) akan membeli 265 juta saham atau 10% porsi saham MFIN. Dus, total saham MFIN yang akan di-tender offer sekitar 80,6%.
Senior Information Investment
Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menyebut,
tender offer
digelar seiring perpindahan pengendalian dari pemegang saham lama.
CEO Edvisor.id Praska Putrantyo mengingatkan, meskipun investor bakal cuan, bukan berarti proses
tender offer
tak mengandung risiko bagi investor.
KINERJA SEKTORAL : SAHAM TEKNOLOGI BELUM BERTAJI
Saham emiten-emiten di sektor teknologi yang terhimpun di dalam indeks IDX Sector Technology diproyeksi belum mendapat suntikan tenaga yang signifikan untuk mendorong lajunya di lantai bursa pada semester II/2023. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat IDX Technology mengalami koreksi hingga 7,4% sepanjang semester I/2023. Koreksi ini lebih dalam dibandingkan dengan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang terkoreksi 2,76%. Berdasarkan data Bloomberg, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) memiliki bobot paling besar di antara 33 konstituen indeks IDX Technology. Sepanjang tahun berjalan 2023, saham GOTO terpantau menguat hingga 23,08% ke level Rp112 per saham. Berbanding terbalik, empat saham dengan bobot terbesar setelah GOTO di dalam indek tersebut mengalami koreksi harga. Saham PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) -4,89%, Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) -29,61%, PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) -19,08%, dan PT Global Digital Niaga Tbk. (BELI) -2,98%. Saat dihubungi Bisnis, analis Sucor Sekuritas Paulus Jimmy mengatakan IDX Technology dengan konstituen terbesar GOTO dan BUKA sedang kekurangan katalis positif dalam waktu dekat. Hal itu, lanjutnya, sejalan dengan kondisi keuangan GOTO dan BUKA yang masih membukukan kerugian. Merujuk data Bloomberg, Nasdaq Index 100 menguat tajam 39,81% sepanjang tahun berjalan 2023. Kinerja itu tidak terlepas dari kencangnya kenaikan harga saham Apple Inc. yang mencapai 55,09% year-to-date (YtD) ke level US$193,97 per saham sehingga mendorong kapitalisasi pasarnya menembus US$3 triliun. Untuk sektor teknologi, lanjut Jimmy, Sucor Sekuritas masih memberikan pandangan netral. Dia merekomendasikan analis untuk melirik saham di sektor lain. Terpisah, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Martha Christina mengatakan sektor teknologi pada semester II/2023 memiliki peluang sekaligus tantangan.
DIVESTASI INCO : WIN-WIN SOLUTION JADI PRIORITAS
Pemerintah memastikan tidak akan meninggalkan kepentingan investor dalam proses divestasi PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) yang belakangan menjadi perbincangan hangat. Solusi yang saling menguntungkan akan terus dikedepankan agar persoalan itu bisa segera tuntas. Presiden Joko Widodo memastikan pemerintah akan mencari jalan keluar yang tidak merugikan investor dalam proses divestasi INCO jelang berakhirnya kontrak karya milik perusahaan pada Desember 2025. Jalan keluar yang baik untuk kepentingan nasional dan investor pun disusun agar proses peralihan kontrak karya menjadi izin usaha pertambangan khusus (IUPK) berjalan lancar. “Kepentingan nasional harus didahulukan, tetapi kami juga tidak ingin merugikan investor. Win-win solution, keduanya harus berjalan dengan baik,” katanya di Halim Perdanakusuma, Senin (3/7). Kepala Negara menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan dari pemerintah terkait dengan divestasi INCO. Meski begitu, Presiden memastikan persoalan tersebut akan tuntas paling lambat akhir bulan ini. Presiden pun menegaskan bahwa proses divestasi INCO tidak boleh sampai mengganggu proses industrialisasi dan penghiliran sektor pertambangan mineral yang sekarang sedang kencang dijalankan oleh pemerintah.
Peneliti Alpha Research Database Ferdy Hasiman mengatakan bahwa pemerintah harus mencari upaya terobosan yang bisa menyiasati persoalan divestasi INCO di tengah mahalnya valuasi saham perusahaan tersebut. Menurutnya, proses divestasi INCO tidak boleh membebani keuangan PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID. Untuk itu, pemerintah harus segera melakukan valuasi terhadap harga saham yang akan didivestasikan oleh INCO. Yang paling penting dalam proses divestasi INCO, kata Ferdy, adalah proses tersebut harus membuat MIND ID memiliki peran lebih dalam di perusahaan tersebut melalui pencatatan aset. “Persoalan pencatatan aset ini menjadi kelemahan dari proses divestasi PT Freeport Indonesia yang harus diperbaiki, karena meski menjadi mayoritas MIND ID hanya berperan sebagai penerima dividen,” katanya. Dia menjelaskan, melalui peran lebih dalam di perusahaan yang melakukan divestasi akan memungkinkan MIND ID untuk melakukan transfer pengetahuan dan teknologi. Dengan begitu, MIND ID mendapatkan nilai tambah lebih besar dalam proses tersebut.
LIBUR PANJANG : 3 BUMN Raup Cuan Iduladha
Tiga BUMN transportasi mencatat lonjakan jumlah penumpang selama periode libur panjang Iduladha 1444 Hijriah, yaitu pada 27 Juni—2 Juli 2023. Ketiga BUMN itu adalah PT Kereta Api Indonesia, PT ASDP Indonesia Ferry, dan PT Angkasa Pura (AP) I. VP Public Relations PT Kereta Api Indonesia (KAI) Joni Martinus mengatakan bahwa volume pelanggan kereta api (KA) jarak jauh selama libur panjang mencapai 943.650 pelanggan, naik 68% dibandingkan dengan periode yang sama awal Juni 2023. Dia memaparkan puncak arus keberangkatan pada periode libur panjang terjadi pada Selasa (27/6) dengan jumlah pelanggan sebanyak 159.884 pelanggan. Menurutnya, KAI telah menambah 18 perjalanan kereta api jarak jauh guna mengakomodasi lonjakan jumlah penumpang. Dengan penambahan itu menjadi total 1.340 kereta api jarak jauh yang melayani masyarakat untuk momen libur panjang. Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin juga mengatakan sukses melayani 691.487 orang penumpang dan menyeberangkan 169.054 unit kendaraan di lintasan Merak—Bakauheni, Ketapang—Gilimanuk, dan Ajibata—Ambarita pada 28 Juni-2 Juli 2023. Sementara itu, Pejabat Pengganti Sementara Direktur Utama PT AP I Lukman F. Laisa menyatakan sebanyak 1,01 juta pergerakan penumpang dan 7.602 pergerakan pesawat udara dilayani oleh 15 bandara selama periode libur panjang Iduladha tahun ini.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









